• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

B. Hasil Penelitian yang Relevan

Penelitian ini mengacu pada penelitian sebelumnya untuk mempermudah dalam pengumpulan data, metode analisis yang digunakan dan pengolahan data yang dilakukan para peneliti tersebut adalah sebagai berikut:

1. Joko Sutrisno. 2011. Strategi Pengembangan Teknologi E-Commerce Dengan Metode SWOT : Studi Kasus: PT. Chingmix Berhan Sejahtera.

Fakultas Teknologi Informasi Universitas Budi Luhur. Hasil dari penelitian ini Strategi OW (Opportunity – Weakness) yang di temukan adalah Memperbaiki situs e-Commerce, Membuat katalog online, Membuat fasilitas pemesanan online, Membuat informasi status order, Melakukan kerja sama dengan jasa kurir, membentuk data

member/pelanggan yang lebih baik. Sementara Strategi OS (Opportunity – Strength) Menambah jumlah forum/komunitas untuk jenis hewan peliharaan lain melakukan kerjasama dengan produsen produk lain untuk jenis makanan hewan selain makanan ikan hias.24

2. Vieqi Rakhma Wulan. Financial Technology (Fintech) A New Transaction In Future”. Management of Economy Department of Pgri Adi Buana Surabaya University Dalam Journal of Electrical Engineering and Computer Sciences. Berdasarkan data dan diskusi yang telah disajikan. Pengembangan dan pemanfaatan teknologi harus diikuti oleh matangnya teknologi, sumber daya dan pengguna. Undang-undang juga diatur agar tidak mematikan industri serupa lainnya seperti perbankan.25 3. Umi Masruroh. Analisis SWOT dalam Strategi Pemasaran Produk

Tabungan Batara IB (Studi Pada PT. Bank Btn Syariah Cabang Semarang). 2015. Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan analisis swot.

Dalam praktek Bank BTN Syariah Cabang Semarang mengimplementasikan strategi pemasaran menggunakan segmentasi, posisioning, targeting untuk menganalisis strategi pemasaran agar lebih terarah. Untuk pengembangan strategi menggunakan konsep bauran

24 Joko Sutrisno, “Strategi Pengembangan Teknologi E-Commerce Dengan Metode SWOT Studi Kasus Pt. Chingmix Berhan Sejahtera”, dalam jurnal telematika mkom, Vol. 3 No. 2, 2011, h. 50.

25 Vieqi Rakhma, “Financial Technology (Fintech) A New Transaction In Future”. dalam Journal of Electrical Engineering and Computer Sciences, Vol.2 No. 1 2017, h. 177.

24

pemasaraan (marketing mix), dan melakukan proses penjualan dengan Up selling.26

4. Imanuel Adhitya Wulanata Chrismastianto. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pelita Harapan Tangerang, 2017. Analisis Swot Implementasi Teknologi Finansial Terhadap Kualitas Layanan Perbankan Di Indonesia.

Jurnal Ekonomi Dan Bisnis. Analisis Swot Implementasi Teknologi Finansial Terhadap Kualitas Layanan Perbankan Di Indonesia”. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pelita Harapan Tangerang, 2017. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa untuk menyikapi realisasi era digital saat ini, kualitas layanan perbankan di Indonesia diharapkan semakin meningkat secara signifikan, agar mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Terpencil). Namun, pada kenyataannya kualitas layanan perbankan di Indonesia saat ini masih minim dalam mengakses masyarakat yang tinggal di daerah 3T tersebut. Mencermati berbagai realita yang telah diuraikan di atas, maka melalui analisis SWOT implementasi kebijakan teknologi finansial ini, diharapkan kualitas layanan perbankan semakin dapat ditingkatkan dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Dengan demikian, setelah melakukan analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) terhadap implementasi teknologi finansial, maka dapat disimpulkan bahwa teknologi finansial tersebut memiliki tingkat efektivitas yang baik untuk meningkatkan kualitas layanan perbankan di Indonesia, sehingga pihak

26 Umi Masruroh, “Analisis Swot Dalam Strategi Pemasaran Produk Tabungan Batara Ib Studi Pada Pt. Bank Btn Syariah Cabang Semarang”. Skripsi (Semarang: IAIN Walisongo, 2015)

manajemen perbankan dapat mengimplementasikannya untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat Indonesia, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Terpencil).

Teknologi finansial memiliki tingkat efektivitas yang baik untuk meningkatkan kualitas layanan perbankan di Indonesia, namun implementasi teknologi finansial di Indonesia masih tergolong baru dan kajian literasi yang relevan dengan teknologi finansial tersebut masih sangat terbatas.27

Dalam pemaparan diatas terdapat keunikan yang membedakan penelitian saya dengan penilitan-penelitian yang relevan tersebut. Jadi hal yang membedakan yaitu bahwa penelitian-penelitian di atas belum ada yang meneliti pada strategi bisnis yang fokus di segmen pembiayaan atau khusus membahas peer to peer lending pada fintech syariah. Selain itu yang membedakan penelitian ini adalah perbedaan waktu penelitian, tempat penelitian dan subjek penelitian karena penelitian ini berlokasi di lembaga pembiayaan berbasis tekhnologi Ammana Syariah.

27 Imanuel Adhitya Wulanata Chrismastianto, “ Analisis Swot Implementasi Teknologi Finansial Terhadap Kualitas Layanan Perbankan Di Indonesia”, dalam Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, Vol. 20, No. 1, 2017, h. 142.

26 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Tujuan Penelitian

Tujuan dilakukannya Penelitian ini untuk mengetahui pengembangan strategi bisnis perusahaan fintech syariah pada perusahaan finansial tekhnologi Ammana Syariah dengan menggunakan pendekatan analisis SWOT.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di PT Ammana Fintek Syariah yang beralamat di Jl. Mampang Prapatan Raya No. 88, Kavling B 5, Lantai 4 Tegal Parang, Kota Jakarta Selatan DKI Jakarta.

Waktu Penelitian akan dilaksanakan pada tanggal bulan Desember-Januari 2019.

C. Latar Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di perusahaan tekhnologi finansial Ammana Syariah yang beralamat di beralamat di Jl. Mampang Prapatan Raya No. 88, Kavling B 5, Lantai 4 Tegal Parang, Kota Jakarta Selatan DKI Jakarta. Ammana merupakam Fintek Syariah Pertama di Indonesia hadir untuk mendukung kemajuan para pelaku UMKM dengan cara menjembatani para pendana/lender dengan para peminjam/borrower,

dalam hal ini para pelaku UMKM yang membutuhkan modal usaha yang halal melalui program pendanaan bersama / halal crowdfunding.

Ammana hadir sebagai perusahaan P2P (Peer to Peer ) lending Syariah dengan sistem non direct funding yaitu para pelaku UMKM diwajibkan untuk menjadi bagian/anggota dari para mitra keuangan syariah mikro yang telah terdaftar di Ammana yang berfungsi sebagai lembaga kurasi kelayakan usaha UMKM yang akan didanai bersama para lender/pendana melalui skema crowdfunding/pendanaan bersama melalui aplikasi fintech.28

Ammana merupakan fintech syariah pertama di Indonesia yang terdaftar OJK dan memfokuskan kegiatan usahanya terhadap UMKM dari berbagai daerah di Indonesia sehingga penulis memiliki ketertarikan untuk menggali lebih dalam mengenai pengembangan strategi bisnis PT.

Ammana Fintek Syariah.

D. Metode dan Prosedur Penelitian

Metodologi penelitian adalah suatu cara dan rencana dalam pelaksanaan sebagai upaya sistematika untuk mencari jawaban atas suatu masalah. Jawaban yang dicari tersebut dapat berupa jawaban yang abstrak dan umum atau konkrit dan spesifik.29

Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitianini adalah pendekatan kualitatif yaitu “suatu prosedur penelitian

28 www.ammana.id/profile, diakses pada tgl 1 November 2019 jam 11.05

29Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D), (Bandung, Alfabeta,2013), h. 13

28

yang menghasilkan data deskriptif berupa tulisan dan prilaku yang dapat diamati dari subyek itu sendiri”.30 Penelitian ini berdasarkan studi kasus di PT Ammana Fintek Syariah. Studi kasus adalah Penelitian mengenai manusia (dapat suatu kelompok, organisasi maupun individu), peristiwa, latar, secara mendalam tentang suatu kasus yang sedang diteliti. Yang mana pengumpulan data yana diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi.31

E. Data dan Sumber Data

Sumber data pada penelitian ini, yaitu data primer dan data sekunder yang terdiri dari orang, dokumen dan bahan pustaka. Sumber data yang didapat oleh peneliti terbagi menjadi dua bagian :

1. Data primer

Data primer adalah data yang dikumpulkan secara langsung dari lapangan penelitian.32Sumber data primer ini diperoleh langsung dari lapangan dengan melakukan wawancara secara langsung dengan Bapak Lutfi Adhiansyah CEO & CO-Founder PT Ammana Fintek Syariah.

2. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang didapati dari literatur yang relevan dengan penelitian seperti buku, skripsi, internet, dan data perusahaan.

30Arif Furchan, Pengantar Metode Penelitian Kualitatif, (Surabaya: Usaha Nasional, 1992), h. 21.

31V. Wiratna Sujarweni, Metodologi penelitian bisnis &ekonomi, (Yogyakarta : Pustaka Baru Press, 2015), h. 24.

32 Ervan Agsu Purwanto dan Dyah Ratih Sulistyastuti, Metode Penelitian Kualitatif (Jakarta : Gava Media, 2007), h. 20.

F. Teknik dan Prosedur Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang benar akan menghasilkan data yang memiliki kredibitlitas yang tinggi, oleh karena itu dalam tahap pengumpulan data tidak boleh salah dan harus dilakukan dengan cermat sesuai prosedur. Jika salah dalam tahap pengumpulan data akan berakibat fatal, yakni berupa data yang tidak mempuyai kredibilitas.33

Teknik dan Prosedur pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan wawancara secara langsung di lapangan, Dokumentasi dan bahan Audiovisual.

1. Wawancara adalah salah satu instrumen yang digunakan untuk menggali data secara lisan. Hal ini haruslah dilakukan secara mendalam agar kita mendapatkan data yang valid dan detail. Wawancara yang dilakukan adalah dengan Transkipsi wawancara terbuka dengan pihak pihak yang terkait dengan Ammana Fintek Syariah. Dimana mengemukakan beberapa pertanyaan terbuka.Wawancara yang akan digunakan disini adalah wawacara terarah, dimana peneliti akan menanyakan secara langsung berupa pertanyaan-pertanyaan yang menggunakan pedoman yang telah disiapkan sebelumnya.

2. Dokumen : catatan yang ditulis tangan oleh peneliti mengenai informasi terkait dalam proses penelitian yang akan kemudian akan dipindai secara optik. Misalnya catatan harian peneliti ketika proses penelitian perusahaan Ammana Syariah.

33 V. Wiratna Sujarweni, ibid, h.30.

30

3. Bahan Audiovisual : Bahan Audiovisual yaitu berupa gambar, atau suara orang yang direkam oleh peneliti

G. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Reduksi data, Penyajian data, penyimpulan dan verifikasi, kesimpulan akhir.34

1. Reduksi data : data yang diperoleh ditulis dalam bentuk laporan atau data yag terperinci. Laporan yag disusun berdasarkan data yang diperoleh direduksi, dirangkum, dipilij hal-hal yang pokok dan difokuskan pada halhal yang penting. Data hasil mengikhtikarkan dan memilah-milah berdasarkan satuan konsep, tema, dan kategori tertentu akan memberikan gambaran yang lebih tajam tentang hasil pengamatan juga mempermudah peneliti untuk mencari kembali data sebagai tambahan atas data sebelumnya yang diperoleh jika diperlukan.35

2. Penyajian data : Data yang diperoleh dikategorikan menurut pokok permasalahan. Dimana data-data yang telah dipilah lalu dikategorikan menurut permasalahannya.

3. Penyimpulan : Kegiatan penyimpulan merupakan langkah lebih lanjut dari kegiatan reduksi dan penyajian data. Data yang sudah direduksi dan disajikan secara sistematis akan disimpulkan sementara.

Kesimpulan yang diperoleh pada tahap awal biasanya kurang jelas, tetapi pada tahap-tahap selanjutnya akan semakin tegas dan memiliki

34 V. Wiratna Sujarweni, Ibid, h.34

35 V. Wiratna Sujarweni, Ibid, h.34.

dasar yang kuat. Kesimpulan sementara perlu diverifikasi dengan menggunakan teknik triangulasi.

4. Kesimpulan Akhir : kesimpulan akhir diperoleh beradasarkan kesimpulan sementara yang telah diverifikasi. kesimpulan final ini diharapkan dapat memperoleh setelah pengumpulan data.

Jadi dapat disimpulkan, Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan reduksi data (data yang diperoleh akan dirangkum dan dipilih hal-hal yang pokok dan difokuskan pada yang penting saja agar lebih memberikan gambaran yang tajam sehingga memudahkan data untuk dianalisis), penyajian data (mengelompokkan data berdasarkan pokok permasalahannya), penyimpulan dan verifikasi (dilakukan penyimpulan sementara untuk diverifikasi lebih lanjut dengan menggunakan teknik triangulasi), Kesimpulan akhir (kesimpulan final dari proses analisis yang telah dilakukan).

H. Validitas Data

Teknik Validitas data yaitu menguji keakuratan atas temuan-temuan yang di dapatkan ketika proses penelitian dilakukan dengan menggunakan beberapa startegi seperti :36

1. Kredibilitas : Kredibilitas (Derajat Kepercayaan) yang mana nantinya akan menjelaskan bahwa data yang dihasilkan dalam hasil penelitian kualitatif tersebut menggambarkan keadaan objek yang sesungguhnya dan dapat dipercaya keakuratan datanya dari perspektif partisipan.

36John Creswell. Riset Pendidikan (Perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi riset kualitatif dan kuantitatif. (Yogjakarta : Pustaka Pelajar. 2015). h. 512

32

Dimana terdapat beberapa teknik untuk menguji suatu kredibilitas dalam penelitian kualitatif yaitu :

a. Triangulasi : Proses menguatkan bukti dari individu yang berbeda.

Misalnya dengan menunjukkan catatan lapangan observasi dan wawancara sebagai bukti yang akan menguatkan Singkatnya Triangulasi merupakan suatu proses pengecekan data hasil penelitian.

b. Cakap Referensi : Maksudnya adalah referensi yang ada dapat dijadikan sebagai teknik pemeriksaan keabsahan data.

2. Transferabilitas (Keteralihan) : Transferabilitas mengacu pada tingkat kemampuan hasil penelitian yang dapat digeneralisasikan atau ditransfer pada konteks yang lain. Dari perspektif kualitatif, Transferabilitas merupakan tanggung jawab seseorang dalam melakukan generalisasi. Peneliti dapat meningkatkan transferabilitas dengan mendeskripsikan konteks penelitian dan sumsi-asumsi yang menjadi sentral pada penelitian tersebut. Orang yang ingin mentrasfer hasil penelitian pada konteks yang berbeda, bertanggung jawab untuk membuat keputusan bahwa transfer tersebut logis.37

3. Dependabilitas : Memungkinkan orang untuk mengulangi suatu penelitian dengan menggunakan metode yang saling tumpang tindih dan deskripsi metodologis yang mendalam tentang prosedur.38

4. Konfirmabilitas (Kepastian) : Konfirmabilitas atau objektivitas mengacu pada tingkat kemampua hasil penelitian yang dikonfimasikan

37Fakultas Agama Islam-UMJ, Panduan Praktis menulis skripsi, (Jakarta : Fakultas Agama Islam, 2018), h. 24-25

38 John Creswell, Ibid, h. 512.

oleh orang lain. Terdapat sejumlah strategi untuk meningkatkan kofirmabilitas. Misalnya, peneliti dapat mendokumentasikan prosedur untuk memeriksa dan memeriksa kembali seluruh data penelitian. Jadi, kriteria kepastian atau objektivitas menekankan pada datanya bukan pada orang atau banyak orang.39

Penelitian kualitatif ini diperoleh dari berbagai sumber yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Dalam proses teknik pengumpulan data tersebut dilakukan secara terus menerus sampai data yang didapatkan jenuh dan memiliki variasi data yang tinggi, dengan pengamatan yang dilakukan secara terus-menerus menyebabkan variasi data yang tinggi sekali.

39 Fakultas Agama Islam-Umj, Loc.Cit. h.24-25.

34 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum tentang Latar Penelitian 1. Tentang PT. Ammana Fintek Syariah40

PT Ammana Fintek Syariah merupakan badan hukum yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia. Berdiri sebagai perusahaan yang telah diatur oleh dan dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indonesia, Perusahaan menyediakan layanan interfacing sebagai penghubung pihak yang memberikan pembiayaan dan

pihak yang membutuhkan pembiayaan meliputi pendanaan dari individu, organisasi, maupun badan hukum kepada individu atau badan hukum tertentu. Perusahaan tidak menyediakan segala bentuk saran atau rekomendasi pendanaan terkait pilihan-pilihan dalam situs ini.

PT Ammana Fintek Syariah adalah sebuah perusahaan finansial teknologi (fintek) syariah pertama yang terdaftar di OJK untuk melakukan kegiatan pendanaan kepada UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dengan prinsip syariah (P2P – Peer to Peer Lending syariah) dan beroperasi pada maret 2018. Kegiatan Peer to peer lending (P2PL) merupakan kegiatan penyelenggara layanan pinjam meminjam berbasis teknologi yang wajib terdaftar di OJK. Layanan teknologi tersebut memungkinkan Anda selaku pemilik dana dapat mendanai/membiayai

40 https://ammana.id/help/about. Diakses pada tanggal 1 Januari 2020, pukul 22.15 wib.

pelaku usaha secara gotong royong dengan pemilik dana lainnya (Crowdfunding).

Dalam hal melakukan kegiatan Peer to peer lending (P2PL), Ammana beroperasi dengan menggunakan prinsip syariah, seperti memilliki DPS (Dewan Pengawas Syariah), dengan mengacu pada Fatwa DSN MUI (Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia) serta melakukan pembiayaan dengan menggunakan akad-akad syariah.

Ammana hadir melalui tehnologi mobile application (melalui aplikasi android dan apple) yang mudah di akses dan dioperasikan.

Melalui Ammana dapat mendanai bersama secara syariah bagi para pelaku usaha terbaik binaan LKMS (Lembaga Koperasi Mikro Syariah) seperti BMT / KSPPS/BPRS / Lembaga Ventura Syariah/ Lembaga Keuangan Syariah lainnya yang merupakan mitra Ammana. Ammana diawasi langsung OJK dan Kemenkominfo, serta secara syariah compliance diawasi oleh Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) melalui adanya Dewan Pengawas / Penasehat Syariah yang ditugaskan dan ditempatkan untuk mengawasi dan mendampingi pelayanan Ammana agar tetap dalam koridor kepatuhan dalam kebijakan perusahaan fintek dan prinsip dasar syariah.

Ammana beroperasi sesuai dengan standar Sertifikasi ISO 270001 tentang Information and Data Security yang secara resmi telah diperoleh Ammana sebagai acuan dasar operasi dan pelayanan yang berkualitas bagi para mitra penggunanya. Sehingga data pribadi Anda akan tersimpan

36

secara aman dilindungi fitur keamanan terbaik kami serta di audit berkala oleh Auditor Independent.

Ammana sebagai fintek syariah pertama di Indonesia memiliki tujuan utama hadir untuk melayani para pelaku UMKM dan masyarakat yang memiliki usaha / aktivitas produktif, kreatif dan inovatif guna mendukung pembangunan dan kemajuan bangsa Indonesia untuk siap menghadapi tantangan global melalui layanan teknologi keuangan yang berbasis sistem syariah guna turut mengentaskan masyarakat dan UMKM di Indonesia terlepas dari jeratan Ribawi.

Dalam rangka memperkuat semangat kemajuan, Ammana sudah dan akan terus bekerja sama memupuk kemitraan dengan mitra-mitra personal dan institusi / lembaga yang memiliki kesamaan visi, misi dan ghirah.

Para mitra yang telah dan terus hadir bersama untuk mendukung Ammana, antara lain :41

a. DSN - MUI, sebagai guru dan mitra pendamping yg istiqomah dlm implementasi syariah di Ammana.

b. OJK, Lembaga regulator, Mitra Pembina dan Pengawas guna implementasi fintech yg compliance di Ammana.

41 https://ammana.id/help/about, ibid.

c. Menkominfo, Lembaga regulator, Mitra pendamping dan pengawas di bidang teknologi informasi yg merupakan bagian utama dari pelayanan di Ammana.

d. Komunitas Lender / Pelaku Pendanaan Anti Riba, sebagai mitra dalam sosialisasi dan mendukung pendanaan pola syariah melalui aplikasi Ammana.

e. Induk Koperasi Syariah / Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS), sebagai mitra lembaga keuangan syariah mikro berbadan hukum koperasi yg berfungsi dan bertugas membina & mendampingi Koperasi dan UMKM / Nasabah2 Penerima Manfaat dr Ammana.

f. Komunitas UMKM, Komunitas Lembaga Pendidikan (Perguruan Tinggi), Komunitas Dakwah & Pengajian, sebagai mitra dalam turut mendampingi dan mengembangkan kapasitas usaha (capacity building) bagi UMKM / Nasabah mitra Ammana.

g. Bank Umum / Bank Umum Syariah, sebagai mitra kerja operasional dan layanan transaksi pelayanan keuangan antara Ammana dengan mitra-mitra Lender dan KSPPS serta UMKM.

h. Asosiasi fintech syariah dan Konvensional, serta asosiasi lembaga keuangan syariah lainnya, sebagai mitra dalam mendukung bersama sama pengembangan industri Fintech, UMKM, Lembaga Koperasi dan lainnya agar tumbuh dan berkembang sehat & berkualitas bersama Ammana.

38

i. Yayasan / Lembaga Anchor Fund, sebagai mitra pendukung pendanaan diluar lender personal yang turut mendukung pengembangan UMKM / Usaha Produktif, Kreatif dan Inovatif bersama Ammana.

Ammana hadir untuk secara digital menjadi jembatan kolaborasi pendanaan bersama antara para lender dan borrower dengan semangat saling menguntungkan, sehingga dapat menciptakan sebuah genre komunitas yang unik dan tak terbatas ruang dan garis demografis. Ammana adalah perwujudan dari solusi terkini guna memperkuat ukhuwah ekonomi untuk memastikan kiprah agar para pelaku UMKM menjadi pelaku usaha unggul yang makin maju, sukses, hidup berkah dan mampu menjadi pemain kunci dalam mendukung Industri halal di Indonesia.42

2. Visi dan Misi PT. Ammana Fintek Syariah43

Adapun visi dan misi PT. Ammana Fintek Syariah adalah sebagai berikut:

Visi

“Menjadikan Halal bagian dari gaya hidup untuk semua orang.”

Misi

a. Menghubungkan orang dengan Ekonomi Halal dan membuatnya diterima secara universal karena memberikan dampak.

42 https://ammana.id/. Diakses pada tanggal 11 Januari, pukul 17.00 wib

43 https://ammana.id/profile. Diakses pada tanggal 1 Januari 2020, pukul 22.20 wib.

b. Fokus Organisasi:

Mendanai masa depan industri halal melalui Digital Crowdfunding yang Islami.

c. Nilai dan budaya organisasi:

Halal (mematuhi nilai-nilai syariah secara utuh) Thayyib (menjaga tata kelola organisasi yang baik) Maslahat (menciptakan nilai yang bermanfaat) Sahlun (menghadirkan kepuasan bagi pelanggan) 3. Legal dan Kebijakan

a. Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Pembiayaan dengan Penerima Pembiayaan, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

b. Risiko pembiayaan atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pembiayaan. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

c. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pembiayaan dan/atau Penerima Pembiayaan) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola, dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan, dan

40

mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

d. Pemberi Pembiayaan yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam pembiayaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan ini.

e. Penerima Pembiayaan harus mempertimbangkan tingkat bagi hasil pembiayaan dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pembiayaan.

f. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

g. Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pembiayaan atau Penerima Pembiayaan.

h. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Pembiayaan maupun Penerima Pembiayaan (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pembiayaan dan/atau Penerima Pembiayaan.

i. Setiap transaksi dan kegiatan pembiayaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pembiayaan antara atau yang melibatkan Penyelenggara, Pemberi Pembiayaan, dan/atau Penerima Pembiayaan wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account

sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut di atas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

PT Ammana Fintek Syariah merupakan badan hukum yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia. Berdiri sebagai perusahaan yang telah diatur oleh dan dalam pengawasan Otoritas Jasa

PT Ammana Fintek Syariah merupakan badan hukum yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia. Berdiri sebagai perusahaan yang telah diatur oleh dan dalam pengawasan Otoritas Jasa

Dokumen terkait