• Tidak ada hasil yang ditemukan

Intervensi Perawatan Perineum

Dalam dokumen Buku Ajar. Aplikasi Periode Postpartum (Halaman 90-100)

BAB 3. INFEKSI POSTPARTUM

E. Intervensi Perawatan Perineum

1. Cold Therapy (Nazir, M. S., Wahjoedi, B. A., Yussof, A. W., Abdullah, M. A., Singh, A. & S., … Access, 2018)

Cold Therapy (pemberian kompres dingin pada Luka atau area perineum), bertujuan: Mengurangi rasa sakit di suatu daerah setempat, menurunkan suhu tubuh, men-cegah peradangan meluas, mengurangi perdarahan setem-pat.

Cara:

Dilakukan setiap 2 jam sekali selama 24 jam per-tama sesudah melahirkan. Rasional: Pemberian kompres dingin mampu menurunkan prostaglandin yang memper-kuat sensitivitas reseptor nyeri dan subkutan lain terha-dap perineum bersama dengan menahan proses inflamasi.

Tujuan:

a. Mengurangi rasa sakit disuatu daerah setempat.

b. Menurunkan suhu tubuh.

c. Mencegah peradangan meluas.

d. Mengurangi perdarahan setempat.

(Sumber: m.made-in-china.com/product/Cold-Compress-Reusable-Cold-Pack-Ice-Bag-873883375.html)

2. Hydroterapi Sitz Bath (Murashko, 2017)

Hydroterapi Sitz Bath (rendam duduk dengan air hangat atau dingin), bertujuan: Menurunkan intensitas nyeri perineum pada ibu post partum.

Cara:

Siapkan air hangat pada baskom ±2L, Ukur suhu air dengan thermometer (suhu: 41º-43º) dilakukan selama 20 menit.

Rasional terapi hangat: Memberikan pengaruh pada saraf yang menimbulkan blok rasa nyeri oleh sensasi suhu yang diterima sehingga dapat mengatasi pengaruh pene-kanan atau pengurangan rasa nyeri.

Tujuan: Menurunkan intensitas nyeri perineum pada ibu post partum.

(Sumber: google.com/search?q=Cascade+Health+

Resolutions&oq=Cascade+Health+Resolutions&aqs=chr ome..69i57&sourceid=chrome&ie=UTF-8) 3. Ice pack (Setiani, 2017)

Ice pack (Menggunakan kain pelindung es atau dengan handuk sekali pakai).

Cara:

Menempelkan kain atau handuk yang membungkus es dengan suhu 15º pada area perineum, selama 20 menit,

kemudian dilepaskan 10 menit sebelum digunakan lagi, tindakan dilakukan sebanyak 2 kali sehari.

Rasional: Ice pack mengurangi prostaglandin yang memperkuat reseptor nyeri, mencegah proses inflamasi, merangsang pelepasan endorphin sehingga menurunkan transmisi nyeri.

(Sumber:

obgin-ugm.com/wp- content/uploads/2019/03/Perawatan-Pasca-Penjahitan-Robekan-Perineum.pdf)

4. Lampu hangat perineal/sinar lampu infra merah (Girsang, B. M., & Elfira, 2021; Girsang, …, & 2019, n.d.)

Sinar lampu infra merah (inframerah 1.000 watt dengan panjang gelombang yang dihasilkan berkisar antara 350-4000 nm. Bertujuan untuk memiliki tujuan mengimbuhkan rasa nyaman, mempercepat pengeringan luka dan proses penyembuhan.

Cara:

Tempatkan 20 inci dari perineum, lakukan selama 20 menit.

Rasional: Sinar infra red meningkatkan suplai darah bersama dengan adanya kenaikan temperature dan meng-akibatkan vasodilatasi yang akan meningkatkan supalai darah ke jaringan sekitar perineum yang akan bermanfaat untuk memperbaiki proses perbaikan luka dan mencegah

Tujuan:

a. Dapat memberikan rasa nyaman.

b. Mempercepat pengeringan luka dan proses penyem-buhan.

(Sumber: tokopedia.com/elektronika88/lampu-sinar-infra-merah-terapi-panas-u-nyeri-pegal-otot-promo) 5. Sumplemen Zink (Mahromi & Gustina, 2019)

Suplemen Zink (sintesis degradasi kolagen untuk mempercepat jaringan kulit baru, zink berkontribusi pada vasokontriksi pembuluh darah). Pemenuhan kebutuhan zink bertujuan sebagai perbaikan integritas kulit, mence-gah dermatitis perineum, melindungi barrier epidermal yang sehat, merawat kulit dari mikroorganisme, melin-dungi area luka dari pengaruh tekanan.

Makanan yang mengandung zink, daging, hati, kerang, telur, sereal dan kacang kacangan.

Rasional: Zink diangkut oleh albumin, dan albumin sangat dibutuhkan untuk proses penyembuhan luka.

(Sumber: honestdocs.id/manfaat-zinc) 6. Aromaterapi Lavender (Widayani, 2017)

Aromaterapi Lavender (mengrilekskan atau mene-nangkan) dengan cara menghirup uap minyak lavender dengan konsentrasi 100% memberikan 4-5 tetes dan dilarutkan dalam 200 ml air dan beri secara inhalasi lewat vaporizer atau alat listrik. Cawan tungku aromaterapi yang sudah diberikan air ditunggu sampai hangat baru dite-teskan essens aromaterapi. Memberi jarak pada tungku dan klien kurang lebih 30 cm, meminta klien relaks dan menghirup wangi aromaterapi selama 10 menit.

Rasional: Zat aktif yang terdapat di dalamnya akan merangsang hypothalamus untuk mengeluarkan endorphin. Endorphin adalah zat yang menimbulkan rasa tenang, relaks dan bahagia dan juga zat aktif berupa linaool dan linalyl acetat sebagai anlgetik.

(Sumber:

alodokter.com/cara-menggunakan-aromaterapi-S oal L atihan

1. Pada Unit perawatan postpartum seorang perempuan primipara Ny N (20 tahun), 2 jam postpartum dengan perawatan observasi mengeluh merasakan kelelahan, nyeri pada area luka jahitan. Hasil pemeriksaan perawat didapatkan data TD: 110/80 mmHg, HR: 85x/menit, RR:

27x/menit, terdapat laserasi jalan lahir pada mukosa dan kulit perineum. Pada derajat berapakah laserasi yang terjadi pada kasus di atas?

a. Derajat I b. Derajat II c. Derajat III d. Derajat IV e. Derajat V

Jawaban: b. Derajat II

2. Pada unit perawatan postpartum seorang perempuan primipara Ny S (20 tahun), 2 jam postpartum dengan perawatan observasi mengeluh merasakan kelelahan, nyeri pada area luka jahitan. Hasil pemeriksaan perawat didapatkan data TD: 110/80 mmHg, HR: 85x/menit, RR:

27x/menit, terdapat laserasi jalan lahir pada mukosa dan kulit perineum. Intervensi apakah yang tepat diberikan oleh perawat pada Ny S?

a. Memberikan bantuan dalam pemenuhan kebutuhan dasar

b. Membantu klien toilet training c. Mengajarkan klien kegel exercise d. Memantu klien untuk mobilisasi dini

e. Melakukan vulva hiegiene dan perawatan pada luka perineum

Jawaban: e. Melakukan vulva hiegiene dan perawatan pada luka perineum

3. Pada unit perawatan postpartum seorang perempuan primipara Ny N (20 tahun), 2 jam postpartum dengan persalinan normal, dan terdapat robekan atau laserasi jalan lahir yang mengakibatkan perdarahan dan diharus-kan untuk dilakudiharus-kan penjahitan. Tindadiharus-kan materi konse-ling yang tepat pada Ny G adalah:

a. Teknik menyusui b. Nutrisi menyusui c. Mobilisasi dini

d. Perawatan luka perineum e. Manajemen Laktasi

Jawaban: d. Perawatan luka perineum

D aftar P ustaka

Alvarenga, M. B., Francisco, A. A., De Oliveira, S. M. J. V., Da Silva, F. M. B., Shimoda, G. T., & Damiani, L. P. (2015).

Episiotomy healing assessment: Redness, oedema, ecchymosis, discharge, approximation (REEDA) scale reliability. Revista Latino-Americana de Enfermagem, 23 (1), 162–168. https://doi.org/10.1590/0104-1169.

3633.2538

Girsang, B. M., & Elfira, E. (2021). How A Cold Sitz Bath Versus Infrared Therapy Can Remove the Pain of Postpartum Perineal Wounds. Jurnal Keperawatan Soedirman, 16 (1).

Girsang, B., … N. D.-J. K., & 2019, undefined. (n.d.). Gambaran karakteristik luka perineum pada ibu post partum dengan hidroterapi sitz bath. Nursingjurnal.Respati.Ac.

Id. Retrieved from http://nursingjurnal.respati.ac.id/

index.php/JKRY/article/view/388

Mahromi, W. G., & Gustina, E. (2019). Hubungan tingkat kon-sumsi suplemen zink dengan penyembuhan luka peri-neum pada postpartum di RSKIA PKU muhammadiyah Kotagede Yogyakata. 1–8.

Murashko, M. (2017). Innovative approaches to quality assurance in healthcare. Roszdravnadzor Bulletin, 6, 5–

9.

Mustika, D. N., Nurjanah, S., Noor, Y., Ulvie, S., Kesehatan, F. I., Universitas, K., & Semarang, M. (2019). PERBEDAAN KEASAMAN AIR SUSU IBU PERAH (ASIP) BERDA-SARKAN LAMA PENYIMPANAN DIFFERENCE OF DAIRY MILK WATER (ASIP) BASED ON THE STORAGE. Jurnal Kebidanan, 8 (1), 68–73. https://doi.org/10.26714/

jk.8.1.2019.68-73

Nazir, M. S., Wahjoedi, B. A., Yussof, A. W., Abdullah, M. A., Singh, A., da C., & S.,… Access, O. (2018). Spectrochimica Acta-Part A: Molecular and Biomolecular Spectroscopy, 192(4), 121–130. Jurnal Tematik Kurikulum, 192 (4), 121–130.

Nugroho, T. (2014). Buku Ajar Asuhan Kebidanan Nifas (Askeb 3). Yogyakarta: Nuha Medika.

Oktariana, R. I. A. (2017). Hubungan pengetahuan perawatan luka perineum dengan penyembuhan luka perineum pada ibu post partum di wilayah kerja puskesmas pagelaran tahun 2017. i-xvii 1-64.

Setiani, D. (2017). Pengaruh Terapi Ice Pack Terhadap Penu-runan Skala Nyeri Post Episiotomy di Ruang RS PKU Muhammadiyah Gombong. STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG.

Widayani, W. (2017). Aromaterapi Lavender dapat Menurun-kan Intensitas Nyeri Perineum pada Ibu Post Partum.

Jurnal Ners Dan Kebidanan Indonesia, 4 (3), 123–128.

Yuliyanik. (2014). PENGARUH POSISI LITHOTOMI DAN POSISI DORSAL RECUMBENT TERHADAP DERAJAD ROBEKAN PERINEUM PADA IBU BERSALIN PRIMI GRAVIDA DI BPM MYASTOETI KABUPATEN MALANG.

In Jurnal Fasilkom.

Bab 5 M anajemen L aktasi

Tujuan: Setelah membaca Bab 5. Manajemen Laktasi, peserta

Dalam dokumen Buku Ajar. Aplikasi Periode Postpartum (Halaman 90-100)

Dokumen terkait