Berdasarkan hasil jawaban subjek A pada gambar 4.11 dan gambar 4.12 serta hasil wawancara, dapat dinyatakan bahwa ketika menjawab soal ini subjek A dapat memahami makna soal dengan baik, subjek A dapat merencanakan pemecahan masalah dengan tepat namun subjek A salah dalam menuliskan rumus luas permukaan balok. Subjek A menuliskan rumus 2 (pxl) + (lxt) + (pxt), sehingga subjek A menghitung 2 (49) + (14t) seharusnya subjek A menuliskan rumus 2 (pxl) + 2 (pxt) + 2 (lxt) atau 2 (pl + pt + lt) sehingga menjadi 2 (49) + 2 (14t) atau 2 (49 + 14t). Kesalahan yang
80
dilakukan subjek A pada soal nomor 6 termasuk jenis kesalahan konsep dan teknis.
Berikut kutipan wawancara yang peneliti lakukan dengan subjek A, dalam wawancara ini peneliti dan subjek A membahas tentang soal nomor 6 :
P (65) : Karna dari awal kamu ketuker rumus luas
permukaan, di
nomor 6 juga kamu sama menuliskan rumus luas permukaan, dari langkahnya sih udah benar cuma harusnya 2 (49 +14t) jadi dikalikan 2 semuanya bukan hanya 49.
A (66) : Aku fikir yang dikalikan 2 itu 49 karna letak 2 kan
didepan
49 dan kurungnya ga bareng.
P (67) : Iya seharusnya tanda kurung itu tidak dipisah-pisah,
jadi
dari situ maka hasilnya salah.
Adapun analisis kesalahan subjek dalam menyelesaikan soal kubus dan balok dinyatakan sebagai berikut.
a. Letak kesalahan yang dilakukan subjek A pada nomor ini yaitu subjek A salah dalam menuliskan rumus luas permukaan balok, sehingga salah dalam melakukan perhitungan pada nomor 6.
b. Jenis kesalahan yang subjek A lakukan yaitu kesalahan konsep dimana subjek A salah dalam menuliskan rumus luas permukaan balok dan
81
kesalahan teknis dimana subjek A salah dalam melakukan perhitungan yang seharusnya 2 (49 + 14t) atau 2 (49) + 2 (14t) menjadi 2 (49) + (14t).
Soal tes nomor 7 :
Balok ABCD.EFGH pada
gambar disamping
berukuran panjang 10 cm, lebar 6 cm dan tinggi balok 4 cm. Jika jumlah panjang rusuk
balok tersebut 80 cm. Hitunglah panjang BG!
82
Gambar 4.13 Jawaban nomor 7 subjek A pada tes tahap pertama
Gambar 4.14 Jawaban nomor 7 subjek A pada tes tahap kedua
Berdasarkan hasil jawaban subjek A pada gambar 4.13 dan gambar 4.14 serta hasil wawancara, dapat dinyatakan bahwa ketika menjawab soal ini subjek A tidak dapat memahami makna soal dengan baik, subjek A tidak dapat merencanakan pemecahan masalah dengan tepat karena subjek A menggunakan rumus yang salah, sehingga jawaban subjek A pada soal nomor 7 tidak tepat dan benar, Ketidak pahaman subjek A ini bukan karena daya tangkap subjek A yang rendah tetapi subjek A tidak menyukai jenis soal seperti soal nomor 7 ini, sehingga setiap menghadapi jenis soal seperti ini subjek A tidak dapat menjawab dengan tepat dan
83
benar. Sebab subjek A sudah menganggap sulit pada materi ini. Kesalahan yang dilakukan subjek A pada soal nomor 7 termasuk jenis kesalahan konsep.
Berikut kutipan wawancara yang peneliti lakukan dengan subjek A, dalam wawancara ini peneliti dan subjek A membahas tentang soal nomor 7 :
A (74) : Nih kak nomor 7 yang susah banget menurut aku,
aku ga
ngerti sama sekali.
P (75) : Tapi kenapa kamu bisa ketemu √10?
A (76) : Itu liat temen kak hehe.
P (77) : Coba kamu lihat nomor 7 kan yang dicari BG , rusuk
BC itu
tegak lurus dengan CG jadi caranya itu BG² = BC² + CG².
A (78) : Oh gitu, masih kurang mengerti sih kak. Karna emang aku
suka susah belajar mencari diagonal sisi, ruang atau bidang diagonal
P (79) : Susahnya kenapa?
A (80) : Aku ga suka aja kak ribet, kalo yang udah ada rumus
pastinya kan tinggal hafal dan masukkin ke rumus, tapi
kalau gitu suka bingung.
P (81) : Oh begitu, nanti kalau ada soal ujian seperti ini gimana?
A (82) : Asal jawab aja kak.
Adapun analisis kesalahan subjek dalam menyelesaikan soal kubus dan balok dinyatakan sebagai berikut.
84
a. Letak kesalahan yang dilakukan subjek A pada nomor ini yaitu subjek A salah menentukkan rumus yang digunakan untuk menyelesaikan pemecahan masalah pada soal nomor 7.
b. Jenis kesalahan yang subjek A lakukan yaitu kesalahan konsep dimana subjek A salah dalam menentukkan rumus yang digunakan untuk menyelesaikan pemecahan masalah pada soal nomor 7.
Soal tes nomor 8 :
Rudi mempunyai sebuah akuarium berbentuk balok memiliki ukuran panjang 74 cm dan tinggi 42 cm. Jika akuarium tersebut diisi penuh dengan air maka volumenya 31.080 cm³. Berapa lebar akuarium Rudi tersebut?
85
Gambar 4.15 Jawaban nomor 8 subjek A pada tes tahap pertama
Gambar 4.16 Jawaban nomor 8 subjek A pada tes tahap kedua
Berdasarkan hasil jawaban subjek A pada gambar 4.15 dan gambar 4.16 serta hasil wawancara, dapat dinyatakan bahwa ketika menjawab soal ini subjek A dapat memahami makna soal dengan baik, hafal rumus volume balok dan dapat merencanakan penyelesaian pemecahan masalah dengan tepat dan benar. Kesalahan subjek A pada nomor 8 ini tidak ada karena subjek A memahami makna soal dan hafal rumus yang digunakan untuk mencari volume balok, sehingga menjawab dengan jawaban yang benar.
86
Berikut kutipan wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan subjek A, dalam wawancara ini peneliti dan subjek A membahas tentang soal nomor 8 :
P (85) : Yaudah, kakak mau bahas volume balok. Tadi kan
kata
kamu gampang ya p x l x t, kalau misalnya volume air, panjang sama tinggi udah diketahui tapi lebarnya belum,
bagaimana ngerjainnya?
A (86) : Dikaliin kak panjang sama lebar terus dibagi
volumenya
kak.
P (87) : Yakin begitu cara jawabnya? A (88) : Yakinlah kak.
Adapun analisis kesalahan subjek dalam menyelesaikan soal kubus dan balok dinyatakan sebagai berikut.
1. Letak kesalahan yang dilakukan subjek A pada nomor ini tidak ada karena subjek A memahami rumus mencari volume balok.
2. Jenis kesalahan yang subjek A lakukan tidak ada karena subjek A menjawab soal nomot 8 ini dengan jawaban dan cara yang benar.
Soal tes nomor 9 :
Diketahui sebatang kawat mempunyai panjang 236cm. kawat itu akan dibuat dua model kerangka yaitu berbentuk kubus
87
dan balok. Jika ukuran balok tersebut (12 x 8 x 5)cm. Tentukan panjang rusuk
kubus!
Gambar 4.17 Jawaban nomor 9 subjek A pada tes tahap pertama
Gambar 4.18 Jawaban nomor 9 subjek A pada tes tahap kedua
Berdasarkan hasil jawaban subjek A pada gambar 4.17 dan gambar 4.18 serta hasil wawancara, dapat dinyatakan
88
bahwa ketika menjawab soal ini subjek A dapat memahami makna soal dengan cukup baik, subjek A tidak dapat merencanakan penyelesaian pemecahan masalah dengan tepat dan benar walaupun pada nomor 9 jawaban subjek A benar tetapi setelah mencari informasi, subjek A tidak mengerjakan sendiri tetapi bertanya dengan temannya karena pada dasarnya subjek A tidak mengerti rumus yang digunakan untuk menyelesaikan soal nomor 9 ini. Kesalahan yang dilakukan subjek A pada nomor 9 termasuk jenis kesalahan yaitu kesalahan konsep dimana subjek A tidak dapat menentukkan rumus untuk menyelesaikan pemecahan masalah soal nomor 9.
Berikut kutipan wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan subjek A, dalam wawancara ini peneliti dan subjek A membahas tentang soal nomor 9 :
P (89) : Pinter kamu. Soal nomor 9 itu yang diketahui dan
caranya
gimana hayo andi?
A (90) : Yang diketahui itu panjang kawat 236 cm , ukuran
baloknya
p = 12, l = 8, t = 5.
P (91) : Lalu caranya bagaimana?
A (92) : Caranya itu aku nanya sama temen rumusnya, tapi
ngitungnya aku sendiri kak.
P (93) : Kenapa nanya sama temen? A (94) : Gatau caranya kak aku.
P (95) : Gataunya itu karna lupa atau memang gatau
89
A (96) : Gatau sama sekali kak rumusnya.
Adapun analisis kesalahan subjek dalam menyelesaikan soal kubus dan balok dinyatakan sebagai berikut.
a. Letak kesalahan yang dilakukan subjek A pada nomor ini yaitu subjek A tidak dapat menentukan rumus yang digunakan untuk menyelesaikan pemecahan masalah pada soal nomor 9.
b. Jenis kesalahan yang subjek A lakukan yaitu kesalahan konsep dimana subjek A tidak tidak dapat
menentukan rumus yang digunakan untuk
menyelesaikan pemecahan masalah pada soal nomor 9.
Soal tes nomor 10 :
Sebuah kubus panjang rusuknya 5 cm, sedangkan sebuah balok berukuran (7 x 5 x 4) cm.
a. Tentukan volume kubus dan balok tersebut. b. Tentukan perbandingan volume keduanya.
90
Gambar 4.19 Jawaban nomor 10 subjek A pada tes tahap Pertama
G a
mbar 4.20 Jawaban nomor 10 subjek A pada tes tahap