Laporan Keuangan Tahunan Annual Financial Statement
STATEMENTS Years Ended
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
p. Pajak penghasilan (lanjutan) p. Income tax (continued)
Pajak penghasilan kini (lanjutan) Current income tax (continued) Pajak penghasilan kini terkait dengan transaksi
y ang dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas diakui pada ekuitas. Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi yang diambil Perusahaan sehubungan dengan situasi dimana interpretasi diperlukan untuk peraturan perpajakan y ang terkait dan menetapkan prov isi jika diperlukan.
Current income tax relating to items debited or credited to equity is recognized in equity. Management periodically evaluates positions taken by the Company with respect to situations in which applicable tax regulations are subject to interpretation and establishes provisions where appropriate.
Pajak tangguhan Deferred tax
Pajak tangguhan diakui menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dan nilai tercatatnya dalam laporan keuangan pada akhir tahun pelaporan.
Deferred tax is provided using the liability method on temporary differences between the tax bases of assets and liabilities and their carrying amounts for financial reporting purposes at the end of the reporting year. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk setiap
perbedaan temporer kena pajak.
Deferred tax liabilities are recognized for all taxable temporary differences.
Aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer y ang dapat dikurangkan dan rugi f iskal belum dikompensasi, sejauh terdapat kemungkinan besar bahwa laba kena pajak akan tersedia untuk dimanfaatkan dengan perbedaan temporer y ang dapat dikurangkan dan rugi f iskal belum dikompensasi.
Deferred tax assets are recognized for all deductible temporary differences and carry- forward of unused tax losses, to the extent that it is probable that taxable profit will be available against which the deductible temporary differences and the carry-forward of unused tax losses can be utilized.
Nilai tercatat dari aset pajak tangguhan direviu pada setiap akhir tahun pelaporan dan diturunkan ketika tidak lagi terdapat kemungkinan bahwa akan terdapat laba kena pajak y ang memungkinkan semua atau sebagian dari aset pajak tangguhan tersebut untuk direalisasi. Penelaahan dilakukan pada setiap akhir tahun pelaporan atas aset pajak tangguhan y ang tidak diakui sebelumnya dan aset pajak tangguhan tersebut diakui sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak mendatang akan tersedia sehingga aset pajak tangguhan tersebut dipulihkan.
The carrying amount of deferred tax assets is reviewed at the end of each reporting year and reduced to the extent that it is no longer probable that sufficient taxable profit will be available to allow all or part of the deferred tax assets to be utilized. Unrecognized deferred tax assets are reassessed at the end of each reporting year and are recognized to the extent that it has become probable that future taxable profits will allow the deferred tax assets to be recovered.
Pajak tangguhan y ang terkait dengan pos-pos y ang diakui di luar laporan laba rugi, diakui terkait dengan transaksi y ang mendasarinya baik dalam pendapatan komprehensif lain atau langsung ke ekuitas.
Deferred tax relating to items recognized outside of profit or loss is recognized in correlation to the underlying transaction either in other comprehensive income or directly in equity.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika terdapat hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan pajak tangguhan tersebut terkait dengan entitas kena pajak y ang sama dan otoritas perpajakan y ang sama.
Deferred tax assets and deferred tax liabilities are offset if a legally enforceable right exists to set off current tax assets againts current income tax liabilities and the deferred taxes relate to the same taxable entity and the same taxation authority.
The consolidated financial statements are originally issued in the Indonesian language.
PT CITRA TUBINDO Tbk DAN ENTITAS AN AK CATATAN ATAS L APOR AN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011
(Disajikan dalam dolar AS, kecuali dinyatakan lain)
PT CITRA TUBINDO Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS Years Ended December 31, 2012 and 2011
(Expressed in U.S. dollars, unless otherwise stated)
33
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
q. Laba per saham q. Earnings per share
Ef ektif tanggal 1 Januari 2012, Grup menerapkan PSAK No. 56 (Rev isi 2011), yang mengharuskan adany a perbandingan kinerja antara entitas yang berbeda dalam periode y ang sama dan antara periode pelaporan yang berbeda untuk Grup.
Effective on January 1, 2012, the Group applied PSAK No. 56 (Revised 2011), which requires performance comparisons between different entities in the same period and between different reporting periods for the Group. Laba per saham dihitung dengan membagi
laba tahun berjalan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham pada tahun y ang bersangkutan. Jumlah rata-rata tertimbang saham y ang beredar adalah sebany ak 800.000.000 saham pada tanggal 31 Desember 2012, 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010.
Earnings per share is calculated by dividing the income for the year by the weighted average number of shares outstanding during the year. The weighted average number of shares outstanding is 800,000,000 shares as of December 31, 2012, December 31, 2011 and January 1, 2011/December 31, 2010.
r. Provisi r. Provisions
Prov isi diakui jika Grup memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) jika, sebagai akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinan penyelesaian liabilitas tersebut mengakibatkan arus keluar sumber day a yang mengandung manf aat ekonomi dan total liabilitas tersebut dapat diestimasi secara andal.
Provisions are recognized when the Group has a present obligation (legal or constructive) where, as a result of a past event, it is probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation and a reliable estimate can be made of the amount of the obligation.
Prov isi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang paling kini. Jika kemungkinan besar tidak terjadi arus keluar sumber day a y ang mengandung manfaat ekonomi untuk meny elesaikan liabilitas tersebut, maka prov isi dibatalkan.
Provisions are reviewed at each reporting date and adjusted to reflect the current best estimate. If it is no longer probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation, the provision is reversed.
s. Penyisihan beban imbalan kerja s. Provision for employee benefits
Ef ektif tanggal 1 Januari 2012, Grup menerapkan PSAK No. 24 (Rev isi 2010), "Imbalan Kerja", yang mengatur diperbolehkanny a entitas untuk menerapkan metode y ang sistematis atas pengakuan y ang lebih cepat dari kerugian/keuntungan aktuarial, y ang antara lain adalah pengakuan langsung dari seluruh keuntungan/kerugian aktuarial. Grup tidak memilih metode ini namun tetap
menggunakan metode pengakuan
keuntungan/kerugian yang jatuh di luar “koridor”.
Effective on January 1, 2012, the Group follows PSAK No. 24 (Revised 2010), “Employee Benefits”, which regulates the permission for entities to adopt certain systematic methods of faster recognition, which include, among others, immediate recognition of all actuarial gains and losses. The Group opted not to apply this method but continually used the previous actuarial gain/loss recognition method which falls outside the “corridor”.
Penerapan PSAK No. 24 (Rev isi 2010) tidak memberikan pengaruh y ang berarti pada pelaporan keuangan kecuali untuk pengungkapan y ang terkait.
The adoption of PSAK No. 24 (Revised 2010) has no significant impact on the financial reporting except for the related disclosures.
The consolidated financial statements are originally issued in the Indonesian language.
PT CITRA TUBINDO Tbk DAN ENTITAS AN AK CATATAN ATAS L APOR AN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011
(Disajikan dalam dolar AS, kecuali dinyatakan lain)
PT CITRA TUBINDO Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS Years Ended December 31, 2012 and 2011
(Expressed in U.S. dollars, unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
s. Penyisihan beban imbalan kerja (lanjutan) s. Provision for employee benefits (continued)
Grup mengakui liabilitas imbalan kerja y ang tidak didanai sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003, tanggal 25 Maret 2003. Berdasarkan PSAK No. 24 (Rev isi 2010), beban imbalan kerja ditentukan dengan metode penilaian aktuaris “Projected
Unit Credit”.
The Group recognized its unfunded employee benefits liability in accordance with Labor Law No. 13/2003 dated March 25, 2003. Under PSAK No. 24 (Revised 2010), the cost of providing employee benefits is determined
using the projected-unit-credit actuarial
valuation method. Keuntungan dan kerugian aktuaria diakui
sebagai penghasilan atau beban pada saat akumulasi bersih keuntungan dan kerugian aktuaria yang belum diakui untuk masing- masing individu pada akhir periode pelaporan sebelumny a melebihi 10% dari nilai kini atau 10% dari nilai wajar dari aset program imbalan kerja, jika ada, mana yang lebih tinggi. Keuntungan atau kerugian ini diakui berdasarkan metode garis lurus selama rata- rata sisa masa kerja y ang diharapkan dari kary awan y ang ditanggung.
Actuarial gains or losses are recognized as income or expense when the net cumulative unrecognized actuarial gains and losses for each individual plan at the end of the previous reporting period exceeded the greater of 10% of the present value of the defined benefit obligation or 10% of the fair value of the plan assets, if any. These gains or losses are recognized on a straight-line method over the expected average remaining work lives of the employees.
Grup mengakui laba atau rugi dari kurtailmen atas program pensiun manf aat pasti pada saat kurtailmen terjadi (apabila terdapat komitmen untuk melakukan pengurangan material terhadap jumlah kary awan y ang mengikuti program pensiun atau apabila terdapat perubahan terhadap ketentuan-ketentuan program pensiun manfaat pasti dimana bagian y ang material untuk jasa yang diberikan oleh kary awan aktif pada masa depan tidak lagi memenuhi ketentuan dari program pensiun, atau akan memenuhi ketentuan untuk manf aat y ang lebih rendah). Keuntungan atau kerugian kurtailmen terdiri dari perubahan y ang terjadi dalam nilai wajar aset dana pensiun, perubahan y ang terjadi dalam nilai kini kewajiban pensiun manf aat pasti dan keuntungan atau kerugian aktuarial dan biaya jasa lalu yang belum diakui sebelumnya.
The Group recognizes gains or losses on the curtailment of a defined benefit plan when the curtailment occurs (when there is a commit ment to make a material reduction in the number of employees covered by a plan or when there is an amendment of the defined benefit plan terms such that a material element of future services to be provided by current employees will no longer qualify for benefits, or will qualify only for reduced benefits). The gain or loss on curtailment comprises any resulting change in the fair value of plan assets, change in the present value of defined benefit obligation and any related actuarial gains and losses and past service cost that had not previously been recognized.
t. Instrumen keuangan t. Financial instruments
Sejak tanggal 1 Januari 2010, Grup menerapkan PSAK No. 50 (Rev isi 2006), “Instrumen Keungan: Peny ajian dan Pengungkapan”, dan PSAK No. 55 (Rev isi 2006), “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”, y ang menggantikan PSAK No. 50, “Akuntansi Investasi Ef ek tertentu”, dan PSAK No. 55 (Rev isi 1999), “Akuntansi Instrumen Deriv atif dan Aktivitas Lindung Nilai”.
Since January 1, 2010, the Group adopted PSAK No. 50 (Revised 2006), “Financial Instruments: Presentation and Disclosure”, and PSAK No. 55 (Revised 2006), “Financial Instrument: Recognition and Measurement”, which supersede PSAK No. 50, “Accounting for Investments in Certain Securities”, and PSAK No. 55 (Revised 1999), “Accounting for Derivative Instruments and Hedging Activities”.
The consolidated financial statements are originally issued in the Indonesian language.
PT CITRA TUBINDO Tbk DAN ENTITAS AN AK CATATAN ATAS L APOR AN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011
(Disajikan dalam dolar AS, kecuali dinyatakan lain)
PT CITRA TUBINDO Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS Years Ended December 31, 2012 and 2011
(Expressed in U.S. dollars, unless otherwise stated)
35
2. IKHTISAR KEBIJAK AN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
t. Instrumen keuangan (lanjutan) t. Financial instruments (continued)
PSAK No. 50 (Rev isi 2006) dan PSAK No. 55 (Rev isi 2006) mengalami revisi dan ef ektif tanggal 1 Januari 2012, Grup menerapkan PSAK No. 50 (Rev isi 2010) dan PSAK No 55 (Rev isi 2011) dengan judul y ang sama dan juga menerapkan PSAK No. 60, “Instrumen Keuangan : Pengungkapan”.
PSAK No. 50 (2006) and PSAK No. 55 (2006) have been revised, and effective January 1, 2012, the Group applied PSAK No. 50 (Revised 2010) and PSAK No. 55 (Revised 2011) with the same titles, and also applied PSAK No. 60, “Financial Instruments : Disclosure”.
Penerapan PSAK No. 50 (Rev isi 2010), PSAK No. 55 (Rev isi 2011) dan PSAK No. 60 tidak mempuny ai dampak yang signifikan pada pelaporan keuangan kecuali untuk pengungkapan y ang terkait.
The application of PSAK No. 50 (Revised 2010), PSAK No. 55 (Revised 2011) and PSAK No. 60 has no significant impact on the financial reporting except for the related disclosures. PSAK No. 50 (Revisi 2010), berisi persy aratan
peny ajian dari instrumen keuangan dan mengidentif ikasikan inf ormasi yang harus diungkapkan. Persy aratan pengungkapan berlaku terhadap klasif ikasi instrumen keuangan, dari perspektif penerbit, dalam aset keuangan, liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas; pengklasifikasian yang terkait dengan suku bunga, div iden, kerugian dan keuntungan; dan keadaan dimana aset keuangan dan liabilitas keuangan akan saling hapus. PSAK ini mensyaratkan pengungkapan, antara lain, informasi mengenai f aktor y ang mempengaruhi jumlah, waktu dan tingkat kepastian arus kas masa datang suatu entitas yang terkait dengan instrumen keuangan dan kebijakan akuntansi y ang diterapkan untuk instrumen tersebut.
PSAK No. 50 (Revised 2010) contains the requirements for the presentation of financial instruments and identifies the information that
should be disclosed. The presentation
requirements apply to the classification of financial instruments, from the perspective of the issuer, into financial assets, financial
liabilities and equity instruments; the
classification of related interest, dividends, losses and gains; and the circumstances in which financial assets and financial liabilities should be offset. This PSAK requires the disclosure of, among others, information about factors that affect the amount, timing and certainty of an entity’s future cash flows relating to financial instruments and the accounting policies applied to those instruments.
PSAK No. 55 (Revisi 2011) mengatur prinsip- prinsip pengakuan dan pengukuran aset keuangan, liabilitias keuangan dan beberapa kontrak pembelian atau penjualan item non- keuangan. PSAK ini, antara lain, meny ediakan def inisi dan karakteristik deriv atif, kategori instrumen keuangan, pengakuan dan pengukuran, akuntansi lindung nilai dan penetapan hubungan lindung nilai.
PSAK No. 55 (Revised 2011) establishes the principles for recognizing and measuring financial assets, financial liabilities and some contracts to buy or sell non-financial items. This
PSAK provides the definitions and
characteristics of derivatives, the categories of
financial instruments, recognition and
measurement, hedge accounting and
determination of hedging relationships, among others.
PSAK No. 60 mensy aratkan pengungkapan signif ikansi instrumen keuangan untuk posisi keuangan dan kinerja; beserta sif at dan tingkat dari risiko keuangan Grup y ang terpapar selama periode berjalan dan pada akhir periode pelaporan, dan bagaimana entitas mengelola risiko mereka.
PSAK No. 60 requires disclosures of significance of financial instruments for financial position and performance; and the nature and extent of risks arising from financial instruments to which the Group is exposed during the period and at the end of the reporting period, and how the entity manages those risks.
The consolidated financial statements are originally issued in the Indonesian language.
PT CITRA TUBINDO Tbk DAN ENTITAS AN AK CATATAN ATAS L APOR AN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011
(Disajikan dalam dolar AS, kecuali dinyatakan lain)
PT CITRA TUBINDO Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS Years Ended December 31, 2012 and 2011
(Expressed in U.S. dollars, unless otherwise stated)
2. IKHTISAR KEBIJAK AN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
t. Instrumen keuangan (lanjutan) t. Financial instruments (continued)
t1. Aset keuangan t1. Financial assets
Pengakuan awal Initial recognition
Aset keuangan dalam lingkup PSAK No. 55 (Rev isi 2011) diklasifikasikan sebagai aset keuangan y ang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba atau rugi, pinjaman y ang diberikan dan piutang, inv estasi dimiliki hingga jatuh tempo, atau aset keuangan tersedia untuk dijual, mana y ang sesuai. Grup menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal.
Financial assets within the scope of PSAK No. 55 (Revised 2011) are classified as financial assets at fair value through profit or loss, loans and receivables, held-to-maturity investments, or available-for-sale financial
assets, as appropriate. The Group
determines the classification of its financial assets at initial recognition.
Semua aset keuangan diakui pertama kali pada nilai wajarny a ditambah dengan biay a-biaya transaksi, kecuali apabila aset keuangan dicatat pada nilai wajar melalui laba rugi.
All financial assets are recognized initially at fair value plus transaction costs, except in the case of financial assets which are recorded at fair value through profit or loss.
Pembelian atau penjualan aset keuangan y ang memerlukan pengiriman aset dalam kurun waktu y ang ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan y ang berlaku di pasar (perdagangan y ang lazim) diakui pada tanggal perdagangan, y aitu tanggal Grup berkomitmen untuk membeli atau menjual aset tersebut.
Purchases or sales of financial assets that require delivery of assets within a time frame established by regulation or convention in the marketplace (regular way trades) are recognized on the trade date, i.e., the date that the Group commits to purchase or sell the assets.
Aset keuangan Grup meliputi kas dan setara kas, piutang usaha dan lain-lain, pendapatan y ang belum ditagih, piutang dari pihak-pihak berelasi, deposito berjangka y ang dibatasi penggunaanny a dan uang jaminan. Grup mengklasifikasikan seluruh aset keuangan mereka sebagai pinjaman y ang diberikan dan piutang.
The Group’ financial assets include cash and cash equivalents, trade and other receivables, unbilled revenues, due from related parties, restricted time deposits and refundable deposits. The Group classified all of their financial assets as loans and receivables.
Pinjaman y ang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non deriv atif dengan pembay aran tetap atau telah ditentukan, y ang tidak mempuny ai kuotasi di pasar aktif. Aset keuangan tersebut diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi
(amortized cost) dengan menggunakan
metode suku bunga efektif (effective
interest rate). Keuntungan dan kerugian
diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada saat pinjaman y ang diberikan dan piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, demikian juga pada saat proses amortisasi.
Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market. Such financial assets are carried at amortized cost using the effective interest rate method. Gains and losses are recognized in the consolidated statement of comprehensive income when the loans and receivables are derecognized or impaired, as well as through the amortization process.
The consolidated financial statements are originally issued in the Indonesian language.
PT CITRA TUBINDO Tbk DAN ENTITAS AN AK CATATAN ATAS L APOR AN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011
(Disajikan dalam dolar AS, kecuali dinyatakan lain)
PT CITRA TUBINDO Tbk AND SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS Years Ended December 31, 2012 and 2011
(Expressed in U.S. dollars, unless otherwise stated)
37
2. IKHTISAR KEBIJAK AN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)
t. Instrumen keuangan (lanjutan) t. Financial instruments (continued)
t2. Liabilitas keuangan t2. Financial liabilities
Pengakuan awal Initial recognition
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 55 (Revisi 2011) diklasif ikasikan sebagai liabilitas keuangan y ang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, pinjaman dan utang, atau deriv atif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai y ang ef ektif, mana y ang sesuai. Grup menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.
Financial liabilities within the scope of PSAK No. 55 (Revised 2011) are classified as financial liabilities at fair value through profit or loss, loans and borrowings, or as
derivatives designated as hedging
instruments in an effective hedge, as appropriate. The Group determines the classification of their financial liabilities at initial recognition.
Liabilitas keuangan diakui pada awalny a sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
Financial liabilities are recognized initially at fair value and, in the case of loans and borrowings, inclusive of directly attributable transaction costs.
Liabilitas keuangan Grup meliputi pinjaman jangka pendek, utang usaha dan lain-lain, beban masih harus dibay ar, liabilitas imbalan kerja kary awan jangka pendek, utang dividen, utang kepada pihak-pihak berelasi dan pinjaman jangka panjang. Grup mengklasif ikasikan seluruh liabilitas keuangan mereka sebagai pinjaman dan utang.
The Group’s financial liabilities include short- term loans, trade and other payables, accrued expenses, short-term employee