BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Hasil Perancangan Produk
a. Hasil Penetapan Tujuan Pengembangan Produk
Tujuan pengembangan produk adalah menghasilkan instrumen tes yang valid, efektif dan praktis yang disesuaikan dengan model pengembangan instrumen tes menurut Wilson, Oriondo dan Antonio.
Tahapan dalam pengembangan produk ini adalah perancangan produk dan uji coba produk. Produk divalidasi untuk mengetahui kelayakan dalam mengukur kemampuan analisis peserta didik. dinilai berdasarkan kemudahan dalam menggunakan produk tersebut.
Indikator yang dipakai untuk mengukur kemampuan analisis peserta didik pada topik peraksi pembatas adalah membedakan, mengorganisasikan dan mengatribusikan. Peserta didik diharapkan mampu menentukan potongan-potongan informasi yang relevan dan penting (membedakan), menentukan cara-cara menata potongan-potongan informasi tersebut (mengorganisasikan), dan menentukan tujuan di balik informasi tersebut (mengatribusikan). Efektivitas produk dinilai berdasarkan hasil tes peserta didik dan kepraktisannya dinilai berdasarkan respon peserta didik terhadap produk.
b. Hasil Penentuan Kompetensi yang Diujikan
KD dan IPK yang digunakan dalam penelitian ini ditunjukkan pada Tabel 4.1.
Tabel 4. 1 KD dan IPK Topik Pereaksi Pembatas
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.10. Menerapkan
3.10.1 Menentukan massa atom relatif dan massa molekul relatif
3.10.2 Menentukan hubungan antara mol dengan jumlah partikel, massa molar, dan volume molar gas
3.10.3 Menyetarakan persamaan kimia
3.10.4 Menentukan jumlah mol, massa molar, volume molar gas dan jumlah partikel yang terlibat dalam persamaan kimia
3.10.5 Menentukan pereaksi
pembatas pada sebuah reaksi kimia
KD 3.10 merupakan aspek pengetahuan yang harus dicapai oleh peserta didik. Berdasarkan kompetensi tersebut, peserta didik diharapkan dapat menyelesaikan perhitungan kimia. Ketercapaian kompetensi tersebut dapat diukur dari IPK 3.10.5 yaitu menentukan pereaksi pembatas pada suatu reaksi kimia yang didukung oleh IPK 3.10.1, 3.10.2, 3.10.3, dan 3.10.4.
c. Hasil Penentuan Topik yang Diujikan
Berdasarkan KD 3.10, topik yang diujikan yaitu pereaksi pembatas pada sebuah reaksi kimia. Pereaksi pembatas dapat ditunjukan apabila dua zat direaksikan akan diperoleh dua kemungkinan yaitu kedua pereaksi tepat habis bereaksi dan salah satu pereaksi habis sedangkan pereaksi yang lain bersisa. Pereaksi yang habis akan membatasi hasil
reaksi yang didapat sehingga disebut dengan pereaksi batas atau pereaksi pembatas (Sunarya, 2010).
Pada topik pereaksi pembatas, kemampuan membedakan berarti peserta didik mampu membedakan bagian-bagian yang berisikan informasi seperti zat-zat yang terlibat, zat-zat yang bertindak sebagai reaktan dan produk serta jumlah (volume/massa/suhu) dari zat-zat yang terlibat. Kemampuan mengorganisasikan berarti peserta didik mampu mengubah zat-zat dengan jumlah tertentu ke dalam mol serta mampu menggunakan perbandingan koefisien untuk mencari mol zat lainnya.
Kemampuan mengatribusikan berarti peserta didik mampu menentukan pereaksi pembatas atau pereaksi berlebih dengan menggunakan konsep mula-mula reaksi dan sisa. Selain itu juga peserta didik mampu menentukan maksud dari soal secara jelas.
d. Hasil Penyusunan Kisi-Kisi Tes
Kisi-kisi tes disusun sebagai pedoman dalam penulisan butir soal.
Dengan adanya kisi-kisi tes, butir soal yang dihasilkan akan relatif sama.
Bagian-bagian yang ditulis dalam penyusunan kisi-kisi tes ini adalah KD, IPK, indikator kemampuan analisis, deskripsi soal, nomor soal, jumlah soal dan skor untuk setiap butir soal. Dalam penyusunan kisi-kisi tes, bentuk tes yang dipilih adalah esai karena didasarkan pada tujuan tes, waktu yang tersedia untuk menyelesaikan tes, cakupan materi tes serta karakteristik materi yang diujikan. Penjelasan lebih lanjut mengenai kisi-kisi instrumen tes dapat dilihat pada Lampiran 9.
e. Hasil Penulisan Butir Soal dalam Instrumen Tes
Butir soal dikembangkan berdasarkan pedoman penulisan butir soal yaitu kisi-kisi tes. Bentuk butir soal yang digunakan dalam penelitian ini berupa esai dengan jumlah empat butir soal. Pernyataan pada setiap butir soal mengukur kemampuan analisis peserta didik yang mengacu pada tiga indikator yaitu membedakan, mengorganisasikan, dan
mengatribusikan. Setiap butir soal yang ditulis memiliki kunci jawaban sebagai pedoman dalam penilaian kemampuan analisis peserta didik.
Hasil penulisan butir soal ditunjukan pada Tabel 4.2.
Tabel 4. 2 Hasil Penulisan Butir Soal
Butir Soal Tema Pereaksi Pembatas yang Kontekstual Butir soal nomor 1 Pembuatan pipa PVC
Butir soal nomor 2 Pembentukan senyawa seng sulfida yang dapat digunakan dalam tabung monitor TV
Butir soal nomor 3 Pembakaran senyawa propana yang menjadi pengisi pada tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG)
Butir soal nomor 4 Penguraian glukosa dalam tubuh manusia
f. Hasil Desain Produk Berupa Instrumen Tes
Produk berupa instrumen tes didesain menggunakan aplikasi Canva dan didukung oleh Microsoft Word 2019. Hasil desain produk berupa instrumen tes kemampuan analisis meliputi sampul depan, kata pengantar, daftar isi, KI, KD, IPK, penjelasan singkat kemampuan analisis, petunjuk penggunaan instrumen, butir soal dan lembar kerja peserta didik, kunci jawaban, daftar pustaka, dan sampul belakang.
Gambar 4. 1 Sampul Depan
Produk
Gambar 4. 2 Kata Pengantar Produk
Gambar 4. 3 Daftar Isi Produk
Gambar 4. 4 KI, KD, dan IPK pada Topik
Pereaksi Pembatas
Gambar 4. 5 Penjelasan Singkat Kemampuan Analisis
Gambar 4. 6 Petunjuk Penggunaan Produk
Gambar 4. 7 Butir Soal 1 dan
Lembar Kerja Peserta Didik
Gambar 4. 8 Butir Soal 2 dan Lembar Kerja Peserta Didik
Gambar 4. 9 Butir Soal 3 dan Lembar Kerja Peserta Didik
Gambar 4. 10 Butir Soal 4 dan Lembar Kerja Peserta Didik
g. Hasil Penyusunan Pedoman Penskoran
Pedoman penskoran disusun untuk menentukan skor hasil jawaban peserta didik. Skor pada tiap butir soal diberikan untuk setiap indikator kemampuan analisis. Hasil penyusunan pedoman penskoran Gambar 4. 11 Kunci Jawaban
Butir Soal 1 dan 2
Gambar 4. 12 Kunci Jawaban Butir Soal 3 dan 4
Gambar 4. 13 Daftar Pustaka Produk
Gambar 4. 14 Sampul Belakang Produk
dapat dilihat pada Lampiran 11. Setiap indikator memiliki skor paling tinggi 3 dan paling rendah adalah 0. Pada indikator membedakan, skor 3 dapat diperoleh peserta didik apabila mampu menguraikan permasalahan dengan menuliskan apa yang diketahui dan ditanya. Skor 3 pada indikator mengorganisasikan dapat diperoleh peserta didik apabila mampu mengidentifikasi permasalahan yang diketahui dan menghubungkan pada teori yang dipelajari. Pada indikator mengatribusikan, skor 3 dapat diperoleh peserta didik apabila mampu menyelesaikan masalah dan memberikan kesimpulan.
Skor 2 pada indikator membedakan dapat diperoleh apabila peserta didik hanya menuliskan apa yang diketahui atau apa yang akan diselesaikan saja dalam menguraikan masalah. Skor 2 pada indikator mengorganisasikan dapat diperoleh peserta didik apabila mampu mengidentifikasi permasalahan yang diketahui tetapi tidak menghubungkan pada teori yang dipelajari. Pada indikator mengatribuskan, peserta didik dapat memperoleh skor 2 apabila hanya mampu menyelesaikan masalah.
Skor 1 dapat diperoleh peserta didik apabila tidak tepat dalam menguraikan masalah pada indikator membedakan. Skor 1 juga dapat diperoleh peserta didik apabila tidak tepat dalam mengidentifikasi permasalahan serta pada indikator mengatribusikan peserta tidak tepat dalam menyelesaikan masalah. Skor 0 dapat diperoleh peserta didik apabila tidak menjawab pada ketiga indikator tersebut.
h. Hasil Validasi Produk dan Instrumen Pendukung Penelitian
Validasi produk dan insturmen pendukung penelitian dilakukan oleh validator yang terdiri atas dua orang dosen dan satu orang guru kimia. Validasi dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan serta mengevaluasi produk dan instrumen yang mendukung penelitian. Hasil validasi produk dan instrumen pendukung penelitian dijabarkan sebagai berikut:
1) Hasil Validasi Produk
Validitas produk berupa instrumen tes dikembangkan berdasarakan aspek isi, desain dan bahasa. Hasil validasi yang telah diperoleh disajikan pada Tabel 4.3. Hasil analisis lengkap validasi dari validator dapat dilihat pada Lampiran 17.
Tabel 4. 3 Rangkuman Hasil Validasi Produk berupa Instrumen Tes
No Aspek Penilaian Rata-Rata
Persentase (%) Kriteria
1 Isi 94,33 Valid
2 Desain 91,66 Valid
3 Bahasa 79,16 Cukup Valid
Rata-rata Persentase: 87,38%
Kategori Keseluruhan: Valid
Berdasarkan Tabel 4.3, produk berupa instrumen tes termasuk dalam kategori valid pada aspek isi dan desain. Rata-rata persentase yang diperoleh sebesar 94% pada aspek isi dan 91,66% pada aspek desain.
Aspek bahasa dikategorikan cukup valid dengan rata-rata persentase sebesar 79,16%. Persentase keseluruhan validasi produk diperoleh dengan nilai sebesar 87,38% dan termasuk dalam kategori valid.
Berdasarkan hasil validasi dari validator, produk berupa intrumen tes untuk mengukur kemampuan analisis peserta didik pada topik pereaksi pembatas layak digunakan dengan revisi.
2) Hasil Validasi Butir Soal dalam Instrumen Tes
Validasi butir soal yang dikembangkan ditinjau dari tiga aspek yang berbeda yaitu materi, konstruksi dan bahasa. Proses validasi ini dilakukan oleh validator berdasarkan butir soal yang telah dikembangkan pada lembar kisi-kisi tes serta mengisi kolom penilaian pada lembar validasi dari ketiga aspek tersebut. Hasil validasi dihitung menggunakan Aiken’s V yang disajikan pada Tabel 4.4. Hasil analisis lengkap validasi dari validator dapat dilihat pada Lampiran 18.
Tabel 4. 4 Rangkuman Hasil Validasi Butir Soal validitas tinggi pada aspek materi, konstruksi dan bahasa. Koefisien validitas yang diperoleh dari aspek materi adalah 0,77, aspek konstruksi adalah 0,72 dan aspek bahasa adalah 0,73. Rata-rata keseluruhan butir soal satu adalah 0,74 dan termasuk dalam kategori validitas tinggi.
Butir soal 2, memiliki rata-rata secara keseluruhan sebesar 0,77 dengan kategori tinggi. Koefisien validitas yang diperoleh pada asepek materi adalah 0,84 dengan kategori sangat tinggi dan aspek konstruksi adalah 0,73 dengan kategori tinggi. Koefisien validitas pada aspek bahasa adalah 0,73 tergolong dalam kategori tinggi.
Butir soal 3 memiliki nilai koefisien validitas pada aspek materi adalah 0,84 dengan kategori sangat tinggi. Nilai koefisien yang diperoleh dari aspek konstruksi yaitu 0,8 dan pada aspek bahasa diperoleh sebesar 0,7. Dari nilai koefosien validitas tersebut, aspek materi dan bahasa tergolong pada validitas dengan kategori tinggi.
Secara keseluruhan, rata-rata koefisien validitas pada butir soal 3 adalah 0,78 dengan kategori tinggi.
Butir soal 4 memiliki nilai koefisien validitas pada aspek materi adalah 0,87 dengan kategori sangat tinggi. Nilai koefisien yang diperoleh dari aspek konstruksi yaitu 0,8 dan pada aspek bahasa diperoleh sebesar 0,7. Berdasarkan nilai koefisien validitas tersebut, aspek materi dan bahasa tergolong pada validitas dengan kategori tinggi. Secara keseluruhan, rata-rata koefisien validitas pada butir soal 4 adalah 0,79 dengan kategori tinggi. Berdasarkan data hasil perhitungan nilai koefisien validitas, butir soal untuk mengukur kemampuan analisis peserta didik pada topik pereaksi pembatas layak digunakan dengan revisi.
3) Hasil Validasi Lembar Angket Respon Peserta Didik
Validasi lembar angket respon peserta didik dinilai berdasarkan 3 aspek yang berbeda yaitu aspek isi dan tujuan, konstruksi dan bahasa. Hasil validasi yang telah dihitung, disajikan pada Tabel 4.5. Hasil analisis lengkap validasi dari validator dapat dilihat pada Lampiran 19.
Tabel 4. 5 Rangkuman Hasil Validasi untuk Lembar Angket Respon Peserta Didik
No Aspek Penilaian Rata-Rata
Persentase (%) Kriteria
1 Isi dan Tujuan 91,66 Valid
2 Konstruksi 94,4 Valid
3 Bahasa 91,66 Valid
Rata-rata Persentase: 92,57%
Kategori Keseluruhan: Valid
Berdasarkan Tabel 4.5, ketiga aspek penilaian lembar angket respon peserta didik dikategorikan valid. Aspek isi dan tujuan serta bahasa memiliki kesamaan nilai rata-rata persentase yaitu sebesar 91,66% sedangkan aspek bahasa memperoleh nilai sebesar 94,4%.
Secara keseluruhan persentase yang diperoleh untuk lembar angket
respon peserta didik adalah 92,57% dan dikategorikan valid. Hasil validasi di atas menunjukkan bahwa lembar angket respon peserta didik layak untuk digunakan tanpa revisi.
i. Perbaikan Produk dan Butir Soal
Produk berupa instrumen tes dan instrumen pendukung penelitian yang telah divalidasi diperbaiki sesuai dengan saran dari validator.
Instrumen yang mendukung penelitian ini adalah lembar butir soal.
Perbaikan produk dan instrumen pendukung penelitian ini berdasarkan aspek-aspek penilaian yang terdapat pada setiap lembar instrumen tersebut.
Saran perbaikan terhadap produk dari Validator 1 yaitu salah satu gambar pada sampul depan yang kurang representatif, ukuran gambar yang besar serta tidak sinkronnya jenis huruf yang digunakan pada sampul depan dan belakang produk.
Gambar 4. 15 Sampul Depan Sebelum Revisi
Gambar 4. 16 Sampul Depan Sesudah Revisi
Berdasarkan saran yang diberikan oleh Validator 1 dan 2, perlu adanya alokasi waktu pengerjaan dalam produk. Alokasi waktu dalam pengerjaan tes tersebut ditulis pada peraturan penggunaan instrumen untuk peserta didik.
Saran perbaikan yang diberikan oleh Validator 1 dan 2 berupa perubahan fasa reaksi pada setiap butir soal serta penulisan satuan massa yaitu gr menjadi gram. Pada butir soal 1 dalam produk dilakukan
Gambar 4. 17 Sampul Belakang Sebelum Revisi
Gambar 4. 18 Sampul Belakang Sesudah Revisi
Gambar 4. 19 Petunjuk Penggunaan Instrumen Sebelum Revisi
Gambar 4. 20 Petunjuk Penggunaan Instrumen Sesudah Revisi
perbaikan terhadap fasa asetilena/etuna dari fasa solid menjadi gas.
Perbaikan tersebut dapat dilihat pada Gambar 4.22.
Gambar 4. 1 Butir Soal 1 Sebelum Direvisi
Gambar 4. 2 Butir Soal 1 Setelah Direvisi
Pada butir soal 2 dalam produk juga terdapat perbaikan yaitu penggunaan kata ”tube” menjadi “tabung”.
Gambar 4. 3 Butir Soal 2 Sebelum Direvisi
Gambar 4. 4 Butir Soal 2 Setelah Direvisi
Butir soal 3 dalam produk juga mendapatkan perbaikan berupa kesalahan penulisan kata “pada” dalam pernyataan soal.
Gambar 4. 5 Butir Soal 3 Sebelum Direvisi
Gambar 4. 6Butir Soal 3 Sesudah Direvisi
Butir soal 4 dalam produk juga dilakukan perbaikan berupa kesalahan penulisan dan struktur kalimat yaitu kesalahan penulisan kata
“diuraikan” serta penghapusan kata “didalamnya”. Selain itu juga dilakukan perbaikan dalam penulisan satuan derajat serta informasi nilai R (tetapan gas ideal) dalam butir soal tersebut. Hasil perbaikan pada butir soal 4 dalam produk dapat dilihat pada Gambar 4.28.
Gambar 4. 7 Butir Soal 4 Sebelum Direvisi
Gambar 4. 8 Butir Soal 4 Setelah Direvisi
Kunci jawaban pada masing-masing butir soal diperbaiki sesuai saran dari validator. Pada kunci jawaban yang telah direvisi ditambahkan kesimpulan akhir. Kesimpulan ini disesuaikan dengan rubrik penskoran
dimana diperlukan kesimpulan sehingga indikator mengatribusikan pada kemampuan analisis dapat terpenuhi.
Gambar 4. 9 Kunci Jawaban Butir Soal 1 Sebelum Direvisi
Gambar 4. 10 Kunci Jawaban Butir Soal 1 Setelah Direvisi
Gambar 4. 11 Kunci Jawaban Butir Soal 2 Sebelum Direvisi
Gambar 4. 12 Kunci Jawaban Butir Soal 2 Setelah Direvisi
Gambar 4. 13 Kunci Jawaban Butir Soal 3 Sebelum Direvisi
Gambar 4. 14 Kunci Jawaban Butir Soal 3 Sesudah Direvisi
Gambar 4. 15 Kunci Jawaban Butir Soal 4 Sebelum Direvisi
Gambar 4. 16 Kunci Jawaban Butir Soal 4 Sesudah Direvisi 2. Hasil Uji Coba Produk
a. Hasil Penentuan Subjek Penelitian
Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X MIPA 1 SMA PL Sedayu. Teknik yang digunakan dalam penentuan subjek uji coba ini berdasarkan teknik random sampling. Teknik random sampling tersebut diukur dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 22 terhadap seluruh peserta didik kelas X MIPA SMA PL Sedayu dan data nilai yang dipilih yaitu nilai tugas pada topik hukum-hukum dasar kimia.
Uji homogenitas dalam penelitian ini menggunakan One-Way Anova dengan taraf signifikan 5% atau 0,05. Data yang dinyatakan homogen jika nilai Asym.Sig (2-tailed) lebih dari 5% atau 0,05 (Edi, 2011). Data nilai tersebut diuji homogenitasnya dan diperoleh nilai signifikansinya
sebesar 0,983 dan data hasil analisis secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran 16. Nilai signifikasi yang diperoleh lebih besar 0,05 atau 5%
sehingga populasi kelas X MIPA SMA PL Sedayu dinyatakan homogen sehingga dipilih kelas X MIPA 1 yang berjumlah 30 orang sebagai subjek dalam penelitian ini.
b. Hasil Pelaksanaan Penelitian
Pelaksanaan uji coba dilakukan dalam satu tahap yaitu uji coba lapangan. Sebelum dilakukan uji coba terlebih dahulu dilakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada topik pereaksi pembatas sebanyak 2 kali pertemuan. Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan pengerjaan tes yang diikuti oleh 30 peserta didik X MIPA 1. Pemberian tes bertujuan untuk mengukur kemampuan analisis peserta didik setelah mengikuti pembelajaran pereaksi pembatas. Pelaksanaan uji coba dilakukan secara daring menggunakan aplikasi zoom. Waktu dan sistem pengumpulan jawaban disesuaikan dengan petunjuk yang diberikan.
c. Hasil Analisis Data Penelitian
Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran butir soal, dan daya pembeda. Guna memudahkan proses analisis, data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan bantuan komputer program Microsoft Excel 2019, Winsteps, dan analisis deskriptif. Analisis data menggunakan skor politomus dengan model Rasch. Hasil analisis data dijabarkan sebagai berikut:
1) Hasil Analisis Kesesuaian Butir Soal
Analisis butir soal yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan program Winsteps sehingga dapat diketahui kualitas butir soal tersebut. Analisis butir soal dengan model Rasch digunakan untuk mengetahui kesesuaian butir. Hasil analisis kesesuaian butir soal dilihat dari parameter Outfit MNSQ, Output Z-standar (ZSTD),
dan Point Measure Correlation (Pt Measure Corr). Hasil analisis kualitas butir soal untuk mengukur kemampuan peserta didik menggunakan model Rasch dapat dilihat pada Lampiran 20.
Rangkuman hasil analisis butir soal dijabarkan pada Tabel 4.6.
Tabel 4. 6 Hasil Analisis Validitas Empiris Butir Soal Butir Soal
Kriteria Validitas
Kriteria MNSQ ZSTD Pt Measure
Corr
Butir Soal 1 0,66 -1,39 0,76 Diterima Butir Soal 2 1,63 1,79 0,54 Diterima Butir Soal 3 0,58 -1,82 0,85 Diterima Butir Soal 4 1,25 1,03 0,89 Diterima
Butir soal yang telah dianalisis menggunakan model Rasch dibandingkan dengan kriteria yang telah ditetapkan. Menurut Sumintono dan Widhiarso (2015:127), kriteria kualitas butir soal pada parameter MNSQ adalah 0,5 < MNSQ < 1,5, parameter ZSTD adalah -2,0 < ZSTD < +2,0 sedangkan parameter Pt Measure Corr adalah 0,4 < Pt Measure Corr < 0,85. Berdasarkan Tabel 4.7 dapat disimpulkan bahwa, kriteria MNSQ untuk butir soal 2 tidak memenuhi kriteria yang telah ditetapkan karena nilai 1,63 tidak berada pada interval tersebut. Butir soal nomor 1 dan 3 tidak memenuhi kriteria parameter ZSTD karena nilai -1,39 dan -1,82 tidak berada dalam interval parameter ZSTD. Butir soal 4 tidak memenuhi kriteria untuk parameter Pt Measure Corr karena nilai 0,89 tidak berada dalam interval parameter Pt Measure Corr. Menurut Rochman (2018) butir soal yang tidak fit dan yang fit dapat dapat ditentukan apabila butir soal tersebut memenuhi minimal dua kriteria yang telah ditentukan, maka butir soal tersebut dinyatakan valid.
Berdasarkan hasil analisis data menggunakan model Rasch tersebut, maka empat butir soal yang telah dikembangkan layak untuk digunakan.
2) Reliabilitas
Reliabilitas butir soal dianalisis menggunakan model Rasch yang dibantu dengan program Winsteps. Hasil analisis reliabilitas butir soal dapat dilihat pada Lampiran 21. Rangkuman hasil analisis reliabilitas butir soal disajikan dalam Tabel 4.7.
Tabel 4.7 Hasil Analisis Reliabilitas Butir Soal Realiabilitas Nilai Kategori Alpha Cronbach 0,75 Cukup Bagus Person Realibility 0,74 Cukup Bagus Item Reliability 0,89 Bagus
Berdasarkan Tabel 4.7, nilai Alpha Cronbach yang diperoleh dari hasil analisis dengan Rasch adalah 0,75 dengan kategori cukup bagus. Nilai Alpha Cronbach menunjukan konsistensi menjawab peserta didik pada setiap butir soal sudah cukup bagus. Person reliability menunjukan nilai 0,74 dengan kategori cukup bagus. Hal ini menunjukkan bahawa peserta didik dalam menyelesaikan soal pada topik pereaksi pembatas cukup bagus. Selain itu, item reliability dikategorikan bagus dengan nilai sebesar 0,89 yang menunjukan bahwa kualitas butir soal yang dikembangkan sudah bagus.
3) Tingkat Kesukaran Butir Soal
Tingkat kesukaran butir soal dianalisis menggunakan program Winstep. Analisis kesukaran butir soal dilakukan berdasarkan hasil pekerjaan peserta didik. Setiap butir soal diurutkan berdasarkan nilai measure terbesar hingga nilai yang paling kecil. Hasil analisis kesukaran butir soal dapat dilihat pada Lampiran 22. Rangkuman hasil analisis tingkat kesukaran butir soal disajikan dalam Tabel 4.8.
Tabel 4.8 Hasil Analisis Tingkat Kesukaran Butir Soal
No Soal Measure Kategori
Butir Soal 1 0,70 Sulit
Butir Soal 4 -0,04 Mudah
Butir Soal 3 -0,17 Mudah
Butir Soal 2 -0,49 Mudah
Berdasarkan Tabel 4.8, butir soal nomor 1 merupakan butir soal dengan kategori sulit untuk diselesaikan oleh peserta didik dan ditunjuk oleh nilai measure sebesar 0,70. Butir soal 2 merupakan butir soal memiliki nilai measure sebesara -0,49 dan termasuk pada kategori soal yang mudah. Butir soal 3 termasuk pada kategori mudah dengan nilai measure yang dihasilkan sebesar -0,17. Selain itu, butir soal 4 memiliki nilai measure sebesar -0.04 dan termasuk pada kategori mudah. Hasil output analisis dengan Rasch menunjukan bahwa nilai logit (measure) yang tinggi menunjukan bahwa butir soal tersebut memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Hal ini berkorelasi dengan total skor, di mana jumlah penjawab benar yang sedikit dalam total skor berkorelasi dengan nilai measure yang semakin tinggi (Solekhah, 2018).
4) Daya Beda Butir Soal
Daya pembeda butir soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang berkemampuan tinggi dengan siswa dan berkemampuan rendah (Iskandar, 2018). Daya beda diukur pada setiap butir soal dan berdasarkan hasil pengerjaan peserta didik.
Daya beda dianalisis menggunakan Ms. Excel 2019. Jawaban peserta didik setiap butir soal diurutkan dari nilai tertinggi hingga terendah dan menetapkan kelompok atas dan bawah sebesar 50% karena jumlah peserta didik adalah 30 orang. Selanjutnya menghitung rata-rata skor untuk masing-masing kelompok serta menghitung daya beda pada setiap butir soal. Rangkuman hasil daya beda butir soal disajikan pada Tabel 4.9.
Tabel 4.9 Hasil Analisis Daya Beda Butir Soal No Soal Daya Beda Kategori
Butir soal 1 0,24 Cukup
Butir soal 2 0,33 Cukup
Butir soal 3 0,34 Cukup
Butir soal 4 0,6 Baik
Berdasarkan Tabel 4.10, butir soal 1, 2 dan 3 memiliki kategori daya pembeda yang cukup (sedang). Nilai daya beda untuk butir soal 1 adalah 0,24. Nilai daya beda sebesar 0,33 untuk butir soal 2 sedangkan butir soal 3 adalah 0,34. Butir soal 4 memiliki nilai daya beda sebesar 0,6 dengan kategori baik. Menurut Sudjiono (2016), butir soal yang sudah memiliki daya pembeda baik (cukup, baik, dan baik sekali) hendaknya dimasukan dalam bank soal dan dapat dikeluarkan lagi pada tes berikutnya karena kualitasnya sudah cukup memadai.
5) Analisis Hasil Tes
5) Analisis Hasil Tes