• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORI

2.1 Tinjauan Pustaka

2.1.6 Hasil Penelitian yang Relevan

Nur‟aeni (2008) meneliti penggunaan teori Van Hiele dalam komunikasi

matematika. Geometri merupakan salah satu cabang matematika yang diajarkan di SD. Banyak siswa SD yang masih mengalami kesulitan dalam mempelajari dan memahami konsep geometri. Berkenaan dengan masalah tersebut ada suatu teori pembelajaran yaitu teori Van Hiele yang mampu membantu siswa untuk mempelajari dan memahami konsep geometri. Model pembelajaran dengan 4 3 2 1 6 7 r P r 8 d 5

34 menggunakan teori Van Hiele merupakan salah satu alternatif pembelajaran yang dapat membantu siswa SD dalam memahami konsep dasar geometri dan komunikasi matematik.

Wahyuni (2012) meneliti efektifitas penerapan model pembelajaran Van Hiele terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya perbedaan antara rata-rata pretest dan posttest. Penelitian merupakan penelitian eksperimen, jenis Pre-Eksperimental Design. Desain penelitian eksperimen ini adalah One-Group Pretest Posttest Design. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar matematika, dan variable bebasnya adalah model pembelajaran Van Hiele. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VB SD N Bringin 01. Rata-rata hitung (mean) pretest adalah 59,25 sedangkan posttest adalah 82, 50 setelah diberikan beberapa penerapan teori Van Hiele. Hasil penelitian dalam uji t menunjukkan signifikasi 0,05 0,000 dan t lebih besar daripada t (22,366 2,069). Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran Van Hiele efektif digunakan dalam pelajaran matematika siswa kelas V SD N Beringin 01 semester II tahun pelajaran 2011/2012.

Huzaifah (2011) meneliti peningkatkan pemahaman konsep geometri siswa dengan menggunakan teori Van Hiele. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya peningkatan pemahaman konsep geometri khususnya bangun datar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep dari setiap siklusnya, yaitu pada siklus I sebesar 63,3 dan siklus II sebesar 71,8. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penggunaan teori Van Hiele dapat meningkatkan pemahaman konsep geometri siswa.

Sari (2012) meneliti taksonomi Bloom ranah pengetahuan kognitif Marzano. Jurnal ini bertujuan untuk melihat bagaimana perbedaan taksonomi Bloom yang belum direvisi dan yang sudah direvisi, serta menjelaskan ranah kognitif marzano. Revisi hanya dilakukan pada ranah kognitif dalam taksonomi Bloom. Perubahan hampir terjadi pada semua level hierarkis, namun urutan level masih sama yaitu dari urutan terendah hingga tertinggi. Perubahan mendasar terletak pada level 5 dan 6. Perubahan-perubahan tersebut dalah sebagai berikut:

35 pada level 1 knowledge diubah menjadi remembering (mengingat). Pada level 2 comprehension dipertegas menjadi understanding (memahami). Pada level 3 application diubah menjadi applying (menerapkan). Pada level 4 analysis menjadi analyzing (menganalisis). Pada level 5 synthesis dinaikkan levelnya menjadi level 6 tetapi dengan perubahan mendasar, yaitu creating (mencipta). Pada level 6 Evaluation turun posisisinya menjadi level 5, dengan sebutan evaluating (menilai). Sampai saat ini yang digunakan adalah hasil revisi ranah kognitif dalam taksonomi Bloom.

Gunawan dan Retno Palupi (2011) meneliti taksonomi Bloom revisi ranah kognitif. Taksonomi Bloom ranah kognitif merupakan landasan dasar pengkategorian tujuan-tujuan pembelajaran. Tingkatan dalam taksonomi Bloom terdiri dari pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi. Revisi dari taksonomi Bloom dilakukan oleh Krathwohl dan Anderson menjadi mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, dan mencipta.

Hasil penelitian relevan yang tertulis di atas dilakukan di SD. Penelitian tentang model pembelajaran Van Hiele dan kemampuan memahami pada taksonomi Bloom ranah kognitif di atas merupakan penelitian dalam skripsi dan jurnal. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian eksperimen, dan penelitian tindakan kelas. Semua hasil penelitian relevan yang diungkapkan menunjukkan bahwa ada peningkatan dan terdapat pengaruh pada penelitian yang dilakukan. Walaupun hasil penelitian yang yang tertulis sudah relevan namun penelitian-penelitian tersebut belum ada yang membahas pengaruh model pembelajaran Van Hiele untuk kemampuan memahami konsep geometri bangun datar. Maka dari itu, peneliti akan membuat penelitian baru untuk memperkaya, memberi sudut pandang dan memberi sumbangan dalam penelitian sebelumnya.

36 1.5.2 Literature Map

Bagan 2.2 Penelitian Sebelumnya

Kemampuan Memahami

Nur’aeni (2008)

Teori Van Hiele dan komunikasi matematika

Wahyuni (2012)

Penerapan model pembelajaran Van Hiele terhadap hasil belajar matematika bagi siswa kelas V SD

Sari (2012)

Taksonomi Bloom ranah pengetahuan kognitif Marzano

Yang perlu diteliti:

Model pembelajaran Van Hiele - kemampuan memahami pada konsep geometri bangun datar

Gunawan dan Retno Palupi (2011)

Taksonomi Bloom revisi ranah kognitif: kerangka landasan untuk pembelajaran, pengajaran dan penilaian Huzaifah (2011) Pemahaman konsep geometri siswa dengan menggunakan teori Van Hiele Model PembelajaranVan Hiele

37 2.2 Kerangka Berpikir

Model pembelajaran Van Hiele mempunyai tahapan atau tingkatan berpikir siswa secara kognitif. Kemampuan memahami diperoleh dari taksonomi Bloom dalam ranah kognitif. Kemampuan memahami dalam taksonomi Bloom dapat berjalan beriringan dengan teori Van Hiele, karena mempunyai tahapan berpikir yang hampir sama. Model pembelajaran Van Hiele dipilih oleh peneliti karena masih banyak siswa yang salah konsep ketika mereka belajar geometri bangun datar.

Memahami konsep dimulai dari materi atau hal yang sederhana menuju hal atau materi yang lebih kompleks. Guru harus memilih model pembelajaran yang sesuai dengan materi geometri bangun datar, agar siswa dilatih untuk memahami suatu konsep melalui materi yang sederhana terlebih dahulu. Model pembelajaran Van Hiele merupakan model pembelajaran yang sesuai untuk mengolah kemampuan memahami siswa dalam konsep geometri bangun datar karena di dalam model pembelajaran Van Hiele terdapat tahap-tahap belajar yang memfasilitasi kemampuan memahami siswa dalam ranah kognitif taksonomi Bloom. Tahapan-tahapan belajar ini dimulai dari hal-hal yang sederhana menuju hal yang lebih kompleks. Jika guru ingin menerapkan model pembelajaran Van Hiele ke dalam materi geometri bangun datar, maka guru harus mengerti tahapan model pembelajaran ini. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) disusun dengan berpedoman pada kemampuan memahami dalam taksonomi Bloom ranah kognitif yang digunakan untuk membuat indikator-indikator yang akan dicapai oleh siswa.

Kelas eksperimen dan kelas kontrol ditentukan oleh peneliti dengan cara undian. Jika tahapan dalam model pembelajaran Van Hiele diterapkan sejalan dengan teori Van Hiele, dan telah disesuaikan dengan kemampuan memahami dalam taksonomi Bloom, maka akan ada kemungkinan bahwa siswa mampu mengembangkan kemampuan memahami dalam konsep geometri bangun datar secara optimal. Salah konsep yang banyak terjadi di SD mengenai geometri bangun datar dapat dibenarkan dan diarahkan menuju konsep yang tepat. Oleh

38 Hiele Terhadap Kemampuan Memahami Pada Konsep Geometri Bangun Datar Dalam Pelajaran Matematika Kelas V SD”.

Skema 2.1 Kerangka Berpikir 2.3 Hipotesis

2.3.1 Penggunaan model pembelajaran Van Hiele pada pelajaran matematika berpengaruh terhadap kemampuan memahami konsep geometri bangun datar kelas V SD N Ungaran I Yogyakarta pada semester genap tahun ajaran 2013/2014.

Model Pembelajaran Van Hiele

Teori Van Hiele

Tahap-tahap Belajar Kemampuan

Memahami

Konsep Geometri Bangun Datar

39

BAB III