• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambar 4.4 Jawaban nomor 2 subjek A pada tes tahap kedua

Berdasarkan hasil jawaban subjek A pada gambar 4.3 dan gambar 4.4 serta hasil wawancara, dapat dinyatakan bahwa ketika menjawab soal ini subjek A dapat memahami soal dengan cukup baik, hafal rumus luas permukaan kubus dan volume kubus namun subjek A salah dalam menentukkan panjang rusuk atau s, Seharusnya subjek A langsung memasukkan panjang rusuk yang sudah diketahui tetapi

69

subjek A menggunakan rumus yang sama seperti nomor 1 untuk menentukkan s pada rumus luas permukaan kubus dan volume kubus. Pada kesalahan di nomor 2 ini subjek A melakukan kesalahan dengan jenis kesalahan konsep. Kesalahan konsep yang dilakukan subjek A yaitu kesalahan menentukan panjang rusuk atau s untuk mencari luas permukaan kubus dan volume kubus.

Berikut kutipan wawancara yang peneliti lakukan dengan subjek A, dalam wawancara ini peneliti dan subjek A membahas tentang soal nomor 2 :

A (30) : Jadi kalau panjang rusuk itu udah diketahuin tinggal masukin rumus aja kak, gaperlu pake rumus 4s lagi? P (31) : Engga perlu. Langsung aja masukkan ke rumusnya. A (32) : Oh begituuu, yayaya aku tau sekarang.

P (33) : Kalau rumus volume kubus apa hayoo? A (34) : Gampang itu mah s³ kak.

P (35) : Iya betul. Di nomor 2 coba lihat kamu salahnya

dimana?

Tau engga?

A (36) : Di snya ya kak? Harusnya langsung masukin 96 tapi

aku

pakai rumus yang sama kaya nomer satu.

P (37) : Iya tepat sekali, itu kamu sudah mulai paham.

Adapun analisis kesalahan subjek dalam menyelesaikan soal kubus dan balok dinyatakan sebagai berikut.

a. Letak kesalahan yang dilakukan subjek A pada nomor ini yaitu subjek A salah menentukan panjang rusuk atau s pada rumus luas permukaan kubus dan volume kubus,

70

b. Jenis kesalahan yang subjek A lakukan yaitu kesalahan konsep dimana subjek A salah dalam menentukan panjang rusuk atau s dengan benar, seharusnya panjang rusuk atau s yang diketahui 96 langsung dimasukkan ke rumus tetapi subjek A menggunakan rumus yang sama seperti nomor 1.

Soal tes nomor 3 :

Rio mempunyai sebuah kotak kayu berbentuk kubus dengan ukuran panjang rusuk 20 cm. Rio memotong – motong kotak kayu tersebut menjadi beberapa kotak kecil berbentuk kubus dengan panjang rusuk 4 cm. Berapa jumlah kotak kecil yang didapat Rio?

71

Gambar 4.5 Jawaban nomor 3 subjek A pada tes tahap pertama

Gambar 4.6 Jawaban nomor 3 subjek A pada tes tahap kedua

Berdasarkan hasil jawaban subjek A pada gambar 4.5 dan gambar 4.6 serta hasil wawancara, dapat dinyatakan bahwa ketika menjawab soal ini subjek A dapat memahami makna soal dengan baik, hafal rumus volume kubus dan dapat merencanakan penyelesaian pemecahan masalah dengan tepat dan benar. Jadi tidak ada kesalahan yang dilakukan oleh subjek A pada nomor 3 ini karena subjek A telah menyelesaikan pemecahan masalah ini dengan benar.

72

Berikut kutipan wawancara yang peneliti lakukan dengan subjek A, dalam wawancara ini peneliti dan subjek A membahas tentang soal nomor 3 :

P (39) : Kalau nomor 3 coba dibaca dulu soal nomer 3, apa

yang

diketahui di soal itu?

A (40) : (Mulai membaca) hmm panjang rusuknya 20 cm

yang kotak

kayu, kalau kotak kotak kecil panjang rusuknya 4cm.

P (41) : Bisa engga cara jawabnya gimana?

A (42) : Pake rumus volume kak dihitung kotak kayu sama

kotak

kecil terus dibagi, baru ketemu hasilnya jumlah kotak kecil

itu.

P (43) : Rumusnya volume itu apa tadi? A (44) : s³ kak.

Adapun analisis kesalahan subjek dalam menyelesaikan soal kubus dan balok dinyatakan sebagai berikut.

a. Letak kesalahan yang dilakukan subjek A pada nomor ini tidak ada karena subjek A telah menyelesaikan pemecahan masalah ini dengan tepat dan benar.

b. Jenis kesalahan yang subjek A lakukan tidak ada karena subjek telah menyelesaikan pemecahan masalah ini dengan cepat dan benar.

73

Diketahui balok dengan ukuran panjang 6 cm, lebar 5 cm, dan tinggi 4 cm. Hitunglah :

a. Luas permukaan balok b. Volume balok

Gambar 4.7 Jawaban nomor 4 subjek A pada tes tahap pertama

Gambar 4.8 Jawaban nomor 4 subjek A pada tes tahap kedua

74

Berdasarkan hasil jawaban subjek A pada gambar 4.7 dan gambar 4.8 serta hasil wawancara, dapat dinyatakan bahwa ketika menjawab soal ini subjek A dapat memahami makna soal dengan baik, hafal rumus luas permukaan balok dan volume balok dan dapat merencanakan penyelesaian pemecahan masalah dengan tepat dan benar, subjek A juga paham terhadap rumus luas permukaan balok tetapi subjek A salah dalam menuliskan rumus luas permukaan balok karna subjek A menuliskan 2 (p x l) + (l x t) + (p x t) seharusnya yang benar adalah 2 (pxl) + 2 (pxt) + 2 (lxt) atau 2 (pl + pt + lt) dan dalam menjawab hasil perhitungan subjek A benar meskipun jika menggunakan cara seperti yang dituliskan hasilnya akan menjadi 104 karena angka 2 hanya dapat dikalikan dengan 6 x 5 . Kesalahan yang dilakukan subjek A termasuk dalam jenis kesalahan konsep dan kesalahan teknis. Kesalahan konsepnya yaitu subjek A salah dalam menuliskan rumus luas permukaan balok dan kesalahan teknisnya yaitu subjek A salah dalam melakukan perhitungan yang sesuai dengan cara yang subjek A tuliskan.

Berikut kutipan wawancara yang peneliti lakukan dengan subjek A, dalam wawancara ini peneliti dan subjek A membahas tentang soal nomor 4 :

P (45) : Iya betul sekali andi. Tadi kan rumus luas

permukaan dan

75

permukaan balok apa ya ndi?

A (46) : Hmm kalau engga salah ya ini kak, kalau ga salah 2

(pxl) +

(lxt) + (pxt)

P (47) : Iya hampir bener tetapi jika kamu menuliskannya

seperti itu

harusnya kamu kalikan 2 semuanya seperti 2 (pxl) + 2 (pxt)

+ 2 (lxt)

A (48) : Oh jadi salah ya.

P (49) : Iya andi salah tapi kamu dalam menjawab soal

benar karna

dijumlahkan terlebih dahulu baru dikalikan dua. Sekarang

kalau rumus volume balok apa andi?

A (50) : Gampang itu mah kak p x l x t kak.

Adapun analisis kesalahan subjek dalam menyelesaikan soal kubus dan balok dinyatakan sebagai berikut.

a. Letak kesalahan yang dilakukan subjek A pada nomor ini yaitu subjek A salah dalam menuliskan rumus luas permukaan balok, seharusnya rumus yang benar adalah 2 (pxl) + 2(pxt) + 2 (lxt) atau 2 (pl + pt + lt) tetapi subjek A menuliskan rumusnya 2 (pxl) + (pxt) + (lxt) dan subjek A salah dalam perhitungan karna tidak sesuai dengan cara yang dia kerjakan sebelumnya.

b. Jenis kesalahan yang subjek A lakukan yaitu kesalahan konsep dimana subjek A salah dalam menuliskan rumus luas permukaan balok dan kesalahan teknis yaitu

76

kesalahan dalam perhitungan yang tidak sesuai dengan cara yang subjek A tuliskan.

Soal tes nomor 5 :

Budi membuat kotak penyimpanan berbentuk balok dari kayu. Perbandingan panjang, lebar dan tinggi kotak tersebut adalah 4 : 3 : 2. Jika luas alas kotak tersebut adalah 108 cm², maka berapa luas permukaan kotak tersebut?

Gambar 4.9 Jawaban nomor 5 subjek A pada tes tahap pertama

Gambar 4.10 Jawaban nomor 5 subjek A pada tes tahap kedua

77

Berdasarkan hasil jawaban subjek A pada gambar 4.9 dan gambar 4.10 serta hasil wawancara, dapat dinyatakan bahwa ketika menjawab soal ini subjek A tidak dapat memahami makna soal dengan baik, subjek A tidak dapat merencanakan pemecahan masalah dengan rumus yang benar dan menggunakan konsep yang salah dalam perhitungan karena subjek A langsung mencari x dengan memasukkan ke dalam rumus luas permukaan balok, seharusnya subjek A mencari x terlebih dahulu dengan menggunakan rumus luas persegi panjang p x l setelah menemukan x nya lalu dikalikan pada panjang lebar dan tinggi setelah itu digunakan rumus luas permukaan balok. Jenis kesalahan yang dilakukan subjek A yaitu kesalahan konsep.

Berikut kutipan wawancara yang peneliti lakukan dengan subjek A, dalam wawancara ini peneliti dan subjek A membahas tentang soal nomor 5 :

P (53) : Hmm kalau nomor 5 itu bingung engga ndi?

A (54) : Bingung kak lumayan, soalnya itu ada luas alas

kotak, terus

4 : 3 : 2 itu bingung ngitungnya gimana?

P (55) : Terus jawaban kamu ini kakak sedikit bingung,

sebenernya

ini 4x,3x atau 4x dikali 3x pake simbol titik?

A (56) : Itu dikali kak, cuma nulisnya kaya koma. P (57) : Alesannya kenapa ndi bisa jawab itu?

A (58) : Aku jawab pake rumus luas permukaan balok kak,

jadi

78

P (59) : Kok bisa pake x juga?

A (60) : Kata temen aku itu suruh cari x, jadi aku tambahin

xnya.

P (61) : Oh begitu, memang disuruh mencari x tetapi tidak

memakai

rumus luas permukaan balok, kita harus menggunakan

rumus luas kotak atau luas balok.

A (62) : Bingungin banget sih kak nomor 5 itu, nanya sama

temen

juga engga pada tau.

Adapun analisis kesalahan subjek dalam menyelesaikan soal kubus dan balok dinyatakan sebagai berikut.

a. Letak kesalahan yang dilakukan subjek A pada nomor ini yaitu subjek A salah dalam menentukkan rumus yang digunakan untuk menyelesaikan pemecahan masalah pada nomor 5.

b. Jenis kesalahan yang subjek A lakukan yaitu kesalahan konsep dimana subjek A salah dalam menentukkan rumus yang digunakan untuk menyelesaikan pemecahan masalah pada nomor 5.

Soal tes nomor 6 :

Sebuah senter dengan ukuran panjang 7 cm, lebar 7 cm dan tinggi t cm. Dimasukkan ke dalam dus (kotak). Tentukan tinggi kotak jika luas permukaannya 602 cm!

79

Gambar 4.11 Jawaban nomor 6 subjek A pada tes tahap pertama

G

Dokumen terkait