• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.3 Implikasi Penelitian

4.3.2 Implikasi Praktis

Peningkatan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Dabin 10 Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes secara optimal dapat dilakukan dengan upaya berikut. 4.3.2.1 Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru

Berdasarkan hasil penelitian terbukti bahwa kompetensi pedagogik guru memiliki pengaruh terhadap hasil belajar siswa sebesar 40,8%. Indeks kompetensi pedagogik guru terendah terletak pada indikator “pengembangan potensi peserta didik”. Oleh karena itu, agar hasil belajar siswa dapat meningkat lebih optimal, maka hendaknya guru dapat mengidentifikasi bakat, minat, dan potensi yang dimiliki setiap siswa, memusatkan perhatian pada siswa yang mengalami

kesulitan belajar, memberikan kebebasan pada siswa untuk berpikir kreatif dan partisipasi secara aktif, memotivasi siswa untuk lebih giat belajar, serta dapat mengembangkan bakat maupun keterampilan yang dimiliki siswa melalui kegiatan ekstrakulikuler.

4.3.2.2 Ketersediaan Fasilitas Belajar

Berdasarkan hasil penelitian terbukti bahwa fasilitas belajar memiliki pengaruh terhadap hasil belajar siswa sebesar 46,5%. Nilai indeks terendah variabel fasilitas belajar terletak pada indikator “tempat cuci tangan”. Oleh karena itu, untuk menunjang keberhasilan belajar siswa maka pihak sekolah disarankan melengkapi fasilitas yang kurang memadai diantaranya tempat cuci tangan, serta mengoptimalkan manajemen dalam pengelolaan sarana dan prasarana dengan mengontrol maupun memelihara fasilitas yang kurang memadai maupun yang rusak. Apabila ketersediaan fasilitas belajar di sekolah memadai dan lengkap maka akan mendukung hasil belajar siswa lebih optimal.

114

BAB V

PENUTUP

Penelitian berjudul “Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru dan Fasilitas Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V SD Negeri Dabin 10 Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes” telah selesai dilaksanakan. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat dibuat simpulan dan saran sebagai berikut.

5.1 Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1) Kompetensi pedagogik guru berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Dabin 10 Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes, dibuktikan dengan hasil penghitungan analisis regresi sederhana yang menunjukkan bahwa nilai thitung > nilai ttabel yaitu 10,784 > 1,974, sehingga Ha1 diterima. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan kompetensi pedagogik guru terhadap hasil belajar. Nilai korelasi sederhana antara kompetensi pedagogik guru dan hasil belajar sebesar 0,638. Hal ini menunjukkan hubungan dari kedua variabel tersebut digolongkan pada kategori kuat, karena rhitung sebesar 0,638 berada pada rentang 0,60 – 0,799. Arah hubungan dari variabel kompetensi pedagogik guru dan hasil belajar positif, karena rhitung bernilai positif. Sumbangan pengaruh Kompetensi pedagogik guru terhadap hasil belajar siswa sebesar 40,8% sisanya 59,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.

2) Fasilitas belajar berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Dabin 10 Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes, dibuktikan dengan hasil penghitungan analisis regresi sederhana yang menunjukkan bahwa nilai thitung > nilai ttabel yaitu 12,124 > 1,974, sehingga Ha2 diterima.

Artinya terdapat pengaruh yang signifikan fasilitas belajar terhadap hasil belajar. Nilai korelasi sederhana antara fasilitas belajar dan hasil belajar sebesar 0,682. Hal ini menunjukkan hubungan dari kedua variabel tersebut digolongkan pada kategori kuat, karena rhitung sebesar 0,682 berada pada rentang 0,60 – 0,799. Arah hubungan dari variabel fasilitas belajar dan hasil belajar positif, karena rhitung bernilai positif. Sumbangan pengaruh fasilitas belajar terhadap hasil belajar sebesar 46,5% sisanya 53,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.

3) Kompetensi pedagogik guru dan fasilitas belajar berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Dabin 10 Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes, dibuktikan dengan hasil uji F yang menunjukkan bahwa Fhitung > Ftabel yaitu 110,590 > 3,050, maka Ha3 diterima. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan kompetensi pedagogik guru dan fasilitas belajar terhadap hasil belajar. Berdasarkan hasil analisis korelasi ganda diperoleh nilai korelasi sebesar 0,754, artinya kompetensi pedagogik guru dan fasilitas belajar terhadap hasil belajar memiliki hubungan dengan kategori kuat, karena rhitung sebesar 0,754 berada pada rentang 0,60 – 0,799. Berdasarkan analisis koefisien determinasi, diperoleh nilai R Square sebesar 0,568, artinya sumbangan pengaruh kompetensi pedagogik guru dan fasilitas belajar secara bersama-sama terhadap hasil belajar sebesar 56,8%, sisanya 43,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan kepada guru, sekolah, dan peneliti selanjutnya sebagai berikut:

5.2.1 Bagi Guru

Guru memiliki peranan penting dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Untuk meningkatkan keberhasilan belajar siswa disarankan guru hendaknya mengoptimalkan kompetensi pedagogik guna mencapai hasil belajar yang lebih

optimal. Apabila kompetensi pedagogik guru meningkat maka akan berpengaruh terhadap proses pembelajaran siswa. Salah satu komponen yang mendukung proses belajar yaitu pengembangan potensi siswa. Untuk mengembangkan potensi yang dimiliki siswa, disarankan hendaknya guru dapat mengembangkan bakat, minat maupun keterampilan yang dimiliki setiap siswa baik melalui akademik maupun non akademik, serta memotivasi belajar siswa yang mengalami kesulitan belajar sebagai upaya untuk memeroleh hasil belajar yang lebih optimal.

5.2.2 Bagi Sekolah

Sekolah memiliki peran penting dalam menunjang keberhasilan belajar siswa. Untuk mendukung proses belajar siswa dibutuhkan fasilitas belajar sekolah yang memadai. Fasilitas belajar yang memadai dapat memudahkan siswa untuk mendapatkan informasi yang lebih dalam serta dapat memahami konsep materi ajar dengan jelas. Salah satu fasilitas belajar yang terdapat di sekolah yaitu tempat cuci tangan. Adanya fasilitas tempat cuci tangan di sekolah bertujuan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat bagi siswa maupun di lingkungan sekolah sehingga disarankan sekolah hendaknya menyediakan fasilitas dan kelengkapan belajar yang mendukung proses pembelajaran siswa, seperti tempat cuci tangan maupun fasilitas belajar lainnya, serta mengoptimalkan manajemen perlengkapan fasilitas belajar melalui pengawasan maupun pemeliharaan terhadap layak atau tidaknya suatu fasilitas digunakan sehingga akan berdampak pada pencapaian hasil belajar siswa yang lebih baik.