Berdasar hasil observasi, di Negeri Hatuhenu tidak terdapat komunitas IDPs yang terkonsentrasi di suatu wilayah tertentu. Mereka tersebar di berbagai wilayah di negeri ini.
N. Desa Waiketam Baru
14Di samping 13 negeri/kelurahan yang menjadi mitra Pro- gram MATASIRI, terdapat 1 desa dan 1 dusun sebagai lokasi pengembangan program, yaitu Desa Waiketam Baru dan Dusun Salas. Desa Waiketam Baru sebelumnya bernama UPT-R Banggoi, merupakan suatu wilayah yang terletak di bagian Barat Kota Bula, Kecamatan Bula Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur. Awalnya pada tahun 1997, pemerintah pusat melalui program transmigrasi mendatangkan warga baru yang terdiri dari berbagai etnis, yakni Suku Bali, Jawa, dan Maluku, yang berasal dari Negeri Latuhalat di Kota Ambon dan Key Dari Maluku Tenggara. Saat itu, desa tersebut di bawah pembinaan serta pengawasan Kementerian Transmigrasi, sehingga diberi nama UPT-R Banggoi. Kehidupan warga desa tetap terpelihara dengan terjadinya pembauran dan perilaku saling menghargai baik antar suku, agama serta adat istiadat masing-masing.
Pecahnya konlik sosial tahun 1999 yang bergolak dan
14 Data yang diketengahkan dalam tulisan bagian ini bersumber dari
Laporan Hasil Assesmen IRE Yogyakarta 2012 dan monograi Desa
melanda daerah Maluku juga berimbas pada masyarakat di UPT-R Banggoi. Masyarakat desa yang tadinya hidup aman dan damai mulai terusik serta merasa terancam akibat adanya segregasi sosial tersebut. Sebagian warga khususnya Suku Maluku dengan terpaksa harus meninggalkan UPT-R Banggoi (Desa Waiketam Baru) untuk kembali ke tempat asalnya atau mencari lingkungan yang lebih aman, sedangkan sebagian warga masyarakat khususnya Suku Bali dan Suku Jawa tetap memilih tinggal dan berusaha di UPT-R Banggoi (Desa Waiketam Baru).
Sejalan dengan perjuangan warga masyarakat, pada tahun 2003, Pemerintah Pusat menyetujui kemauan ma- sya rakat untuk melakukan pemekaran, dan lahirlah Kabu - paten Seram Bagian Timur (SBT). Pemekaran tersebut melahirkan Kabupaten Seram Bagian Timur dan Kabupaten Seram Bagian Barat, terpisah dari Maluku Tengah. UPT-R Banggoi masuk bagian administrasi dari Kabupaten Seram Bagian Timur. Momentum lahirnya kabupaten baru, men- dorong warga UPT-R Banggoi untuk terus maju dan ber- kembang agar status desanya berubah menjadi tidak lagi sebagai binaan Kementerian Transmigrasi. Keinginan warga tersebut pada akhirnya disambut oleh pemerintah daerah baru tersebut, sehingga pada tahun 2010 dengan Peraturan Daerah Kabupaten SBT telah menetapkan UPT-R Banggoi
menjadi desa deinitif dengan nama “Waiketam Baru”. Dengan semikian seluruh tanggung jawab pembinaan masyarakat dan pemerintahan di Desa Waiketam Baru sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur.
Nama Waiketam sendiri dipilih karena di tengah desa mengalir sebuah sungai besar yang bernama Waiketam dan oleh masyarakat adat dikenal sebagai cikal bakal
Negeri dan Kelurahan Lokasi MATASIRI 121
para leluhur membangun kehidupannya. Sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur mereka, maka nama Waiketam tetap digunakan, sebagai pengganti UPT-R Banggoi.
Setelah memperoleh pengakuan Pemerintah Kabupaten
SBT sebagai desa yang deinitif, Waiketam Baru akhirnya juga memiliki Kepala Desa dan jajaran aparaturnya, serta dibantu oleh 4 Kepala Dusun, untuk Dusun Buana Makmur, Dusun Kamboya, Dusun Alas Aru, Dusun Mekar Baru, yang membawahi 12 Rukun Tentangga.
Walaupun menjadi desa adat, namun karena masya- rakatnya banyak yang berasal dari luar wilayah SBT sehingga nuansanya sangat mencerminkan suasana keaslian masyarakat pendatang yakni dari Suku Bali dan Suku Jawa. Suasana tersebut nampak saat memasuki wilayah desa yang sangat kental dengan nuansa atau ornamen budaya Jawa maupun Bali. Hal ini terlihat dari bentuk bangunan rumah yang menyerupai pura dan joglo serta bahasa atau percakapan sehari-hari yang masih menggunakan bahasa daerah asalnya. Meskipun didominasi oleh masyarakat pendatang, namun struktur kehidupan sosial budaya khu- susnya pengakuan dan perlakuan terhadap adat-istiadat serta kearifan masarakat lokal tetap dipegang teguh dan ditaati oleh semua warga masyarakat termasuk warga pendatang (transmigrasi). Karena memiliki korelasi de- ngan masyarakat transmigrasi, maka aktivitas atau mata pencaharian utama masyarakatnya adalah pengolah la- han pertanian. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten SBT telah menetapkan Waiketam Baru sebagai kawasan strategis untuk pengembangan pertanian utama bagi pemenuhan kebutuhan Kabupaten SBT.
Desa Waiketam Baru sebagai sentrum pengembangan sektor pertanian dengan produk unggulan beras, selain karena memiliki potensi yang cukup besar, juga letaknya sangat strategis, berada pada jalur utama Trans Seram sepanjang lebih kurang 3 Km. Pada sepanjang wilayah desa terlihat hamparan sawah yang luas sehingga masyarakatnya sangat menggantungkan hidup dari usaha persawahan. Usaha yang tak kenal lelah masyarakat Waiketam Baru, sehingga oleh Pemerintah Kabupaten SBT sejak tahun 2007 telah menetapkan Desa Waiketam Baru sebagai salah satu desa lumbung beras di Kabupaten SBT.
Secara administratif, Desa Waiketam Baru termasuk dalam wilayah Kecamatan Bula Barat, Kabupaten SBT yang membawahi 4 Dusun dan 12 RT, terletak di sebelah Barat Kota Bula dengan luas wilayah secara keseluruhan lebih kurang 3 Km2, dan memiliki batas-batas sebagai berikut: di sebelah utara berbatasan dengan Laut Seram, di bagian selatan berbatasan dengan Taman Manusela, di bagian barat berbatasan dengan Desa Akitanate, dan di sebelah timur berbatasan dengan Kota Bula.
Topograi Desa Waiketam Baru sangat datar, dengan ketinggian lebih kurang lima meter dari permukaan laut. Permukaan yang relatif datar dengan jenis tanah yang didominasi oleh tanah merah, kuning, dan hitam, membuat Waiketam Baru sangat subur dan produktif untuk bidang pertanian.
Jumlah penduduk Desa Waiketam Baru sebanyak 1.144 jiwa, dengan komposisi terdiri dari laki-laki sebanyak 590 jiwa dan perempuan sebanyak 554 jiwa dan menyebar pada 4 Dusun dan 12 RT. Tebel berikut ini menyuguhkan informasi lebih detail tentang komposisi penduduk Desa Waiketam Baru.
Negeri dan Kelurahan Lokasi MATASIRI 123
Tabel 2.39
Jumlah Penduduk Desa Waiketam Baru Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2012
No Kelompok Umur (Tahun) Laki – Laki (Jiwa) Perem- puan (Jiwa) Jumlah (Jiwa) 1 0 – 5 122 115 237 2 6 – 14 135 138 273 3 15 - 45 152 149 301 4 45 ke atas 181 152 333 Jumlah 590 554 1.144
Sumber: Monograi Desa Waiketam Baru, tahun 2012
Untuk meningkatkan ekonomi keluarga, mata pen- caharian utama masyarakat Desa Waiketam Baru adalah petani dan terfokus pada usaha pertanian (sawah) dan perkebunan. Selain pekerjaan utama tersebut, sebagian masyarakat juga melakukan pekerjaan lainnya seperti Pegawai Negeri Sipil, pedagang dan peternak. Tabel berikut ini menggambarkan informasi tentang mata pencaharian warga Waiketam Baru.