• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

3. Identifikasi Kemampuan Analisis Peserta Didik

Kemampuan analisis peserta didik dapat diidentifikasi berdasarkan hasil pengerjaan terhadap instrumen tes pada topik pereaksi pembatas.

Setiap butir soal dikembangkan agar kemampuan analisis peserta didik dapat diukur. Menurut Winarti (2015), indikator kemampuan analisis yang dapat diukur pada peserta didik adalah mampu menentukan potongan-potongan informasi yang relevan dan penting (membedakan), menentukan cara-cara menata potongan-potongan informasi tersebut (mengorganisasikan) dan menentukan tujuan di balik informasi tersebut (mengatribusikan).

Membedakan merupakan kemampuan dalam penentuan bagian-bagian yang relevan atau penting dari struktur tertentu. Menurut Aprilia (2019), kemampuan membedakan disebut juga dengan kemampuan dalam menguraikan masalah dengan adanya kegiatan menuliskan apa yang diketahui dan yang ditanyakan. Peserta didik diharapkan dapat membedakan bagian-bagian yang berisikan informasi seperti zat-zat yang terlibat serta jumlah (volume/massa/suhu/jumlah partikel/tekanan) dari zat-zat yang terlibat.

Hasil analisis indikator membedakan pada butir soal 1 dapat ditemukan bahwa terdapat 2 peserta didik (S dan W) tidak memberikan jawaban. Peserta didik dengan jumlah 7 orang (B, G, J, K, L, Q, R) tidak tepat dalam menguraikan masalah sedangkan 5 peserta didik (H, T, X, Z,

dan AD) hanya mampu menuliskan apa yang diketahui dari soal namun tidak menuliskan apa yang hendak diselesaikan dari soal tersebut.

Pencapaian indikator membedakan dilihat berdasarkan hasil jawaban 16 peserta didik (A, C, D, E, F, I, M, N, O, P, U, V, Y, AA, AB, AC) yang telah mampu menguraikan permasalahan dengan baik dengan menulsikan apa yang diketahui dan yang ditanya dalam soal. Jawaban yang tepat untuk butir soal 1 indikator membedakan adalah jumlah massa C2H2 adalah 28.000 kg, volume HCl sebesar 57,4 L, jumlah molekul relatif C2H2 sebesar 26 gram/mol dan HCl sebesar 56,5 gram/mol. Peserta didik juga telah mampu menuliskan apa yang harus diselesaikan yaitu massa C2H3Cl.

Analisis indikator membedakan pada butir soal 2 dapat dilihat berdasarkan jawaban yang diberikan oleh peserta didik. Peserta didik dengan jumlah 3 orang (J, K, dan T) tidak tepat dalam menguraikan permasalahan dari butir soal nomor 2. Terdapat 5 peserta didik (B, H, L, X, Z) telah mampu menguraikan permasalahan secara tepat dengan menuliskan apa yang diketahui namun tidak menuliskan apa yang harus diselesaikan dari soal tersebut. Pencapaian indikator membedakan pada butir soal 2 dapat dilihat berdasarkan jawaban 22 peserta didik (A, C, D, E, F, G, I, M, N, O, P, Q, R, S, U, V, W, Y, AA, AB, AC, dan AD) yang telah mampu menguraikan permasalahan dengan baik. Jawaban yang tepat adalah massa Zn sejumlah 168 gram, massa S sejumlah 36.000 gram, jumlah atom relatif Zn sejumlah 65 gram/mol dan S sejumlah 32 gram/mol merupakan hal yang diketahui. Yang harus diselesaikan dalam soal yaitu menentukan unsur yang berperan sebagai pereaksi pembatas dan jumlah partakel ZnS.

Pada butir soal 3 indikator membedakan terdapat peserta didik dengan kode X tidak memberikan jawaban. Sejumlah 4 peserta didik (H, J, K, T) belum mampu menguraikan permasalahan secara tepat. Peserta didik tersebut tidak mampu memilah-milah informasi yang relevan dan penting dengan kurang tepatnya menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan.

Selain itu, terdapat 7 peserta didik (B, G, L, S, W, Z, AB) sudah mampu menguraikan permasalahan secara tepat dengan menuliskan hal yang

diketahui namun tidak menuliskan hal yang harus diselesaikan dari soal tersebut. Pencapaian indikator membedakan pada butir soal 3 dapat dianalisis dari 18 peserta didik (A, C, D, E, F, I, M, N, O, P, Q, R, U, V, Y, AA, AC, AD) yang telah mampu menguraikan permasalahan secara tepat dengan menuliskan hal-hal yang diketahui dan yang perlu dicari jawabannya dari soal. Jawaban yang tepat pada butir soal 3 indikator membedakan adalah massa C3H3 sejumlah 3,20 gram, massa O2 sejumlah 5,34 gram, jumlah molekul relatif C3H3 sejumlah 44 gram/mol dan O2

sejumlah 32 gram/mol sebagai informasi yang diketahui sedangkan yang harus diselesaikan dari soal yaitu penentuan volume gas CO2.

Pada butir soal 4 terdapat 4 peserta didik (G, S, W, X) tidak menjawab dalam menguraikan permasalahan sedangkan 5 peserta didik lainnya (J, K, N, R, T) tidak tepat dalam menguraikan permasalahan.

Terdapat 7 peserta didik (B, D, H, L, Q, Z, AC) hanya menuliskan hal yang diketahui namun tidak menuliskan hal yang harus diselesikan dari soal.

Hasil analisis pencapaian indikator membedakan pada butir soal 4 dapat ditemukannya 14 peserta didik (A, C, E, F, I, M, O, P, U, V, Y, AA, AB, AD) mampu menguraikan permasalahan dengan menuliskan hal yang diketahui dan yang harus diselesaikan. Jawaban yang tepat dari butir soal 4 indikator membedakan adalah massa C6H12O6 sejumlah 345 gram, volume O2 sebesar 48 L serta jumlah molekul relatif C6H12O6 yaitu 180 gram/mol sebagai informasi yang diketahui dari soal sedangkan hal yang harus diselesaikan dari soal yaitu menentukan massa C6H12O6 yang tersisa.

Rata-rata nilai pada indikator membedakan adalah 55,27. Nilai rata-rata tersebut menunjukan bahwa sebagian besar peserta didik telah mampu menguraikan permasalahan dengan menuliskan kembali informasi yang diketahui dari soal dan informasi yang belum diketahui dari soal.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Zahriah (2016), kemampuan membedakan pada peserta didik sudah baik karena peserta didik telah mampu memahami masalah dengan baik karena terjadi proses memilah-milah bagian yang relevan atau penting dari sebuah struktur. Selain itu,

peserta didik dapat menentukan informasi yang relevan, mana yang penting atau tidak, mana yang cocok dengan satu bagian dan mana yang cocok dengan bagian yang lain.

Mengorganisasikan merupakan suatu proses identifikasi elemen-elemen dalam membentuk sebuah struktur yang koheren. Menurut Aprilia (2019), mengorganisasikan disebut juga dengan kegiatan mengidentifikasi suatu permasalahan dan menghubungkan dengan teori yang dipelajari.

Dalam penyelesaian setiap butir soal peserta didik diharapkan dapat mengubah zat-zat dengan jumlah tertentu ke dalam mol, melakukan penyetaraan reaksi, menggunakan konsep mula-mula reaksi dan sisa (M, R, S) dan perbandingan koefisien untuk mencari mol zat lainnya.

Hasil analisis butir soal 1 pada indikator mengorganisasi menunjukkan bahwa terdapat 3 peserta didik tidak memberikan jawaban.

Peserta didik dengan jumlah 24 orang (A, B, C, D, E, F, G, I, J, K, M, N, O, P, Q, T, U, V, X, Y, AA, AB, AC, AD) tidak tepat dalam mengidentifikasi permasalahan. Sebagian besar kesalahan yang ditemukan dalam bagian ini adalah peserta didik tidak mengunakan konsep mula-mula, reaksi dan sisa dalam menentukan jumlah mol C2H3Cl pada saat sisa. Kesalahan lain yang ditemukan yaitu peserta didik keliru dalam menghitung jumlah molekul C2H2 dan HCl. 3 peserta didik (H, L, Z) telah mampu dalam mengidentifikasi permasalahan yang diketahui dan menghubungkan pada teori yang dipelajari. Jawaban yang tepat untuk jumlah mol C2H2 adalah 1.076,92 mol dan HCl adalah 2,562 mol. Persamaan reaksi yang setara adalah:

2C2H2(g)+ 2HCl(l) → 2C2H3Cl(s) (4.1) Pada butir soal 1, jawaban yang tepat untuk jumlah molekul C2H3Cl pada saat sisa yang diperoleh menggunakan konsep mula-mula, reaksi dan sisa adalah 2,562 mol.

Pada butir soal 2, semua peserta didik telah memberikan jawaban namun terdapat 15 orang (A, F, G, I, J, K, M, O, P, S, T, U, V, W, AA) belum tepat dalam mengidentifikasi permasalahan. Ketidaktepatan yang

ditemukan dalam penyelesaian butir soal 2 ini adalah peserta didik salah dalam menghitung jumlah mol Zn dan S yang berpengaruh dalam proses pengerjaan selanjutnya. Terdapat 3 peserta didik (N, Q, AC) telah mampu mengidentifikasi permasalahan yang diketahui tetapi tidak menghubungkan pada teori yang dipelajari. Peserta didik sudah mampu dalam menghitung jumlah mol Zn dan S, namun masih ditemukannya kesalahan dalam menggunakan konsep mula-mula, reaksi dan sisa dalam mencari jumlah mol ZnS pada saat sisa. Hasil pencapaian indikator mengorganisasikan dapat dilihat dari 12 peserta didik (B, C, D, E, H, L, R, X, Y, Z, AB, AD) telah mampu mengidentifikasi permasalahan yang diketahui dan menghubungkan pada teori yang dipelajari. Jawaban yang tepat pada butir soal 2 indikator membedakan adalah jumlah mol Zn sebesar 2.584,61 mol dan S sebesar 1.125 mol. Persamaan reaksi yang setara adalah:

Zn(s) + S(s)→ ZnS(s) (4.2) Jumlah mol ZnS yang terbentuk berdasarkan konsep mula-mula, reaksi dan sisa adalah sebesar 1.125 mol.

Pada butir soal 3 indikator mengorganisasikan, terdapat 1 peserta didik (X) tidak memberikan jawaban. Peserta didik lainnya dengan jumlah 9 orang (E, G, J, K, N, S, T, W, AD) belum tepat dalam mengidentitifkasi permasalahan karena peserta didik keliru dalam menghitung jumlah mol C3H8 dan O2, menyetarakan reaksi dan juga keliru dalam menggunakan konsep mula-mula, reaksi dan sisa. 13 peserta didik lainnya (A, D, F, H, I, M, O, P, Q, R, U, V, AA) telah mampu dalam mengidentitifikasi masalah yang diketahui namun tidak menghubungkan pada teori yang dipelajari.

Peserta didik ini telah mampu menghitung jumlah mol C3H8 dan O2 namun masih keliru dalam menyetarakan reaksi dan menggunakan konsep mula-mula, reaksi dan sisa. Ketercapaian indikator mengorganisasikan pada butir soal 3 menunjukkan bahwa terdapat 7 peserta didik (B, C, L, Y, Z, AB, AC) telah mampu mengidentifikasi permasalahan yang diketahui dan menghubungkan pada teori yang dipelajari. Jawaban yang tepat untuk butir soal 3 indikator mengorganisasikan adalah jumlah mol C3H8 sebesar 0,072

mol dan jumlah mol O2 sebesar 0,166 mol. Persamaan reaksi yang setara adalah:

C3H8(l) + 5O2(g) → 3CO2(g) + 4H2O(g) (4.3) Jumlah mol gas CO2 pada saat sisa yang dicari menggunakan konsep mula-mula, reaksi dan sisa adalah 0,099 mol.

Pada butir soal 4 terdapat lima peserta didik yang tidak memberikan jawaban pada indikator mengorganisasikan yaitu (G, K, S, W, X). 9 peserta didik lainnya (D, E, J, N, Q, R, T, Z, AC) masih belum tepat dalam mengidentifikasi permasalahan. Peserta didik ini belum mampu untuk menghitung jumlah mol C6H12O6 dan O2, sehingga peserta juga mengalami kekeliruan dalam proses pengerjaan selanjutnya. Peserta didik dengan kode F telah mampu dalam mengidentifikasi permasalahan namun tidak menghubungkan pada teori yang dipelajari. Ketidakmampuan peserta didik ini adalah tidak menggunakan informasi tersebut dalam konsep mula-mula, reaksi dan sisa untuk menemukan jumlah mol C6H12O6 pada saat sisa.

Ketercapaian indikator mengorganisasikan dapat dianalisis berdasakan hasil jawaban 15 peserta didik (A, B, C, H, I, L, M, O, P, U, V, Y, AA, AB, AD) yang telah mampu dalam mengidetifikasi permasalahan yang diketahui dan menghubungkan pada teori yang dipelajari. Jawaban yang tepat pada indikator mengorganisasikan butir soal 4 adalah jumlah mol C6H12O6

sebesar 1,916 mol dan O2 sebesar 1,964 mol. Persamaan reaksi yang setara adalah:

C6H12O6(s)+ 6O2(g)→ 6CO2(g)+ 6H2O(g) (4.4) Jumlah molekul C6H12O6 pada saat sisa yang diperoleh berdasarkan konsep mula-mula, reaksi dan sisa adalah 1,589 mol.

Rata-rata nilai pada indikator mengorganisasikan adalah 55,27. Nilai rata-rata tersebut menunjukan bahwa kemampuan peserta didik pada indikator mengorganisasikan sudah cukup tinggi. Menurut Dostal (2015), peserta didik dilatih untuk menyusun strategi dalam mengidentifikasi permasalahan dengan cara menemukan koherensi antara apa yang diketahui dan yang tidak diketahui kemudian menghubungkan pada teori yang

dipelajari sehingga pada akhirnya ditemukan sudut pandang yang dapat menyelesaikan masalah tersebut.

Mengatribusikan merupakan kemampuan dalam menentukan tujuan dari elemen/bagian yang membentuk sebuah struktur. Menurut Aprilia (2019), mengatribusikan merupakan suatu kemampuan dalam menyelesaikan masalah secara tepat serta mencantumkan kesimpulan.

Dalam penyelesaian soal, peserta didik diharapkan mampu menentukan pereaksi pembatas atau pereaksi berlebih serta jumlah zat tertentu (volume/massa/jumlah partikel) sesuai dengan perintah dari soal tersebut.

Pada butir soal 1 indikator mengatribusikan, sebagian besar peserta didik dengan jumlah 22 orang (A, E, F, G, I, J, K, M, N, O, P, Q, R, S , T, U, V, W, X, AA, AB, AC) tidak menyelesaikan permasalahan atau tidak menjawab. Peserta didik dengan jumlah 6 orang (B, C, D, H, Y, AD) tidak tepat dalam menyelesaikan masalah. Peserta didik ini masih keliru dalam menghitung jumlah molekul relatif C2H3Cl dan juga terdapat peserta didik yang keliru mengunakan rumus mencari massa suatu zat. Ketercapaian indikator mengatribusikan pada butir soal 1 dapat dilihat dari 2 peserta didik (L dan Z) yang mampu dalam menyelesaikan masalah dan memberikan kesimpulan. Jawaban yang tepat adalah massa C2H3Cl yang terbentuk adalah 158,844 gram.

Pada butir soal 2, peserta didik berjumlah 4 orang (J, N, T, AC) tidak memberikan jawaban. Selain itu, terdapat 11 peserta didik (A, D, F, I, K, M, O, P, U, V, AA) belum tepat dalam menyelesaikan masalah. Hal ini dikarenakan kesalahan dalam menentukan jumlah molekul ZnS menggunakan konsep mula-mula, reaksi dan sisa sehingga mempengaruhi penyelesaian soal tersebut. Peserta didik lainnya dengan jumlah 11 orang (C, E, G, Q, R, S, W, X, Y, AB, AD) sudah mampu dalam menyelesaikan masalah namun tidak memberikan kesimpulan. Ketercapaian indikator mengatribusikan dapat dianalisis dari jawaban 4 peserta didik (B, H, L, Z) yang telah mampu menyelesaikan masalah dan memberikan kesimpulan.

Jawaban yang tepat adalah unsur S berperan sebagai pereaksi pembatas dan

jumlah partikel ZnS yang diperoleh sebesar 6.772,5 x 1023 partikel molekul.

Hasil ini diperoleh dengan cara mengalikan jumlah molekul ZnS pada saat sisa dengan tetapan Avogadro.

Pada butir soal 3, terdapat 8 peserta didik (J, K, N, S, T, W, X, AD) tidak memberikan jawaban atau tidak menyelesaikan masalah. Peserta didik lainnya dengan jumlah 9 orang (B, D, G, H, L, Q, R, Z, AB) belum tepat dalam menyelesaikan masalah. Kesalahan yang ditemukan dari jawaban tersebut adalah peserta didik salah dalam menentukan jumlah mol CO2

menggunakan konsep mula-mula, reaksi dan sisa sehingga berdampak pada kesalahan dalam penentuan volume gas CO2. Selain itu terdapat 13 peserta didik (A, C, E, F, I, M, O, P, U, V, Y, AA, AC) telah mampu dalam menyelesaikan masalah dan memberikan kesimpulan. Pada butir soal 3 tidak terdapat peserta didik yang memberikan kesimpulan. Jawaban yang tepat adalah jumlah volume gas CO2 yang diperoleh pada saat STP adalah sebesar 2,2176 L.

Pada butir soal 4, terdapat 9 peserta didik (G, J, K, R, S, T, W, X, AC) tidak memberikan jawaban atau tidak mampu menyelesaikan masalah.

Peserta didik yang belum tepat dalam menyelesaikan masalah berjumlah 6 orang (D, E, N, Q, Z, AD). Hal ini dikarenakan peserta didik salah dalam menghitung jumlah mol C6H12O6 menggunakan konsep reaksi, mula-mula dan sisa sehingga berpengaruh pada perhitungan jumlah massanya. Peserta didik lainnya dengan jumlah 13 orang (A, C, F, H, I, M, O, P, U, V, Y, AA, AB) telah mampu menyelesaikan masalah namun tidak memberikan kesimpulan atas hasil pekerjaannya. Ketercapain indikator mengatribusikan dapat dilihat dari 2 peserta didik (B dan L) yang telah mampu menyelesaikan masalah dan memberikan kesimpulan. Jawaban yang tepat untuk butir soal 4 indikator mengatribusikan adalah massa C6H12O6 yang terissa adalah 286,02 gram.

Rata-rata nilai pada indikator mengatribusikan sebesar 36,11. Nilai rata-rata tersebut menunjukkan bahwa kemampuan analisis peserta didik pada indikator mengatribusikan masih tergolong rendah. Menurut Irwanto

dkk. (2017), rendahnya kemampuan peserta didik pada indikator mengatribusikan dipengaruhi karena peserta didik jarang dilatih untuk menggunakan berpikir analitis dalam proses pembelajaran dan lemahnya peserta didik untuk menentukan tujuan dari sebuah persoalan.

Rata-rata kemampuan analisis peserta didik pada topik pereaksi pembatas adalah 56,10 dengan kategori cukup tinggi. Menurut Rochman (2018), hal ini disebabkan oleh sistem pembelajaran yang mirip yaitu menggunakan ceramah, penugasan, dan catatan. Rata-rata nilai pada indikator membedakan adalah 76,94, indikator mengorganisasikan adalah 55,27 dan indikator mengatribusikan sebesar 36,11. Dari ketiga indikator tersebut, peserta didik lebih memahami pada indikator membedakan sedangkan paling sulit pada indikator mengatribusikan. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian peserta didik peserta didik telah mampu menguraikan informasi yang diperoleh, namun belum mampu dalam mengidentifikasi dan menghubungkan informasi tersebut untuk menyelesaikan persoalan. Perbedaan hasil yang tidak signifikan dikarenakan pembelajaran yang paling sering digunakan hanya diarahkan pada ingatan (C1), pemahaman (C2), dan aplikasi (C3). Hal ini yang menyebabkan peserta didik belum terbiasa dalam mengerjakan soal HOTS.