Berdasar hasil observasi, di Desa Nania tidak terdapat komunitas IDPs yang terkonsentrasi di suatu wilayah tertentu. Mereka tersebar di berbagai wilayah di desa ini.
D. Kelurahan Nusaniwe
4Kelurahan Nusaniwe secara administratif masuk dalam wilayah Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon. Kelurahan yang mendiami lahan seluas lebih dari 16 hektar ini, berjarak sekitar 4 Km dari ibu kota kecamatan dan 5 Km dari pusat Kota Ambon. Kelurahan yang memiliki garis pantai sepanjang 1,5 Km, berada persis di sebelah barat Kota
Ambon. Secara geograis, Kelurahan Nusaniwe berbatasan dengan Negeri Amahusu (sebelah barat), Teluk Ambon (sebelah utara), Kelurahan Benteng (sebelah timur), dan Kelurahan Benteng serta Kota Ambon (sebelah selatan).
Kelurahan Nusaniwe tergolong daerah yang ramai dengan populasi warga sebanyak 7.647 jiwa, terdiri dari 3.998 laki-laki dan 3.649 perempuan. Mereka tersebar di 22 RT. Tabel berikut ini memberikan gambaran mengenai komposisi penduduk Nusaniwe berdasarkan kelompok umur dan jenis kelaminnya, pada tahun 2012.
4 Data yang digunakan dalam tulisan bagian ini, bersumber dari Laporan Hasil Assessment IRE Yogyakarta tahun 2012 dan Renstra Kelurahan Nusaniwe 2013 – 2017.
Negeri dan Kelurahan Lokasi MATASIRI 49
Tabel 2.7
Jumlah Penduduk Kelurahan Nusaniwe menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2012
No Kelompok
Usia (Tahun) Laki – Laki Perempuan Jumlah
1 0 – 4 345 332 677 2 5 – 9 229 223 452 3 10 – 14 396 364 760 4 15 – 19 369 347 716 5 20 – 24 370 332 702 6 25 – 29 364 323 687 7 30 – 34 319 294 613 8 35 – 39 340 315 655 9 40 – 44 299 278 577 10 45 – 49 282 263 545 11 50 – 54 233 218 451 12 55 – 59 175 164 339 13 60 – 64 110 89 199 14 65 – 69 90 57 147 15 70 – 74 52 36 88 16 75 + 25 14 39 Total 3. 998 3. 649 7. 647
Sumber: Renstra Kelurahan Nusaniwe, tahun 2013-2017
Jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian pokok, yang terbesar adalah sebagai pelajar/mahasiswa sebanyak 2.190 orang. Selanjutnya, pensiunan PNS/POLRI/ TNI sejumlah 959 orang, ibu rumah tangga 892 orang, kemudian yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil ada 536, TNI/POLRI 458 orang, dan karyawan perusahaan 287 orang. Sementara sisanya atau jenis-jenis mata pencaharian pokok lain berjumlah dibawah 60 orang yang bekerja baik di bidang formal (dosen, pengusaha, pengacara/notaris, dokter) dan informal (nelayan, petani, pedagang keliling, perbengkelan, pembantu rumah tangga). Sedangkan yang
belum/tidak bekerja adalah sebesar 1.790 orang.
Pembagian penduduk berdasarkan agama diuraikan se- bagai berikut: Islam 2.850 orang, Kristen Protestan 4.206 orang, Katolik 489 orang, Hindu 95 orang dan Kepercayaan Kepada Tuhan YME 7 orang. Komposisi penduduk ber- dasarkan suku sangat heterogen di mana berasal dari: Suku Sulawesi (Minahasa, Makasar, Bugis, Buton) sebesar 1.107 orang, Maluku (Ambon, dari berbagai wilayah di Kepulauan Maluku: Seram, Saparua, kepulauan Maluku Tenggara dan Utara) sebesar 5.846 orang, Suku Jawa 259 orang, Sumatra 89 orang, Flores 111 orang, dan Papua 70 orang.
Seperti halnya kelurahan lain di Maluku, Nusaniwe juga mempunyai angka pengangguran yang tinggi. Tercatat ada 1.684 atau 40,23% warga Nusaniwe yang mengganggur. Angka pengangguran yang relatif tinggi ini tentu saja berbanding lurus dengan angka kemiskinan. Setidaknya terdapat 236 (12,60%) rumah tangga miskin, dan mereka juga terdaftar sebagai keluarga yang berhak atas distribusi Raskin dan layanan Jamkesmas. Tingkat pengangguran yang tinggi itu juga berkaitan dengan masih tingginya angka putus sekolah yang mencapai 356 (4,65%) anak. Khusus untuk warga putus sekolah usia SD/MI, SMP/Mts, SMA/MA, selama ini telah terlayani melalui program pendidikan luar sekolah yaitu paket A, B, dan C. Oleh karena itu, jumlah warga putus sekolah yang ada adalah warga putus sekolah yang bukan lagi usia sekolah. Akan tetapi, kalau dicermati lebih jauh tingkat pendidikan sebagian warga Nusaniwe sudah sangat tinggi, terbukti ada delapan warga yang berpendidikan Doktor (S3), dan 36 warga lulusan Master (S2). Tabel berikut ini memberikan informasi lebih detail tentang tingkat pendidikan warga masyarakat Kelurahan Nusaniwe.
Negeri dan Kelurahan Lokasi MATASIRI 51
Tabel 2.8
Tingkat Pendidikan Warga Kelurahan Nusaniwe Tahun 2012
No Jenis Pendidikan Laki - Laki Perem-
puan Jumlah 1 Tidak Tamat SD 44 37 81 2 Sekolah Dasar/ Sederajat 674 647 1.321 3 SMP 554 492 1.046 4 Tidak Tamat SMP 71 63 134 5 SMA/SMK 577 567 1.144 6 Tidak Tamat SMA/SMK 75 66 141 7 Diploma (D II dan D III) 58 56 114 8 Sarjana (S1) 462 417 879 9 Magister (S2) 29 7 36 10 Doctor (S3) 7 1 8
Sumber: Renstra Kelurahan Nusaniwe, tahun 2013-2017
Sebagai bagian dari wilayah Kota Ambon, Nusaniwe sudah terfasilitasi layanan pengelolaan sampah yang diberikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot). Kelurahan tersebut sudah memiliki 12 Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang rerata memiliki kapasitas tampung sekitar 500 Kg sampah. TPS-TPS tersebut diproyeksikan untuk menampung timbulan sampah warga yang rerata mencapai 23,15 M³ per hari dan dihasilkan oleh 7.647 warga. Namun, belum semua timbulan sampah terkonsentrasi di TPS. Masih ada sekitar 7,15 M³ sampah yang tidak terkumpul di TPS, sebagian besar dibakar dan dibuang warga secara sembarangan di saluran-saluran drainase atau got-got, badan sungai dan lahan kosong, yang pada akhirnya terbawa aliran air
dan masuk ke laut ketika musim hujan. Padahal, Pemkot Ambon sebenarnya sudah memiliki Instalasi Pengolahan Sampah Terpadu (IPST) yang menjadi tujuan akhir dari timbulan sampah setelah diangkut dari TPS.
Karena berbatasan langsung dengan Teluk Ambon, Nusa niwe memiliki potensi perikanan tangkap yang cukup menjanjikan. Di Nusaniwe sudah terbentuk dua kelom- pok nelayan penangkap ikan secara tradisional, yang beranggotakan sekitar 20 orang nelayan. Mereka mengaku sudah pernah mendapatkan bantuan dari Dinas Perikanan Kota Ambon dalam bentuk paket peralatan melaut, dan juga dari Dinas Sosial berupa modal usaha yang dibelanjakan untuk pengadaan peralatan melaut, namun volumenya belum memadahi untuk meningkatkan kemampuan mereka
dalam menangkap ikan secara signiikan. Petugas penyuluh
lapangan yang sejatinya ditujukan untuk memberikan pendampingan terhadap para nelayan, ternyata sudah lama tidak aktif lagi, sehingga kegiatan kedua kelompok nelayan tersebut nyaris tanpa pembinaan.
Pesisir pantai sepanjang 1,6 Km yang dimiliki Kelurahan Nusaniwe, merupakan potensi pariwisata yang sangat potensial. Panorama pantai yang berkilau ketika matahari terbit dan terbenam layak diangkat dan dipromosikan sebagai obyek wisata yang bisa meningkatkan pendapatan warga dan pemerintahan Kelurahan Nusaniwe. Selain itu, makanan khas warga masyarakat setempat juga sebagai potensi yang bisa dikombinasikan untuk mendukung sektor pariwisata. Makanan lokal tersebut antara lain seperti papeda, sagu, kasbi, keladi, kuah ikan kuning, colo-colo, kohu-kohu, ikan bakar, dan jajanan seperti, pisang goreng, sukun goreng, ampas tarigu, cempeda goreng, pisang gepe, serta jenis minuman lokal seperti bubur ne’, anggur yang
Negeri dan Kelurahan Lokasi MATASIRI 53
terbuat dari buah-buahan segar dan juga berbagai jenis kolak, yang juga dapat dikembangkan menjadi potensi wisata kuliner di Nusaniwe. Museum Siwalima di Taman Makmur juga sangat potensial untuk melengkapi obyek wisata bidang purbakala dan budaya.