II TINJAUAN PUSTAKA
IV METODE PENELITIAN
4.1 Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yang merupakan data time series tahunan pada Lampiran 2a, 2b dan 2c. Secara rinci variabel data dan sumbernya dijelaskan dalam Lampiran 3. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Juli tahun 2012 sampai dengan Agustus tahun 2013.
4.2 Metode Analisis
Hubungan antara produksi dan konsumsi kedelai nasional serta variabel- variabel yang mempengaruhinya perlu dibentuk suatu model persamaan simultan. Model ini dicirikan dengan adanya saling keterkaitan antara variabel-variabel ekonomi, sehingga dalam model akan dijumpai lebih dari satu persamaan. Pada persamaan simultan, terdapat suatu model dimana terdapat saling keterkaitan antar variabel yang ada dalam model. Diharapkan melalui penyelesaian suatu persamaan yang ada dalam model itu, diperoleh koefisien-koefisien persamaan simultan, dimana pemilihan model yang telah dilakukan sebanyak 16 kali respesifikasi, yang terdiri dari 2 persamaan identitas dan 6 persamaan struktural. Analisis simultan dilakukan dengan bantuan komputer yaitu menggunakan program software SAS 9.1. Secara rinci model penelitian sebagai berikut:
4.2.1 Produksi
PKNt = LATKNt * PRKNt ………...………..(1) Dimana :
PKNt = produksi kedelai nasional pada tahun ke-t (ton)
LATKNt = luas area tanam kedelai nasional tahun ke-t (ha)
PRKNt = produktivitas kedelai pada tahun ke-t (ton/ha) Fungsi Luas Area Tanam Kedelai
LATKNt = a0 + a1HKNt + a2HJNt + a3TRENt + a4LATKNt-1 + µ1 ……….…(2) Dimana :
LATKNt = luas area tanam kedelai nasional pada tahun ke-t (ha)
HKNt = harga kedelai nasional di tingkat produsen pada tahun ke-t (Rp/ton)
HJNt = harga jagung nasional pada tahun ke-t (Rp/ton)
TRENt = dummy yang menggambarkan teknologi yang digunakan
LATKNt-1 = luas area tanam kedelai nasional pada tahun sebelumnya (ha)
a0 = intersep
ai = dugaan parameter (i = 1, 2, 3, 4)
µ1 = peubah pengganggu
Nilai parameter yang diharapkan a1, a3 > 0; a2 < 0; 0 < a4 < 1 Fungsi Produktivitas Kedelai Nasional
PRKNt = b0 + b1JKPUt + b2UBTKt-1 + b3LATKNt + b4PRKNt-1 + µ2………...(3) Dimana :
PRKNt = produktivitas kedelai nasional pada tahun ke-t (ton/ha)
JKPUt = jumlah ketersediaan pupuk urea pada tahun ke-t (ton/ha)
UBTKt-1 = upah buruh tani kedelai tahun sebelumnya (Rp)
LATKNt = luas area tanam kedelai nasional tahun ke-t (ha)
LPRKNt-1 = produktivitas kedelai nasional tahun sebelumnya (ton/ha)
b0 = intersep
bi = dugaan parameter (i = 1, 2, 3, 4)
µ2 = peubah pengganggu
Nilai parameter yang diharapkan b1, b3 > 0; b2 < 0; 0 < b4 < 1 4.2.2 Impor
Fungsi Harga Kedelai Impor
HKIt = e0 + e1HKINt + e2HKNt + e3ERt + e4HKIt-1 + µ3 ……….…….….(4) Dimana:
HKIt = harga kedelai impor pada tahun ke-t (Rp/ton)
HKINt = harga kedelai internasional tahun ke-t (US $/ton)
HKNt = harga kedelai nasional tahun ke-t (Rp/ton)
ERt = nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar (Rp./US $)
HKIt-1 = harga kedelai impor tahun sebelumnya (Rp/ton)
e0 = intersep
ei = dugaan parameter (i = 1, 2, 3, 4)
µ3 = peubah pengganggu
Nilai parameter yang diharapkan e1, e2 > 0; e3 < 0; 0 < e4 < 1 Fungsi Kuantitas Impor Kedelai
KIKt = f0 + f1HKNt- + f2TIKt + f3HKIt + µ4 ………...………...……(5) Dimana:
KIKt = kuantitas impor kedelai pada tahun ke-t (ton)
HKNt = harga kedelai nasional pada tahun ke-t (Rp/ton)
TIKt = tarif impor kedelai pada tahun ke-t (persen/tahun)
HKIt = harga kedelai impor pada tahun ke-t (Rp/ton)
f0 = intersep
fi = dugaan parameter (i = I, 2, 3)
µ4 = peubah pengganggu
Nilai parameter yang diharapkan f1, f3 > 0; f2 < 0 4.2.3 Penawaran
Fungsi Penawaran Kedelai Nasional
SKNt = PKNt + KIKt + SKt - KEKt ……...………....(6) Dimana:
SKNt = penawaran kedelai nasional pada tahun ke-t (ton)
PKNt = produksi kedelai nasional pada tahun ke-t (ton)
KIKt = kuantitas impor kedelai pada tahun ke-t (ton)
SKt = stok kedelai pada tahun ke-t (ton)
4.2.4 Konsumsi
Fungsi Konsumsi Kedelai Nasional
KKNt = c0 + c1HKNt + c2SKNt + c3PNPKt-1 + c4HKIt + c5KIKt + c6KKNt-1 + µ5…(7) Dimana:
KKNt = konsumsi total kedelai nasional pada tahun ke-t (ton)
HKNt = harga kedelai nasional di tingkat produsen pada tahun ke-t (Rp/ton)
SKNt = penawaran kedelai nasional pada tahun ke-t (ton)
PNPKt-1 = pendapatan nasional per kapita pada tahun sebelumnya (Rp/tahun)
HKIt = harga kedelai impor pada tahun ke-t (Rp/ton)
KIKt = kuantitas impor kedelai pada tahun ke-t (ton)
KKNt-1 = konsumsi total kedelai nasional pada tahun sebelumnya (ton)
c0 = intersep
ci = dugaan parameter (i = 1, 2, 3, 4, 5, 6)
µ5 = peubah pengganggu
Nilai parameter yang diharapkan c2, c3, c4 > 0; c1, c5 < 0; 0 < c6 < 1 4.2.5 Harga
Fungsi Harga Kedelai Nasional
HKNt = d0 + d1KKNt + d2HKIt + d3SKNt + d4KIKt + d5HKNt-1 + µ6...(8) Dimana:
HKNt = harga kedelai nasional tahun ke-t (Rp/ton)
KKNt = konsumsi total kedelai nasional pada tahun ke-t (ton)
PRKNt = produktivitas kedelai nasional pada tahun ke-t (ton/ha)
HKIt = harga kedelai impor pada tahun ke-t (Rp/ton)
SKNt = penawaran kedelai nasional pada tahun ke-t (ton)
HKNt-1 = harga kedelai nasional di tingkat produsen pada tahun sebelumnya
(Rp/ton) d0 = intersep
di = dugaan parameter (i = 1, 2, 3, 4, 5)
µ6 = peubah pengganggu
Nilai parameter yang diharapkan d1, d2, d4 > 0; d3 < 0; 0 < d5 < 1
4.3 Penentuan Model
Penentuan model berdasarkan kriteria statistik secara umum, yaitu penilaian terhadap slope koefisien (F-value) yang berarti paling tidak ada 1 variabel bebas yang mempengaruhi secara nyata terhadap variabel terikat, nilai signifikansi yaitu Prob > [T], dan nilai kesesuaian model atau goodness of fit (R2), serta penilaian terhadap autokorelasi (DW atau DH statistik), dimana DH-stat jika terdapat lag endogen dalam suatu model. Terlepas dari ada tidaknya masalah serial korelasi yang serius, Pindyck dan Rubinfield (2008) membuktikan bahwa masalah serial korelasi hanya mengurangi ke-efisiensi-an estimasi parameter dan serial korelasi tidak menimbulkan bias parameter regresi.
4.4 Metode Peramalan
Peramalan produksi dan konsumsi kedelai nasional dilakukan selama periode 2013 – 2020. Metode peramalan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2SLS, dengan beberapa pertimbangan yaitu: penerapan 2SLS menghasilkan penafsiran yang konsisten, lebih sederhana dan lebih mudah, sedangkan metode 3SLS dan FIML menggunakan informasi yang lebih banyak dan lebih sensitif terhadap kesalahan spesifikasi model, sedangkan OLS tidak dapat digunakan dalam peramalan dengan persamaan ssimultanis (Gujarati 2003).
4.5 Analisis Simulasi Kebijakan
Simulasi dilakukan untuk menghasilkan alternatif kebijakan dalam meningkatkan produksi kedelai nasional. Untuk melihat pengaruh perubahan dampak kebijakan dan faktor ekonomi terhadap keragaan produksi kedelai dalam penelitian digunakan simulasi. Simulasi kebijakan dibuat untuk menentukan alternatif apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi kedelai nasional, dimana produksi kedelai nasional yang digunakan adalah sesuai hasil peramalan yang dilakukan dalam penelitian ini.
Kebijakan alternatif dibuat berdasarkan uraian permasalahan serta hasil estimasi parameter, untuk meningkatkan produksi sebesar hasil proyeksi produksi dan konsumsi yang dilakukan, dengan justifikasi bahwa jika produksi sama dengan konsumsi, maka Indonesia akan dapat berswasembada kedelai. Sehingga simulasi kebijakan yang akan digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut:
1. Simulasi pertama : LATKN naik 5 – 10 persen. 2. Simulasi kedua : HKI naik 15 – 100 persen. 3. Simulasi ketiga : HKN naik 15 – 100 persen