• Tidak ada hasil yang ditemukan

Negeri Makariki

Dalam dokumen Binder1 Buku MATASIRI 7 Mei 2014 kecil (Halaman 163-170)

IDPs di Kelurahan Ampera

K. Negeri Makariki

Secara administratif, Negeri Makariki termasuk dalam wilayah Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah. Makariki terletak di sebelah Utara Kabupaten Maluku Tengah, dengan membawahi 2 dusun dan 12 RT, yakni Dusun Waitetes dan Dusun Sion. Makariki memiliki wilayah seluas 4.016,8 Ha, terdiri dari 4.000 Ha daratan dan 16,8 Ha lautan. Luas wilayah yang dipakai untuk pemukiman sekitar 250 Ha. Makariki memiliki garis pantai sepanjang 7 Km, dengan batas-batas sebagai berikut, sebelah utara (Kecamatan Teon Nila Serua/TNS), sebelah selatan (Negeri Sehati), sebelah barat (Laut Teluk Elpaputih), dan sebelah timur (Petuanan Negeri Sepa).

Kondisi topograi petuanan Negeri Makariki pada umum- nya adalah dataran rendah, dengan jenis tanah alu vial. Jenis tanah ini memiliki solum sedang sampai dalam, dengan tekstur sedang dan berdrainase buruk. Jenis tanah ini juga berasosiasi dengan jenis-jenis regosol, gleisol, dan kambisol. Vegetasi yang dominan di daerah ini adalah tanaman kelapa dan tanaman campuran lainnya.

11 Data yang digunakan dalam tulisan bagian ini, bersumber dari Laporan Hasil Assessment IRE Yogyakarta tahun 2012 dan RPJM Negeri Makariki 2013 – 2017.

Negeri dan Kelurahan Lokasi MATASIRI 99

Seperti kawasan Maluku Tengah lainnya, Negeri Makariki sangat dipengaruhi oleh 2 musim besar, musim timur atau musim hujan dan musim barat atau musim panas. Musim timur atau hujan berlangsung dari bulan April sampai September, dengan curah hujan rata-rata 27 ml/hari dan hari hujan yang cukup tinggi pada periode Juni hingga Agustus. Sementara, musim barat atau musim panas berlangsung dari bulan Oktober hinggas April, dengan suhu berkisar 500C-600C. Kedua musim ini juga kerap diselingi musim pancaroba, yakni peralihan musim timur ke musim barat, yang berlangsung pada bulan Oktober dan November, serta musim barat ke musim timur yang berlangsung pada periode Maret dan April.

Negeri yang cukup ramai tersebut dihuni oleh 3.458 jiwa, dengan komposisi penduduk yang terdiri dari 1.770 laki-laki dan 1.688 perempuan. Populasi penduduk yang cukup banyak tersebut terbagi dalam 3 lokasi pemukiman, yakni negeri induk (pusat pemerintahan) yang dihuni 2.598 jiwa, Dusun Waitetes dengan populasi sebanyak 248 jiwa, dan Dusun Sion dengan penduduk berjumlah 612 jiwa. Berdasarkan kelompok umur dan jenis kelaminnya, penduduk Makariki bisa digambarkan dalam tabel berikut ini.

Tabel 2.28

Jumlah Penduduk Negeri Makariki Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2012

No Kelompok

Usia (Tahun) Laki – Laki

Perem- puan Jumlah 1 0 – 5 178 141 319 2 6 – 14 355 373 728 3 15 – 45 859 804 1.663 4 46 keatas 378 370 748

Sumber: RPJM Negeri Makariki, tahun 2013-2017

Sampai dengan tahun 2012, klasiikasi pendidikan ang-

gota masyarakat Negeri Makariki sangat bervariasi mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai dengan magister. Tabel berikut ini mengetengahkan data mengenai tingkat pendidikan warga masyarakat Negeri Makariki hingga tahun 2012.

Tabel 2.29

Jumlah Penduduk Negeri Makariki Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 2012

No Jenis Pendidikan Jumlah

1 Belum tamat SD 623

2 Sekolah Dasar/Sederajat 589

3 SMP 668

4 SMU/SMK 1.128

5 Diploma (D II dan D III) 90

6 Sarjana (S1) 89

7 Magister (S2) 3

Negeri dan Kelurahan Lokasi MATASIRI 101

Sebagian besar penduduk Negeri Makariki meng- gantungkan hidupnya dari sektor pertanian dan perkebunan. Tercatat 425 orang bekerja sebagai petani, 32 orang nelayan, 275 orang sebagai PNS, 78 orang TNI/ POLRI, 21 orang tukang ojek, dan 24 orang pedagang. Detail informasi tentang pekerjaan warga Makariki bisa diamati pada tabel berikut ini.

Tabel 2.30

Jumlah Penduduk Negeri Makariki Menurut Mata Pencaharian Tahun 2012

No Jenis Pekerjaan Jumlah

(orang)

1 Petani 425

2 Nelayan 32

3 Pegawai Negeri Sipil 275

4 Pensiun 60 5 Karyawan 49 6 Tukang Ojek 21 7 Buruh 75 8 Pedagang 13 9 Pengusaha 11 10 Peternak 14 11 Montir 2 12 Tukang Bangunan 39 13 Tukang Jahit 2 14 Pengrajin 5 Jumlah 1.023

Negeri Makariki membawahi 2 dusun, dengan penduduk yang memiliki mata pencaharian beragam, sehingga sangat berpengaruh pada pendapatan masyarakat dan turut memberikan kontribusi bagi keberhasilan pembangunan di negeri ini. Di Dusun Waitetes, kegiatan ekonomi produksi warga lebih banyak terfokus pada kegiatan pertanian sayur-sayuran, dan tanaman perkebunan seperti coklat, pala, dan kelapa. Sementara, warga masyarakat di Dusun Simon, selain menekuni bidang perkebunan, mereka juga mengembangkan kegiatan peternakan yang juga menjadi andalan sumber penghidupan. Dari mata pencaharian tersebut, pendapatan rata-rata keluarga di Negeri Makariki berkisar antara Rp. 750.000,00 sampai dengan Rp. 2.500.000,00 per bulan.

Sampai dengan tahun 2012, jumlah anak putus sekolah di Negeri Makariki mencapai 30 orang pada semua jenjang pendidikan, sedangkan angka pengangguran lebih kurang 1,38% dari jumlah penduduk usia kerja di Negeri Makariki. Selain itu, masalah penting lain yang juga dihadapi Makariki adalah masih tingginya jumlah rumah tangga miskin, yang mencapai 531 KK, serta masih adanya sekitar 15 unit tempat tinggal yang kurang layak huni.

Dari hasil kajian potensi negeri, sebagian besar kegiatan masyarakat bergerak di bidang pertanian, yakni se- banyak 425 orang. Kegiatan usaha tanaman perkebunan merupakan salah satu komoditi unggulan dan yang paling banyak diusahakan oleh masyarakat. Usaha-usaha tanaman perkebunan yang cukup menonjol adalah, coklat, kelapa, dan sagu. Dari lahan potensial seluas 4.000 Ha, yang baru diusahakan untuk kegiatan pertanian dan perkebunan yakni seluas 139 Ha.

Negeri dan Kelurahan Lokasi MATASIRI 103

Luas areal produksi tanaman coklat sebesar 30 Ha, dengan hasil produksi rata-rata tiap tahunnya sebanyak 5 ton. Selain tanaman coklat, komoditas perkebunan lainnya yang cukup potensial adalah tanaman pala, dengan luas areal garapan seluas 3 Ha dan kapasitas produksi rata- rata 100 Kg per tahun. Untuk tanaman kelapa, luas areal garapanya mencapai 40 Ha dengan hasil produksi rata- rata 25 ton setiap tahun. Tanaman sagu yang merupakan makanan asli masyarakat Makariki luas lahan produksinya mencapai 40 Ha, dengan kapasitas produksi tiap tahunnya 20 ton. Tabel berikut ini memberikan informasi yang lebih detail tentang luas lahan dan kapasitas produksinya per tahun.

Tabel 2.31

Jumlah Jenis Tanaman, Luas Lahan, dan Kapasitas Produksinya Setiap Tahun

No. Jenis Tanaman Perkebunan Luas Lahan Usaha (Ha) Produksi Per Tahun (Ton) 1. Pala 3 0,1 2. Coklat 30 5 3. Kelapa 30 25 4. Sagu 40 20

Sumber: RPJM Negeri Makariki, tahun 2013-2017

Usaha tanaman pertanian di Negeri Makariki lebih terfokus pada tanaman sayuran-sayuran, pisang, umbi- umbian (singkong, ubi jalar, dan talas) dengan luas areal tanam sebesar 46 Ha. Untuk tanaman sayur-sayuran, luas areal tanamnya seluas 5 Ha, dengan kemampuan produksi

rata-rata 1 ton per tahun. Tanaman pisang dengan luas areal 20 Ha mencapai hasil produksi rata-rata 10 ton tiap tahun. Tanaman umbi-umbian yang dibudidayakan di areal seluas 10 Ha, dengan hasil produksi rata-rata tiap tahun sebanyak 5 ton. Selanjutnya, tanaman talas dengan luas areal se- besar 1 Ha, yang dapat berproduksi hingga sekitar 1 ton per tahun. Jenis hewan peternakan yang menonjol adalah ayam kampung, sapi, dan babi. Beberapa individu yang mengusahakan peternakan hanya sebatas untuk konsumsi dan penjualan ke pasar lokal, serta tidak dilakukan secara besar-besaran namun hanya oleh sebagian kecil anggota masyarakat.

Perairan sekitar Negeri Makariki mengandung potensi hayati yang cukup besar untuk dimanfaatkan bagi pe- ningkatan kesejahteraan masyarakat. Potensi hayati yang menonjol adalah ikan, pelagis, dan biota laut lainnya. Usaha perikanan yang dilakukan nelayan dan terlihat menonjol adalah usaha penangkapan dengan menggunakan alat pancing long line dan jaring tutup.

Jumlah nelayan di Negeri Makariki sebanyak 32 orang. Penangkapan ikan dilakukan dengan peralatan tangkap berupa alat pancing sejumlah 32 unit, jaring tutup 8 unit, bodi ketinting (long boat) sebanyak 15 buah, dan perahu semang 17 buah. Hasil tangkapan yang diperoleh rata-rata sebanyak 10 ton per tahun. Jenis tangkapan berupa tuna, cakalang, komu, momar, kawalinya, dan layur. Selain itu, ikan nasi yang merupakan hasil unggulan perikanan biasaya dipanen pada bulan April, Mei, dan Juni dengan produksi rata-rata sebanyak 15 ton per tahun. Produksi perikanan telah memiliki akses pasar karena telah tersedia pedagang pengumpul yang langsung membeli hasil tangkapan dari nelayan untuk diekspor dan dijual di pasar lokal.

Negeri dan Kelurahan Lokasi MATASIRI 105

Tantangan untuk mengembangkan usaha perikanan adalah keterbatasan modal dan keterampilan nelayan yang kurang memadai. Selain itu, pengaruh musim juga berdampak pada proses penangkapan ikan, khususnya pada musim timur yang terjadi sepanjang Juni hingga Agustus. Pada musim tersebut, kondisi laut yang berombak dan kurang bersahabat, membuat aktivitas melaut tersendat.

Selain potensi sumber daya kelautan tersebut, Negeri Makariki juga diberkahi keindahan alam yang eksotis. Beberapa pantai sudah menjadi sasaran kunjungan wisa- tawan, seperti Pantai Siiro, yang saat ini dikembangkan sebagai hutan mangrove atau bakau. Disamping menon- jolkan keindahan alam pesisir, hutan bakau yang dikem- bangkan di Makariki dapat diproyeksikan sebagai obyek wisata ekologi yang memberikan wahana penelitian bagi kegiatan-kegiatan yang bersifat ilmiah.

Dalam dokumen Binder1 Buku MATASIRI 7 Mei 2014 kecil (Halaman 163-170)