Implementasi Nilai Pancasila dalam Pembentukan Karakter
B. Implementasi Nilai Pancasila dan UUD 1945 di Sekolah/Madrasah Al Ittihadiyah
Pancasila sebagai dasar filsafat negara dan sebagai perilaku kehidupan dan berbangsa dan bernegara, artinya Pancasila merupakan falsafah negara dan pandangan hidup/ cara hidup bagi bangsa Indonesia dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai cita-cita nasional (Kemasyarakatan 2016). Dalam Pancasila, sila pertama sampai sila kelima adalah buir-butir nilai luhur bangsa Indonesia. Seperti sila Ketuhanan Yang Maha Esa, menerangkan bahwa tiap orang pasti memiliki Tuhan yang dipercaya dalam hati dan selalu mengagungkan Tuhan dengan cara bertakwa dan beribadah sesuai dengan ajaran agama yang dianut. Sila dalam Pancasila yang lain-pun menerangkan nilai-nilai luhur masyarakat Indonesia. Tak hanya itu Pancasila juga merupakan kepribadian bangsa Indonesia yang luhur dan juga Pancasila adalah merupakan tonggak atau dasar pendirian bangsa ini. Perjuangan
akhir bangsa Indonesia setelah melawan penjajah adalah Proklamasi dan Pancasila. (Margono, 2012: 225).
Pancasila dalam pengertian ini sering disebut way of
life, artinya pancasila dipergunakan sebagai petunjuk hidup
sehari-hari. Pancasila digunakan sebagai petunjuk arah semua kegiatan atau aktivitas hidup dan kehidupan di dalam segala bidang . Berarti semua tingkah laku dan perbuatan setiap manusia Indonesia harus dijiwai dan merupakan pancaran dari semua sila Pancasila . Keseluruhan sila di dalam Pancasila merupakan satu kesatuan organis. Pancasila harus dihayati adalah Pancasila sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. (Kaelan, 2010: 125).
Pandangan hidup yang dimiliki bangsa Indonesia bersumber pada akar budaya dan nilai-nilai religius sebagai keyakinan bangsa Indonesia, maka dengan pandangan hidup yang diyakini oleh bangsa Indonesia mampu meme-cahkan masalah yang dihadapi secara tepat. Dengan pan-dangan hidup yang jelas, bangsa Indonesia akan memiliki pegangan dan pedoman hidup yang jelas, bagaimana mengenal serta memecahkan berbagai masalah politik, ekonomi, sosial budaya serta pertahanan dan keamanan dan lain sebagainya dalam gerak masyarakat yang semakin maju.
Sebagai pandangan hidup bangsa, di dalam Pancasila terkandung konsep dasar kehidupan yang dicita-citakan serta dasar pikiran yang terdalam dan mengenal wujud kehidupan yang dianggap baik. Oleh karena itulah, Pancasila harus menjadi pemersatu bangsa yang tidak boleh memati-kan keanekaragaman yang ada sebagai Bhineka Tunggal
Ika. Dengan demikian Pancasila merupakan cita-cita moral bangsa yang memberikan pedoman dan kekuatan rohaniah bagi tingkah laku hidup sehari-hari dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Imple-mentasi nilai-nilai Pancasila di sekolah dicerminkan dari hubungan keseharian antara anggota sekolah, baik antara guru dengan guru, guru dengan siswa, maupun siswa dengan siswa lainnya. Kegiatan yang mencerminkan nilai-nilai Panca-sila bagi siswa/i yang sudah dilaksanakan diantaranya:
1. Implementasi Nilai-nilai Pancasila sila pertama
Nilai Ketuhanan Yang diantaranya pengakuan adanya kausa prima yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Asmaroini (2016:443) menjelaskan bahwa dalam sila Ketuhanan yang Maha Esa terkandung nilai bahwa Negara yang didirikan adalah sebagai perwujudan tujuan manusia sebagai makhluk Tuhan yang Maha Esa. Pelaksanaan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa yaitu: membiasakan budaya mengucap-kan salam, berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran, sholat zuhur berjamaah, dan menghafal surat-surat pendek. (Asmoroini, 2016: 440-450).
2. Implementasi nilai-nilai Pancasila sila kedua (kemanusiaan yang adil dan beradab)
Sudaryanto (2007: 161) memaparkan arti Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dalam Pancasila lebih bermakna kekeluargaan antar bangsa. Nilai Kemanusiaan yang adil dan beradab emiliki makna menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai makhluk Tuhan, menjunjung
tinggi hak asasi manusia, menghargai kesamaan hak dan derajat tanpa membedakan suku, agama, ras keturunan, dan status sosial. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia, saling meghormati, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Implementasi nilai-nilai sila ke-2 Pancasila bagi siswa/i yang harus diterapkan diantaranya: budaya senyum, sapa dan salam, tidak memili-milih dalam berteman, dan tolong menolong. 3. Implementasi nilai-nilai Pancasila sila ke-3
Persatuan Indonesia memiliki makna harus bersatu dan saling tolong-menolong. Kansil (2017: 35) menjelaskan sila ketiga Pancasila yaitu nilai persatuan bangsa yang mencakup seluruh wilayah Indonesia. Menanamkan rasa cinta bangsa dan tanah air, guru memulainya dengan hal-hal yang ada di lingkungan diantaranya membudaya-kan kegiatan gotong royong dalam piket, kegiatan rutin Upacara Bendera setiap hari senin dan menjaga kebersih-an lingkungkebersih-an. Rukebersih-ang kelas juga dipaskebersih-ang foto Presiden, Wakil Presiden, serta Burung Garuda sebagai wujud bangga terhadap bangsa Indonesia dan sikap cinta terhadap tanah air.
4. Implementasi nilai-nilai Pancasila sila ke-4 Implementasi nilai-nilai Pancasila sila ke-4 yang berbunyi: “Kerakyatan Yang dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan” bagi siswa/I di SD/MI yaitu yang pertama guru memberikan kesempatan yang sama pada siswa untuk menyampaikan pendapatan-nya kemudian siswa dapat menghargai pendapat orang lain serta menyelesaikan masalah dengan
mengedepan-kan musyawarah mufakat. Guru dalam kegiatan pem-belajaran selalu menerima masukan dari siswa dan berusaha bersikap bijaksana dalam menghadapi setiap permasalahan dalam kegiatan pembelajaran.
5. Implementasi nilai-nilai sila ke-5 (Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia)
Sila kelima Pancasila yang berbunyi keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia mengandung arti bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan keadilan. Sudaryanto (2007: 445) menjabarkan nilai-nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia di dalamnya mengandung prinsip asasi (1) Keadilan; (2) Keadilan sosial; (3) Kese-jahteraan lahir dan batin; (4) Kekeluargaan. Implemen-tasi nilai-nilai Pancasila oleh siswa sekolah diwujudkan dengan siswa tidak pilah pilih dalam berteman dan idak mencontek. (Sudaryanto, 2007: 445).
Pengimplementasian pada nilai-nilai Pancasila pada siswa/i di SD/MI juga tidak terlepas dari faktor penghambat dan faktor pendukung. Faktor pendukung dalam mengim-plemetasikan nilai-nilai sila Pancasila pada siswa/I di SD/ MI diantaranya dukungan diperoleh dari Kepala sekolah, guru, wali murid/ masyarakat dan lingkungan sekolah. Faktor yang menjadi pengambat dalam mengimplemetasikan pada nilai-nilai Pancasila yaitu adanya pengaruh dari teman. Sekolah mengatasi hambatan tersebut dengan menegur dan melakukan bimbingan pada siswa.
Implementasi nilai-nilai Pancasila di era globalisasi bagi peserta didik bisa dilaksanakan dengan menumbuhkan
sifat nasionalisme pada peserta didik. Nasionalisme dapat dipupuk kembali dalam momentum-momentum yang tepat seperti pada saat peringatan hari sumpah pemuda, hari kemerdekaan, hari pahlawan dan hari besar nasional lainnya, guru maupun dosen yang tulus mengajar dengan baik dan ikhlas menuntun para siswa hingga mampu mengukir prestasi yang gemilang.
Pelajar yang belajar dengan sungguh-sungguh dengan segenap kemampuannya demi nama baik bangsa dan Negara, cinta serta bangga tanpa malu-malu menggunakan produk-produk dalam negeri demi kemajuan ekonomi Negara. Bukan itu saja, Nasionalisme juga dapat dibangun melalui karya seni seperti menciptakan lagu-lagu yang berslogan cinta tanah air, melukis, seni peran yang bertajuk semangat juang untuk negara dan karya-karya seni lainnya.
Menumbuhkan semangat Nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri. Menanam-kan dan mengamalMenanam-kan nilai-nilai pada Pancasila dengan sebaik-baiknya. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik-baiknya ditanamkan kepada siswa sejak dini. Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar-benarnya dan seadil-adilnya. Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa. Dengan menjunjung nilai-nilai ke Al Ittihadiyah an sebagai pemersatu ummat.