• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.6 Instrumen Penelitian

Hasil penelitian sangat tergantung pada jenis instrumen pengumpul

datanya. Oleh sebab itu imstrumen penelitian harus memiliki tingkat

kepercayaan (Setyosari, 2003:207). Penelitian ini menggunakan instrument

penelitian di antaranya kuisioner, pedoman wawancara, pedoman observasi,

dan soal prestest-posttest.

3.6.1 Observasi

Observasi dilakukan pada pembelajaran IPA kelas I dan ketersediaan

media pembelajaran di SD Negeri V Gunungan. Ketika observasi

pembelajaran IPA di kelas I, peneliti mengamati penggunaan atau

pemanfaatan media pembelajaran IPA saat proses belajar mengajar

berlangsung, ketersediaan media pembelajaran di kelas I, serta cara

mengajar guru. Peneliti membuat catatan pada setiap rentangan waktu

tertentu dengan menuliskan setiap peristiwa yang terjadi untuk melakukan

51

Tabel 3. 1 Kisi-kisi observasi

No.

Item Kisi-kisi Observasi Objek yang Diamati

1,2 Ketersediaan media pembelajaran IPA di kelas

Ada media pembelajaran yang diletakkan di kelas untuk pembelajaran IPA

Media pembelajaran layak untuk digunakan dalam pembelajaran

3,4 Penggunaan media pembelajaran

IPA dalam pembelajaran di kelas

Guru menggunakan media pembelajaran untuk menjelaskan materi pembelajaran IPA Guru menguasai cara

menggunakan media pembelajaran

5,6 Cara penggunaan media

pembelajaran IPA di kelas

Guru menjelaskan cara penggunaan media pembelajaran IPA kepada siswa

Siswa dapat menggunakan media pembelajaran secara mandiri 7,8 Kesulitan belajar yang dialami

siswa dalam pembelajaran di kelas

Siswa mengalami kesulitan ketika mengikuti pembelajaran IPA di kelas

Siswa mengalami kesulitan ketika mengerjakan soal IPA

Pedoman observasi tersebut telah divalidasi oleh beberapa ahli yaitu

ahli bahasa, pembelajaran IPA, dan guru SD setara. Instrumen tersebut

divalidasi agar dapat digunakan untuk mengumpulkan data yang valid

selama penelitian.

3.6.2 Wawancara

Wawancara dilakukan oleh peneliti dengan tujuan untuk menganalisis

kebutuhan media pembelajaran IPA dari beberapa narasumber, diantaranya

adalah 5 siswa kelas I, guru kelas I, dan kepala sekolah SD N V Gunungan.

Adapun kisi-kisi wawancara untuk beberapa narasumber tersebut dapat

terlihat pada tabel berikut ini.

a. Wawancara Kepala Sekolah

Kegiatan pengumpulan data melalui wawancara yang pertama

52

untuk mengumpulkan data terkait dengan ketersediaan dan penggunaan

media pembelajaran di sekolah. Wawancara tidak berstruktur adalah

wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman

wawancara yang telah telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk

pengumpulan datanya. Pedoman wawancara hanya berupa garis-garis besar

permasalahan yang akan ditanyakan (Sugiyono, 2016:320). Berikut

merupakan garis besar wawancara dengan kepala sekolah.

Tabel 3. 2 Garis besar wawancara dengan kepala sekolah.

No Topik Pertanyaan 1. Informasi berkaitan dengan sekolah

2. Ketersediaan media pembelajaran di sekolah

a. Media pembelajaran IPA yang sudah ada di sekolah b. Pengadaan media pembelajaran IPA di sekolah c. Perawatan media pembelajaran IPA di sekolah 3. Penggunaan media pembelajaran IPA dalam pembelajaran 4. Penelitian yang pernah dilakukan di sekolah berkaitan dengan

media pembelajaran.

b. Wawancara Guru Kelas I

Kegiatan pengumpulan data melalui wawancara selanjutnya

dilakukan dengan guru kelas I SD Negeri V Gunungan. Hal tersebut

dilakukan untuk mengumpulkan data terkait dengan ketersediaan dan

penggunaan media pembelajaran di sekolah serta kesulitan belajar yang

dialami oleh siswa. Wawancara yang dilakukan dengan menggunakan

teknik wawancara tidak terstruktur. Berikut merupakan garis besar

53

Tabel 3. 3 Garis besar wawancara dengan kepala sekolah.

No Topik Pertanyaan

1. Ketersediaan media pembelajaran di kelas Media pembelajaran IPA yang dimiliki oleh kelas Pengadaan media pembelajaran IPA oleh guru

2. Penggunaan media pembelajaran IPA dalam pembelajaran

3. Kesulitan yang dialami guru dalam menyampaikan materi pembelajaran IPA

4. Kesulitan belajar yang dialami siswa dalam pembelajaran IPA

5. Usaha yang dilakukan guru untuk mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut a. Wawancara Siswa Kelas I

Kegiatan pengumpulan data melalui wawancara selanjutnya

dilakukan kepada 2 orang siswa kelas I. Hal tersebut dilakukan untuk

mengumpulkan data terkait dengan penggunaan media pembelajaran serta

kesulitan belajar yang dialami oleh siswa. Wawancara yang dilakukan

dengan menggunakan teknik wawancara tidak terstruktur. Berikut

merupakan garis besar wawancara dengan siswa kelas I.

Tabel 3. 3 Garis besar wawancara dengan siswa kelas I

No Topik Pertanyaan

1. Tanggapan terhadap pembelajaran IPA yang selama ini terjadi 2. Penggunaan media pembelajaran dalam pembelajaran IPA 3. Kesulitan belajar yang dialami siswa dalam pembelajaran IPA

Ketiga pedoman wawancara tersebut telah divalidasi oleh guru SD

Setara. Instrumen tersebut divalidasi agar dapat digunakan untuk

mengumpulkan data yang valid selama penelitian. Uji validitas yang

dilakukan adalah validitas konstruk.

3.5.3 Kuesioner

Bentuk kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah

kuesioner terbuka. Pada analisis kebutuhan dapat dijawab secara bebas oleh

54

kelas I SD N V Gunungan. Hasil kuesioner digunakan sebagai acuan dalam

merancang media pembelajaran IPA berbasis Montessori. Selain itu,

kuesioner tersebut juga dirancang berdasarkan 5 karakteristik media

pembelajaran Montessori. Berikut ini adalah kisi-kisi kuesioner analisis

kebutuhan untuk siswa dan guru.

Tabel 3. 4 Kisi-kisi kuesioner Analisis Kebutuhan untuk siswa

dan guru kelas I.

Indikator Deskriptor Nomor item Kuesioner Guru Kuesioner Siswa Auto-education

1. Menggunakan media pembelajaran dalam pembelajaran IPA

1,2 1,2

2. Memahami konsep IPA secara

mandiri

Kontekstual 1. Memanfaatkan benda dari lingkungan sekitar

7,8 7,8

Menarik 1. Memiliki warna 3,4 3,4

2. Membuat siswa semangat untuk belajar

Bergradasi

1. Dapat digunakan untuk lebih dari satu kompetensi

5,6 5,6

2. Berat media pembelajaran

Auto-correction

1. Membantu menemukan kesalahan

sendiri

9,10 9,10

2. Membantu menemukan jawaban

yang benar

Kisi – kisi tersebut selanjutnya didesain menjadi kuesioner analisis kebutuhan untuk guru dan siswa. Instrumen kuesioner analisis kebutuhan

tersebut telah divalidasi oleh ahli dan guru SD setara. Menurut Sugiyono

(2016:134-135) skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat,

dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.

Dalam penelitian, fenomena sosial ini telah ditetapkan secara spesifik oleh

peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian. Dengan skala

55

variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk

menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau

pertanyaan. Skala Likert yang digunakan adalah skala 1-4 dengan kategori 1

(sangat tidak baik), 2 (tidak baik), 3 (baik), dan 4 (sangat tidak baik).Dari

hasil penilaian tersebut akan diperoleh rerata hasil yang menunjukkan valid

atau tidaknya instrumen. Rerata skor tersebut kemudian dikonversikan

menjadi data kualitatif dalam skala empat dengan acuan dari Widoyoko

(2015:144) yang sudah dimodifikasi oleh peneliti dimana skor 2,50

termasuk dalam kategori kurang. Peneliti melakukan modifikasi tersebut

agar standar validasi produk menjadi lebih tinggi, sehingga produk media

pembelajaran yang dihasilkan akan lebih baik. Berikut merupakan tabel

kategorisasi skor rerata hasil berdasarkan hasil validasi ahli.

Tabel 3. 5 Kategorisasi Skor Rerata Hasil Berdasarkan Hasil Validasi Ahli.

Skor Bobot Interval Skor Kategori

4 Keseluruhan instrumen sudah layak

digunakan.

3,25< X ≤ 4,00 Sangat Baik

3 Keseluruhan instrumen sudah layak

digunakan namun perlu perbaikan.

2,50< X ≤ 3,25 Baik

2 Keseluruhan instrumen kurang layak

digunakan.

1,75< X ≤ 2,50 Kurang 1 Keseluruhan instrumen tidak layak

digunakan.

1,00 < X ≤ 1,75 Sangat Kurang

Berdasarkan tabel tersebut, instrumen dinyatakan valid jika

memperoleh skor lebih besar dari 2,50 atau pada rentang skor 3 (kategori

Baik) yang berarti keseluruhan instrumen sudah layak digunakan namun

perlu perbaikan.

Penyusunan kuesioner validasi produk didasarkan pada 5 indikator

56

produk. Karakteristik tersebut antara lain menarik, bergradasi, auto

correction, auto education, dan kontekstual. Kuesioner ini diisi oleh ahli

pembelajaran Montessori, ahli IPA Montessori, dan guru kelas I sesudah

peneliti melakukan presentasi media pembelajaran yang didesain. Berikut

merupakan kisi-kisi kuesioner validasi produk yang disajikan dalam tabel.

Tabel 3. 6 Kisi-kisi Kuesioner Validasi Produk oleh Ahli.

Indikator Deskriptor Nomor Item

Auto-education

Membantu siswa memahami konsep IPA. Siswa belajar secara mandiri.

1,2

Auto-correction

Membantu siswa menemukan kesalahannya sendiri.

Membantu siswa menemukan jawaban yang benar.

7,8

Menarik Memiliki warna yang menarik bagi siswa.

Bentuk alat menarik bagi siswa yang ingin belajar.

3,4

Bergradasi Dapat digunakan untuk berbagai kompetensi dasar yang berbeda.

Memiliki berat yang sesuai dengan siswa. 5,6

Kontekstual Memanfaatkan benda dari lingkungan sekitar.

Dapat diproduksi oleh masyarakat sekitar.

9,10

Kisi-kisi tersebut selanjutnya didesain menjadi kuesioner validasi

ahli. Lima indikator tersebut didesain menjadi sepuluh pertanyaan.

Pertanyaan tersebut digunakan sebagai pengendali kesesuaian

pengembangan berdasarkan 5 karakteristik media pembelajaran Montessori.

Sebelum digunakan, instrumen kuesioner validasi produk untuk

pakar atau ahli telah divalidasi oleh beberapa ahli yaitu ahli bahasa dan guru

SD setara. Instrumen tersebut divalidasi agar dapat digunakan untuk

57 a. Kuesioner Validasi Produk melalui Uji Coba Terbatas

Kuesioner validasi produk melalui uji coba terbatas disusun

berdasarkan pada 5 indikator karakteristik media pembelajaran yang

digunakan dalam pengembangan produk. Karakteristik tersebut antara lain

menarik, bergradasi, auto correction, auto education, dan kontekstual.

Kuesioner ini disi oleh siswa kelas I, setelah peneliti melakukan uji coba

lapangan terbatas. Berikut merupakan kisi-kisi kuesioner validasi produk

yang disajikan dalam tabel berikut.

Tabel 3. 7 Kisi-kisi kuesioner validasi produk untuk siswa.

Indikator Deskriptor Nomor Item auto

education

Membantu siswa memahami konsep IPA. Siswa belajar secara mandiri.

1,2

auto correction

Membantu siswa menemukan kesalahannya sendiri.

Membantu siswa menemukan jawaban yang benar.

7,8

Menarik Memiliki warna yang menarik bagi siswa. Bentuk alat menarik bagi siswa yang ingin belajar.

3,4

Bergradasi Dapat digunakan untuk berbagai kompetensi dasar yang berbeda.

Memiliki berat yang sesuai dengan siswa.

5,6

Kontekstual Memanfaatkan benda dari lingkungan sekitar.

Dapat diproduksi oleh masyarakat sekitar.

9,10

Kisi-kisi tersebut selanjutnya didesain menjadi kuesioner validasi

untuk siswa. Lima indikator tersebut didesain menjadi sepuluh pertanyaan.

Pertanyaan tersebut digunakan sebagai pengendali kesesuaian

pengembangan berdasarkan 5 karakteristik media pembelajaran.

Sebelum digunakan, instrumen kuesioner validasi produk untuk siswa

58

Instrumen tersebut divalidasi agar dapat digunakan untuk mengumpulkan

data yang valid selama penelitian.

3.6.3 Tes

Tes disusun dan didesain berdasarkan Kompetensi Dasar (KD)

“Mengenal anggota tubuh dan kegunaanya, serta cara perawatannya” untuk kelas I semester ganjil. Berdasarkan Kompetensi Dasar tersebut, peneliti

menjabarkan menjadi tiga indikator yang selanjutnya didesain menjadi

kisi-kisi soal. Penyusunan soal tes didasarkan pada kisi-kisi-kisi-kisi yang telah dibuat

peneliti. Setelah disusun, instrumen tes kemudian diuji validitasnya sebelum

digunakan. Jenis validitas yang digunakan adalah validitas isi dan konstruk.

Validitas isi yaitu membandingkan isi instrumen dengan materi yang

disampaikan dalam pembelajaran dan diharapkan dikuasai oleh peserta

didik (Yusuf, 2015: 61-62). Aspek penilaian validasi isi disusun dengan

mengadopsi dan memodifikasi dari penelitian yang dilakukan

Widyaningrum (2015).

Tes yang dilakukan meliputi pretest dan posttest. Hasil Tes tersebut

digunakan untuk melengkapi data kuantitatif yang nantinya akan digunakan

untuk mengetahui kualitas produk media yang telah dibuat dengan cara

59

Tabel 3. 8 Kisi-kisi soal

Kompetensi Dasar Indikator Item Soal 1.1 Mengenal anggota

tubuh dan kegunaanya, serta cara perawatannya 1.1.1 Mengenal Panca Indera Manusia. 1 1.1.2 Mengetahui fungsi panca indera manusia. 2,3,4,5,6 1.1.3 Mengetahui cara merawat panca Indera manusia dan membiasakannya.

7,8,9,10

Tiga indikator tersebut selanjutnya didesain oleh peneliti menjadi 10

soal yang digunakan untuk uji empiris. Instrumen tes yang telah dibuat

selanjutnya divalidasi oleh guru kelas I. Berikut merupakan aspek penilaian

validasi isi instrumen test.

Tabel 3. 9 Aspek Penilaian Validasi Isi Instrumen Test.

No Komponen penilaian

1 Kesesuaian Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan indicator 2 Kesesuaian perilaku yang dituntut dalam indikator dengan

perkembangan siswa

3 Kesesuaian indikator 1 dengan item soal yang diberikan 4 Kesesuaian indikator 2 dengan item soal yang diberikan

5 Kesesuaian penggunaan bahasa dengan bahasa Indonesia baku 6 Kesesuaian penulisan kalimat pertanyaan

Dokumen terkait