METODOLOGI PENILITIAN
D. Subjek Penelitian
Penentuan subjek penelitian ini, peneliti menggunakan teknik purposive sampling, yaitu teknik pengambilan subjek data dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2014: 300). Menurut Sanafiah faisal dalam Sugiyono (2014: 303) menyatakan bahwa subjek sebagai sumber data sebaiknya yang memenuhi kriteria sebagai berikut :
1. Mereka yang tergolong masih berkecimpung atau terlibat pada kegiatan yang tengah diteliti.
46
2. Mereka yang mempunyai waktu yang memadai untuk dimintai informasi.
3. Mereka yang tidak cenderung menyampaikan informasi hasil “kemasannya” sendiri.
4. Mereka yang mulanya tergolong “cukup asing” dengan peneliti sehingga lebih menggairahkan untuk dijadikan semacam guru atau narasumber.
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan kelas VIII A yang berjumlah 25 siswa untuk di tes selama dua kali. Setelah itu akan diambil 3 orang siswa berdasarkan kesalahan terbanyak yang dilakukan dan menunjukkan hasil yang sama pada tes pertama dan kedua.
Adapun pertimbangan yang ditentukan oleh peneliti untuk memilih subjek penelitian adalah sebagai berikut.
a. Siswa yang akan menjadi subjek penelitian harus mengikuti 2 kali tes soal matematika yang diberikan. b. Siswa yang akan menjadi subjek penelitian harus memiliki
hasil yang sama pada tes pertama dan kedua.
c. Siswa yang akan menjadi subjek penelitian adalah yang memiliki skor paling rendah dan kesalahan terbanyak serta menunjukkan hasil yang sama pada kedua tes tersebut.
47 E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu :
1. Instrumen
Pada penelitian ini peneliti sebagai instrumen utama. Menurut Sugiyono (2014: 306) dalam penelitian kualitatif
“the researcher is the key instrument”, jadi peneliti
merupakan instrument kunci dalam penelitian kualitatif. a. Tes
Menurut Sudjana (2009: 35) tes uraian, yang dalam literatur disebut juga essay examination, merupakan alat penilaian hasil belajar yang paling tua. Secara umum tes uraian ini adalah pertanyaan yang menuntut siswa menjawabnya dalam bentuk menguraikan, menjelaskan, mendiskusikan, membandingkan, memberikan alasan, dan bentuk lain sejenis sesuai dengan tuntutan pertanyaan dengan menggunakan kata-kata dan bahasa sendiri. Dengan demikian, dalam tes ini dituntut kemampuan siswa dalam hal mengekspresikan gagasannya melalui bahasa tulisan.
Tes pada penelitian ini berupa essay sebanyak 10 soal yang merupakan tes soal matematika. Tes ini diberikan untuk mengetahui kesalahan-kesalahan
48
yang siswa lakukan dan ditingkatkan berdasarkan Taksonomi SOLO. Materi pada tes tersebut adalah materi kubus dan balok.
b. Wawancara
Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus teliti, tetapi juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam (Sugiyono, 2014: 317).
Dalam penelitian ini pengumpulan data dengan wawancara digunakan untuk memperkuat data yang diperoleh melalui tes dan untuk mengetahui pemahaman siswa mengenai materi kubus dan balok dan alasan siswa menjawab soal tes matematika tersebut.
Selama proses wawancara akan dicatat dan direkam sebagai bukti keabsahan data, sehingga hasil wawancara dapat dipertanggungjawabkan. Proses wawancara dilakukan secara bergantian satu persatu terhadap subjek penelitian. Hal ini dilakukan agar peneliti lebih mudah menggali informasi lebih dalam mengenai tingkat kesalahan siswa berdasarkan Taksonomi SOLO dari setiap subjek penelitian.
49 2. Kisi-kisi Instrumen
Kisi-kisi instrumen disusun berdasarkan silabus yang berlaku yang dibuat sesuai indikator materi kubus dan balok. Berikut dijabarkan secara garis besar kisi-kisi instrument pada penelitian ini. Instrument penelitian untuk mengetahui kesalahan siswa berdasarkan tingkat Taksonomi SOLO mengacu pada kompetensi dasar berikut :
5.3 Menghitung luas permukaan dan volume kubus, balok, prisma dan limas
3. Validasi Instrumen
Sebelum instrument tes diujikan kepada siswa, instrument hendaknya diukur dahulu derajat validitasnya berdasarkan kriteria tertentu. Validasi yang peneliti gunakan adalah validasi ahli yaitu, dengan meminta dosen pembimbing, dosen matematika dan guru matematika sekolah tersebut untuk menilai validitas soal yang akan diberikan.
F. Teknik Analisis Data 1. Validasi data
Pada penelitian ini peneliti menggunakan triangulasi waktu dan teknik untuk menguji keabsahan data yang
50
diperoleh. Adapun triangulasi waktu yang digunakan untuk mengetahui seberapa konsisten siswa pada kesalahannya saat dilakukan tes soal matematika kubus dan balok. Oleh karena itu, tes akan dilaksanakan sebanyak dua kali dengan waktu yang berbeda. Selain triangulasi waktu, peneliti juga menggunakan triangulasi teknik dengan memadukan tes dan wawancara untuk memperoleh data lebih mendalam.
2. Reduksi Data
Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya (Sugiyono, 2014: 338). Data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya serta melakukan analisis. Tahapan reduksi data pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Mengelompokkan siswa pada kesalahan terbanyak yang dijawab kemudian diambil subjek penelitian sebanyak 3 siswa.
b. Wawancara sebagai data pendukung untuk mengganti informasi lebih dalam pada proses pemecahan masalah matematika siswa akan disusun ke dalam
51
bentuk tulisan yang baik dan rapi untuk kemudian diolah menjadi data yang siap disajikan.
3. Penyajian Data
Penyajian data dilakukan untuk memudahkan dalam memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah di pahami tersebut (Sugiono 2014: 341). Data yang disajikan pada penelitian ini berupa uraian deksripsi hasil tes soal matematika kubus dan balok, tabel, gambar, serta data hasil wawancara
4. Conclusion Drawing/Verification
Pada tahap Verification peneliti mengambil kesimpulan dan data-data yang telah dihimpun berupa deksripsi masing-masing subjek penelitian (Sugiyono 2014: 345). Verifikasi data dan penarikan kesimpulan merupakan proses perumusan makna dari hasil penelitian yang diperoleh, pada tahap verifikasi dilakukan peninjauan terhadap kebenaran dari penyimpulan, berkaitan dengan relevansi dan konsistensinya dengan judul, tujuan dan perumusan masalah. Mengkalkulasikan presentase setiap jenis kesalahan ke dalam level
52
taksonomi SOLO dengan menggunakan rumus berikut.
Keterangan.
P = Presentase jenis kesalahan
n = Banyak kesalahan untuk masing-masing level taksonomi
SOLO
N = Jumlah/total seluruh kesalahan
5. Prosedur Penelitian
Setelah didapat hasil tes yang valid, siswa akan dikelompokkan berdasarkan kesalahan terbanyak yang dilakukan dan jawaban yang konsisten pada tes tahap 1 dan tes tahap 2. Siswa yang dipilih sebagai subjek penelitian nantinya akan diwawancara untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam. Adapun alur penelitian dapat dilihat pada diagram alur berikut.
53
Gambar 3.1 Diagram Alur Penelitian Kelas VIII A SMPIT Global
Insani Islamic School
Tes soal Matematika Kubus dan Balok Tahap 1 & Tahap 2
Data
Triangulasi
Siswa di kelompokkan berdasarkan kesalahan terbanyak yang dilakukan dan jawaban yang konsisten antara
tes tahap 1 dan tes tahap 2
Pemilihan subjek penelitian berdasarkan kesalahan terbanyak dan hasil yang sama
pada tes tahap 1 dan tes tahap 2
Subjek A di level Multistruktural Subjek B di level Multistruktural Subjek C di level Multistruktural Wawancara Pemaparan dan Analisis Data Kesimpulan
54 BAB IV