BAB III METODE PENELITIAN .............................................................. 45-70
3.4 Uji Validitas Konstruk
3.4.2 Hasil uji validitas konstruk skala kepribadian big-five
Pada pengujian validitas konstruk extraversion, penulis menguji empat item yang bersifat unidimensional, artinya benar hanya mengukur konstruk extraversion. Berdasarkan hasil analisis CFA didapatkan chi-square=13.88 df=2 p-value=0.000097 RMSEA=0.112 . Hasil tersebut menunjukkan bahwa model tidak fit, dikarenakan hasil p-value < 0.05 dan RMSEA > 0.05. Setelah dilakukan modifikasi sebanyak dua kali, diperoleh hasil chi-square=0.00 df =0 p-value=1.000 RMSEA=0.000. Berdasarkan hasil tersebut diketahui p-value > 0.05 dan RMSEA < 0.05, maka model dapat dinyatakan fit, artinya seluruh item hanya mengukur satu faktor saja yakni extraversion.
Langkah selanjutnya adalah melihat apakah item signifikan atau valid dalam mengukur apa yang hendak diukur. Adapun cara menentukan item mana yang valid adalah dengan melihat nilai-t (t-value), apabila nilainya > 1.96 maka item tersebut valid, dan jika < 1.96 maka item tersebut tidak valid dan perlu di-drop. Berikut koefisien muatan faktor item extraversion yang disajikan dalam tabel 3.7.
Tabel 3. 7
Muatan faktor item extraversion
Nomor item Koefisien Standard Error T-value Siginifikan
1 0.76 0.05 13.84 √
6 0.77 0.06 12.94 √
11 0.90 0.06 15.58 √
16 0.42 0.05 8.57 √
Keterangan: tanda √ = signifikan (t-value = > 1.96) X = tidak signifikan
Berdasarkan tabel 3.7 di atas, diketahui bahwa empat item valid dengan nilai t-value > 1.96 dan bernilai positif. Hal ini berarti, seluruh item konstruk extraversion benar hanya mengukur extraversion dan tidak mengukur hal lain. Dengan demikian, seluruh item dapat digunakan dalam analisis berikutnya dan tidak ada item yang perlu didrop.
2. Hasil uji validitas konstruk dimensi agreeableness
Pada konstruk agreeableness, penulis menguji empat item yang bersifat unidimensional, dalam arti benar hanya mengukur konstruk agreeableness. Berdasarkan hasil analisis CFA didapatkan chi-square=70.79 df=2 p-value=0.000 RMSEA=0.271. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model tidak fit, dikarenakan hasil p-value<0.05 dan RMSEA>0.05. Setelah dilakukan modifikasi sebanyak dua kali, diperoleh hasil chi-square=0.00 df=2 p-value=1.000 RMSEA=0.000. Berdasarkan hasil tersebut diketahui p-value > 0.05 dan RMSEA < 0.05, maka model dapat dinyatakan fit, artinya seluruh item hanya mengukur satu faktor saja yakni agreeableness.
Langkah selanjutnya adalah melihat apakah item signifikan atau valid dalam mengukur apa yang hendak diukur. Adapun cara menentukan item mana yang valid adalah dengan melihat nilai-t (t-value), apabila nilainya > 1.96 maka item tersebut
valid, dan jika < 1.96 maka item tersebut tidak valid dan perlu di-drop. Berikut koefisien muatan faktor item agreeableness yang disajikan dalam tabel 3.8.
Tabel 3. 8
Muatan faktor item agreeableness
Nomor item Koefisien Standard Error T-value Siginifikan
2 0.33 0.07 4.92 √
7 0.40 0.08 5.34 √
12 0.14 0.10 1.42 X
17 0.99 0.15 6.45 √
Keterangan: tanda √ = signifikan (t-value = > 1.96) X = tidak signifikan
Berdasarkan tabel 3.8 di atas, diketahui bahwa tiga item valid dengan nilai t-value > 1.96 dan bernilai positif, namun terdapat satu item yang tidak valid dengan nilai t-value < 1.96. Dengan demikian, item nomor 12 perlu didrop karena kemungkinan mengukur hal lain selain konstruk agreeableness.
3. Hasil uji validitas konstruk dimensi conscientiousness
Pada konstruk conscientiousness, penulis menguji empat item yang bersifat unidimensional, artinya benar hanya mengukur konstruk conscientiousness. Berdasarkan hasil analisis CFA didapatkan chi-square=22.14 df=2 p-value=0.000002 RMSEA=0.146. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model tidak fit, dikarenakan hasil p-value < 0.05 dan RMSEA > 0.05. Setelah dilakukan modifikasi sebanyak satu kali, diperoleh hasil chi-square=2.04 df=1 p-value=0.153 RMSEA=0.047. Berdasarkan hasil tersebut diketahui p-value > 0.05 dan RMSEA < 0.05, maka model dapat dinyatakan fit, artinya seluruh item hanya mengukur satu faktor saja yakni conscientiousness.
Langkah selanjutnya adalah melihat apakah item signifikan atau valid dalam mengukur apa yang hendak diukur. Adapun cara menentukan item mana yang valid
adalah dengan melihat nilai-t (t-value), apabila nilainya > 1.96 maka item tersebut valid, dan jika < 1.96 maka item tersebut tidak valid dan perlu di-drop. Berikut koefisien muatan faktor item conscientiousness yang disajikan dalam tabel 3.9. Tabel 3. 9
Muatan faktor item conscientiousness
Nomor item Koefisien Standard Error T-value Siginifikan
3 0.38 0.07 5.40 √
8 0.40 0.07 5.74 √
13 0.32 0.07 4.74 √
18 0.71 0.10 6.85 √
Keterangan: tanda √ = signifikan (t-value = > 1.96) X = tidak signifikan
Berdasarkan tabel 3.9 di atas, diketahui bahwa empat item valid dengan nilai t-value > 1.96 dan bernilai positif. Hal ini berarti, seluruh item konstruk conscientiousness benar hanya mengukur conscientiousness dan tidak mengukur hal lain. Dengan demikian, seluruh item dapat digunakan dalam analisis berikutnya dan tidak ada item yang perlu didrop.
4. Hasil uji validitas konstruk dimensi neuroticism
Pada konstruk neuroticism, penulis menguji empat item yang bersifat unidimensional, artinya benar hanya mengukur konstruk neuroticism. Berdasarkan hasil analisis CFA didapatkan chi-square=43.15 df=2 p-value=0.000 RMSEA=0.209. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model tidak fit, dikarenakan hasil p-value < 0.05 dan RMSEA > 0.05. Setelah dilakukan modifikasi sebanyak satu kali, diperoleh hasil chi-square=0.16 df=1 p-value=0.68866 RMSEA=0.000. Berdasarkan hasil tersebut diketahui p-value > 0.05 dan RMSEA < 0.05, maka model dapat dinyatakan fit, artinya seluruh item hanya mengukur satu faktor saja yakni neuroticism.
Langkah selanjutnya adalah melihat apakah item signifikan atau valid dalam mengukur apa yang hendak diukur. Adapun cara menentukan item mana yang valid adalah dengan melihat nilai-t (t-value), apabila nilainya > 1.96 maka item tersebut valid, dan jika < 1.96 maka item tersebut tidak valid dan perlu di-drop. Berikut koefisien muatan faktor item neuroticism yang disajikan dalam tabel 3.10.
Tabel 3. 10
Muatan faktor item neuroticism
Nomor item Koefisien Standard Error T-value Siginifikan
4 0.68 0.05 13.04 √
9 0.51 0.05 9.85 √
14 0.76 0.05 14.06 √
19 0.50 0.05 9.64 √
Keterangan: tanda √ = signifikan (t-value = > 1.96) X = tidak signifikan
Berdasarkan tabel 3.10 di atas, diketahui bahwa empat item valid dengan nilai t-value > 1.96 dan bernilai positif. Hal ini berarti, seluruh item konstruk neuroticism benar hanya mengukur neuroticism dan tidak mengukur hal lain. Dengan demikian, seluruh item dapat digunakan dalam analisis berikutnya dan tidak ada item yang perlu didrop.
5. Hasil uji validitas konstruk dimensi openness to experience
Pada konstruk openness to experience, penulis menguji empat item yang bersifat unidimensional, artinya benar hanya mengukur konstruk openness to experience. Berdasarkan hasil analisis CFA didapatkan chi-square=105.75 df=2 p-value=0.0000 RMSEA =0.332. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model tidak fit, dikarenakan hasil p-value < 0.05 dan RMSEA > 0.05. Setelah dilakukan modifikasi sebanyak satu kali, diperoleh hasil chi-square=0.00 df=1 p-value=0.94867 RMSEA=0.000. Berdasarkan hasil tersebut diketahui p-value > 0.05 dan RMSEA
< 0.05, maka model dapat dinyatakan fit, artinya seluruh item hanya mengukur satu faktor saja yakni openness to experience.
Langkah selanjutnya adalah melihat apakah item signifikan atau valid dalam mengukur apa yang hendak diukur. Adapun cara menentukan item mana yang valid adalah dengan melihat nilai-t (t-value), apabila nilainya > 1.96 maka item tersebut valid, dan jika < 1.96 maka item tersebut tidak valid dan perlu di-drop. Berikut koefisien muatan faktor item openness to experience yang disajikan dalam tabel 3.11.
Tabel 3. 11
Muatan faktor item openness to experience
Nomor item Koefisien Standard Error T-value Siginifikan
5 0.73 0.06 12.51 √
10 0.38 0.05 7.30 √
15 0.43 0.05 8.31 √
20 0.76 0.06 12.75 √
Keterangan: tanda √ = signifikan (t-value = > 1.96) X = tidak signifikan
Berdasarkan tabel 3.11 di atas, diketahui bahwa empat item valid dengan nilai t-value > 1.96 dan bernilai positif. Hal ini berarti, seluruh item konstruk openness to experience benar hanya mengukur openness to experience dan tidak mengukur hal lain. Dengan demikian, seluruh item dapat digunakan dalam analisis berikutnya dan tidak ada item yang perlu didrop.