• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

C. Kerangka Berpikir

Pembelajaran Kurikulum 2013 ditekankan pada HOTS. Salah satu aspek penting dalam mengukur HOTS peserta didik adalah kemampuan menganalisis (C4). Kemampuan analisis peserta didik adalah dapat diukur menggunakan instrumen tes bentuk esai. Instrumen tes yang digunakan di SMA PL Sedayu untuk mengukur kemampuan analisis pada topik pereaksi pembatas pernah dibuat oleh guru dan dujikan, namun tetap mempertimbangkan kemampuan peserta didik. Hasil uji coba tersebut menunjukan bahwa peserta didik masih salah dalam penyelesaian soal. Nilai rata-rata UH peserta didik tahun ajaran 2019/2020 pada topik pereaksi pembatas diperoleh sebesar 75,97 namun dengan instrumen tes yang digunakan pada level C1 hingga C3 dengan rentang nilai yang bervariasi. Guru menggunakan bentuk soal esai untuk menguji kemampuan analisis pada topik pereaksi pembatas namun soal tersebut belum mengukur kemampuan analisis peserta didik.

Menyikapi hal tersebut, peneliti mengembangkan produk berupa instrumen tes untuk mengukur kemampuan analisis peserta didik pada topik pereaksi pembatas menggunakan model pengembangan Wilson, Oriondo dan Antonio yang dimodifikasi dengan dua tahap pengembangan yaitu perancangan produk dan ujicoba produk. Tahap perancangan meliputi, penetapan tujuan pengembangan produk, penentuan kompetensi yang diujikan, penentuan materi yang diujikan, penyusunan kisi-kisi tes, penulisan butir soal, desain produk, penyusunan pedoman penskoran, validasi produk dan perbaikan produk. Tahap ujicoba produk meliputi penentuan subjek penelitian, pelaksanaan penelitian, dan analisis data penelitian.

Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan, peneliti membuat kerangka berpikir yang ditunjukan pada Gambar 2.1 dalam pengembangan instrumen tes untuk mengukur kemampuan analisis peserta didik pada topik pereaksi pembatas.

1. Instrumen yang dibuat oleh guru belum mengukur secara keseluruhan kemampuan peserta didk dan belum mengukur HOTS peserta didik

2. Hasil ujicoba instrumen tes yang dibuat oleh guru adalah terdapat sebagian besar peserta didik masih salah dalam penyelesaian soal 3. Kemampuan analisis peserta didik SMA PL

St. Louise Sedayu pada materi pereaksi pembatas sangat bervariasi

Solusi

Pengembangan instrumen tes berbasis kemampuan analisis pada topik pereaksi pembatas

4. Penyusunan kisi-kisi tes 5. Penulisan butir soal

Instrumen tes berbasis kemampuan analisis pada topik pereaksi pembatas yang valid, efektif, dan praktis

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir Penelitian

19 BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R and D). Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan produk berupa instrumen tes dalam mengukur kemampuan analisis peserta didik pada topik pereaksi pembatas. Produk berupa instrumen tes yang dihasilkan diharapkan memiliki kriteria antara lain, validitas, reliabilitas, dan praktis (Destiana, 2020).

B. Desain Penelitian

Desain penelitian yang digunakan mengikuti model pengembangan Wilson, Oriondo dan Antonio yang telah dimodifikasi (Heru, 2019).

Pengembangan instrumen modifikasi model Wilson, Oriondo, dan Antonio dibagi menjadi dua tahap yaitu perancangan produk dan uji coba produk. Tahap perancangan produk meliputi penetapan tujuan pengembangan produk, penentuan kompetensi yang diujikan, penentuan topik yang diujikan, penyusunan kisi-kisi tes, penulisan butir soal, desain produk, penyusunan pedoman penskoran, validasi produk dan perbaikan produk. Tahap uji coba produk meliputi penentuan subjek penelitian, pelaksanaan penelitian, dan analisis data penelitian.

1. Tahap Perancangan Produk

a. Penetapan Tujuan Pengembangan Produk

Produk dikembangkan dengan tujuan untuk menghasilkan instrumen tes yang valid, efektif dan praktis. Pengembangan instrumen tes ini disesuaikan dengan model pengembangan instrumen tes menurut Wilson, Oriondo dan Antonio. Selain itu, produk yang dihasilkan dapat mengukur kemampuan analisis peserta didik. Menurut Rochman &

Hartoyo (2018), indikator yang dapat mengukur kemampuan analisis adalah membedakan, mengorganisasikan, dan mengatribusikan.

b. Penentuan Kompetensi yang Diujikan

Setelah tujuan tes ditentukan, selanjutnya akan dipilih kompetensi yang akan diujikan. Kompetensi yang diujikan disesuaikan dengan tes yang telah ditetapkan dengan tujuan untuk membatasi penerapan kompetensi dalam sebuah penelitian. Kompetensi Dasar (KD) yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah KD 3.10 yaitu menerapkan hukum-hukum dasar kimia, konsep massa molekul relatif, persamaan kimia, konsep mol, dan kadar zat untuk menyelesaikan perhitungan kimia.

c. Penentuan Topik yang Diujikan

Berdasarkan kompetensi yang ditetapkan, topik yang dujikan dalam penelitian ini adalah pereaksi pembatas. Topik pereaksi pembatas merupakan materi ajar kelas X MIPA semester genap di SMA.

d. Penyusunan Kisi-kisi Tes

Kisi-kisi tes disusun dengan tujuan untuk membantu penulisan butir soal. Penyusunan kisi-kisi tes dalam penelitian ini dilakukan dengan mengacu pada KD dan materi pereaksi pembatas. Level kognitif yang dipakai dalam penyusunan butir soal pada topik pereaksi pembatas adalah kemampuan analisis (C4) dengan indikator yang digunakan yaitu membedakan, mengorganisasikan, dan mengatribusikan Dalam penyusunan kisi-kisi tes, juga diperlukan pedoman penskoran terhadap butir soal.

e. Penulisan Butir Soal

Butir soal dibuat berdasarkan pedoman dalam penulisan butir soal yaitu kisi-kisi instrumen tes. Dalam penelitian ini, bentuk instrumen yang digunakan adalah tes tertulis berbentuk esai yang berjumlah empat butir soal. Menuliskan butir soal materi pereaksi pembatas harus memperhatikan stimulus yang tepat dan kontekstual (Batubara, 2019).

Stimulus yang digunakan harus menarik perhatian peserta didik untuk membaca soal, soal belum pernah dibaca namun dijumpai dalam kehidupan nyata. Butir soal yang ditulis harus dapat mengukur kemampuan analisis dalam tiga indikator yang berbeda yaitu membedakan, mengorganisasikan dan mengatribusikan. Hasil penulisan butir soal ditunjukan pada Gambar 3.1.

Gambar 3.1 Contoh Penulisan Butir Soal Keterangan:

1) Pengantar dalam butir soal

2) Persamaan reaksi kimia dalam butir soal 3) Pertanyaan dalam butir soal

4) Gambar pendukung dalam butir soal

f. Desain Produk Berupa Instrumen Tes

Tahap ini dilakukan untuk merancang dan menghasilkan produk berupa instrumen tes untuk mengukur kemampuan analisis peserta didik.

Format produk berupa instrumen tes kemampuan analisis meliputi sampul depan, daftar isi, penjelasan singkat kemampuan analisis, KI, KD, IPK, petunjuk penggunaan instrumen, butir soal dan lembar kerja peserta didik, kunci jawaban, daftar pustaka, dan sampul belakang.

Rancangan desain produk menggunakan Canva dapat dilihat pada Tabel 3.1.

1) 2)

4) 3)

Tabel 3. 1 Rancangan Desain Produk

No Langkah Desain Produk Keterangan

1 Mengakses Canva pada

Google Chrome dan pilih opsi Canva

2 Pilih daftar/masuk

3 Klik pada “Buat

Desain” untuk memilih desain yang hendak dibuat.

4  Tampilan pada desain

awal.

 Terdapat beberapa fitur yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan.

5 Pilih pada salah satu

desain.

No Langkah Desain Produk Keterangan

6  Membuat sampul

depan produk.

 Halam sampul berisi judul, gambar yang representatif, logo, dan identititas penyusun.

7 Membuat kata

pengantar dalam produk

8 Membuat daftar isi yang

disesuaikan dengan isi produk.

9 Menuliskan KI, KD,

IPK pada topik pereaksi pembatas

10 Menuliskan penjelasan

singkat tentang

kemampuan analisis.

No Langkah Desain Produk Keterangan

11 Menuliskan petunjuk

penggunaan instrumen tes.

12  Menuliskan butir

soal 1

 Menambahkan gambar yang representatif

 Membuat lembar kerja butir soal 1

13  Menuliskan butir

soal 2

 Menambahkan gambar yang representatif

 Membuat lembar kerja butir soal 2

14  Menuliskan butir

soal 3

 Menambahkan gambar yang representatif

 Membuat lembar kerja butir soal 3

15  Menuliskan butir

soal 4

 Menambahkan gambar yang representatif

 Membuat lembar kerja butir soal 4

No Langkah Desain Produk Keterangan

16  Menuliskan kunci

jawaban butir soal 1

 Menuliskan kunci jawaban butir soal 2

17  Menuliskan kunci

jawaban butir soal 3

 Menuliskan kunci jawaban butir soal 4

18 Membuat daftar pustaka

19 Membuat sampul

belakang produk

20  Klik pada tanda

anak panah

 Pilih format file dalam bentuk pdf

 Klik “Unduh” pada kotak berwarna ungu

g. Penyusunan Pedoman Penskoran

Pedoman penskoran digunakan untuk menentukan skor hasil penyelesaian pekerjaan peserta didik sehingga skor tersebut ditafsirkan menjadi nilai (Sumaryanta, 2015). Penyusunan pedoman penksoran yang digunakan dalam penelitian ini harus bersifat subjektif. Butir soal yang telah ditulis perlu dilengkapi dengan pedoman penskoran sehingga hasil tes yang telah dikerjakan oleh peserta didik dapat diberi skor.

h. Validasi Produk dan Instrumen Pendukung Penelitian

Produk dan instrumen pendukung penelitian yang telah dibuat akan divalidasi sebelum diujicobakan. Hasil validasi digunakan untuk mengetahui kelayakan dan mengevaluasi produk dan instrumen pendukung penelitian dalam mengukur kemampuan analisis peserta didik. Validasi ini dilakukan oleh dua dosen dan satu guru kimia.

Validasi terhadap produk ditinjau dari aspek materi, desain dan bahasa.

Validasi terhadap instrumen tes dinilai dari aspek materi konstruksi dan bahasa. Validasi terhadap lembar angket respon peserta didik ditinjau berdasarkan aspek petunjuk, isi, dan bahasa.

i. Perbaikan Produk dan Instrumen Pendukung Penelitian

Setelah dosen dan guru kimia melakukan validasi, selanjutnya produk dan instrumen pendukung penelitian diperbaiki sesuai saran yang diberikan. Setelah diperbaiki, produk berupa instrumen tes akan dirakit dan diujicobakan.

2. Tahap Uji Coba Produk

a. Penentuan Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian pengembangan instrumen tes untuk mengukur kemampuan analisis adalah peserta didik kelas X MIPA 1 di SMA PL Sedayu, Yogyakarta. Pemberian tes ini dilakukan setelah semua

peserta didik mengikuti pembelajaran pada topik pereaksi pembatas.

Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling.

b. Pelaksanaan Penelitian

Pelaksanaan penelitian ditentukan oleh waktu dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Peserta didik mengerjakan tes secara daring. Peserta didik mengakses tes pada google classroom.

c. Analisis Data Penelitian

Analisis data hasil uji coba butir soal digunakan untuk mengetahui kemampuan analisis peserta didik pada topik pereaksi pembatas. Analisis tersebut dilakukan menggunakan Ms. Excel 2019, model Rasch yang diolah dengan program Winstep, dan analisis deskriptif.

C. Variabel Penelitian

Variabel penelitian merupakan suatu atribut, nilai/sifat dari objek, individu/kegiatan yang mempunyai variasi tertentu antara satu dan lainnya yang telah ditentukan oleh peneliti untuk dipelajari dan dicari informasinya serta ditarik kesimpulannya (Nikmatur, 2017). Penelitian ini berfokus pada pengembangan produk berupa instrumen tes. Selama uji coba, variabel yang diukur adalah kemampuan analisis.

D. Sampel Penelitian

Populasi pada penelitian ini adalah peserta didik kelas X program MIPA SMA Pangudi Luhur Sedayu Yogyakarta. Seluruh peserta didik diuji homogenitasnya dengan teknik simple random sampling menggunakan nilai tugas pada topik hukum-hukum dasar kimia dan diambil sampel yaitu kelas X MIPA 1. Teknik simple random sampling merupakan pengambilan anggota sampel dari populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu (Sugiyono, 2012). Salah satu syarat dari simple simple random sampling adalah sampel harus berasal dari populasi yang

homogen sehingga diperlukan uji homogenitas dengan tujuan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh dari dua kelas mempunyai varian yang sama atau tidak.

E. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian dilakukan di SMA PL Sedayu, Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2021.

F. Metode Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan suatu cara untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian. Tahapan dalam pengumpulan data penelitian dijabarkan sebagai berikut:

1. Wawancara

Wawancara merupakan teknik pengumpulan data melalui peroses tanya jawab yang dilakukan secara lisan oleh dua orang atau lebih untuk memperoleh informasi yang diinginkan (Sugiyono, 2009). Wawancara dilakukan dengan guru kimia SMA Pangudi Luhur Sedayu Bantul. Tujuan dilakukan wawancara ini untuk menggali informasi tentang penggunaan instrumen tes berbasis HOTS serta tingkat HOTS pada level kemampuan analisis peserta didik. Wawancara dilakukan secara terstruktur dengan pertanyaan yang telah disiapkan terlebih dahulu.

2. Validasi Produk dan Instrumen Pendukung Penelitian

Validasi produk dan instrumen pendukung penelitian diberikan kepada validator sehingga diperoleh data penilaian validitas serta saran terhadap produk yang dikembangkan. Validator memberikan penilain berdasarkan aspek yang terdapat pada produk dan instrumen pendukung penelitian. Instrumen yang mendukung penelitian ini berupa lembar validasi butir soal dan validasi angket respon peserta didik. Penilaian terhadap lembar validasi produk dan instrumen pendukung penelitian dilakukan dengan memberikan tanda centang pada kategori sangat baik, baik, kurang

baik, dan tidak baik. Validasi dilakukan oleh 3 validator yang terdiri atas 2 orang dosen pendidikan kimia dan 1 guru kimia SMA PL Sedayu, Bantul, Yogyakarta.

3. Tes

Tes merupakan instrumen yang berisi pertanyaan dan harus dijawab oleh peserta didik untuk mengukur kemampuan analisis. Bentuk tes yang diberikan berupa esai dengan jumlah empat butir soal pada topik pereaksi pembatas. Jawaban peserta didik dapat diketik pada Ms. Word 2019 atau ditulis pada lembar kerja dan dikirmkan melalui google classroom.

4. Angket

Angket yang digunakan dalam penelitian ini ditujukan untuk mengetahui respon peserta didik terhadap instrumen tes yang diberikan.

Angket akan diberikan setelah peserta didik mengerjakan instrumen tes pada topik pereaksi pembatas. Angket berisikan sejumlah pertanyaan mengenai butir soal yang telah dikerjakan oleh peserta didik. Melalui google formulir, peserta didik memilih opsi dengan kategori sangat setuju, setuju, kurang setuju dan tidak setuju sesuai dengan aspek yang dinilai.

G. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian sebagai alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data selama penelitian berlangsung. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Lembar Wawancara

Lembar wawancara berisikan sejumlah pertanyaan yang dapat dipakai dalam pengembangan instrumen tes. Lembar ini berisi 10 pertanyaan yang digunakan untuk menganalisis karakteristik butir soal berbasis kemampuan analisis yang biasa digunakan oleh guru kimia selama proses pembelajaran topik pereaksi pembatas. Jawaban yang diperoleh dari wawancara tersebut akan digunakan sebagai dasar pengembangan dan menghasilkan instrumen

tes yang berorientasi pada C4 terhadap topik pereaksi pembatas. Lembar wawancara dapat dilihat pada Lampiran 4.

2. Lembar Validasi Produk dan Instrumen Pendukung Penelitian

Lembar validasi digunakan untuk mengetahui kelayakan produk dan instrumen pendukung penelitian yang dikembangkan. Lembar validasi produk digunakan untuk memperoleh data kualitas produk yang ditinjau dari aspek isi, desain dan bahasa. Lembar validasi produk dapat dilihat pada Lampiran 6. Lembar validasi instrumen pendukug penelitian meliputi lembar validasi instrumen tes dan lembar validasi angket respon. Lembar validasi instrumen tes bertujuan untuk mengetahui pendapat validator mengenai kelayakan butir soal yang dikembangkan yang berorientasi pada kemampuan analisis. Lembar validasi ini digunakan untuk memperoleh data validitas dari aspek materi, konstruksi, dan bahasa. Lembar validasi instrumen tes dapat dilihat pada Lampiran 8. Lembar validasi angket respon digunakan untuk memgetahui kelayakan dari lembar angket respon yang ditinjau dari aspek petunjuk, isi dan bahasa. Lembar validasi angket respon dapat dilihat pada Lampiran 18.

3. Instrumen Tes yang Berorientasi pada C4

Tes yang diujicobakan akan digunakan untuk mengukur kemampuan analisis peserta didik. Butir soal tes dikembangkan berdasarkan indikator kemampuan analisis yaitu membedakan, mengorganisasikan dan mengatribusikan. Tes yang digunakan dalam bentuk esai dengan jumlah empat butir soal pada topik pereaksi pembatas.

4. Lembar Angket Respon Peserta Didik

Lembar angket respon berisi tujuh pernyataan yang digunakan untuk mengetahui respon peserta didik terhadap produk berupa instrumen tes yang telah dikerjakan. Pengisian lembar angket respon peserta didik dilakukan

setelah peserta didik telah mengerjakan tes tersebut. Lembar angket respon peserta didik dapat dilihat pada Lampiran 20.

H. Metode Analisis Data

Data yang diperoleh menggunakan instrumen penelitian berupa data kualitatif yaitu hasil wawancara dan data kuantitatif berupa hasil validasi produk dan instrumen pendukung penelitian serta hasil uji coba produk. Metode analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini dijabarkan sebagai berikut:

1. Analisis Hasil Wawancara

Analisis hasil wawancara dengan guru kimia kelas X MIPA SMA PL Sedayu Yogyakarta dilakukan secara kualitatif. Analisis hasil wawancara ini dilakukan untuk mengetahui kebutuhan awal yang menjadi dasar permasalahan yang akan diteliti lebih lanjut. Selain itu juga, analisis wawancara menjadi acuan dalam pengembangan instrumen berbasis kemampuan analisis.

2. Analisis Hasil Validasi Produk

Analisis lembar validasi produk dilakukan setelah validator mengisi kolom nilai pada lembar validasi. Validator juga memberikan komentar atau saran mengenai produk yang dikembangkan sehingga dijadikan bahan penyempurnaan bagi peneliti. Analisis terhadap lembar validasi produk didasarkan pada aspek materi, desain dan kebahasaan.

Lembar validasi yang diberikan kepada validator dalam bentuk skala Likert. Kriteria skala Likert yang digunakan adalah sangat baik, baik, kurang baik dan tidak baik. Keempat kriteria tersebut ditunjukkan dengan Tabel 3.2.

Tabel 3. 2 Skala Penskoran

Kriteria jawaban SB B KB TB

Nilai 4 3 2 1

Keterangan:

SB : Sangat Baik

B : Baik

KB : Kurang Baik TB : Tidak Baik

Rata-rata dari skor yang diperoleh dapat dihitung menggunakan Rumus 3.1.

P = Skor yang diperoleh

Skor ideal x 100% (3.1) Hasil perhitungan dapat diinterpretasikan menggunakan kualifikasi yang

ditunjukkan pada Tabel 3.3.

Tabel 3. 3 Distribusi Lembar Validasi Produk (Riduwan, 2011) Persentase (%) Kriteria

80-100 Valid

60-79,99 Cukup Valid

50- 59,99 Kurang Valid

0- 49,99 Tidak Valid

3. Analisis Hasil Validasi Butir Soal dalam Instrumen Tes (Validitas Isi) Analisis hasil validasi instrumen tes dalam penelitian menggunakan rumus Aiken’s V yang merupakan indikasi validitas-isi tes.

Hal ini dapat menghasilkan informasi terkait penilaian dari validator yang melakukan penilaian kelayakan suatu butir soal. Setelah validator memberikan penilaian pada seluruh butir soal, Aiken’s V dapat membantu melihat hasil perbutir soal tersebut. Menurut Ningsih (2018), rumus Aiken’s V yang digunakan ditunjukkan dalam Rumus 3.2.

V = Εs

n(c−1) (3.2) Keterangan:

s = r – Io

Io = angka penilaian validitas yang terendah c = angka penilaian validitas yang tertinggi r = angka yang diberikan oleh seorang penilai n = jumlah validator

Setelah mendapatkan hasil dari persamaan Aiken’s V, nilai dikonversi ke dalam lima kriteria dengan rentang indeks Aiken V’s dari 0-1, seperti yang disajikan dalam Tabel 3.4.

Tabel 3. 4 Tingkat Pencapaian dan Kualitas Kelayakan Butir Soal (Ningsih, 2018)

Hasil Validitas Kriteria Validitas 0,80 < V ≤ 1,00 Sangat Tinggi 0,60 < V ≤ 0,80 Tinggi 0,40 < V ≤ 0,60 Cukup 0,20 < V ≤ 0,40 Rendah 0,00 < V ≤ 0,20 Sangat Rendah

4. Analisis Hasil Validasi Angket Respon Peserta Didik Terhadap Instrumen Tes

Lembar angket respon peserta didik divalidasi oleh validator dengan kriteria skor penilaian angket respon adalah sangat baik, baik, kurang baik dan tidak baik. Persentase yang digunakan untuk menghitung hasil validasi pada lembar angket respon peserta didik ditunjukkan pada Rumus 3.3.

Persentase skor validasi = skor yang diperoleh

skor ideal × 100% (3.3) Hasil perhitungan persentase skor validasi diubah menjadi data kualitatif menggunakan pedoman seperti pada Tabel 3.5

Tabel 3. 5 Kriteria Hasil Validasi Lembar Angket Respon Peserta Didik (Riduwan, 2011)

Persentase (%) Kriteria

80-100 Valid

60-79,99 Cukup Valid

50-59,99 Kurang Valid

0-49,99 Tidak Valid

5. Analisis Hasil Pengerjaan Tes

a. Analisis Kualitas Butir Soal (Validitas Empiris)

Kualitas butir soal dianalisis menggunakan program Winstep dengan pemodelan Rasch (Racsh Model) yang merupakan pengembangan model analisis oleh Georg Rasch. Kesesuaian butir

(item fit) dengan model Rasch dapat menjelaskan apakah butir instrumen berfungsi normal dalam melakukan pengukuran. Menurut Sumintono & Widhiarso (2015:127), kriteria yang digunakan untuk memeriksa kesesuaian butir instrumen dapat dilihat berdasarkan nilai Outfit Mean Square (MNSQ), Outfit Z-standard (ZSTD), dan Point Measure Correlation (Pt Mean Corr). Kriteria item fit dapat dilihat pada Tabel 3.6.

Tabel 3. 6 Kriteria Kualitas Butir Soal (Sumintono & Widhiarso: 127)

Interval Kriteria

0,5 < MNSQ <1,5 Diterima -2,0 < ZSTD < +2,0 Diterima 0,4 < Pt Measure Corr < 0,85 Diterima

b. Reliabilitas

Reliabilitas berarti sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya (Nuswowati, 2010). Analisis reliabilitas instrumen tes dilakukan dengan bantuan program Winstep. Menurut Sumintono dan Widhiarso (2015:127), program Winstep dapat memberikan informasi reliabilitas berdasarkan person/testi (indeks sparasi person), reliabilitas berdasarkan item (indeks sparasi item) dan nilai Alpha Cronbach yaitu interaksi antara person dan item. Kriteria penentuan nilai Alpha Cronbach, Item Reliability dan Person Realibility memiliki kategori yang ditunjukkan pada Tabel 3.7.

Tabel 3. 7 Kriteria Alpha Cronbach, Person Reliability dan Item Reliability (Sumintono & Widhiarso, 2015:127)

Rentang Kriteria

> 0,94 Istimewa

0,91 – 0,04 Bagus Sekali

0,81 – 0,90 Bagus

0,67 – 0,80 Cukup

< 0,67 Lemah

c. Analisis Tingkat Kesukaran Butir Soal

Tingkat kesukaran butir soal merupakan proporsi antara siswa yang dapat menjawab benar suatu butir soal dengan jumlah seluruh peserta tes. Tingkat kesukaran butir soal (item measure) memberikan tampilan nilai logit dari setiap butir soal secara terperinci. Hasil output dari tabel ini memberikan informasi butir soal diurutkan dari yang memiliki nilai logit mesure yang tertinggi ke nilai logit yang terendah yang menunjukkan bahwa soal diurutkan dari butir soal yang tersukar sampai pada butir soal termudah. Nilai ini berguna untuk mengidentifikasi kelompok item (separation). Kriteria kesulitan butir soal dengan menggunakan model Rasch yang ditunjukkan pada Tabel 3.8.

Tabel 3. 8 Tingkat Kesukaran Butir Soal

(Sumintono & Widhiarso, 2015: 127) Nilai Measure (logit) Kriteria

0 – 1 Sulit

(-1) – 0 Sedang

< -1 Mudah

d. Daya Beda Butir Soal

Daya beda soal merupakan kemampuan soal untuk membedakan siswa yang berkemampuan tinggi dan rendah. Angka yang digunakan untuk mengukur besarnya daya pembeda yaitu indeks diskriminasi yang berkisar antara 0,0 sampai 1,00. Menurut Arifin (2016), untuk instrumen berupa soal esai, rumus yang digunakan untuk menguji daya beda ditunjukan pada Rumus 3.4.

DP = X̅KA−X̅KB

SM (3.4) Keterangan:

DP = Daya Pembeda

XKA = Rata-rata kelompok atas XKB = Rata-rata kelompok bawah SM = Skor Maksimum

Data hasil daya pembeda setiap butir soal diinterpertasikan menggunakan Tabel 3.9.

Tabel 3. 9 Kriteria Indeks Daya Pembeda Soal (Arikunto, 2012: 232)

Daya Pembeda Kategori Daya Beda 0,71 - 1,00 Baik sekali/excellent 0,41 – 0,70 Baik/good

0,21 - 0,40 Cukup/statisfactory 0,00 - 0,20 Jelek/poor

6. Analisis Hasil Tes

Analisis hasil tes dilakukan dengan memberikan skor pada jawaban peserta didik. Menurut Aprilia (2019), hasil penskoran jawaban peserta didik dapat dihitung menggunakan Rumus 3.5.

Nilai = jumlah skor yang diperoleh

skor maksimum × 100 (3.5) Hasil analisis nilai tes peserta didik, diinterpretasikan menggunakan kriteria penilaian hasil tes pada Tabel 3.10.

skor maksimum × 100 (3.5) Hasil analisis nilai tes peserta didik, diinterpretasikan menggunakan kriteria penilaian hasil tes pada Tabel 3.10.