• Tidak ada hasil yang ditemukan

ISU UU NO 8/2012 UU NO 10/2008 UU NO 12/2003 Pembatasan

Dalam dokumen Jurnal 5 TRANSPARANSI PARTISIPASI DAN DE (Halaman 107-110)

Oleh: Didik Supriyanto dan Lia Wulandar

ISU UU NO 8/2012 UU NO 10/2008 UU NO 12/2003 Pembatasan

Sumbangan Sumbangan perseorangan •฀ maksimal Rp 1 miliar. Sumbangan kelompok, •฀

perusahaan, badan usaha nonpemerintah maksimal Rp 7,5 miliar. Sumbangan perseorangan •฀ maksimal Rp 1 miliar. Sumbangan kelompok, •฀

perusahaan, badan usaha nonpemerintah maksimal Rp 5 miliar.

Sumbangan perseorangan

•฀

maksimal Rp 100 juta. Sumbangan badan usaha

•฀ swasta Rp 750 juta. Larangan Sumbangan Menggunakan kelebihan •฀ sumbangan yg melampaui batas. Pihak asing. •฀

Penyumbang yang tidak

•฀ jelas identitasnya. Pemerintah •฀ Pemerintah daerah •฀ BUMN •฀ BUMD •฀ Pemerintah desa •฀

Badan usaha milik desa

•฀

Pihak asing.

•฀

Penyumbang yang tidak

•฀ jelas identitasnya. Pemerintah •฀ Pemerintah daerah •฀ BUMN •฀ BUMD •฀ Pemerintah desa •฀

Badan usaha milik desa

•฀

Pihak asing.

•฀

Penyumbang yang tidak

•฀ jelas identitasnya. Pemerintah •฀ BUMN •฀ BUMD •฀ Metode kampanye Pertemuan terbatas •฀

Pertemuan tatap muka

•฀

Penyebaran bahan

•฀

kampanye Pemilu kepada umum

Pemasangan alat peraga di

•฀

tempat umum Iklan media massa cetak

•฀

dan elektronik Rapat umum

•฀

Kegiatan lain yang tidak

•฀

melanggar ketentuan kampanye dan peraturan perundang-undangan

Pertemuan terbatas

•฀

Pertemuan tatap muka

•฀

Media massa cetak dan

•฀

media massa elektronik Penyebaran bahan

•฀

kampanye kepada umum Pemasangan alat peraga di

•฀

tempat umum Rapat umum

•฀

Kegiatan lain yang tidak

•฀

melanggar larangan kampanye dan peraturan perundang-undangan Pertemuan terbatas •฀ Tatap muka •฀ Penyebaran melalui •฀

mediacetak dan media elektronik

Penyiaran melalui radiodan/

•฀

atau televisi Penyebaran bahan

•฀

kampanye kepada umum Pemasangan alat peraga di

•฀

tempat umum Rapat umum

•฀

Kegiatan lain yang

•฀ tidak melanggar peraturanperundang- undangan Jenis pengeluaran

(tidak diatur) (tidak diatur) (tidak diatur)

Pembatasan belanja

(tidak diatur) (tidak diatur) (tidak diatur)

Rekening dan saldo awal

Rekening khusus dana

•฀

kampanye, terpisah dari rekening partai politik. Rekening dan saldo

•฀

awal dilaporkan ke KPU, KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota, 14 hari sebelum kampanye rapat umum.

Rekening khusus dana

•฀

kampanye, terpisah dari rekening partai politik. Rekening dan saldo

•฀

awal dilaporkan ke KPU, KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota, 7 hari sebelum kampanye rapat umum. (tidak diatur) Format pembukuan Pembukuan terdiri •฀

atas penerimaan dan pengeluaran, yang terpisah dari pembukuan partai politik.

Pembukuan terdiri

•฀

atas penerimaan dan pengeluaran, yang terpisah dari pembukuan partai politik

Format pembukuan terdiri

•฀

atas penerimaan dan pengeluaran, disertai daftar penyumbang di atas Rp 5 juta.

ISU UU NO. 8/2012 UU NO. 10/2008 UU NO. 12/2003

Pembukuan dibuka sejak

•฀

3 hari setelah ditetapkan sebagai peserta pemilu, dan ditutup 1 minggu sebelum penyampaian laporan dana kampanye ke kantor akuntan publik.

Pembukuan dibuka sejak

•฀

3 hari setelah ditetapkan sebagai peserta pemilu, dan ditutup 1 minggu sebelum penyampaian laporan dana kampanye ke kantor akuntan publik.

Tidak diatur kapan

•฀

pembukuan dibuka dan ditutup, tetapi dalam jangka maksimal 60 hari setelah pemungutan suara, laporan keuangan harus diserahkan ke kantor akuntan publik.

Audit •฀Laporan dana kampanye

diaudit kantor akuntan publik yang ditunjuk KPU. Laporan dana kampanye

•฀

diserahkan kepada kantor akuntan publik paling lambat 15 setelah pemungutan suara. Kantor akuntan publik

•฀

melaporkan hasil audit ke KPU, KPU provinsi dan KPU kabupaten/ kota selambatnya 30 hari setelah laporan dana kampanye diserahkan partai politik.

Laporan dana kampanye

•฀

diaudit kantor akuntan publik yang ditunjuk KPU. Laporan dana kampanye

•฀

diserahkan kepada kantor akuntan publik paling lamabat 15setelah pemungutan suara. Kantor akuntan publik

•฀

melaporkan hasil audit ke KPU, KPU provinsi dan KPU kabupaten/ kota selambatnya 30 hari setelah laporan dana kampanye diserahkan partai politik.

Laporan dana kampanye

•฀

diaudit kantor akuntan publik yang terdaftar. Kantor akuntan publik

•฀

menyelesaikan audit selambat-lambatnya 30 hari sejak laporan dana kampanye diserahkan partai politik. Kantor akuntan publik

•฀

menyerahkan hasil audit ke partai politik dan KPU selambat-lambatnya 7 hari setelah diaudit.

Pengumum- an

KPU, KPU provinsi dan

•฀

KPU kabupaten/kota menyerahkan hasil audit ke partai politik paling lambat 7 hari setelah penyerahan dari kantor akuntan publik. KPU, KPU provinsi, dan

•฀

KPU kabupaten/ kota mengumumkan hasil audit laporan dana kampanye selambatnya 10 hari setelah penyerahan dari kantor akuntan publik.

KPU, KPU provinsi dan

•฀

KPU kabupaten/kota menyerahkan hasil audit ke partai politik paling lambat 7 hari setelah penyerahan dari kantor akuntan publik. KPU, KPU provinsi, dan

•฀

KPU kabupaten/ kota mengumumkan hasil audit laporan dana kampanye selambatnya 10 hari setelah penyerahan dari kantor akuntan publik.

(tidak diatur) Sanksi Pidana Terkait Penerimaan: Perseorangan, kelompok, •฀

perusahaan dan badan usaha nonpemerintah yang menyumbang melebihi batas.

Partai politik yang meng-

•฀

gunakan, tidak melaporkan dan tidak menyerahkan kelebihan sumbangan. Partai politik yang mene-

•฀

rima sumbangan dari sum- ber-sumber yang dilarang.

Terkait Penerimaan: Perseorangan, kelompok,

•฀

perusahaan dan badan usaha nonpemerintah yang menyumbang melebihi batas.

Partai politik yang

•฀

menerima sumbangan dari sumber-sumber yang dilarang. Terkait Pengeluaran: (tidak ada) •฀ Terkait Penerimaan: Perseorangan, kelompok, •฀

perusahaan dan badan usaha nonpemerintah yang menerima dana kampanye melebihi batas yang diten- tukan

Partai politik yang mene-

•฀

rima sumbangan dari sum- ber-sumber yang dilarang. Terkait Pengeluaran:

(tidak ada)

ISU UU NO. 8/2012 UU NO. 10/2008 UU NO. 12/2003

Terkait Pengeluaran: (tidak ada)

•฀

Terkait Pelaporan: Partai politik yang

•฀

memberikan keterangan yang tidak benar dalam menyusun laporan dana kampanye.

Terkait Pelaporan: Partai politik yang

•฀

memberikan keterangan yang tidak benar dalam menyusun laporan dana kampanye.

Terkait Pelaporan: Partai politik yang

•฀

memberikan keterangan yang tidak benar dalam menyusun laporan dana kampanye. Sanksi Administrasi Terkait Penerimaan: (tidak ada) •฀ Terkait Pengeluaran: (tidak ada) •฀ Terkait Pelaporan: Partai politik yang tidak

•฀

memberikan laporan awal dana kampanye. Partai politik yang tidak

•฀

memberikan laporan dana kampanye kepada kantor akuntan publik. Terkait Penerimaan: (tidak ada) •฀ Terkait Pengeluaran: (tidak ada) •฀ Terkait Pelaporan: Partai politik yang tidak

•฀

memberikan laporan awal dana kampanye. Partai politik yang tidak

•฀

memberikan laporan dana kampanye kepada kantor akuntan publik. Terkait Penerimaan: (tidak ada) •฀ Terkait Pengeluaran: (tidak ada) •฀ Terkait Pelaporan: (tidak ada) •฀

SUMBER:DIOLEH DARI UU NO. 8/2012, UU NO. 10/2008, UU NO. 12/2003

Pengaturan dana kampanye untuk pemilu DPD juga tidak jauh berbeda dengan pemilu DPR dan DPRD. Perubahan dari UU No. 12/2003 menjadi

UU No. 10/2008 memang cukup menjanjikan adanya kemajuan dan

perbaikan kualitas pengaturan dana kampanye dengan diaturnya mengenai pengumuman dan pelaporan dana kampanye. Tapi sayangnya perubahan

terakhir pada UU No. 8/2012 mengenai pemilu DPD tidak signifikan sama

sekali.

Tabel 2 PENGATURAN DANA KAMPANYE PEMILU DPD

ISU UU NO. 8/2012 UU NO. 10/2008 UU NO. 12/2003

Sumber •฀Calon

Sumbangan sah

•฀ •฀•฀CalonSumbangan sah •฀•฀CalonSumbangan sah

Pembatasan Sumbangan Sumbangan perseorangan •฀ maksimal Rp 250 juta. Sumbangan kelompok, •฀

perusahaan, badan usaha nonpemerintah masimal Rp 500 juta. Sumbangan perseorangan •฀ maksimal Rp 250 juta. Sumbangan kelompok, •฀

perusahaan, badan usaha nonpemerintah masimal Rp 500 juta.

Sumbangan perseorangan

•฀

maksimal Rp 100 juta. Sumbangan badan usaha

•฀

ISU UU NO. 8/2012 UU NO. 10/2008 UU NO. 12/2003

Dalam dokumen Jurnal 5 TRANSPARANSI PARTISIPASI DAN DE (Halaman 107-110)