BAB III PEMETAAN URUSAN KEWENANGAN KONKUREN BERDASARKAN
4.2. Provinsi Kalimantan Tengah
4.2.4. Pengolahan dan Analisis Data Dana TP Provinsi Kalteng
Sementara untuk pertanyaan yang terkait dengan Tugas Perbantuan memperlihatkan gambaran sebagai berikut:
Dilihat dari inisiatif awal untuk mengajukan anggaran Tugas Pembantuan di provinsi Kalimantan Tengah, berdasarkan tabulasi kuesioner yang dilakukan menunjukkan gambaran seperti dalam grafik dibawah ini.
Grafik 46. Inisiatif Awal Untuk Mengajukan Anggaran Tugas Pembantuan Di Prov. Kalteng
Sumber: Data Primer Diolah 46,15 38,46
7,69 7,69
Penilaian terhadap program melalui anggaran Dekonsentrasi belum diintegrasikan dan disinergikan dengan pola anggaran
desentralisasi (pola kewenangan konkuren dengan desentralisasi) di Provinsi Kalimantan Tengah
Ya Tidak Tidak tahu Tidak Menjawab 20 40 0 20 20
Inisiatif awal untuk mengajukan anggaran Tugas Pembantuan di provinsi Kalimantan Tengah
Pemda K/L Lainnya Pemda & K/L Tdk Menjawab
Berdasarkan data dalam grafik diatas memperlihatkan gambaran inisiatif awal untuk mengajukan anggaran tugas perbantuan di provinsi Kalimantan tengah dominan dilakukan oleh K/L sebesar 40%, sementara yang menjawab dilakukan oleh pemda sebanyak 20% dan yang menjawab dilakukan oleh Pemda dan K/L sebanyak 20%, serta yang menjawab dilakukan oleh lainnya sebesar 20%. Jadi yang dominan adalah jawaban responden yang memberikan jawaban inisiatif awal pengajuan anggaran tugas perbantuan dilakukan oleh K/L.
Apabila dilihat dari Penilaian terhadap Jenis Program melalui anggaran Tugas Pembantuan diusulkan sesuai kebutuhan/tuntutan RPJMD dan RKPD provinsi Kalimantan Tengah, berdasarkan tabulasi table yang dilakukan menunjukkan gambaran seperti dalam grafik dibawah ini.
Grafik 47. Penilaian Terhadap Jenis Program Melalui Anggaran Tugas Pembantuan Diusulkan Sesuai Kebutuhan/Tuntutan RPJMD dan RKPD Prov.
Kalteng
Sumber: Data Primer Diolah
Berdasarkan data dalam grafik diatas dapat dietahui berdasarkan penilaian responden terkait Penilaian terhadap Jenis Program melalui anggaran Tugas Pembantuan diusulkan sesuai kebutuhan/tuntutan RPJMD dan RKPD provinsi Kalimantan Tengah, semua responden memberikan jawaban setuju.
Sementara apabila dilihat dari Penentuan Besarnya anggaran setiap program melalui anggaran tugas Pembantuan di provinsi Kalimantan Tengah, berdasarkan tabulasi table yang dilakukan menunjukkan gambaran seperti dalam grafik dibawah ini.
100 0 0 0
Penilaian terhadap Jenis Program melalui anggaran Tugas Pembantuan diusulkan sesuai kebutuhan/tuntutan RPJMD dan RKPD provinsi
Kalimantan Tengah
Ya Tidak Tidak Tahu Tdk Menjawab
Grafik 48. Penentuan Besarnya Anggaran Setiap Program Melalui Anggaran Tugas Pembantuan di Prov. Kalteng
Sumber: Data Primer Diolah
Berdasarkan data dalam grafik diatas memperlihatkan bahwa penentuan Besarnya anggaran setiap program melalui anggaran tugas Pembantuan di provinsi Kalimantan Tengah ditentukan oleh jawaban perkiraan K/L yaitu sebesar 50%, sementara responden yang menjawab usulan pemda sebesar 16,67% dan yang menjawab usulan pemda dan perkiraan K/L sebesar 33,33%. Jadi yang dominan adalah yang memberikan jawaban Perkiraan K/L.
Dan apabila dilihat dari Penentu Pelaksanaan Tender program melalui anggaran Tugas Pembantuan di provinsi Kalimantan Tengah, berdasarkan tabulasi kuesioner yang dilakukan menunjukkan gambaran seperti dalam grafik dibawah ini.
Grafik 49. Penentu Pelaksanaan Tender Program Melalui Anggaran Tugas Pembantuan di Prov. Kalteng
Sumber: Data Primer Diolah
16,67
50,00 0,00
33,33
0
Penentuan Besarnya anggaran setiap program melalui anggaran tugas Pembantuan di provinsi Kalimantan Tengah
Usul. Pemda Perkiraan K/L Lainnya Usul&perk Tdk Menjawab 83,33 16,67
Penentu Pelaksanaan Tender program melalui anggaran Tugas Pembantuan di provinsi Kalimantan Tengah
Pemda K/L
Berdasardata dalam grafik diatas, dapat diketahui bahwa dari Penentu Pelaksanaan Tender program melalui anggaran Tugas Pembantuan di provinsi Kalimantan Tengah sebagian besar responden memberi jawaban Pemda, yaitu sebesar 83,33%, sementara sebagian kecil memberi jawaban ditentkan oleh K/L sebesar 16,67%. Jadi yang lebih dominan memberikan jawaban ditentukan oleh Pemda.
Apabila dilihat dari Penilaian Pelaksanaan program Tugas Pembantuan dinilai cukup transparan karena diumumkan/disampaikan ke instansi eksekutif dan legislatif daerah, berdasarkan tabulasi kuesioner yang dilakukan menunjukkan gambaran seperti dalam grafik dibawah ini.
Grafik 50. Penilaian Pelaksanaan Program Tugas Pembantuan Dinilai Cukup Transparan Karena Diumumkan/Disampaikan Ke Instansi Eksekutif Dan
Legislatif Daerah Di Prov. Kalteng
Sumber: Data Primer Diolah
Berdasarkan data dalam grafik diatas dapat diketahui Penilaian terhadap Pelaksanaan program Tugas Pembantuan dinilai cukup transparan karena diumumkan/disampaikan ke instansi eksekutif dan legislatif daerah berdasarkan jawaban responden sebagian besar memberikan jawaban setuju yaitu sebesar 83,33% dan sebagian kecil memberikan jawaban yang tidak setuju sebesar 16,67%. Jadi yang lebih dominan adalah yang memberikan jawaban setuju terhadap pernyataan tersebut.
83,33 16,67
Penilaian terhadap Pelaksanaan program Tugas Pembantuan dinilai cukup transparan karena diumumkan/disampaikan ke instansi eksekutif dan
legislatif daerah provinsi Kalimantan Tengah
Ya Tidak
Apabila dilihat dari penilaian pelaksanaan program melalui anggaran Tugas Pembantuan di daerah dilaksanakan secara profesional, berdasarkan tabulasi table yang dilakukan menunjukkan gambaran seperti dalam grafik dibawah ini.
Grafik 51. Penilaian Pelaksanaan Program Melalui Anggaran Tugas Pembantuan Di Daerah Dilaksanakan Secara Profesional Di Prov. Kalteng
Sumber: Data Primer Diolah
Berdasarkan data dalam grafik diatas menunjukkan bahwa penilaian terhadap pelaksanaan program melalui anggaran Tugas Pembantuan di daerah dilaksanakan secara professional seluruh responden memberikan jawaban setuju dengan pernyataan tersebut yaitu 100%.
Sementara apabila dilihat dari penilaian program melalui anggaran Tugas Pembantuan telah memberikan manfaat yang besar bagi daerah, berdasarkan tabulasi table yang dilakukan menunjukkan gambaran seperti dalam grafik dibawah ini.
Grafik 52. Penilaian Program Melalui Anggaran Tugas Pembantuan Telah Memberikan Manfaat Yang Besar Bagi Daerah Di Prov. Kalteng
Sumber: Data Primer Diolah 100 0
Penilaian terhadap pelaksanaan program melalui anggaran Tugas Pembantuan di daerah dilaksanakan secara
profesional di rpovinsi Kalimantan Tengah
Ya Tidak
100 0
Penilaian terhadap program melalui anggaran Tugas Pembantuan telah memberikan manfaat yang besar
bagi daerah di provinsi Kalimantan Tengah
Ya Tidak
Berdasarkan data dalam grafik diatas menunjukkan bahwa seluruh responden memberikan jawaban setuju dengan pernyataan program melalui anggaran Tugas Pembantuan telah memberikan manfaat yang besar bagi daerah, atau 100%.
Apabila dilihat dari Penilaian terhadap Pembagian kewenangan urusan konkuren dalam PP 38/2007 antara pusat, provinsi dan kab/kota, sulit diterapkan untuk program yang menggunakan anggaran tugas Pembantuan di provinsi Kalimantan Tengah, berdasarkan tabulasi table yang dilakukan menunjukkan gambaran seperti dalam grafik dibawah ini.
Grafik 53. Penilaian Terhadap Pembagian Kewenangan Urusan Konkuren Dalam PP 38/2007 Antara Pusat, Provinsi Dan Kab/Kota, Sulit Diterapkan
Untuk Program Yang Menggunakan Anggaran Tugas Pembantuan Prov. Kalteng
Sumber: Data Primer Diolah
Berdasarkan data dalam grafik diatas dapat diketahui Penilaian terhadap Pembagian kewenangan urusan konkuren dalam PP 38/2007 antara pusat, provinsi dan kab/kota, sulit diterapkan untuk program yang menggunakan anggaran tugas Pembantuan di provinsi Kalimantan Tengah sebagian besar responden atau 83,33% memberikan jawaban tidak setuju, dan hanya sebagian kecil atau 16,67% yang menyatakan setuju dengan pernyataan tersebut.
16,67
83,33
Penilaian terhadap Pembagian kewenangan urusan konkuren dalam PP 38/2007 antara pusat, provinsi dan kab/kota, menurut
pendapat saudara sulit diterapkan untuk program yang menggunakan anggaran tugas Pembantuan di provinsi Kalimantan
Tengah
Ya Tidak
Sementara apabila dilihat dari penilaian terhadap kewenangan Tugas Pembantuan belum didukung oleh kapasitas pemda yang memadai, berdasarkan tabulasi kuesioner yang dilakukan menunjukkan gambaran seperti dalam grafik dibawah ini.
Grafik 54. Penilaian Terhadap Kewenangan Tugas Pembantuan Belum Didukung Oleh Kapasitas Pemda Yang Memadai Di Prov. Kalteng
Sumber: Data Primer Diolah
Berdasarkan data dalam grafik diatas menunjukkan untuk penilaian terhadap kewenangan Tugas Pembantuan belum didukung oleh kapasitas pemda yang memadai sebagian besar responden memberikan jawaban yang tidak setuju dengan pernyataan tersebut atau 66,67%, dan hanya sebagian kecil yang setuju dengan pernyataan tersebut.
Dan, apabila Penilaian terhadap program melalui anggaran Tugas Pembantuan belum diintegrasi dan disinergikan antara pemda Kab/Kota dengan provinsi, dan antara pemda provinsi dengan Kementerian/Lembaga (integrasi vertikal) di provinsi Kalteng, berdasarkan tabulasi table yang dilakukan menunjukkan gambaran seperti dalam grafik dibawah ini.
33,33
66,67
Penilaian terhadap kewenangan Tugas Pembantuan belum didukung oleh kapasitas pemda yang memadai
di provinsi Kalimantan Tengah
Ya Tidak
Grafik 55. Penilaian Terhadap Program Melalui Anggaran Tugas Pembantuan Belum Diintegrasi Dan Disinergikan Antara Pemda Kab/Kota Dengan Provinsi, Dan Antara Pemda Provinsi Dengan Kementerian/Lembaga
(Integrasi Vertikal) Di Provinsi Kalteng
Sumber: Data Primer Diolah
Berdasarkan data dalam grafik diatas menunjukkan untuk Penilaian terhadap program melalui anggaran Tugas Pembantuan belum diintegrasi dan disinergikan antara pemda Kab/Kota dengan provinsi, dan antara pemda provinsi dengan Kementerian/Lembaga (integrasi vertikal) di provinsi Kalteng, kelompok responden yang tidak setuju dengan pernyataan tersebut sebesar 66,67% dan kelompok responden yang setuju dengan pernyataan tersebut sebesar 33,33%.
Dan, apabila dilihat dari Penilaian terhadap program melalui anggaran Tugas Pembantuan belum diintegrasikan dan disinergikan antara sektor yang satu dengan sektor yang lain (integrasi sektoral) di provinsi Kalimantan Tengah, berdasarkan tabulasi table yang dilakukan menunjukkan gambaran seperti dalam grafik dibawah ini.
33,33
66,67
program melalui anggaran Tugas Pembantuan belum diintegrasi dan disinergikan antara pemda Kab/Kota dengan
provinsi, dan antara pemda provinsi dengan Kementerian/Lembaga (integrasi vertikal)
Kalimantan Tengah
Ya Tidak
Grafik 56. Penilaian Terhadap Program Melalui Anggaran Tugas Pembantuan Belum Diintegrasikan Dan Disinergikan Antara Sektor Yang Satu Dengan
Sektor Yang Lain (Integrasi Sektoral) Di Provinsi Kalteng
Sumber: Data Primer Diolah
Berdasarkan data dalam grafik diatas menunjukkan Penilaian terhadap program melalui anggaran Tugas Pembantuan belum diintegrasikan dan disinergikan antara sektor yang satu dengan sektor yang lain (integrasi sektoral) di provinsi Kalimantan Tengah sebagian besar responden 83,33% memberikan jawaban setuju dengan pernyataan tersebut, sementara yang memberikan jawaban tidak setuju dengan pernyataan tersebut sebesar 16,67%. Jadi yang dominan adalah responden yang memberikan jawaban setuju dengan pernyataan tersebut.
Dan apabila dilihat program melalui anggaran Tugas Pembantuan belum diintegrasikan dan disinergitaskan antara wilayah/kawasan yang satu dengan wilayah yang lain dalam kab/kota dan provinsi (spatial integration), berdasarkan tabulasi table yang dilakukan menunjukkan gambaran seperti dalam grafik dibawah ini.
83,33 16,67
Penilaian terhadap program melalui anggaran Tugas Pembantuan belum diintegrasikan dan disinergikan antara sektor yang satu dengan sektor yang lain (integrasi sektoral)
di provinsi Kalimantan Tengah
Ya Tidak
Grafik 57. Anggaran Tugas Pembantuan Belum Diintegrasikan Dan Disinergitaskan Antara Wilayah/Kawasan Yang Satu Dengan Wilayah Yang
Lain Dalam Kab/Kota Dan Provinsi (Spatial Integration) Di Prov. Kalteng
Sumber: Data Primer Diolah
Berdasarkan data dalam grafik diatas menunjukkan untuk program melalui anggaran Tugas Pembantuan belum diintegrasikan dan disinergitaskan antara wilayah/kawasan yang satu dengan wilayah yang lain dalam kab/kota dan provinsi (spatial integration), sebagian besar responden atau 66,67% memberikan jawaban yang tidak setuju dengan pernyataan tersebut, sementara hanya sebagian kecil yaitu 33,33% memberikan jawaban yang setuju dengan pernyataan tersebut.
Adapun apabila dilihat dari penilaian terhadap program melalui anggaran Tugas Pembantuan belum diintegrasikan dan disinergikan antara tahun anggaran terdahulu dengan tahun anggaran berikutnya (integrasi antar waktu), berdasarkan tabulasi table yang dilakukan menunjukkan gambaran seperti dalam grafik dibawah ini.
33,33
66,67
Penilaian program melalui anggaran Tugas Pembantuan belum diintegrasikan dan disinergitaskan antara wilayah/kawasan
yang satu dengan wilayah yang lain dalam kab/kota dan provinsi di provinsi (spatial integration) di provinsi Kalimantan
Tengah
Ya Tidak
Grafik 58. Penilaian Terhadap Program Melalui Anggaran Tugas Pembantuan Belum Diintegrasikan Dan Disinergikan Antara Tahun Anggaran Terdahulu Dengan Tahun Anggaran Berikutnya (Integrasi Antar Waktu) Prov. Kalteng
Sumber: Data Primer Diolah
Berdasarkan data dalam grafik diatas, menunjukkan penilaian terhadap program melalui anggaran Tugas Pembantuan belum diintegrasikan dan disinergikan antara tahun anggaran terdahulu dengan tahun anggaran berikutnya (integrasi antar waktu), sebagian besar responden atau 83,33% menyatakan tidak setuju dengan pernyataan tersebut, dan sebagian kecil yaitu sebesar 16,67% yang menyatakan setuju dengan pernyataan tersebut.
Apabila dilihat dari Penilaian terhadap program melalui anggaran Tugas Pembantuan Belum Diintegrasikan dan disinergikan dengan pola anggaran Dekonsentrasi (integrasi antar pola kewenangan konkuren) di provinsi Kalimantan Tengah, berdasarkan tabulasi table yang dilakukan menunjukkan gambaran seperti dalam grafik dibawah ini.
16,67
83,33
Penilaian terhadap program melalui anggaran Tugas Pembantuan belum diintegrasikan dan disinergikan antara tahun anggaran terdahulu dengan tahun anggaran berikutnya
(integrasi antar waktu) di provinsi Kalimantan Tengah
Ya Tidak
Grafik 59. Penilaian Terhadap Program Melalui Anggaran Tugas Pembantuan Belum Diintegrasikan Dan Disinergikan Dengan Pola Anggaran Dekonsentrasi
(Integrasi Antar Pola Kewenangan Konkuren) Di Provinsi Kalteng
Sumber: Data Primer Diolah
Berdasarkan data dalam grafik diatas menunjukkan untuk Penilaian terhadap program melalui anggaran Tugas Pembantuan Belum Diintegrasikan dan disinergikan dengan pola anggaran Dekonsentrasi (integrasi antar pola kewenangan konkuren) di provinsi Kalteng sebagian besar responden menyatakan persetujuannya, yaitu sebesar 83,33%, sementara yang tidak setuju dengan pernyataan tersebut hanya sebesar 16,67%. Jadi yang dominan adalah yang memberikan jawaban setuju dengan pernyataan tersebut.
Apabila dilihat dari penialian terhadap program tugas pembantuan belum diintegrasikan dan disinergikan dengan pola anggaran desentralisasi (pola kewenangan konkuren dengan desentralisasi) di Provinsi Kalteng, berdasarkan tabulasi table yang dilakukan menunjukkan gambaran seperti dalam grafik dibawah ini.
16,67
83,33
Penilaian terhadap program melalui anggaran Tugas Pembantuan Belum Diintegrasikan dan disinergikan dengan pola anggaran Dekonsentrasi (integrasi antar pola kewenangan konkuren) di
provinsi Kalimantan Tengah
Ya Tidak
Grafik 60. Penilaian Terhadap Program Tugas Pembantuan Belum Diintegrasikan Dan Disinergikan Dengan Pola Anggaran Desentralisasi (Pola
Kewenangan Konkuren Dengan Desentralisasi) Di Provinsi Kalteng
Sumber: Data Primer Diolah
Berdasarkan data dalam grafik diatas menunjukkan untuk Penilaian terhadap program Tugas Pembantuan belum diintegrasikan dan disinergikan dengan pola anggaran desentralisasi (pola kewenangan konkuren dengan desentralisasi) di provinsi Kalimantan Tengah, sebagian besar responden menyatakan persetujuannya, yaitu sebesar 66,67%, sementara yang tidak setuju dengan pernyataan tersebut hanya sebesar 33,33%. Jadi yang dominan adalah yang memberikan jawaban setuju dengan pernyataan tersebut.