BAB III METODOLOGI PENELITIAN
D. Prosedur Pengembangan
Prosedur pengembangan dalam penelitian ini mengambil dari langkah-langkah penelitian dan pengembangan menurut Borg and Gall. Di
dalam pengaplikasiannya nanti, peneliti akan melaksanakan delapan dari sepuluh tahap/langkah yang ada di model Borg and Gall. Hal ini dilakukan karena keterbatasan waktu dan biaya yang dimiliki peneliti apabila harus dilaksanakan hingga tahap ke sepuluh, yakni revisi produk kedua sampai ke produksi massal. Singkatnya, kedelapan tahap yang akan diaplikasikan nantinya adalah (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, dan (8) uji coba pemakaian. Adapun deskripsi dari langkah-langkah yang akan dilakukan peneliti akan dijelaskan sebagai berikut:
1. Potensi dan Masalah
Peneliti menggunakan hasil wawancara tidak terjadwal bersama dengan rekan peneliti yang melaksanakan kegiatan PLP PP di SMA Negeri 3 Bantul. Hasil temuan yang diperoleh peneliti adalah kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri 3 Bantul dilaksanakan secara daring.
Sekolah, khususnya guru ekonomi kelas XII IPS sudah menerapkan Kurikulum 2013 sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud). Pembelajaran daring tidak lepas dari permasalahan. Seperti yang sudah diungkapkan pada latar belakang di bab satu, guru ekonomi kelas XII masih belum maksimal dalam memanfaatkan IT dan juga mengembangkan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Persoalan tersebut disebabkan karena guru tidak terlalu menguasai IT, kemudian tidak memiliki waktu luang yang banyak, sehingga membatasi mereka dalam
mengembangkan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Oleh karena itu, peneliti akan melakukan pencarian data penelitian melalui kegiatan observasi, kuesioner/angket, serta wawancara dengan guru mapel untuk mendapatkan data tambahan dan dilakukan saat pra-penelitian (permasalahan, kesulitan dalam KBM online), supaya peneliti memperoleh fakta-fakta yang lebih valid.
2. Pengumpulan Data
Setelah peneliti menemukan permasalahan di lapangan, selanjutnya adalah mengumpulkan berbagai informasi sebagai bahan untuk merencanakan pengembangan produk, yang nanti diharapkan akan mampu mengatasi permasalahan yang sedang terjadi di kelas daring. Maka dari itu, pengumpulan data dapat diperoleh melalui wawancara, membuat kuesioner analisis kebutuhan peserta didik terhadap produk yang dibutuhkan, materi yang akan dibahas/dipelajari, hingga mencari contoh-contoh hasil penelitian yang relevan dengan penelitian ini. Jadi, peneliti akan mengumpulkan data melalui wawancara dengan guru ekonomi, observasi kelas daring, dan kuesioner berupa kebutuhan peserta didik.
3. Desain Produk
Dalam penelitian ini, peneliti mengembangkan sebuah produk media pembelajaran berupa video animasi yang menggunakan Powtoon (diakses menggunakan laman website www.powtoon.com) pada mata pelajaran ekonomi kelas XII IPS 2 materi jurnal penyesuaian.
Langkah-langkah yang ditempuh peneliti dalam mendesain produk adalah menyusun materi jurnal penyesuaian yang diperoleh dari sumber/referensi yang relevan, kemudian mendesain layout video sesuai dengan rancangan storyboard dan hasil kebutuhan peserta didik, hingga diakhiri dengan pembuatan video animasi menggunakan aplikasi berbasis web Powtoon, dimulai dari membuka situs web www.powtoon.com hingga melakukan ekspor atau mem-publish video
(peneliti menerapkan langkah-langkah penggunaan Powtoon seperti yang sudah dijabarkan pada Bab II subbab 3. Media Pembelajaran Powtoon, butir e. Langkah-Langkah Pembuatan Media Video Animasi Pembelajaran Powtoon).
4. Validasi Produk/Desain
Validasi produk dilakukan untuk menilai rancangan produk apakah layak atau tidak, yang diukur menggunakan instrumen validasi ahli media dan materi. Dari validasi tersebut, peneliti akan mengetahui kelebihan, kekurangan, dan kelayakan produk sebelum diuji coba lapangan. Validasi produk dilakukan oleh ahli materi dan ahli media yang sudah berpengalaman dan berkompeten. Untuk validator media akan dinilai oleh salah satu dosen dari Pendidikan Ekonomi BKK Pendidikan Ekonomi Universitas Sanata Dharma, yaitu Bapak Dr.
Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si., dosen yang sangat berpengalaman dan sering menjadi validator/ahli media. Sedangkan untuk validator materi akan dinilai oleh guru mata pelajaran ekonomi kelas XII, yaitu Bapak
Suharyanto Setyawan, S.Pd., yang sudah berpengalaman mengajar dan menguasai bidang/materi yang terdapat dalam media pembelajaran video animasi Powtoon.
5. Revisi Produk/Desain
Revisi atau perbaikan desain merupakan langkah kelima yang dimanfaatkan oleh peneliti untuk melakukan perbaikan atas desain produk yang sudah melalui tahap validasi oleh validator.
6. Uji Coba Produk
Produk yang telah direvisi kemudian akan diuji cobakan pada kelompok dengan lingkup kecil/terbatas. Hal ini untuk mengetahui apakah produk layak sebelum diterapkan dalam pembelajaran di kelompok yang lebih besar. Subjek yang dilibatkan dalam uji coba kelompok kecil merupakan peserta didik sebanyak enam orang, yang dipilih berdasarkan atas pertimbangan, yakni kombinasi peserta didik secara heterogen (tiga laki-laki dan tiga perempuan), berdasarkan tingkat partisipasi peserta didik selama kelas daring (dari yang paling aktif hingga kurang aktif).
Untuk memperoleh informasi tersebut, peneliti memerlukan data berupa dokumen berisi nama peserta didik kelas XII IPS 2 dan berkomunikasi dengan guru mapel terkait, untuk memperoleh data peserta didik yang aktif maupun kurang aktif untuk dijadikan sebagai subjek pelaksanaan uji coba produk skala kecil. Oleh karena itu, peneliti
akan memilih enam peserta didik yang nantinya diperoleh dari dokumen daftar nama peserta didik kelas XII IPS 2.
Pertimbangan ini bertujuan untuk merancang agar hasil uji coba produk sesuai dengan yang diharapkan, rata, dan seimbang digunakan oleh peserta didik dengan kriteria yang disebutkan di atas. Setelah peserta didik menggunakan produk tersebut sebagai media pembelajaran, kemudian peneliti akan memberi kuesioner tanggapan peserta didik terhadap penggunaan video animasi Powtoon dalam pembelajaran ekonomi materi jurnal penyesuaian.
7. Revisi Produk
Setelah peneliti melaksanakan uji coba dalam kelompok kecil, maka diperoleh informasi dari kuesioner berupa tanggapan peserta didik. Hasil analisis dan rekap kuesioner inilah yang berguna bagi peneliti untuk memperbaiki produk, agar lebih baik dan efektif lagi digunakan ketika tahap uji coba pemakaian kelompok besar.
8. Uji Coba Pemakaian
Setelah produk selesai direvisi, dan diketahui hasil dari uji coba skala kecil, langkah selanjutnya adalah menguji cobakan produk kepada subjek dalam jumlah besar, yakni kepada seluruh peserta didik kelas XII IPS 2 SMA Negeri 3 Bantul yang berjumlah 33 orang. Uji coba produk ini dilakukan dengan harapan mengetahui keefektifan media terhadap hasil belajar peserta didik, dengan melihat dan membandingkan hasil belajar peserta didik saat diberikan tes awal sebelum
perlakuan/pemberian pembelajaran menggunakan media (pretest) dan tes akhir atau test setelah diberikan perlakuan pembelajaran menggunakan media (posttest).
Media dikatakan efektif apabila terdapat peningkatan nilai (dengan membandingkan hasil antara tes awal dengan tes akhir) setelah pemberlakuan tes akhir (posttest). Setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran menggunakan produk video animasi Powtoon, peneliti kemudian memberikan kuesioner berupa tanggapan peserta didik atas penggunaan produk tersebut.
Desain uji coba penggunaan produk adalah pre-experimental desain dengan model one group pretest posttest design. Tes awal (pretest) merupakan langkah sebelum diberi perlakuan, dan tes akhir (posttest) diberikan setelah dilakukan penelitian. Hal ini dilakukan untuk mengetahui hasil yang lebih akurat, dengan membandingkan keadaan sebelum dan sesudah diberi perlakuan.
Gambar 3.1 Prosedur Pengembangan Media Pembelajaran
E. Deskripsi Data yang Dibutuhkan dan Teknik Pengumpulan Data