• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Pengolahan dan Analisis Data Kuesioner Provins

Dalam dokumen PENYUSUNAN MODEL ANALISA PEMETAAN URUSAN (Halaman 115-126)

BAB III PEMETAAN URUSAN KEWENANGAN KONKUREN BERDASARKAN

4.3. Provinsi Sulawesi Tengah

4.3.2. Hasil Pengolahan dan Analisis Data Kuesioner Provins

Dari hasil tabulasi kuesioner yang dilakukan memperlihatkan gambaran jumlah program yang dibiayai dari dana dekonsentrasi di provinsi Sulawesi Tengah seperti dalam Tabel 5. dibawah ini

Tabel 5. Jumlah Program yang Dibiayai dari Anggaran Dana Dekonsentrasi Provinsi Sulteng Tahun 2012

No Nama

Jumlah program di SKPD yang dibiayai melalui anggaran Dekonsentrasi

di tahun 2012?

%

1

Dinas Pendidikan & Kebudayaan (Staf

Perencanaan) 3 14.29

2 Inspektorat (Kasubag Perencanaan) 1 4.76

3 BPMPD Prov. Sulteng (Kasubag Porele) 5 23.81

4 Badan PPKB (Kasubag Perc. Program) - -

5

Disnakertrans Prov. Sulteng (Staf Perenc.

Program) 4 19.05

6 Dinas Sosial (Kasub. Perencanaan) 4 19.05

7 Dinas Pertanian Daerah (Kasubag Perenc.) 4 19.05

Jumlah 21 100

Sumber: Data Primer diolah

Dari data dalam table diatas memperlihatkan jumlah program yang dibiayai dana dekonsentrasi sebanyak 21 program dan tersebar di 6 SKPD, dan yang terbanyak ada di BPMD yaitu sebanyak 5 program atau 23,81% dan yang terkecil ada di Inspektorat sebanyak 1 program atau 4,76%

Tabel 6. Jumlah Program yang Dibiayai dari Anggaran Dana Tugas Perbantuan Provinsi Sulteng Tahun 2012

No Nama Jumlah program di SKPD yang dibiayai melalui anggaran Tugas Perbantuan %

No Nama Jumlah program di SKPD yang dibiayai melalui anggaran Tugas Perbantuan %

2 Badan PPKB (Kasubag Perc. Program) 2 22.22

3

Disnakertrans Prov. Sulteng (Staf Perenc.

Program) 2 22.22

4 Dinas Bina Marga 1 11.11

5 Dinas Sosial (Kasub. Perencanaan) 2 22.22

6 Dinas Pertanian Daerah (Kasubag Perenc.) 2 22.22

Jumlah 9 100

Sumber: Data Primer diolah

Dari data dalam table diatas memperlihatkan jumlah program yang dibiayai dana tugas perbantuan di provinsi Sulawesi Tengah sebanyak 9 program, dan tersebar di 6 SKPD.

4.3.3. Pengolahan dan Analisis Data Dana Dekonsentrasi Provinsi Sulteng

Hasil olah data kuesioner Provinsi Sulteng untuk dimensi dana dekonsentrasi dengan variabel inisitaif awal untuk mengajukan program melalui anggaran dekonsentrasi, berdasarkan hasil tabulasi kuesioner menunjukkan bahwa insiatif awal usulan program melalui dana dekonsentrasi lebih banyak datang dari pemerintah daerah. Hal ini ditunjukkan dengan nilai persentase inisiatif awal dari Pemda sebesar 42,8%, inisiatif dari K/L sebesar 42,8% dan lainnya sebesar 14,3%. Variabel inisiatif awal usulan dana dekonsentrasi disajikan seperti grafik 61 dibawah ini.

Grafik 61. Inisitaif Awal Untuk Mengajukan Program Melalui Anggaran Dekonsentrasi Prov. Sulteng

Sumber: Data Primer diolah

42,86

42,86 14,29

Inisiatif awal untuk mengajukan program melalui anggaran Dekonsentrasi di provinsi Sulawesi Tengah

Pemda K/L Lainnya

Hasil olah data kuesioner untuk variabel kesesuaian jenis program melalui anggaran dekonsentrasi diusulkan dengan kebutuhan/tuntutan RPJMD dan RKPD menunjukkan bahwa sebesar 100% program melalui dana dekonsentrasi sudah sesuai dengan kebutuhan atau tuntutan RPJMD/RKPD. Variabel kesesuaian jenis program melalui anggaran dekonsentrasi diusulkan dengan kebutuhan/tuntutan RPJMD dan RKPD disajikan seperti grafik 62 dibawah ini.

Grafik 62. Kesesuaian Jenis Program Melalui Anggaran Dekonsentrasi Diusulkan Dengan Kebutuhan/Tuntutan RPJMD dan RKPD Prov. Sulteng

Sumber: Data Primer diolah

Hasil olah data kuesioner untuk variabel penentu besarnya anggaran setiap program melalui anggaran dekonsentrasi adalah diketahui faktor penentu besarnya angaran adalah dari perkiraan K/L yaitu sebesar 71,4%, penentu berikutnya adalah berdasarkan usulan Pemda dan usulan dan perkiraan K/L yaitu masing-masing sebesar 14,3%. Variable penentu besarnya anggaran setiap program melalui anggaran dekonsentrasi disajikan pada grafik 63 dibawah ini.

100,00 0,00

0,00 Penilaian Jenis Program melalui anggaran Dekonsentrasi diusulkan sesuai kebutuhan/tuntutan RPJMD dan RKPD yang

ada Sulawesi Tengah

Ya Tidak Tidak Tahu

Grafik 63. Penentu Besarnya anggaran setiap program melalui anggaran Dekonsentrasi Prov. Sulteng

Sumber: Data Primer diolah

Hasil olah data kuesioner untuk variabel penentu pelaksanaan tender program dekonsentrasi yang paling besar penentunya adalah dari Pemda yaitu sebesar 57,1%, penentu berikutnya adalah lainnya yaitu sebesar 14,3% dari K/L, lainnya dan tidak menjawab. Variable penentu pelaksanaan tender program dekonsentrasi disajikan pada grafik 64 dibawah ini.

Grafik 64. Penentu Pelaksanaan Tender Program Dekonsentrasi Prov. Sulteng

Sumber: Data Primer diolah

Hasil olah data kuesioner untuk variabel penilaian transparansi pelaksanaan program dibiayai dana dekonsentrasi adalah sebesar 71,4%, menilai pelaksanaan program sudah transparan sedang sisanya yaitu 14,3% berpendapat tidak transparan

14,29

71,43 14,29 0

Penilaian terhadap penentuan besarnya anggaran setiap program melalui anggaran Dekonsentrasi di provinsi Sulawesi

Tengah Usul. Pemda Perkiraan K/L Lainnya Usul&perk 57,14 14,29 14,29 14,29

Penentu pelaksanaan Tender program melalui anggaran Dekonsentrasi di provinsi Sulawesi Tengah

Pemda K/L Lainnya Tdk Mjwb

dan tidak tahu. Variable penentu pelaksanaan tender program dekonsentrasi disajikan pada grafik 65 dibawah ini.

Grafik 65. Penilaian Transparansi Pelaksanaan Program Dibiayai Dana Dekonsentrasi Prov. Sulteng

Sumber: Data Primer diolah

Hasil olah data kuesioner untuk variabel penilaian terhadap profesionalisme pelaksanaan program dibiayai dana dekonsentrasi adalah sebagian besar yaitu 71,4% berpendapat sudah pelaksanaan program dana dekonsentrasi sudah profesional, pendapat sebaliknya yaitu tidak profesional sebesar 28,5%. Variable penilaian terhadap profesionalisme pelaksanaan program dibiayai dana dekonsentrasi disajikan pada grafik 66 dibawah ini.

Grafik 66. Penilaian Terhadap Profesionalisme Pelaksanaan Program Dibiayai Dana Dekonsentrasi Prov. Sulteng

Sumber: Data Primer diolah

Hasil olah data kuesioner untuk variabel pengamatan terhadap manfaat besar program dekonsentrasi adalah 85,7% berpendapat dana dekon bermanfaat besar,

71,43 14,29 14,29

Penilaian terhadap pelaksanaan program melalui anggaran Dekonsentrasi dinilai cukup transparan karena

diumumkan/disampaikan ke instansi eksekutif dan legislatif daerah di provinsi Sulawesi Tengah

Ya Tidak Tidak tahu 71,43 28,57 0

Penilaian terhadap pelaksanaan program melalui anggaran Dekonsentrasi di daerah dilaksanakan secara

profesional di provinsi Sulawesi Tengah

Ya Tidak Tidak tahu

sisanya 14,3% berpendapat tidak bermanfaat. Variabel pengamatan terhadap manfaat besar program dekonsentrasi disajikan pada grafik 67 dibawah ini.

Grafik 67. Pengamatan Terhadap Manfaat Besar Program Dekonsentrasi Prov. Sulteng

Sumber: Data Primer diolah

Hasil olah data kuesioner untuk variabel pendapat terhadap pembagian kewenangan urusan konkuren dalam PP 38/2007 antara pusat, provinsi dan kab/kota, sulit diterapkan untuk program yang menggunakan anggaran dekonsentrasi adalah 71,4% berpendapat sulit untuk diterapkan, sedangkan 28,5% berpendapat tidak sulit diterapkan. Variabel pendapat terhadap pembagian kewenangan urusan konkuren dalam PP 38/2007 antara pusat, provinsi dan kab/kota, sulit diterapkan untuk program yang menggunakan anggaran dekonsentrasi disajikan pada grafik 68 dibawah ini.

Grafik 68. Pendapat Terhadap Pembagian Kewenangan Urusan Konkuren Dalam PP 38/2007 Antara Pusat, Provinsi Dan Kab/Kota, Sulit Diterapkan Untuk Program Yang Menggunakan Anggaran Dekonsentrasi Prov. Sulteng

Sumber: Data Primer diolah

85,71 14,29

0

Pengamatan terhadap program melalui anggaran Dekonsentrasi telah memberikan manfaat yang besar

bagi daerah provinsi Sulawesi Tengah

Ya Tidak Tidak tahu

71,43 28,57

Penilaian terhadap kesulitan penerapan kegiatan dekonsentrasi menurut pembagian kewenangan urusan

konkuren dalam PP 38/2007 antara pusat, provinsi dan kab/kotadi provinsi Sulawesi Tengah

Ya Tidak

Hasil olah data kuesioner untuk variabel kewenangan dekonsentrasi belum didukung oleh kapasitas pemda yang memadai, adalah 57,4% berpendapat tidak artinya sudah didukung oleh kapasitas pemda yang memadai, sedangkan 42,8% berpendapat ya artinya tidak didukung oleh kapasitas Pemda yang memadai. Variabel kewenangan dekonsentrasi belum didukung oleh kapasitas pemda yang memadai disajikan pada grafik 69 dibawah ini.

Grafik 69. Kewenangan Dekonsentrasi Belum Didukung Oleh Kapasitas Pemda Yang Memadai Prov. Sulteng

Sumber: Data Primer diolah

Hasil olah data kuesioner untuk variabel penilaian terhadap Penilaian terhadap program melalui anggaran dekonsentrasi belum diintegrasi dan disinergikan antara pemda Kab/Kota dengan provinsi, dan antara pemda provinsi dengan Kementerian/Lembaga (integrasi vertikal), adalah 71,4% berpendapat tidak artinya terdapat integrasi dan sinergi antar tingkat pemerintahan, sedangkan 28,5% berpendapat ya artinya tidak terdapat integrasi dan sinergi antar tingkat pemerintahan. Variabel penilaian terhadap program melalui anggaran dekonsentrasi belum diintegrasi dan disinergikan antara pemda Kab/Kota dengan provinsi, dan antara pemda provinsi dengan Kementerian/Lembaga (integrasi vertikal) disajikan pada grafik 70 dibawah ini.

42,86 57,14

0

Penilaian terhadap kewenangan dekonsentrasi belum didukung oleh kapasitas pemda yang memadai di provinsi Sulawesi

Tengah

Ya Tidak Tidak tahu

Grafik 70. Penilaian Terhadap Penilaian Terhadap Program Melalui Anggaran Dekonsentrasi Belum Diintegrasi Dan Disinergikan Antara Pemda Kab/Kota Dengan Provinsi, Dan Antara Pemda Provinsi Dengan Kementerian/Lembaga

(Integrasi Vertikal) Prov. Sulteng

Sumber: Data Primer diolah

Hasil olah data kuesioner untuk variabel penilaian terhadap program melalui anggaran dekonsentrasi belum diintegrasikan dan disinergikan antara sektor yang satu dengan sektor yang lain (integrasi sektoral), adalah 57,1% berpendapat tidak artinya belum terdapat integrasi dan sinergi antar sektor yang satu dengan yang lain, sedangkan 28,5% berpendapat ya artinya sudah terdapat integrasi dan sinergi antar sektor yang satu dengan yang lain sedangkan sisanya 14,3 berpendapat tidak tahu. Variabel penilaian terhadap program melalui anggaran dekonsentrasi belum diintegrasikan dan disinergikan antara sektor yang satu dengan sektor yang lain (integrasi sektoral) disajikan pada grafik 71 dibawah ini.

Grafik 71. Penilaian Terhadap Program Melalui Anggaran Dekonsentrasi Belum Diintegrasikan Dan Disinergikan Antara Sektor Yang Satu Dengan

Sektor Yang Lain (Integrasi Sektoral) Prov. Sulteng

Sumber: Data Primer diolah

28,57

71,43

Penilaian terhadap program melalui anggaran Dekonsentrasi belum diintegrasi dan disinergikan antara pemda Kab/Kota dengan provinsi, dan antara

pemda provinsi dengan Kementerian/Lembaga (integrasi vertikal) di provinsi Sulawesi Tengah

Ya Tidak

28,57 57,14

14,29

Penilaian terhadap program melalui anggaran dekonsentrasi belum diintegrasikan dan disinergikan antara sektor yang satu dengan sektor yang lain (integrasi sektoral) di provinsi

Sulawesi Tengah

Ya Tidak Tidak tahu

Hasil olah data kuesioner untuk variabel penilaian terhadap program melalui anggaran Dekonsentrasi belum diintegrasikan dan disinergitaskan antara wilayah/kawasan yang satu dengan wilayah yang lain dalam kab/kota dan provinsi (spatial integration), adalah 57,1% berpendapat ya artinya belum terjadi integrasi antar wilayah dalam kabupaten/kota dan provinsi, sedangkan 42,8% berpendapat tidak artinya sudah terjadi integrasi antar wilayah dalam kabupaten/kota dan provinsi. Variabel penilaian terhadap program melalui anggaran dekonsentrasi belum diintegrasikan dan disinergitaskan antara wilayah/kawasan yang satu dengan wilayah yang lain dalam kab/kota dan provinsi (spatial integration) disajikan pada grafik 72 dibawah ini.

Grafik 72. Penilaian Terhadap Program Melalui Anggaran Dekonsentrasi Belum Diintegrasikan Dan Disinergitaskan Antara Wilayah/Kawasan Yang

Satu Dengan Wilayah Yang Lain Dalam Kab/Kota Dan Provinsi Sulteng

Sumber: Data Primer diolah

Hasil olah data kuesioner untuk variabel penilaian terhadap program melalui anggaran dekonsentrasi belum diintegrasikan dan disinergikan antara tahun anggaran terdahulu dengan tahun anggaran berikutnya (integrasi antar waktu), adalah 57,1% berpendapat tidak artinya sudah terjadi integrasi antar waktu antara tahun anggaran terdahulu dengan tahun anggaran berikutnya, sedangkan 42,8% berpendapat ya artinya belum terjadi integrasi antar waktu antara tahun anggaran terdahulu dengan tahun anggaran berikutnya. Variabel Penilaian terhadap program melalui anggaran

57,14 42,86

Penilaian terhadap program melalui anggaran dekonsentrasi belum diintegrasikan dan disinergitaskan antara wilayah/kawasan yang satu dengan wilayah yang

lain dalam kab/kota dan provinsi (spatial integration) di provinsi Sulawesi Tengah

Ya Tidak

Dekonsentrasi belum diintegrasikan dan disinergikan antara tahun anggaran terdahulu dengan tahun anggaran berikutnya (integrasi antar waktu) disajikan pada grafik 73 dibawah ini.

Grafik 73. Penilaian terhadap program melalui anggaran Dekonsentrasi belum diintegrasikan dan disinergikan antara tahun anggaran terdahulu dengan tahun anggaran berikutnya (integrasi antar waktu) Prov. Sulteng

Sumber: Data Primer diolah

Hasil olah data kuesioner untuk variabel penilaian terhadap program melalui anggaran dekonsentrasi belum diintegrasikan dan disinergikan dengan pola anggaran Tugas Pembantuan (integrasi antar pola kewenangan konkuren), adalah 57,1% berpendapat tidak artinya sudah terjadi integrasi antara kegiatan dekonsentrasi dengan kegiatan TP, sedangkan 28,5% berpendapat ya artinya belum terjadi integrasi antara kegiatan dekonsentrasi dengan kegiatan TP sedangkan sisanya yaitu 14,3% berpendapat tidak tahu. Variabel penilaian terhadap program melalui anggaran dekonsentrasi belum diintegrasikan dan disinergikan dengan pola anggaran Tugas Pembantuan (integrasi antar pola kewenangan konkuren) disajikan pada grafik 74 dibawah ini.

42,86 57,14

Penilaian terhadap program melalui anggaran dekonsentrasi belum diintegrasikan dan disinergikan antara tahun anggaran terdahulu dengan tahun anggaran berikutnya

(integrasi antar waktu) di provinsi Sulawesi Tengah

Ya Tidak

Grafik 74. Penilaian terhadap program melalui anggaran dekonsentrasi belum diintegrasikan dan disinergikan dengan pola anggaran Tugas Pembantuan (integrasi antar pola kewenangan konkuren) Prov. Sulteng

Sumber: Data Primer diolah

Hasil olah data kuesioner untuk variabel penilaian terhadap program melalui anggaran dekonsentrasi belum diintegrasikan dan disinergikan dengan pola anggaran desentralisasi (pola kewenangan konkuren dengan desentralisasi), adalah 71,4% berpendapat tidak artinya sudah terjadi integrasi antara kegiatan melalui anggaran dekonsentrasi dengan kegiatan pola anggaran desentralisasi, sedangkan 28,5% berpendapat ya artinya belum terjadi terjadi integrasi antara kegiatan melalui anggaran dekonsentrasi dengan kegiatan pola anggaran desentralisasi. Variabel penilaian terhadap terjadi integrasi antara kegiatan melalui anggaran dekonsentrasi dengan kegiatan pola anggaran desentralisasi disajikan pada grafik 75 dibawah ini.

Grafik 75. Penilaian Terhadap Program Melalui Anggaran Dekonsentrasi Belum Diintegrasikan Dan Disinergikan Dengan Pola Anggaran Desentralisasi

(Pola Kewenangan Konkuren Dengan Desentralisasi) Prov. Sulteng

Sumber: Data Primer Diolah

28,57

57,14 14,29

Penilaian terhadap program melalui anggaran dekonsentrasi belum diintegrasikan dan disinergikan dengan pola anggaran

Tugas Pembantuan (integrasi antar pola kewenangan konkuren)

di provinsi Sulawesi Tengah

Ya Tidak Tidak tahu

28,57 71,43

Penilaian terhadap program melalui anggaran Dekonsentrasi belum diintegrasikan dan disinergikan dengan pola anggaran

desentralisasi

(pola kewenangan konkuren dengan desentralisasi) di provinsi Sulawesi Tengah

Ya Tidak

Dalam dokumen PENYUSUNAN MODEL ANALISA PEMETAAN URUSAN (Halaman 115-126)