HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Hasil Penelitian
4.3.2 Dampak Perlakuan terhadap Siswa
4.3.3.1 Hasil Wawancara
Wawancara dilakukan kepada guru dan siswa. Peneliti memilih wawancara tidak terstruktur sebagai pedoman dalam wawancara. Wawancara kepada guru dilakukan setelah guru menerima hasil belajar siswa, sedangkan wawancara kepada siswa dilakukan beberapa hari setelah siswa selesai mengerjakan posttest.
4.3.3.1.1 Hasil Wawancara Guru
Wawancara dilakukan pada hari, Selasa 1 April 2014. Peneliti melakukan tanya jawab kepada guru mengenai model pembelajaran Van Hiele yang telah peneliti laksanakan. Hal pertama yang ditanyakan oleh peneliti adalah bertanya bagaimana perasaan anda ketika melihat hasil belajar siswa. “Saya tidak
menyangka ternyata nilai anak-anak dalam pelajaran matematika pada materi bangun datar lebih bagus dibandingkan jika saya menggunakan model
pembelajaran yang biasanya”, ungkap guru kelas VB yang merupakan kelas eksperimen. Jawaban tersebut menunjukkan bahwa guru kaget sekaligus senang melihat hasil belajar siswa. Kemudian peneliti bertanya kepada guru mengenai ketertarikan beliau menggunakan model pembelajaran Van Hiele untuk materi bangun datar selanjutnya. Guru menjawab “Saya akan mencoba menggunakan
model pembelajaran Van Hiele ini juga mbak, siapa tahu nilai anak-anak tetap bagus seperti ini ke depannya. Tetapi saya belum terlalu paham bagaimana langkah-langkah dalam model pembelajarannya. Saya takut nanti saya malah salah langkah, saya mau dong mbak dikasih tahu tentang model pembelajaran Van Hiele”, ungkap guru. Jawaban tersebut menunjukkan bahwa guru tertarik untuk menggunakan model pembelajaran Van Hiele , tetapi beliau belum paham mengenai langkah-langkah dalam pembelajaran Van Hiele. Pertanyaan
80
selanjutnya, peneliti bertanya kepada guru apakah model pembelajaran Van Hiele mempunyai kekurangan-kekurangan yang perlu diperbaiki, dan jawaban beliau
“Saya rasa tidak ada kekurangan mbak. Sangat cocok untuk pelajaran
matematika bangun datar. Kalau saya tahu tentang model pembelajaran Van
Hiele ini dari awal, saya pasti akan menggunakannya dari dulu”, ungkap guru. Jawaban tersebut menunjukkan bahwa pendapat guru sesuai dengan pendapat peneliti, model pembelajaran Van Hiele mempunyai pengaruh terhadap kemampuan memahami siswa pada konsep geometri bangun datar.
4.3.3.1.2 Hasil Wawancara Siswa
Wawancara kepada siswa dilakukan pada hari, Kamis 3 April 2014. Peneliti melakukan tanya jawab kepada siswa mengenai proses pembelajaran yang telah peneliti lakukan. Peneliti bertanya kepada beberapa siswa mengenai perasaan siswa selama mengikuti proses pembelajaran yang telah dilakukan oleh peneliti. Siswa pertama menjawab “Aku senang-senang aja mbak, asyik kok. Kapan-kapan mau diajarin lagi”. Siswa kedua menjawab “Senang mbak,
pelajarannya jadi kelihatan gampang”. Siswa ketiga menjawab “Senang sekali, aku jadi lebih mudah nerima pelajarannya”. Berdasarkan jawaban dari ketiga siswa tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa mereka senang selama proses pembelajaran berlangsung, dan materi yang disampaikan menjadi lebih mudah. Pertanyaan selanjutnya yang peneliti ajukan kepada siswa adalah mengenai bagaimana cara siswa memahami konsep bangun datar. Siswa pertama menjawab
“Memahaminya pelan-pelan mbak, seperti yang mbak ajarkan. Mulai dari melihat benda-benda nyata dulu, terus tahu bentuknya, sifatnya, dan
hubungannya”. Siswa kedua menjawab “Ya seperti yang mbak Putri ajarin
kemarin, dari melihat benda di sekitar ruangan dulu, terus kerja sama di kelompok buat mencari sifat-sifatnya”. Siswa ketiga menjawab “Memahaminya bukan dihafalin mbak, kalau dihafalin aku cepat lupa”. Berdasarkan jawaban dari ketiga siswa tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa mereka memahami konsep geometri bangun datar dimulai dari hal-hal yang sederhana terlebih dahulu menuju hal-hal yang lebih kompleks. Masih berhubungan dengan pertanyaan tersebut, kemudian peneliti menanyakan apakah ada kesulitan yang siswa alami
81
dalam memahami konsep geometri bangun datar. Siswa pertama menjawab
“Kalau pakai cara yang mbak ajarin kemarin, aku gampang memahami
materinya”. Siswa kedua menjawab “Gampang kok mbak, enggak ada yang susah”. Siswa ketiga menjawab “Enggak susah mbak, malah lebih gampang kayak yang diajarin mbak kemari”. Berdasarkan jawaban dari ketiga siswa tersebut dapat disimpulkan, bahwa menggunakan model pembelajaran Van Hiele tidak akan membuat siswa merasa kesulitan dalam memahami konsep geometri bangun datar.
Pertanyaan terakhir yang peneliti ajukan kepada siswa adalah mengenai hasil belajarnya. Siswa pertama menjawab “Wah, aku nggak nyangka mbak biasanya aku dapat nilai 6 sekarang aku bisa dapat nilai 8”. Siswa kedua menjawab “Nilaiku bagus mbak, makasih ya. Kapan-kapan ngajar lagi dong”. Siswa ketiga menjawab “Nilaiku kemarin bagus mbak, padahal aku enggak
terlalu pintar matematika”. Berdasarkan jawaban dari ketiga siswa tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa hasil belajar mereka menunjukkan adanya kenaikan, hal ini membuktikan bahwa model pembelajaran Van Hiele memberikan pengaruh yang positif jika digunakan ke dalam pelajaran matematika khususnya pada konsep geometri bangun datar.
4.3.3 Konsekuensi Lebih Lanjut
Masalah-masalah pendidikan di Indonesia kini semakin banyak. Pada tanggal 3 Desember 2012, Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (Organization for Economic Cooperation and Developmen atau OECD) meluncurkan hasil Program Penilaian Pelajar Internasional (Program for Internasional Student Assesment atau PISA) tahun 2012. Hasil PISA menunjukkan bahwa diantara 65 negara, Indonesia menduduki peringkat kedua dari bawah. Hal tersebut merupakan penurunan dari hasil PISA tahun 2009 di mana saat itu Indonesia menduduki peringkat 57. Banyak investasi yang dikeluarkan untuk mendukung sektor pendidikan, namun sistem pendidikan di Indonesia tidak mengalami perbaikan. Hasil penelitian PBB menjelaskan bahwa pembiayaan reformasi menghasilkan 20% anggaran untuk pendidikan. Besarnya penghasilan guru akan disayangkan jika tidak diimbangi dengan kinerjanya.
82
Salah satu upaya untuk memberbaiki mutu pendidikan adalah dengan memperluas pengetahuan guru mengenai dunia pendidikan, karena dalam hal ini guru berada dalam posisi yang paling dekat dengan siswa. Fokus utama yang harus diperhatikan adalah penggunaan model pembelajaran. Model pembelajaran harus disesuaikan dengan materi agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik, khususnya dalam pelajaran matematika pada konsep geometri bangun datar. Memahami konsep geometri bangun datar membutuhkan tahapan-tahapan yang sesuai dengan tahapan berpikir siswa, salah satunya adalah dengan menggunakan model pembelajaran Van Hiele. Model pembelajaran Van Hiele mempunyai tahapan-tahapan berpikir yang sesuai dengan teori Van Hiele. Melalui model pembelajaran Van Hiele siswa diarahkan untuk memahami konsep geometri dari hal yang sederhana menuju hal yang lebih kompleks.
Penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Van Hiele berpengaruh terhadap kemampuan memahami pada konsep geometri bangun datar. Pada penelitian ini, peneliti khusus meneliti tentang pengaruh penggunaan model pembelajaran Van Hiele terhadap kemampuan memahami pada konsep geometri bangun datar siswa kelas V SD N Ungaran I. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kemampuan memahami harga sig.(2-tailed) 0,05 yaitu 0,000 dengan niai t = 10,90 dan df = 31, sehingga Hnull ditolak dan Hi diterima. Dengan demikian penggunaan model pembelajaran Van Hiele berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan memahami.
83 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN