• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Pengembangan Produk

Dalam dokumen Oleh: Benediktus Adven Dwi Atmojo NIM: (Halaman 96-118)

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Hasil Pengembangan Produk

Pengembangan media pembelajaran video animasi Powtoon pada mata pelajaran ekonomi merupakan adaptasi (penyesuaian) dari langkah-langkah penelitian dan pengembangan model Borg and Gall, dimana terdapat delapan tahap pengembangan, yakni 1) potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) desain produk, 4) validasi produk/desain, 5) revisi desain, 6) uji coba produk pada kelompok kecil, 7) revisi produk, dan 8) uji coba pemakaian produk pada kelompok besar.

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 Bantul, pada bulan Oktober hingga November 2021 secara tatap muka terbatas, dimana kelas dibagi menjadi dua, yakni kelas pagi untuk peserta didik bernomor absen ganjil, dan kelas siang untuk peserta didik bernomor absen genap. Peneliti melaksanakan kegiatan pembelajaran sebanyak dua kali, yakni pada tanggal 22 Oktober 2021 dalam rangka melaksanakan tes awal (pretest) serta pemberian materi, dan 29 Oktober 2021 dalam rangka uji coba kelompok besar dan pengujian tes akhir (posttest).

Pihak-pihak yang terlibat (responden) dalam penelitian dan pengembangan ini adalah dosen Pendidikan Ekonomi yang berjumlah 1 orang, guru mata pelajaran ekonomi kelas XII IPS 2 SMA Negeri 3 Bantul yang berjumlah 1 orang, dan peserta didik kelas XII IPS 2 SMA Negeri 3

Bantul yang berjumlah 33 orang. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran video animasi menggunakan Powtoon pada mata pelajaran ekonomi kelas XII IPS khususnya jurnal penyesuaian, menguji kelayakan media tersebut, dan menguji efektivitas penggunaan media. Berikut hasil analisis dari tahap penelitian dan pengembangan yang telah peneliti lakukan:

a. Potensi dan Masalah

Penelitian dan pengembangan ini berangkat dari suatu permasalahan yang terdapat pada kelas XII IPS 2 SMA Negeri 3 Bantul, dimana terdapat potensi untuk memecahkan permasalahan tersebut. Dari latar belakang yang dibuat peneliti sekaligus hasil wawancara tidak terstruktur yang dilakukan oleh peneliti terhadap guru mapel yang bersangkutan, guru membenarkan bahwa pembelajaran daring ekonomi berjalan sangat monoton karena kurangnya variasi mengajar yang diberikan oleh guru mata pelajaran sehingga memunculkan kebosanan dalam diri peserta didik.

Selain itu, keterbatasan dalam memanfaatkan IT untuk mengembangkan media pembelajaran masih menjadi permasalahan yang sulit diatasi oleh guru. Dalam praktik pembelajaran, guru sering melaksanakan kegiatan pembelajaran daring dengan memberi bahan ajar hanya dengan meneruskan materi yang didapat dari grup perkumpulan guru mapel se-DIY langsung ke peserta didik, sehingga guru tidak perlu mempersiapkan bahan ajar.

Guru juga mengatakan bahwa kelas XII IPS 2 merupakan kelas yang cukup tertinggal dibanding kelas XII IPS 1 dan IPS 3. Maksud dari ketertinggalan disini adalah kelas XII IPS 2 menjadi kelas yang tingkat pemahaman dan hasil belajar akuntansinya paling rendah diantara kedua kelas tersebut, juga banyak peserta didik yang sering tidak mengikuti KBM secara daring. Oleh karena itu, peneliti dan guru sepakat untuk memilih kelas XII IPS 2 sebagai subjek penelitian.

b. Pengumpulan Data

Tahap pengumpulan data digunakan peneliti untuk melakukan pengumpulan data melalui kegiatan observasi, wawancara, dan pembagian kuesioner kebutuhan peserta didik (untuk mengembangkan produk sesuai dengan kebutuhan peserta didik).

Berikut penjabaran dari metode pengumpulan data yang disebutkan di atas:

1) Observasi

Dari observasi yang telah dilakukan peneliti pada saat pra-penelitian, yakni saat pembelajaran ekonomi secara daring melalui Whatsapp Group di kelas XII IPS 2 SMA Negeri 3 Bantul, peneliti menemukan beberapa permasalahan, yaitu mayoritas peserta didik pasif saat dilaksanakannya kegiatan belajar mengajar. Selain itu, peserta didik tidak antusias dalam bertanya dan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru. Sehingga, peneliti dapat menyimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran

berjalan tidak efisien dan efektif, karena tidak terjadi pembelajaran aktif yang melibatkan guru dengan peserta didik.

Guru harus menggunakan media yang membantu peserta didik memahami materi pelajaran, fokus dalam belajar, dan terlibat aktif dalam kegiatan belajar mengajar.

2) Wawancara

Wawancara tidak terstruktur dilakukan saat pra-penelitian ketika peneliti bertemu dengan guru mata pelajaran ekonomi kelas XII IPS, untuk mengetahui bahan dan media pembelajaran seperti apa yang sering digunakan saat mengajar. Guru menjelaskan bahwa media pembelajaran yang sering digunakan adalah powerpoint, kemudian memberikan penugasan dengan media foto, serta menggunakan bahan ajar yang guru peroleh dari perkumpulan guru mata pelajaran se-DIY.

Guru juga mengeluhkan partisipasi kurang aktif yang ditunjukkan oleh peserta didik kelas XII IPS 2 selama kegiatan belajar daring, sehingga guru mengakui bahwa pembelajaran ekonomi khususnya di kelas XII IPS 2 berjalan monoton. Kelas XII IPS 2 juga merupakan kelas yang tingkat pemahaman dan hasil belajar akuntansi tertinggal di belakang kelas XII IPS 1 dan IPS 3.

Yang terakhir, guru juga mengatakan bahwa guru memiliki keterbatasan waktu dan pengetahuan untuk mengembangkan

media pembelajaran yang menarik dan inovatif. Hal ini karena guru merupakan guru senior di SMA Negeri 3 Bantul dan kurang cakap dalam bidang IT.

3) Sumber/Referensi untuk Pengembangan Media

Dalam mengembangkan media pembelajaran video animasi Powtoon, peneliti menggunakan referensi dari beberapa buku mata pelajaran ekonomi, baik dari KTSP maupun Kurikulum 2013. Berikut referensi buku yang peneliti gunakan:

a) Buku Ekonomi untuk SMA dan MA kelas XI oleh Wicaksono, Penerbit Yudhistira.

b) Akuntansi 1 untuk SMA/MA kelas XI oleh Alam S, Penerbit Esis.

c) Akuntansi dasar dan aplikasi dalam bisnis (Jilid 1) oleh Sumarsan, Penerbit Indeks.

4) Kuesioner Kebutuhan Peserta Didik

Kuesioner disebarkan kepada seluruh peserta didik kelas XII IPS 2 SMA Negeri 3 Bantul yang berjumlah 33 orang.

Kuesioner berjumlah 14 pertanyaan dengan pilihan jawaban “Ya”

atau “Tidak”, dan satu soal berupa saran peserta didik terhadap pengembangan media. Berikut hasil kuesioner yang telah direkap oleh peneliti:

Tabel 5.1 Kuesioner Analisis Kebutuhan Peserta Didik

No. Butir Pertanyaan Persentase

Ya Tidak 1. Apakah Anda menyukai pelajaran

ekonomi? 58% 42%

2. apakah Anda merasa kesulitan dalam

belajar ekonomi? 97% 3%

3. Apakah Anda pernah mendengar atau

mengetahui akuntansi sebelumnya? 94% 6%

4. Apakah Anda tertarik untuk mempelajari

akuntansi? 76% 24%

5. Apakah media pembelajaran yang dominan/sering digunakan oleh guru dalam mengajar ekonomi adalah powerpoint?

58% 42%

6. Apakah media pembelajaran yang digunakan guru dalam mengajar ekonomi membuat Anda semangat dalam belajar dan memahami materi?

55% 45%

7. Apakah bahan ajar yang diberikan guru sudah sesuai dengan harapan dan kebutuhan belajar Anda?

55% 45%

8. Apakah media pembelajaran yang digunakan guru sudah sesuai harapan dan memudahkan Anda dalam belajar

ekonomi?

42% 58%

9. Apakah Anda memerlukan media baru untuk belajar ekonomi, khususnya pada pelajaran jurnal penyesuaian?

82% 18%

10. Apakah Anda menyukai video animasi yang digunakan untuk membantu menjelaskan materi-materi pelajaran?

97% 3%

11. Apakah Anda pernah mempelajari materi pelajaran dengan bantuan video animasi Powtoon?

39% 61%

12. Apakah Anda setuju jika media video animasi Powtoon yang telah didesain sedemikian rupa digunakan menjadi media pembelajaran dalam

menyampaikan materi ekonomi mengenai jurnal penyesuaian?

97% 3%

13. Apakah Anda menyukai video yang

memiliki beragam animasi yang menarik? 94% 6%

14. Apakah Anda menyukai video yang menyajikan beragam kombinasi warna dan gerakan?

97% 3%

JUMLAH 74% 26%

Data Primer, diolah pada 2021

Dari tabel hasil kuesioner kebutuhan peserta didik di atas, peneliti mencoba menganalisis setiap butir pertanyaan. Pada butir pertama, sebanyak 58% peserta didik menjawab "Ya” dan 42%

menjawab “Tidak”, yang berarti lebih dari 50% peserta didik menyukai mata pelajaran ekonomi. Pada butir kedua, sebanyak 97% peserta didik mengalami kesulitan dalam belajar ekonomi.

Pada butir ketiga, sebanyak 94% peserta didik sudah mengetahui akuntansi sebelum peneliti menyebarkan kuesioner. Pada butir keempat, sebanyak 76% peserta didik tertarik untuk mempelajari akuntansi, sementara 24% sisanya tidak tertarik untuk mempelajari akuntansi.

Pada butir kelima, sebanyak 58% menjawab “Ya” dan 42%

menjawab “Tidak”, yang berarti peserta didik mengakui bahwa media pembelajaran yang dominan digunakan guru dalam belajar akuntansi adalah powerpoint. Pada butir keenam, sebanyak 55%

menjawab “Ya” dan 45% menjawab “Tidak”, yang berarti media pembelajaran yang digunakan guru membuat peserta didik semangat dalam belajar ekonomi. Pada butir ketujuh, sebanyak 55% peserta didik menganggap bahwa bahan ajar yang digunakan guru sudah sesuai harapan dengan kebutuhan belajar, sedangkan 45% menganggap belum sesuai harapan.

Pada butir kedelapan, sebanyak 42% peserta didik menjawab “Ya” dan 58% menjawab “Tidak”, yang berarti

sebanyak 58% peserta didik menganggap bahwa media pembelajaran yang digunakan guru belum sesuai harapan dan belum memudahkan belajar ekonomi. Pada butir kesembilan, sebanyak 82% dibanding 18% peserta didik menjawab “Ya”, yang berarti peserta didik membutuhkan media baru untuk belajar ekonomi. Pada butir kesepuluh, sebanyak 97% peserta didik menyukai video animasi yang digunakan untuk membantu menjelaskan materi pelajaran. Pada butir kesebelas, sebanyak 39% peserta didik menjawab “Ya” sedangkan 61% menjawab

“Tidak”, yang berarti lebih dari 50% peserta didik belum pernah mempelajari materi pelajaran berbantuan video animasi Powtoon.

Pada butir keduabelas, sebanyak 97% peserta didik menjawab “Ya”, yang artinya hampir semua peserta didik setuju jika video animasi Powtoon digunakan menjadi media pembelajaran dalam menyampaikan materi ekonomi. Pada butir ketigabelas, sebanyak 94% peserta didik menjawab “Ya”, yang artinya hampir semua peserta didik menyukai video yang memiliki beragam animasi yang menarik. Pada butir keempatbelas, sebanyak 97% peserta didik menjawab “Ya”, yang artinya hampir semua peserta didik menyukai video animasi yang menyajikan beragam kombinasi warna dan gerakan.Sementara itu, pada butir kelimabelas, peneliti menyediakan tempat kosong untuk diisi peserta didik terkait dengan harapan/saran mereka

terhadap video animasi yang dibuat. Adapun rangkuman saran/harapan dari peserta didik yang telah direkap oleh peneliti adalah (terdapat beberapa saran yang mirip):

a) Video dibuat dengan pembahasan beserta langkah-langkah secara detail. Animasi dibuat semenarik mungkin.

b) Penjelasan materi di video dibuat secara singkat, padat, jelas, dan mudah dipahami.

c) Suara video harus jelas dan lugas supaya enak saat didengarkan.

d) Media pembelajaran materi akuntansi lebih dapat dipahami jika menggunakan penjelasan yang rinci.

e) Animasi yang ditampilkan menjelaskan materi secara detail dan tidak membahas yang tidak perlu.

f) Perbanyak latihan/contoh soal HOTS agar bisa memahami soal yang sulit.

g) Perbanyak pengertian dan penjelasan terhadap tugas yang akan diberikan.

Dari analisis kebutuhan peserta didik di atas, dapat disimpulkan bahwa peserta didik menghendaki adanya bantuan media pembelajaran berupa video animasi Powtoon untuk membantu mereka memahami pelajaran ekonomi, khususnya pada materi jurnal penyesuaian perusahaan jasa, dan peneliti

mengembangkan video animasi sesuai dengan analisis kebutuhan peserta didik yang sudah dijabarkan tersebut.

c. Desain Produk

Di tahap ini, peneliti melakukan desain pengembangan video animasi sesuai dengan materi yang telah disusun dan berdasarkan analisis kebutuhan peserta didik dengan menggunakan Powtoon (yang diakses melalui laman website www.powtoon.com) dan aplikasi pengeditan video Active Presenter v.8.3.0. Pengambilan suara penjelasan video melalui perekam suara dari gadget peneliti. Produk akhir berupa video animasi ini memadukan kombinasi dari animasi, suara, gambar, video, hingga teks.

1) Pra-Produksi

Kegiatan desain produk dimulai dengan menyiapkan alat serta bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan video animasi. Adapun alat dan bahan yang dimaksud adalah laptop/PC yang terkoneksi internet dan memiliki aplikasi Google Chrome, aplikasi berbasis web Powtoon, dan buku referensi sebagai sumber pembuatan materi.

2) Pembuatan Storyboard

Pembuatan storyboard bertujuan memberikan gambaran atau alur cerita terhadap media pembelajaran video animasi Powtoon yang dibuat. Dengan adanya storyboard, maka peneliti

dapat mengembangkan video dengan rapi, sehingga penyajiannya akan runtut. Pembuatan storyboard dapat dilihat pada lampiran.

3) Produksi

Pada bagian ini, dipaparkan bagian-bagian yang diperlukan dalam mengembangkan media pembelajaran video animasi Powtoon. Peneliti memulainya dengan memilih tema, karakter animasi, penambahan materi, penambahan animasi, dan pemilihan jenis tulisan. Video animasi yang telah diekspor dari Powtoon selanjutnya melalui proses editing di aplikasi Active Presenter, bersama dengan penambahan suara penjelasan dan latar belakang musik.

a) Pemilihan Tema dan Latar Belakang

Di dalam video yang memuat materi pelajaran, pemilihan tema dan latar belakang merupakan hal yang penting, karena bisa memberikan kesan yang baik kepada penonton. Tema yang digunakan peneliti dalam pengembangan video ini bervariasi, memadukan keselarasan antara pemilihan materi, jenis tulisan, dan karakter.

Gambar 5.1 Pemilihan Tema dan Latar Belakang

b) Pemilihan Karakter Animasi

Kehadiran karakter animasi yang terdapat di dalam video menggambarkan seorang guru sedang memberikan penjelasan materi kepada peserta didik. Oleh karena itu, karakter sangat diperlukan dalam pengembangan video ini.

keberadaan karakter animasi dapat memberikan kesan yang bagus bagi penonton dari awal hingga akhir video, karena karakter muncul di sepanjang video.

Gambar 5.2 Pemilihan Karakter c) Penambahan Materi

Materi yang dimasukkan ke dalam video ini hanya terbatas pada jurnal penyesuaian perusahaan jasa, dan sesuai dengan muatan materi yang diajarkan pada kurikulum 2013.

Materi yang terdapat di dalam video antara lain pengertian jurnal penyesuaian, akun-akun yang membutuhkan jurnal penyesuaian, dan pembahasan contoh soal analisis kasus terhadap akun-akun yang membutuhkan jurnal penyesuaian.

Gambar 5.3 Penambahan Materi d) Penambahan Animasi

Penambahan animasi dalam video dapat mempermudah peserta didik memahami konteks dari materi. Pemilihan animasi tentunya menyesuaikan isi materi yang sedang disampaikan. Pemilihan animasi yang tepat dapat membuat peserta didik menyaksikan video secara fokus.

Gambar 5.4 Penambahan Animasi

e) Pemilihan Jenis Tulisan (Font)

Jenis tulisan yang dipilih akan sangat berpengaruh terhadap tampilan video secara keseluruhan. Pemilihan tulisan yang asal-asalan akan membuat tulisan sukar untuk dibaca dan membuat penonton menjadi tidak bersemangat untuk melihat video. Ukuran, warna, dan jenis tulisan sangat berperan penting dalam tersampainya konteks materi yang dijelaskan.

Teks yang dimasukkan juga tidak boleh terlalu banyak, dan hanya dimasukkan inti-intinya saja, supaya tampilan video tidak dipenuhi oleh teks.

Gambar 5.5 Pemilihan Jenis Tulisan (Font) f) Pengeditan Video

Animasi yang sudah selesai didesain melalui website Powtoon kemudian diekspor ke dalam bentuk .mp4, dan menjadi bahan pengeditan video dengan menggabungkan suara penjelasan yang sudah peneliti rekam sebelumnya

menggunakan gadget dan juga backsound yang mengiringi suara penjelasan materi dari awal hingga akhir.

Gambar 5.6 Proses Pengeditan Video 4) Pasca-Produksi

Tahapan ini merupakan tahapan setelah proses pengembangan video sudah selesai. Produk jadi yang berupa video animasi diekspor ke dalam bentuk file video berbentuk .mp4 dan diunggah ke kanal Youtube akun peneliti.

d. Validasi Produk/Desain

Uji validasi produk pengembangan media pembelajaran video animasi menggunakan Powtoon dilakukan oleh ahli media dan ahli materi, yang masing-masing ahlinya berjumlah satu orang. Uji validasi media dilaksanakan pada tanggal 12 Oktober 2021, sedangkan uji validasi materi dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober 2021. Pihak yang terlibat sebagai ahli media adalah dosen Pendidikan Ekonomi Universitas Sanata Dharma yaitu Bapak Dr. Yohanes

Harsoyo, S.Pd., M.Si. Kemudian, pihak yang terlibat sebagai ahli materi adalah guru mata pelajaran ekonomi kelas XII IPS, yaitu Bapak Suharyanto Setyawan, S.Pd. Instrumen validasi yang digunakan peneliti adalah skala Likert. Data penilaian hasil validasi ahli media tersaji dalam tabel di bawah ini.

Tabel 5.2 Hasil Validasi Ahli Media No. Aspek Penilaian Jumlah

Skor

Sumber: Data Primer, diolah tahun 2021

Sedangkan penilaian hasil validasi ahli materi tersaji dalam tabel di bawah ini. Produk yang sudah divalidasi kemudian direvisi sesuai saran dan masukan dari para ahli tersebut.

Tabel 5.3 Hasil Validasi Ahli Materi No. Aspek Penilaian Jumlah

Skor

Sumber: Data Primer, diolah tahun 2021

e. Revisi Produk/Desain

Setelah melaksanakan kegiatan validasi oleh ahli materi dan ahli media, peneliti mendapatkan beberapa saran dan masukan terhadap video animasi Powtoon yang telah dikembangkan. Masukan yang diberikan oleh ahli media adalah peneliti perlu memberi penegasan terkait permasalahan yang harus diatasi dengan jurnal penyesuaian, dan memberikan orientasi yang memadai pada setiap pokok pembahasan.

Sedangkan komentar/saran/masukan yang diberikan oleh ahli materi adalah intonasi dalam menjelaskan materi terlalu cepat, dan kesinambungan dengan materi sebelumnya perlu ditampakkan. Dari masukan yang diberikan oleh kedua ahli tersebut, maka peneliti tidak perlu merevisi bagian desain, melainkan mengaransemen ulang penjelasan di dalam video supaya lebih tajam, dimana terdapat penambahan durasi video dari yang semula 15 menit 04 detik menjadi 19 menit 30 detik.

Gambar 5.7 Sebelum Revisi (perhatikan durasi video)

Gambar 5. 8 Setelah Revisi (perhatikan durasi video) f. Uji Coba Produk dalam Kelompok Kecil

Uji coba produk pada kelompok kecil dimaksudkan untuk menguji produk yang telah dikembangkan oleh peneliti, sebelum diuji cobakan ke kelompok yang lebih luas, yaitu seluruh peserta didik kelas XII IPS 2. Uji coba ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah produk yang telah dikembangkan efektif dan layak untuk diterapkan dalam kegiatan belajar, khususnya dalam memahami jurnal penyesuaian perusahaan jasa. Pelaksanaan uji coba kelompok kecil

dilaksanakan sebanyak satu kali di luar jam belajar melalui Whatsapp Group pada tanggal 28 Oktober 2021 bersama dengan perwakilan peserta didik kelas XII IPS 2 yang berjumlah enam orang. Hasil perhitungan kuesioner uji coba kelompok kecil ditunjukkan pada tabel di bawah ini.

Tabel 5.4 Hasil Validasi Uji Coba Kelompok Kecil No. Indikator Penilaian Jumlah

Skor

Persentase Rata-rata

(%)

Kategori

1. Ketertarikan peserta didik pada pembelajaran ekonomi materi jurnal penyesuaian.

40 83,3 SL

2. Ketertarikan peserta didik terhadap penggunaan media pembelajaran Powtoon

39 81,3 SL

3. Media pembelajaran Powtoon sebagai pendorong rasa keingintahuan peserta didik

38 79,2 L

4. Kejelasan tampilan tulisan dan ukuran font dalam media pembelajaran Powtoon

38 79,2 L

5. Kejelasan bahasa dalam media pembelajaran Powtoon

19 79,2 L

6. Kejelasan isi materi yang terdapat dalam media pembelajaran Powtoon

38 79,2 L

7. Animasi yang terdapat dalam media pembelajaran Powtoon

21 87,5 SL

8. Kesan dan perasaan peserta didik terhadap penggunaan media pembelajaran Powtoon

40 83,3 SL

9. Pengetahuan yang didapatkan setelah belajar menggunakan media pembelajaran Powtoon

21 87,5 SL

Jumlah 294 81,7 SL

Sumber: Data Primer, diolah tahun 2021

g. Revisi Produk

Setelah dilaksanakan uji coba produk pada kelompok kecil dalam rangka mengetahui kelayakan produk untuk diuji cobakan di lapangan (kelompok besar), dimana hasilnya mendapatkan predikat

“Sangat Layak” dengan persentase sebesar 81,7%, maka peneliti tidak melakukan uji coba ulang maupun revisi produk. Oleh karena itu, media pembelajaran video animasi Powtoon pada materi jurnal penyesuaian perusahaan jasa dapat diuji cobakan di kelas XII IPS 2 SMA Negeri 3 Bantul.

h. Uji Coba Pemakaian

Uji coba pemakaian produk dilaksanakan satu kali di kelas XII IPS 2 SMA Negeri 3 Bantul pada tanggal 29 Oktober 2021 dengan jumlah responden sebanyak 33 peserta didik. Uji coba pemakaian produk dilakukan untuk mengetahui kelayakan video animasi Powtoon yang dinilai oleh peserta didik, serta keefektifan sebagai media pembelajaran yang diukur dengan tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest)

Kegiatan pembelajaran dilaksanakan sebanyak dua kali secara tatap muka terbatas, dimana pada pertemuan pertama peserta didik diberikan tes awal (pretest) dan pembahasan garis besar materi, dan pada pertemuan kedua peserta didik diberi perlakuan untuk menonton video animasi Powtoon materi jurnal penyesuaian dan diakhiri dengan tes akhir (posttest). Video animasi Powtoon materi jurnal penyesuaian

berdurasi 19 menit 30 detik ditampilkan kepada peserta didik menggunakan proyektor kelas dan pengeras suara. Selama penayangan video animasi, peserta didik mencatat hal-hal penting yang dipaparkan dalam video, meliputi pengertian jurnal penyesuaian, mengapa dilakukan penyesuaian, akun-akun yang memerlukan penyesuaian, hingga penyelesaian soal/kasus yang berkaitan dengan jurnal penyesuaian. Setelah video animasi ditayangkan secara penuh, peneliti mengajak peserta didik untuk berdiskusi dan tanya jawab seputar materi yang telah dibahas. Selain ditayangkan melalui proyektor, peneliti juga memberikan tautan Youtube berisi video animasi kepada peserta didik. Setelah tanya jawab selesai dilakukan, peneliti memberikan tes akhir (posttest) untuk melihat peningkatan hasil belajar peserta didik yang sebelumnya diberikan tes awal (pretest).

Di akhir kegiatan pembelajaran, peneliti menyebarkan kuesioner uji validasi lapangan melalui tautan google form via Whatsapp Group kelas XII IPS 2 untuk melihat respons peserta didik terhadap media pembelajaran yang dinilai oleh peserta didik kelas XII IPS 2. Berikut merupakan hasil dari validasi lapangan yang diisi oleh peserta didik:

Tabel 5.5 Hasil Validasi Uji Coba Lapangan No. Indikator Penilaian Jumlah

Skor

Persentase Rata-rata

(%)

Kategori

1. Ketertarikan peserta didik pada pembelajaran ekonomi materi jurnal penyesuaian.

226 85,6 SL

2. Ketertarikan peserta didik terhadap penggunaan media pembelajaran Powtoon

226 85,6 SL

3. Media pembelajaran Powtoon sebagai pendorong rasa keingintahuan peserta didik

222 84,1 L

4. Kejelasan tampilan tulisan dan ukuran font dalam media pembelajaran Powtoon

230 87,1 SL

5. Kejelasan bahasa dalam media pembelajaran Powtoon

113 85,6 SL

6. Kejelasan isi materi yang terdapat dalam media pembelajaran Powtoon

226 85,6 SL

7. Animasi yang terdapat dalam media pembelajaran Powtoon

119 90,2 SL

8. Kesan dan perasaan peserta didik terhadap penggunaan media pembelajaran Powtoon

221 83,7 SL

9. Pengetahuan yang didapatkan setelah belajar menggunakan media pembelajaran Powtoon

116 87,9 SL

Jumlah 1699 85,8 SL

Sumber: Data Primer, diolah tahun 2021

Berdasarkan tabel 5.2 di atas, terdapat sembilan indikator yang menjadi kriteria penilaian pada uji coba lapangan. Dari keseluruhan indikator, diperoleh skor total sebesar 1699, dengan persentase rata-rata sebesar 85,8%. Angka 85,8% berada dalam rentang kategori

“Sangat Layak”, sehingga berdasarkan respons peserta didik terhadap media pembelajaran video animasi Powtoon yang dikembangkan peneliti, dapat dikatakan media pembelajaran sangat layak untuk

“Sangat Layak”, sehingga berdasarkan respons peserta didik terhadap media pembelajaran video animasi Powtoon yang dikembangkan peneliti, dapat dikatakan media pembelajaran sangat layak untuk

Dalam dokumen Oleh: Benediktus Adven Dwi Atmojo NIM: (Halaman 96-118)