• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

G. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Reduksi data, Penyajian data, penyimpulan dan verifikasi, kesimpulan akhir.34

1. Reduksi data : data yang diperoleh ditulis dalam bentuk laporan atau data yag terperinci. Laporan yag disusun berdasarkan data yang diperoleh direduksi, dirangkum, dipilij hal-hal yang pokok dan difokuskan pada halhal yang penting. Data hasil mengikhtikarkan dan memilah-milah berdasarkan satuan konsep, tema, dan kategori tertentu akan memberikan gambaran yang lebih tajam tentang hasil pengamatan juga mempermudah peneliti untuk mencari kembali data sebagai tambahan atas data sebelumnya yang diperoleh jika diperlukan.35

2. Penyajian data : Data yang diperoleh dikategorikan menurut pokok permasalahan. Dimana data-data yang telah dipilah lalu dikategorikan menurut permasalahannya.

3. Penyimpulan : Kegiatan penyimpulan merupakan langkah lebih lanjut dari kegiatan reduksi dan penyajian data. Data yang sudah direduksi dan disajikan secara sistematis akan disimpulkan sementara.

Kesimpulan yang diperoleh pada tahap awal biasanya kurang jelas, tetapi pada tahap-tahap selanjutnya akan semakin tegas dan memiliki

34 V. Wiratna Sujarweni, Ibid, h.34

35 V. Wiratna Sujarweni, Ibid, h.34.

dasar yang kuat. Kesimpulan sementara perlu diverifikasi dengan menggunakan teknik triangulasi.

4. Kesimpulan Akhir : kesimpulan akhir diperoleh beradasarkan kesimpulan sementara yang telah diverifikasi. kesimpulan final ini diharapkan dapat memperoleh setelah pengumpulan data.

Jadi dapat disimpulkan, Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan reduksi data (data yang diperoleh akan dirangkum dan dipilih hal-hal yang pokok dan difokuskan pada yang penting saja agar lebih memberikan gambaran yang tajam sehingga memudahkan data untuk dianalisis), penyajian data (mengelompokkan data berdasarkan pokok permasalahannya), penyimpulan dan verifikasi (dilakukan penyimpulan sementara untuk diverifikasi lebih lanjut dengan menggunakan teknik triangulasi), Kesimpulan akhir (kesimpulan final dari proses analisis yang telah dilakukan).

H. Validitas Data

Teknik Validitas data yaitu menguji keakuratan atas temuan-temuan yang di dapatkan ketika proses penelitian dilakukan dengan menggunakan beberapa startegi seperti :36

1. Kredibilitas : Kredibilitas (Derajat Kepercayaan) yang mana nantinya akan menjelaskan bahwa data yang dihasilkan dalam hasil penelitian kualitatif tersebut menggambarkan keadaan objek yang sesungguhnya dan dapat dipercaya keakuratan datanya dari perspektif partisipan.

36John Creswell. Riset Pendidikan (Perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi riset kualitatif dan kuantitatif. (Yogjakarta : Pustaka Pelajar. 2015). h. 512

32

Dimana terdapat beberapa teknik untuk menguji suatu kredibilitas dalam penelitian kualitatif yaitu :

a. Triangulasi : Proses menguatkan bukti dari individu yang berbeda.

Misalnya dengan menunjukkan catatan lapangan observasi dan wawancara sebagai bukti yang akan menguatkan Singkatnya Triangulasi merupakan suatu proses pengecekan data hasil penelitian.

b. Cakap Referensi : Maksudnya adalah referensi yang ada dapat dijadikan sebagai teknik pemeriksaan keabsahan data.

2. Transferabilitas (Keteralihan) : Transferabilitas mengacu pada tingkat kemampuan hasil penelitian yang dapat digeneralisasikan atau ditransfer pada konteks yang lain. Dari perspektif kualitatif, Transferabilitas merupakan tanggung jawab seseorang dalam melakukan generalisasi. Peneliti dapat meningkatkan transferabilitas dengan mendeskripsikan konteks penelitian dan sumsi-asumsi yang menjadi sentral pada penelitian tersebut. Orang yang ingin mentrasfer hasil penelitian pada konteks yang berbeda, bertanggung jawab untuk membuat keputusan bahwa transfer tersebut logis.37

3. Dependabilitas : Memungkinkan orang untuk mengulangi suatu penelitian dengan menggunakan metode yang saling tumpang tindih dan deskripsi metodologis yang mendalam tentang prosedur.38

4. Konfirmabilitas (Kepastian) : Konfirmabilitas atau objektivitas mengacu pada tingkat kemampua hasil penelitian yang dikonfimasikan

37Fakultas Agama Islam-UMJ, Panduan Praktis menulis skripsi, (Jakarta : Fakultas Agama Islam, 2018), h. 24-25

38 John Creswell, Ibid, h. 512.

oleh orang lain. Terdapat sejumlah strategi untuk meningkatkan kofirmabilitas. Misalnya, peneliti dapat mendokumentasikan prosedur untuk memeriksa dan memeriksa kembali seluruh data penelitian. Jadi, kriteria kepastian atau objektivitas menekankan pada datanya bukan pada orang atau banyak orang.39

Penelitian kualitatif ini diperoleh dari berbagai sumber yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Dalam proses teknik pengumpulan data tersebut dilakukan secara terus menerus sampai data yang didapatkan jenuh dan memiliki variasi data yang tinggi, dengan pengamatan yang dilakukan secara terus-menerus menyebabkan variasi data yang tinggi sekali.

39 Fakultas Agama Islam-Umj, Loc.Cit. h.24-25.

34 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum tentang Latar Penelitian 1. Tentang PT. Ammana Fintek Syariah40

PT Ammana Fintek Syariah merupakan badan hukum yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia. Berdiri sebagai perusahaan yang telah diatur oleh dan dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indonesia, Perusahaan menyediakan layanan interfacing sebagai penghubung pihak yang memberikan pembiayaan dan

pihak yang membutuhkan pembiayaan meliputi pendanaan dari individu, organisasi, maupun badan hukum kepada individu atau badan hukum tertentu. Perusahaan tidak menyediakan segala bentuk saran atau rekomendasi pendanaan terkait pilihan-pilihan dalam situs ini.

PT Ammana Fintek Syariah adalah sebuah perusahaan finansial teknologi (fintek) syariah pertama yang terdaftar di OJK untuk melakukan kegiatan pendanaan kepada UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dengan prinsip syariah (P2P – Peer to Peer Lending syariah) dan beroperasi pada maret 2018. Kegiatan Peer to peer lending (P2PL) merupakan kegiatan penyelenggara layanan pinjam meminjam berbasis teknologi yang wajib terdaftar di OJK. Layanan teknologi tersebut memungkinkan Anda selaku pemilik dana dapat mendanai/membiayai

40 https://ammana.id/help/about. Diakses pada tanggal 1 Januari 2020, pukul 22.15 wib.

pelaku usaha secara gotong royong dengan pemilik dana lainnya (Crowdfunding).

Dalam hal melakukan kegiatan Peer to peer lending (P2PL), Ammana beroperasi dengan menggunakan prinsip syariah, seperti memilliki DPS (Dewan Pengawas Syariah), dengan mengacu pada Fatwa DSN MUI (Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia) serta melakukan pembiayaan dengan menggunakan akad-akad syariah.

Ammana hadir melalui tehnologi mobile application (melalui aplikasi android dan apple) yang mudah di akses dan dioperasikan.

Melalui Ammana dapat mendanai bersama secara syariah bagi para pelaku usaha terbaik binaan LKMS (Lembaga Koperasi Mikro Syariah) seperti BMT / KSPPS/BPRS / Lembaga Ventura Syariah/ Lembaga Keuangan Syariah lainnya yang merupakan mitra Ammana. Ammana diawasi langsung OJK dan Kemenkominfo, serta secara syariah compliance diawasi oleh Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) melalui adanya Dewan Pengawas / Penasehat Syariah yang ditugaskan dan ditempatkan untuk mengawasi dan mendampingi pelayanan Ammana agar tetap dalam koridor kepatuhan dalam kebijakan perusahaan fintek dan prinsip dasar syariah.

Ammana beroperasi sesuai dengan standar Sertifikasi ISO 270001 tentang Information and Data Security yang secara resmi telah diperoleh Ammana sebagai acuan dasar operasi dan pelayanan yang berkualitas bagi para mitra penggunanya. Sehingga data pribadi Anda akan tersimpan

36

secara aman dilindungi fitur keamanan terbaik kami serta di audit berkala oleh Auditor Independent.

Ammana sebagai fintek syariah pertama di Indonesia memiliki tujuan utama hadir untuk melayani para pelaku UMKM dan masyarakat yang memiliki usaha / aktivitas produktif, kreatif dan inovatif guna mendukung pembangunan dan kemajuan bangsa Indonesia untuk siap menghadapi tantangan global melalui layanan teknologi keuangan yang berbasis sistem syariah guna turut mengentaskan masyarakat dan UMKM di Indonesia terlepas dari jeratan Ribawi.

Dalam rangka memperkuat semangat kemajuan, Ammana sudah dan akan terus bekerja sama memupuk kemitraan dengan mitra-mitra personal dan institusi / lembaga yang memiliki kesamaan visi, misi dan ghirah.

Para mitra yang telah dan terus hadir bersama untuk mendukung Ammana, antara lain :41

a. DSN - MUI, sebagai guru dan mitra pendamping yg istiqomah dlm implementasi syariah di Ammana.

b. OJK, Lembaga regulator, Mitra Pembina dan Pengawas guna implementasi fintech yg compliance di Ammana.

41 https://ammana.id/help/about, ibid.

c. Menkominfo, Lembaga regulator, Mitra pendamping dan pengawas di bidang teknologi informasi yg merupakan bagian utama dari pelayanan di Ammana.

d. Komunitas Lender / Pelaku Pendanaan Anti Riba, sebagai mitra dalam sosialisasi dan mendukung pendanaan pola syariah melalui aplikasi Ammana.

e. Induk Koperasi Syariah / Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS), sebagai mitra lembaga keuangan syariah mikro berbadan hukum koperasi yg berfungsi dan bertugas membina & mendampingi Koperasi dan UMKM / Nasabah2 Penerima Manfaat dr Ammana.

f. Komunitas UMKM, Komunitas Lembaga Pendidikan (Perguruan Tinggi), Komunitas Dakwah & Pengajian, sebagai mitra dalam turut mendampingi dan mengembangkan kapasitas usaha (capacity building) bagi UMKM / Nasabah mitra Ammana.

g. Bank Umum / Bank Umum Syariah, sebagai mitra kerja operasional dan layanan transaksi pelayanan keuangan antara Ammana dengan mitra-mitra Lender dan KSPPS serta UMKM.

h. Asosiasi fintech syariah dan Konvensional, serta asosiasi lembaga keuangan syariah lainnya, sebagai mitra dalam mendukung bersama sama pengembangan industri Fintech, UMKM, Lembaga Koperasi dan lainnya agar tumbuh dan berkembang sehat & berkualitas bersama Ammana.

38

i. Yayasan / Lembaga Anchor Fund, sebagai mitra pendukung pendanaan diluar lender personal yang turut mendukung pengembangan UMKM / Usaha Produktif, Kreatif dan Inovatif bersama Ammana.

Ammana hadir untuk secara digital menjadi jembatan kolaborasi pendanaan bersama antara para lender dan borrower dengan semangat saling menguntungkan, sehingga dapat menciptakan sebuah genre komunitas yang unik dan tak terbatas ruang dan garis demografis. Ammana adalah perwujudan dari solusi terkini guna memperkuat ukhuwah ekonomi untuk memastikan kiprah agar para pelaku UMKM menjadi pelaku usaha unggul yang makin maju, sukses, hidup berkah dan mampu menjadi pemain kunci dalam mendukung Industri halal di Indonesia.42

2. Visi dan Misi PT. Ammana Fintek Syariah43

Adapun visi dan misi PT. Ammana Fintek Syariah adalah sebagai berikut:

Visi

“Menjadikan Halal bagian dari gaya hidup untuk semua orang.”

Misi

a. Menghubungkan orang dengan Ekonomi Halal dan membuatnya diterima secara universal karena memberikan dampak.

42 https://ammana.id/. Diakses pada tanggal 11 Januari, pukul 17.00 wib

43 https://ammana.id/profile. Diakses pada tanggal 1 Januari 2020, pukul 22.20 wib.

b. Fokus Organisasi:

Mendanai masa depan industri halal melalui Digital Crowdfunding yang Islami.

c. Nilai dan budaya organisasi:

Halal (mematuhi nilai-nilai syariah secara utuh) Thayyib (menjaga tata kelola organisasi yang baik) Maslahat (menciptakan nilai yang bermanfaat) Sahlun (menghadirkan kepuasan bagi pelanggan) 3. Legal dan Kebijakan

a. Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi merupakan kesepakatan perdata antara Pemberi Pembiayaan dengan Penerima Pembiayaan, sehingga segala risiko yang timbul dari kesepakatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh masing-masing pihak.

b. Risiko pembiayaan atau gagal bayar ditanggung sepenuhnya oleh Pemberi Pembiayaan. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko gagal bayar ini.

c. Penyelenggara dengan persetujuan dari masing-masing Pengguna (Pemberi Pembiayaan dan/atau Penerima Pembiayaan) mengakses, memperoleh, menyimpan, mengelola, dan/atau menggunakan data pribadi Pengguna ("Pemanfaatan Data") pada atau di dalam benda, perangkat elektronik (termasuk smartphone atau telepon seluler), perangkat keras (hardware) maupun lunak (software), dokumen elektronik, aplikasi atau sistem elektronik milik Pengguna atau yang dikuasai Pengguna, dengan memberitahukan tujuan, batasan, dan

40

mekanisme Pemanfaatan Data tersebut kepada Pengguna yang bersangkutan sebelum memperoleh persetujuan yang dimaksud.

d. Pemberi Pembiayaan yang belum memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam pembiayaan, disarankan untuk tidak menggunakan layanan ini.

e. Penerima Pembiayaan harus mempertimbangkan tingkat bagi hasil pembiayaan dan biaya lainnya sesuai dengan kemampuan dalam melunasi pembiayaan.

f. Setiap kecurangan tercatat secara digital di dunia maya dan dapat diketahui masyarakat luas di media sosial.

g. Pengguna harus membaca dan memahami informasi ini sebelum membuat keputusan menjadi Pemberi Pembiayaan atau Penerima Pembiayaan.

h. Pemerintah yaitu dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan, tidak bertanggung jawab atas setiap pelanggaran atau ketidakpatuhan oleh Pengguna, baik Pemberi Pembiayaan maupun Penerima Pembiayaan (baik karena kesengajaan atau kelalaian Pengguna) terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan maupun kesepakatan atau perikatan antara Penyelenggara dengan Pemberi Pembiayaan dan/atau Penerima Pembiayaan.

i. Setiap transaksi dan kegiatan pembiayaan atau pelaksanaan kesepakatan mengenai pembiayaan antara atau yang melibatkan Penyelenggara, Pemberi Pembiayaan, dan/atau Penerima Pembiayaan wajib dilakukan melalui escrow account dan virtual account

sebagaimana yang diwajibkan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi dan pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap ketentuan tersebut merupakan bukti telah terjadinya pelanggaran hukum oleh Penyelenggara sehingga Penyelenggara wajib menanggung ganti rugi yang diderita oleh masing-masing Pengguna sebagai akibat langsung dari pelanggaran hukum tersebut di atas tanpa mengurangi hak Pengguna yang menderita kerugian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

PT Ammana Fintek Syariah merupakan badan hukum yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia. Berdiri sebagai perusahaan yang telah diatur oleh dan dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indonesia, Perusahaan menyediakan layanan interfacing sebagai penghubung pihak yang memberikan pembiayaan dan pihak yang membutuhkan pembiayaan meliputi pendanaan dari individu, organisasi, maupun badan hukum kepada individu atau badan hukum tertentu. Perusahaan tidak menyediakan segala bentuk saran atau rekomendasi pendanaan terkait pilihan-pilihan dalam situs ini.

Isi dan materi yang tersedia pada situs ammana.id dimaksudkan untuk memberikan informasi dan tidak dianggap sebagai sebuah penawaran, permohonan, undangan, saran, maupun rekomendasi untuk menginvestasikan sekuritas, produk pasar modal, atau jasa keuangan

42

lainya. Perusahaan dalam memberikan jasanya hanya terbatas pada fungsi administratif.

Pendanaan dan pembiayaan yang ditempatkan di rekening Ammana adalah tidak dan tidak akan dianggap sebagai simpanan yang diselenggarakan oleh Perusahaan seperti diatur dalam Peraturan Perundang-Undangan tentang Perbankan di Indonesia. Perusahaan atau setiap Direktur, Pegawai, Karyawan, Wakil, Afiliasi, atau Agen-Agennya tidak memiliki tanggung jawab terkait dengan setiap gangguan atau masalah yang terjadi atau yang dianggap terjadi yang disebabkan oleh minimnya persiapan atau publikasi dari materi yang tercantum pada situs Perusahaan.

4. Lisensi dan Pendukung Usaha44

Gambar 4.1

44 https://ammana.id/help/supports. Diakses pada tanggal 2 Januari 2020, pukul 19.30 wib

5. Panduan Pengguna Pendanaan45 a. Tahap Download aplikasi.

b. Tahap Registrasi.

c. Tahap Verifikasi.

d. Tahap Deposit Dana.

e. Tahap Pendanaan / Wakaf dengan memilih program pendanaan atau wakaf sesuai dengan harapan dan kebutuhan pendana / wakif.

6. Panduan Pengguna Peminjam (Non-Direct Financing)46

a. UMKM pengajuan menjadi calon anggota dan calon nasabah ke BMT / KSPPS Mitra (yang sudah tanda tangan PKS) dengan Ammana.

b. Proses pembinaan dan pendampingan awal oleh BMT / KSPPS Mitra Ammana.

c. Pasca pembinaan BMT / KSPPS, UMKM ajukan permohonan modal ke BMT / KSPPS.

d. Seleksi dan analisa serta scoring oleh BMT / KSPPS.

e. Komite di BMT / KSPPS.

f. Bila disetujui, pengajuan ke Tim Bisnis Kemitraan Ammana.

g. Proses review scoring dan resiko & compliance di RMC - Ammana.

45 https://ammana.id/help/guide-investor. Diakses pada tanggal 3 Januari 2020. Pukul 23.00 WIB.

46 https://ammana.id/help/guide-borrower. Diakses pada tanggal 3 Januari 2020. Pukul 23.00 WIB.

44

h. Proses Komite Ammana.

i. Proses cross check untuk siap tayang.

j. Proses tayang.

k. Proses Pendanaan.

l. Full funded - Proses Akad.

m. Proses cair dana.

n. Proses angsuran & laporan perkembangan / pasca cair.

o. Proses pendampingan dan pembinaan oleh BMT / KSPPS.

p. Proses Pelunasan.

7. Panduan Pengguna Peminjam (Direct Financing / tanpa melalui mitra lapangan)47

a. UMKM / Usaha Produktif / Sosial pengajuan menjadi calon mitra peminjam / pemohon kepada Ammana.

b. Proses pembinaan dan pendampingan awal oleh Ammana.

c. Pasca pembinaan oleh Ammana, UMKM / usaha produktif / sosial ajukan permohonan modal langsung ke Ammana.

d. Seleksi dan analisa serta scoring & review oleh Ammana.

e. Proses Komite Ammana.

f. Proses cross check untuk siap tayang.

g. Proses tayang.

h. Proses Pendanaan.

i. Full funded - Proses Akad Antara Pendana dengan UMKM / usaha produktif / sosial.

47 https://ammana.id/help/guide-borrower. Ibid

j. Proses cair dana.

k. Proses angsuran & laporan perkembangan / pasca cair dana / modal.

l. Proses pendampingan dan pembinaan oleh Ammana.

m. Proses Pelunasan.

8. Panduan Pengguna Mitra Lapangan48

a. Mitra Pembina dan Pendamping di Lapangan : Lembaga Keuangan Mikro - Syariah (LKMS) berbadan hukum koperasi / PT dan Lembaga Wakaf / Nazhir (Terdaftar / Calon Terdaftar di Badan Wakaf Indonesia / BWI) di seluruh Indonesia yang memiliki potensi mitra nasabah UMKM / sektor produktif / sektor sosial (terkait wakaf produktif dan sosial).

b. LKMS / Nazhir membutuhkan mitra pendanaan bagi mitra UMKM / sektor produktif / sosial tersebut.

c. LKMS / Nazhir Mengajukan kerja sama ke Ammana.

d. Ammana melakukan sosialisasi & visit / kunjungan dan analisa / Rating untuk seleksi terhadap LKMS / Nazhir tersebut.

e. LKMS / Nazhir dan Ammana Tanda Tangan Kerja Sama.

f. LKMS / Nazhir membuka virtual account.

g. LKMS / Nazhir Membantu pembinaan dan pendampingan awal bagi UMKM / usaha produktif / sosial.

48 https://ammana.id/help/guide-partner. Diakses pada tanggal 3 Januari 2020. Pukul 23.15 WIB.

46

h. LKMS / Nazhir seleksi, analisa dan evaluasi / scoring calon prospek (UMKM / usaha produktif / sosial).

i. LKMS / Nazhir mengusulkan UMKM / usaha produktif / sosial terpilih kepada Ammana untuk tayang di apps Ammana.

j. LKMS / Nazhir Persiapkan akad dengan UMKM / Usaha Produktif / sosial yang sudah full funded dan simpan / kelola dengan baik jaminan / amanah program.

k. LKMS / Nazhir Persiapkan proses cair dana dari Mitra Pendana Ammana.

l. LKMS / Nazhir Pembinaan dan Pendampingan pasca cair dana kepada UMKM / usaha produktif / sosial.

m. LKMS / Nazhir dampingi Proses Pelunasan / Penyelesaian Program bagi UMKM / usaha produktif / sosial.

9. Manajemen dan Organisasi PT. Ammana Fintek Syariah49 a. Dewan Pengawas Syariah

Pendidikan S3 (Doktor), Program Studi Pengkajian Islam, Konsentrasi Syari‟ah – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. S2

49 https://ammana.id/help/organization. Diakses pada tanggal 2 Januari 2020, pukul 20.00

(M.A.), Islamic Studies – IAIN Ar-Raniry, Banda Aceh. S1 (Drs) Fakultas Syariah – IAIN Sulthan Thaha Saifuddin, Jambi.

Pengalaman Kerja: (2003-sekarang) – Dosen Tetap – Fakultas Syari‟ah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

(1994-2003) – Dosen Tetap – Fakultas Syariah IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. (2006-sekarang) – Konsultan Islamic Content – PT. Merak Multimedia Falcon Mobile. (2003-2006) – Anggota Tim Redaksi – Berita UIN dan Akhbar al-Jamiah (Arabic Bulletin), UIN Jakarta. (2002-2003) – Anggota Tim Kerja – Pembangunan Sistem Informasi Manajemen Perguruan Tinggi, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. (1997-1999) – Editor – Bulletin Kampus IAIN Sulthan Thaha Saifuddin, Jambi. (1991-1992) – Tutor Bahasa Arab – Jambi Language Course, Jambi.

1) Anggota Dewan Pengawas Syariah (DPS)

Akademisi pada STAN (Sekolah Tinggi Akutansi Negara) , Konsultan Hukum , konsultan perbankan syariah, pernah bergabung sebagai Manajemen pada Bank Muamalat,

48

Bank Angkasa, Anggota KEIN (Komisi Ekonomi dan Industri Nasional).

2) Penasehat Syariah

Akademisi pada berbagai Universitas, Penulis buku, Anggota DSN MUI, Anggota Dewan Pengawas Syariah Bank Syariah Bukopin dan Deutsche Bank Indonesia.

b. Direksi

Pendidikan S1 Komunikasi – Universitas Islam Antarbangsa Malaysia.

Pengalaman kerja: Dirut PT Danasedia Global, Direktur Operasional&IT PT. MPI, Direktur IT Koperasi Indonesia Berjamaah, Managing Director 2 Worlds International CO.LTD(Thailand), Country Director Wahana Ventures SDN.BHD, Junior Game Developer Ozura SDN.BHD.

c. Penasehat Senior

Lulusan Universitas Indonesia dari Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Hukum untuk gelar master (S2) serta meraih gelar Doktor dari Universitas Gadjah Mada. Pernah menjabat sebagai Tenaga Ahli Kementerian BUMN , Direksi dan Komisaris diberbagai perusahaan diantaranya Garuda Indonesia, Bank Muamalat,Bank Panin Syariah, PT Permodalan Nasional, Madani dan lain lain.

Anggota KEIN (Komite Ekonomi dan Industri Nasional).

d. Komisaris

50

Pendidikan: S1 & S2 Manajemen Keuangan dan Perbankan, Fakultas Ekonomi – Universitas Indonesia.

Pengalaman kerja Microfinance Consultant di International Finance Corporation (IFC) – World Bank Group. Dirut PT.

MPI; SVP Business Development Bank Andara. Dept. Head Corporate Planning PT. PNM (Persero). Business Analyst PT.

Aplikanusa Lintasarta. Banking application programmer Bank Bali.

B. Temuan Penelitian

Dalam penelitian metode kualitatif deskriptif ini peneliti memaparkan temuan penelitian berdasarkan hasil observasi, tinjauan pustaka dan wawancara langsung dengan informan yaitu Bapak Agus Kalifatullah Sadiqin selaku Chief Microfinance PT. Ammana Fintek Syariah. Dalam penelitian ini, peneliti memaparkan temuan penelitian tentang financial technology (fintech) di antaranya yaitu:

1. Tinjauan tentang Financial Technology (FinTech) a. Pengertian Fintech

Fintech berasal dari istilah Fintech berasal dari istilah financial technology atau teknologi finansial. Menurut The NationalDigital Research Centre (NDRC), di Dublin, Irlandia, mendefinisikan fintech sebagai “ innovation infinancial services”

atau “inovasidalam layanan keuangan fintech” yang merupakan suatu inovasi pada sektor finansial yang mendapat sentuhan teknologi modern. Transaksi keuangan melalui fintech ini meliputi pembayaran, investasi, peminjaman uang, transfer, rencana keuangan dan pembanding produk keuangan. Saat ini terdapat 142 perusahaan yang bergerak dibidang fintech yang teridentifikasi.50

Financial Technology (Fintech) merupakan hasil gabungan antara jasa keuangan dengan teknologi yang akhirnya mengubah model bisnis dari konvensional menjadi moderat, yang awalnya

50 Ernama Santi, skripsi, “pengawasan otoritas jasa keuangan terhadap financial technology ( peraturan otoritas jasa keuangan nomor 77/pojk.01/2016)”, dalam diponegoro law journal, Vol. 6, No. 3. 2017, h. 2

52

dalam membayar harus bertatap muka dan membawa sejumlah uang kas, kini dapat melakukan transaksi jarak jauh dengan melakukan pembayaran yang dapat dilakukan dalam hitungan detik saja.51

Industri financial technologi (fintech) merupakan salah satu metode layanan jasa keuangan yang mulai populer di era digital sekarang ini. Dan pembayaran digital menjadi salah satu sektor dalam industri FinTech yang paling berkembang di Indonesia. Sektor inilah yang kemudian paling diharapkan oleh pemerintah dan masyarakat untuk mendorong peningkatan jumlah masyarakat yang memiliki akses kepada layanan keuangan.52

Secara global, industri Fintech terus berkembang dengan pesat. Terbukti dari bermunculannya perusahaan startup di bidang ini serta besarnya investasi global di dalamnya.Khususnya di Indonesia, bisnis ini berkembang sangat pesat hingga menarik perhatian seluruh pebisnis di Indonesia.53

b. Sejarah Financial Technology

Fintech di dunia digital diawali dengan kemajuan teknologi di bidang keuangan. Perkembangan komputer serta jaringan internet ditahun 1966 keatas membuka peluang besar bagi para pengusaha finansial untuk mengembangkan bisnis mereka secara global. Di era 1980-an, bank mulai menggunakan sistem pencatatan data yang

51 https://www.bi.go.id/financial-Technology, diakses pada tanggal 11 Oktober 2019 pukul 10.00 wib

52 Budi Wibowo, “analisa regulasi fintech dalam membangun perekonomian di

52 Budi Wibowo, “analisa regulasi fintech dalam membangun perekonomian di

Dokumen terkait