BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
2. Hasil Pengembangan Produk Buku
Produk buku panduan disusun dengan memperhatikan sepuluh kriteria yang seharusnya terdapat dalam buku teks, buku pelajaran, maupun buku panduan yang berkualitas. Sepuluh kriteria dalam buku panduan tersebut dijabarkan sebagai berikut:
1) Harus menarik minat bagi yang mempergunakannya
Peneliti menyusun buku panduan dengan membuat desain semenarik mungkin, mulai dari sampul buku dengan warna-warna terang tetapi tetap memperhatikan perpaduan warna, layout yang rapi dan sesuai, gambar-gambar konkret yang berwarna, serta permainan tradisional yang telah dimodifikasi dan disesuaikan untuk mengajarkan materi matematika. Judul buku paduan juga dibuat semenarik mungkin agar guru menjadi tertarik untuk membacanya. Posisi judul juga tidak dibuat sejajar dengan ukuran sama agar tidak terlihat kaku. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan guru yang mengatakan bahwa buku panduan ini sangat menarik untuk membacanya, karena dari sampulnya maupun isi bukunya disajikan dengan huruf yang mudah dibaca serta gambar-gambar dengan desain yang berwarna-warni.
2) Harus mampu memotivasi bagi yang memakainya
Buku panduan disusun dengan menyajikan permainan-permainan tradisional yang disesuaikan dengan materi matematika di masing-masing subtema pada tema 1 kelas I SD. Permainan tersebut dimodifikasi baik dari segi langkah bermain agar lebih sesuai untuk mengajarkan materi matematika terkait maupun alat dan bahan yang digunakan agar mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Buku panduan tersebut secara tidak langsung memberi inspirasi guru dan memotivasi dalam mendesain kegiatan pembelajaran, karena siswa juga sangat senang ketika belajar sambil bermain, yang terlihat dari data hasil observasi dan wawancara. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan guru yang mengatakan bahwa buku tersebut
memfasilitasi ketika akan mengajar dan memberi inspirasi untuk mendesain kegiatan pembelajaran karena siswa senang diajarkan materi sambil bermain.
3) Harus memuat ilustrasi yang menarik hati bagi yang memanfaatkannya Buku panduan ini dilengkapi dengan ilustrasi gambar anak-anak sesuai langkah-langkah dalam permainan tradisional. Gambar-gambar tersebut disajikan berwarna-warni agar menarik dan memudahkan dalam memahami langkah permainan. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan guru yang mengatakan bahwa gambar-gambar yang disajikan dalam buku sudah relevan karena diilustrasikan oleh anak-anak dan membantu memahami langkah permainan lebih jelas.
4) Harus mempertimbangkan aspek linguistik sesuai dengan kemampuan yang memakainya
Penyususnan buku panduan dibuat dengan menggunakan kata baku sesuai dengan KBBI. Bahasa dalam buku juga dibuat dengan kalimat yang mudah dipahami oleh guru atau pendidik. Bahasa yang mudah dipahami dapat memabantu guru lebih mudah menerapkannya pada kegiatan pembelajaran. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan guru yang mengatakan bahwa bahasa dalam buku panduan mudah dipahami dan menggunakan kata-kata baku sesuai dengan KBBI.
5) Harus memiliki hubungan erat dengan pelajaran yang lainnya, lebih baik kalau dapat menunjangnya dengan rencana sehingga semuanya menjadi suatu kebutuhan utuh dan terpadu
Buku panduan permainan tradisonal ini dibuat untuk mengajarkan materi matematika, meskipun demikian dalam permainan tradisional memuat nilai-nilai yang bisa dikaitkan dengan mata pelajaran lain, misalnya PPKn, Bahasa Indonesia, IPS, SBdP, dan PJOK. Keterkaitan dengan mata pelajaran PPKn yaitu dalam permainan tradisional secara tidak langsung mengajarkan siswa untuk kerjasama dan bermain bersama-sama. Dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, siswa dapat berlatih menulis, karena permainan tradisional dalam buku ini telah mengalami modifikasi sehingga membantu siswa yang masih kesulitan menulis, yang telihat dari hasil observasi dan wawancara. Pada mata pelajaran IPS, siswa dapat belajar bersosialisasi dengan bermain bersama teman-teman lainnya. Dalam Pembelajaran SBdP, siswa dapat mengenal permainan tradisional yang merupakan budaya. Permainan tradisional ini juga bisa dikaitkan dengan mata pelajaran PJOK, karena di dalam kegiatannya siswa dapat berlatih ketangkasan. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan guru yang mengatakan bahwa buku panduan tersebut bisa dikaitkan dengan pembelajaran lainnya, dimana ketika bermain siswa dapat bekerja sama dengan teman lainnya dan dapat melatih ketangkasan pada siswa.
6) Harus dapat menstimulasi dan merangsang aktivitas-aktivitas pribadi yang menggunakannya
Permainan tradisional dalam buku ini dipilih sebagai metode untuk mengajarkan materi matematika, yang disajikan sesuai dengan kebutuhan guru atau pendidik. Permainan tradisional ini juga dipilih dengan tujuan agar menarik dan dapat merangsang aktivitas-aktivitas siswa selama kegiatan
pembelajaran berlangsung. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan guru yang mengatakan bahwa kegiatan dalam buku panduan ini mudah dipraktekkan dan membantu siswa lebih aktif dan senang ketika kegiatan pembelajaran berlangsung.
7) Harus dengan sadar dan tegas menghindari konsep-konsep yang samar-samar dan agar tidak sempat membingungkan pemakainnya
Permainan tradisional yang disajikan dalam buku panduan dimodifikasi dengan memperhatikan konsep-konsep pada materi matematika, sehingga permainan tradisional memiliki keterkaitan yang jelas dengan materi matematika yang diajarkan. Dalam melaksankan kegiatan pembelajaran juga tidak akan terjadi salah persepsi atau pemahaman terutama pada konsep materi matematika yang diajarkan. Modifikasi dalam buku panduan dituliskan dengan tanda bintang dua (**) dengan tambahan keterangan modifikasi agar memudahkan guru memahaminya. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan guru yang mengatakan bahwa keseluruhan isi buku sudah memuat konsep yang jelas dan mudah dipahami, tetapi pada langkah beberapa permainan dapat diperjelas dan soal yang kurang tepat bisa diperbaiki.
8) Harus memiliki sudut pandang atau point of view yang jelas dan tegas sehingga pada akhirnya menjadi sudut pandang bagi para pemakainnya
Subjek dalam buku panduan dituliskan dengan jelas dengan menuliskan guru dan siswa pada langkah-langkah permainan. Dengan demikian, guru sebagai pengguna buku dapat memposisiskan perannya, sehingga tahu apa yang harus dilakukan dan memahami konteks dengan
baik. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan guru yang mengatakan bahwa subjek pada buku sudah jelas sehingga guru mudah memahami dan tahu apa yang harus dilakukan saat mempraktekkan bersama siswa.
9) Harus mampu memberi pemantapan dan penekanan pada nilai-nilai anak dan orang dewasa
Permainan tradisional memiliki nilai-nilai kehidupan yang baik bagi perkembangan siswa, selain guru dapat mengajarkan materi matematika yang menyenangkan pada siswa. Dalam permainan tradisional nilai-nilai kehidupan secara tidak langsung dapat ditanamkan pada siswa, seperti kerjasama dan kebersamaan dalam bermain. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan guru yang mengatakan bahwa permainan tradisional secara tidak langsung menanamkan nilai-nilai kehidupan pada siswa, misalnya siswa dapat saling bekerjasama.
10) Harus mampu menghargai perbedaan-perbedaan pribadi para pemakainnya Peneliti membuat buku panduan permainan tradisional ini dengan memperhatikan nilai-nilai yang terdapat pada permainan tradisional itu sendiri. Selain nilai-nilai yang terkandung, permainan tradisional memiliki aturan dalam pelaksanaannya. Aturan dalam pelaksanaan permainan tradisional membuat siswa memiliki kepribadian terarah. Permainan tradisional menuntun siswa melakukan permainan bersama-sama tanpa membeda-bedakan. Siswa boleh bermain dengan siapa saja dan sebelum memulai permainan melakukan suit atau menerapkan aturan tertentu sebelum memulai permainan, misalnya pada permainan boy-boyan siswa mendapat giliran pertama bermain apabila pemain dalam timnya dapat
menjatuhkan tumpukan genteng terlebih dahulu. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan guru yang mengatakan bahwa permainan tradisional melibatkan pemainnya untuk bermain bersama-sama.
Produk buku panduan ini divalidasi oleh ahli permainan anak, ahli matematika, dan guru SD kelas bawah untuk mengetahui kualitas produk. Hasil validasi produk buku panduan permainan tradisional dalam pembelajaran matematika kelas I SD memperoleh skor rata-rata 4,08 dengan kategori “Baik”. Ahli permainan anak memberikan skor rata-rata 3,9 dengan kategori “Baik”, ahli matematika memberikan skor 3,4 dengan kategori “Cukup” dan guru I memberikan skor 4,95 dengan kategori “Sangat Baik”, dan guru II memberikan skor 4,9 dengan kategori “Sangat Baik”.