DAFTAR PUSTAKA
INTISARI DISIPLIN DOMESTIC REGULATION
A. TRANSPARANSI harus ditempuh di daerah ini
1 Dipublikasikannya segera
peraturan/kebijakan terkait B,C,D,E dan F
3. Tidak ada keharusan bagi penyedia jasa berdomisili di daerah ini sebagai syarat mengikuti asesment dan verifikasi kompetensi penyedia jasa (terkecuali telah dinyatakan dalam SOC/komitmen multilateral)
2. Tersedianya mekanisme memadai untuk menanggapi pertanyaan menyangkut peraturan/kebijakan
4. Bila unsure-unsur berkas permohonan si pemohon dinyatakan belum lengkap, si pemohon dapat diinformasikan dalam jangka waktu yang wajar dan diberikan kesempatan untuk
melengkapinya. 3. Dipublikasikannya rancangan
peraturan/kebijakan dan
memberikan kesempatan bagi public memberikan tanggapan
E. PROSEDUR KUALIFIKASI
B. PERSYARATAN PERIJINAN 1. Prosedur kualifikasi dibuat
sesederhana mungkin dan bukan merupakan hambatan yang tidak perlu
1. Persyaratan perijinan terkait dengan domisili (terkecuali dinyatakan dalam SOC/komitmen multilateral) tidak memberikan hambatan yang tidak perlu
2. Pelayanan dilakukan satu pintu
C. PROSEDUR PERIJINAN 3. Tidak ada pembatasan waktu dalam
penyerahan permohonan. Institusi terkait tidak menunda secara tidak perlu pemerosesan permohonan 1. Prosedur perijinan, termasuk
prosedur permohonan dan
perpanjangan (renewal) ijin dibuat sesederhana mungkin dan bukan merupakan hambatan yang tidak perlu
4. Pengujian kualifikasi dijadwalkan secara periodik dan calon peserta diberikan waktu yang cukup untuk melakukan pendaftaran mengikuti ujian tersebut
2. Prosedur dan pengambilan
keputusan perijinan bersifat netral dan tidak memihak
5. Bila permohonan perijinan si
pemohon ditolak, si pemohon dapat diinformasikan secara tertulis beserta alasan penolakan. Dalam jangka waktu yang memadai pemohon diberikan kesempatan untuk mengajukan kembali permohonannya
3. Pelayanan dilakukan satu pintu 6. Salinan yang dilegalisir dapat diterima menggantikan dokumen asli
4. Tidak ada pembatasan waktu dalam penyerahan permohonan perijinan, terkecuali jumlah ijin yang
7. Pemohon yang pengajuan permohonannya ditolak dapat diinformasikan secara tertulis
dikeluarkan memang terbatas beserta alasan penolakan. Dalam jangka waktu yang memadai pemohon diberikan kesempatan untuk mengajukan kembali permohonannya
5. Menginformasikan dalam jangka waktu yang wajar unsur-unsur berkas permohonan perijinan yang dinyatakan belum lengkap, dan memberikan kesempatan bagi pemohon untuk melengkapinya.
8. Dibuat dan dipatuhinya jadwal pemerosesan permohonan tidak boleh terlalu lama
6. Salinan yang dilegalisir dapat diterima menggantikan dokumen asli
9. Kewajaran biaya yang dibebankan kepada pemohon terkait prosedur kualifikasi dari sisi biaya yang mesti ditanggung oleh institusi. Biaya bukan merupakan hambatan bagi penyediaan jasa
7. Pemohon yang pengajuan ijin permohonannya ditolak dapat diinformasikan secara tertulis beserta alasan penolakan. Dalam jangka waktu yang memadai pemohon diberikan kesempatan untuk
mengajukan kembali permohonannya
F. STANDAR TEKNIS
8. Dibuat dan dipatuhinya jadwal pemerosesan permohonan tidak boleh terlalu lama
1. Proses pengembangan dan penerapan estándar nasional dan internasional oleh lembaga non pemerintah yang diberikan kewenangan dilakukan secara transparan
9. Perijinan dapat segera efektif berlaku tanpa penundaan sebagaimana telah dinyatakan dalam ketentuan dan persyaratan yang berlaku
2. Sebahagian atau keseluruhan estándar teknis internasional yang relevan dimasukkan dalam penyusunan estándar teknis, terkecuali diketahui tidak akan efektif dan memadai dalam rangka pemenuhan tujuan kebijakan nasional.
10. Biaya perijinan wajar dipandang dari sisi biaya yang mesti ditanggung oleh institusi dalam operasionalisasi kegiatan pelayanan dan
pengawasannya.
D. PERSYARATAN KUALIFIKASI 1. Adanya prosedur yang memadai
untuk memverifikasi dan melakukan asesmen terhadap kualifikasi yang dipersyaratkan
kualifikasi (a.l. kursus, ujian, pelatihan, dan pengalaman kerja) diinformasikan kepada pemohon. Pemohon diijinkan melengkapinya tanpa ada persyaratan, a.l :
keharusan lokasi lembaga kursus, ujian, pelatihan
DAFTAR PUSTAKA
Booth, A dan P. Mc. Cawley (ed.), The Indonesian Economy During the Suharto Era, Oxford University Press, 1981.
GATT, GATT Activities 1986 : An Annual Review of the Work of the GATT, Geneva : Juni 1987.
Horn, Paul V. and Henry Gomez, International Trade Principles and Practices, Fourth Edition, New Jersey : Prentice Mall, 1964.
Jackson, John H. et.all, Legal Problem of International Economic Relation, St. Paul : West Publishing Co, 1995.
Kiplagat, Kenneth, “An Institutional and Structural Model for SuccessfulEconomic Integration in Developing Countries”, Texas International Law Journal, Winter (1994).
Nixon, Roy, “Improving the Investment Climate in APEC Economies”, the Australian Treasury, Foreign Investment and Trade Policy Division, 2005,
Oppenheim – Lauterpacht, International Law ; A Tratise, Vol.1, Longmans, 1967.
Parthiana, I Wayan, Pengantar Hukum Internasional, Bandung: Mandar Maju, 1990.
Pistor, Katharina dan Philip A. Wellon, et.all, The Role of Law and Legal Institutions in Asian Economic, New York : Oxford University Press, 1999.
Rustiani, Frida “Reformasi Regulasi : Mengapa Perlu “, Puri Imperium, Jakarta, 19 Oktober 2009.
Sornarajah, M., The International Law on Foreign Investment, Cambridge University Press, 1994.
Spruyt, Hendrik, “New Institutionalism and International Relation” dalam Ronen (ed.),
Global Political Economy Contemporary Theories, London : Routledge, 2000.
Syahmin AK., Hukum Dagang International: Dalam Kerangka Studi Analisis, Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2006.
United Nations, General Assembly Resolution, December 12th 1974, No. 3281 (XXIX).
Van Houte, Hans, The Law of International Trade, London : Sweet and Maxwell,1995.
Zulkarnain Sitompul, “Domestic Regulation dan Perbaikan Iklim Usaha”, makalah disampaikan pada acara Training for Trainers Mengenai Seluk Beluk Perdagangan Jasa WTO/GATS, diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan RI, (Medan, 8 April 2010).
studi S-1 tahun 1997 pada Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) di Medan. Gelar Magister Humaniora diperoleh pada tahun 2001 pada Program Studi Ilmu Hukum Sekolah Pascasarjana USU. Pada tahun 2005 memperoleh gelar Doktor di bidang ilmu hukum pada Program Studi Doktor Ilmu Hukum, Sekolah Pascasarjana USU.
Penulis aktif sebagai staf pengajar pada Fakultas Hukum USU, Program Studi Magister Hukum Fakultas Hukum USU dan Program Pascasarjana pada beberapa Perguruan Tinggi Swasta. Aktif melakukan berbagai kerjasama penelitian dan kajian hukum dengan lembaga-lembaga pemerintah pemerintah maupun swasta. Beberapa kajian hukum yang telah dilakukan pada tahun 2009-2010 antara lain Kajian Akademik Rencana Perubahan UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, Penelitian 10 Tahun UU No. 5 Tahun Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat (kerjasama PSHK, gtz dan KPPU), Penyusunan Regulatory Manual Persaingan Usaha di Indonesia (kerjasama hukumonline dan NLRP), Penelitian Dampak Industri Hasil Tembakau terhadap Perekonomian Nasional dan Sumatera Utara : Perspektif Ekonomi dan Hukum (kerjasama USU, ECFIN dan Apindo Sumatera Utara), Kajian Penerapan Prinsip-Prinsip Roundtable Sustainable Palm Oil pada PT.Perkebunan Nusantara III (Persero), Penelitian terhadap Putusan-Putusan Hakim (kerjasama Fakultas Hukum USU dengan Komisi Yudisial RI) dan lain-lain.
Sampai saat ini aktif mengikuti berbagai seminar, lokakarya, diskusi-diskusi ilmiah, dan pelatihan-pelatihan hukum pada tingkat lokal, nasional dan internasional baik sebagai peserta, penanggap maupun narasumber dan menulis pada berbagai jurnal nasional. Aktifitas lain dari penulis adalah aktif sebagai Sekretaris Dewan Audit USU 2007-2009, anggota Majelis Pengawas Daerah Notaris Kabupaten Deli Serdang, Arbiter dan Wakil Ketua Badan Arbitrase Syariah Nasional Perwakilan Sumatera Utara, anggota Dewan Pengawas Yayasan Pusaka Indonesia dan Sekretaris Daerah Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Sarjana Hukum (ISHI) Provinsi Sumatera Utara.