• Tidak ada hasil yang ditemukan

KANTOR KEPALA DESA PASIR BUNCIR

KABUPATEN CIANJUR

Geografi dan Demografi

Desa Ciputri terletak di Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat yang memiliki luas wilayah 636 Ha. Jumlah penduduk Desa Ciputri sebayak 11.116 jiwa yang terdiri dari 5633 laki-laki dan 5483 perempuan dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 2888 KK yang terdiri dari 2575 KK laki-laki dan 313 KK perempuan. Sedangkan jumlah Keluarga Miskin (Gakin) 715 KK dengan presentase 22,6 % dari jumlah keluarga yang ada di Desa Ciputri.

Batas-batas administratif pemerintahan Desa Ciputri Kecamatan Pacet sebagai berikut:

• Sebelah Utara : Desa Ciherang Kecamatan Pacet

• Sebelah Timur : Desa Cibeureum Kecamatan Cugenang

• Sebelah Selatan : Desa Galudra Kecamatan Cugenang

• Sebelah Barat : Kawasan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango Dilihat dari tofografi dan kontur tanah, Desa Ciputri Kecamatan pacet secara umum berupa perbukian dan dataran tinggi yang berada pada ketinggian antara 900 m s/d 1.600 m diatas permukaan laut (dpl) dengan suhu rata-rata berkisar antara 20 s/d 230 Celcius.

Desa Ciputri terdiri dari 4 (Empat) Dusun, 9 (Sembilan) Rukun Warga (RW) dan 35 (Tiga Puluh Lima) Rukun Tetangga (RT). Sedangkan untuk mencapai desa dari ibu kota Kabupaten Cianjur 15 km persegi dengan waku tempuh 40 menit dan ibu kota Kecamatan pacet 6,20 km persegi dengan waktu tempuh 30 menit dengan menggunakan transportasi darat. Transportasi yang biasa dipergunakan masyarakat berupa kendaran roda empat dan roda dua.

Keadaan Sosial Budaya

Dalam bekerja, umumnya perempuan dan laki-laki bekerja bersama-sama dan tidak berubah dari dulu sampai sekarang. Beberapa pekerjaan yang dilakukan perempuan selain pekerjaan rumah tangga adalah bertani, pemetik teh dan buruh tani. Dari agama, sebagian besar masyarakat desa beragama Islam. Agama Islam berpengaruh kuat pada budaya masyarakat.

Keadaan Ekonomi

Mata pencaharian utama masyarakat Desa Langensari Kecamatan Sukaraja dalam memenuhi ekonomi sehari-hari terdiri dari:

Potensi Jumlah Potensi Jumlah

Petani 1379 orang Nelayan -

Buruh Tani 811 orang Montir 2 orang

Pedagang 247 orang Peternak 5 orang

National Consultant Final Report Halaman - 91

TNI/Polri 2 orang Tukang Kayu 31 orang

Karyawan Swasta 772 orang Lain-lain -

Keadaan Sarana dan Prasarana Umum Sarana Pendidikan

Sarana pendidikan umum yang terdapat di Desa Ciputri Kecamatan Pacet meliputi:

Sarana Jumlah Sarana Jumlah

Taman Kanak-kanak/ Paud

2 buah SLTA/ SMK 1 unit

Sekolah Dasar (SD) 4 buah Perguruan Tinggi 1 buah

SLTP/ MTs 1 buah Lainnya 2 buah

Sedangkan untuk jumlah tenaga pengajar terdiri dari :

Tenaga Jumlah Tenaga Jumlah

Taman Kanak-kanak/ PAUD

4 orang SLTP/ MTs 24 orang

Sekolah Dasar (SD) 36 orang SLTA/ SMK -

Sarana Kesehatan

Sarana kesehatan yang ada di desa Ciputri meliputi:

Sarana Jumlah Sarana Jumlah

Puskesmas - Dokter Praktek -

Puskesmas Pembantu 1 buah Bidan 1 orang

Polides 1 buah Pos KB Desa 1 buah

Balai Pengobatan/ Klinik 1 buah Petugas Gizi Keliling 1 orang

Dokter Umum - Dukun Bayi Terlatih 5 orang

Posyandu 10 buah

Sarana dan Prasana Ekonomi

Sarana Jumlah Sarana Jumlah

Bank - Perusahaan Sedang 4 buah

Koperasi Unit Desa - Raksa Desa 34 kelompok

Pasar - Toko/ Warung 164 orang

BUMDES - Perusahaan Kecil 1 buah

Industri Rumah Tangga - Perusahaan Besar 2 buah

Sarana dan Prasana Ekonomi Prasarana Desa

Sarana Jumlah Sarana Jumlah

Mesjid 14 buah Vihara -

Mushola 39 buah Pura -

Madrasah 7 buah Pesantren 9 buah

Gereja -

Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan

Potensi Jumlah Potensi Jumlah

Sawah Hutan Negara

National Consultant Final Report Halaman - 92

Anggota Kelompok Tani Lahan Kritis

Kebun/ Tegalan

Peternakan

Potensi Jumlah Potensi Jumlah

Kambing - Sapi Potong -

Domba 10 orang Sapi Perah -

Ayam Kampung - Kelinci 9 orang

KONDISI PEMERINTAHAN DESA

Pembagian Pemerintahan Desa

Urusan pemerintahan desa dilakukan oleh Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa atau BPD untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat. Pemerintah desa terdiri dari kepala desa yang dibantu oleh sekretaris desa, kepala dusun, kaur pemerintahan, kaur kesejahteraan masyarakat social, kaur umum, kaur pembangunan, dan kaur keungan. Pemerintah desa bekerjasama dengan BPD dalam penyelanggaraan pemerintahan.

Pemerintah desa juga bekerjasama dengan PKK untuk pelaksanaan kegiatan posyandu dan dengan Polides untuk membuat rujukan kesehatan bagi kelompok masyarakat yang tidak mampu. LPMD berkoordinasi dengan pemerintahan desa dan BPD untuk menjalankan pemerintahan desa. BPD Desa Ciputri dibentuk tahun 2003. Lembaga kemasyarakatan yang dibentuk masyarakat desa adalah lembaga ketahanan masyarakat desa atau LPMD. Lembaga lain yang ada di desa Ciputri adalah karang taruna, posyandu, kader konservasi dan lembaga lainnya.

Struktur Organisasi Pemerintahan Desa Ciputri

BPD CIPUTRI KEPALA DESA

ENTIN KARTINI SEKRETARIS DESA DEKI AFRIZAL, SE KAUR PEMERINTAHAN SANDI KAUR EKBANG FIRMAN, I KAUR UMUM POPON KEPALA DUSUNI H. HASBULOJH KEPALA DUSUN II BADEN

KEPALA DUSUN III

ACEP KEPALA DUSUN IV H. KAMALUDIN BENDAHARA DESA TATI KA. TRANTIB I PAHRU KAUR KESRA HASANUDIN

National Consultant Final Report Halaman - 93

KAJIAN DINAMIKA KELOMPOK

Analisis konflik merupakan salah satu alat yang digunakan untuk menggali informasi tentang perubahan sosial masyarakat desa, dinamika konflik, tingkat kohesi sosial, harmonisasi antarpemangku kepentingan dan ketahanan masyarakat dalam mengelola konflik. Analisis konflik dilaksanakan untuk melengkapi kajian desa secara cepat (potret desa, peta potensi desa dan bagan kelembagaan) yang akan menjadi masukan dalam merumuskan isu strategis dan program prioritas selama 5 (lima) tahun. Hasil kajian ini untuk memastikan sejauh mana perencanaan yang dibuat benar-benar peka terhadap konflik dengan mempelajari pola interaksi antar kelompok (relasional dan struktural), perbedaan nilai (kultural), isu-isu ketidakadilan, penolakan, kesenjangan, penyalahgunaan wewenang, dan pola pengelolaan sumber daya.

Analisis konflik dapat membantu dalam menemukenali kebutuhan bina damai, tingkat kerentanan terhadap konflik dan tindakan yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah tanpa kekerasan. Memperkuat upaya pemerintah desa dalam bina damai berkaitan erat dengan komitmen seluruh permangku kepentingan untuk memformulasikan kebutuhan pembangunan dengan mengintegrasikan hasil analisi konflik dalam proses perencanaan, pelaksanaan, penilaian, dan pelestarian.

Pada bagian ini diperkenalkan beberapa teknik yang dapat digunakan dalam penyusunan RPJM Desa khususnya untuk mengkaji kondisi sosial dan dinamika perubahan masyarakat mencakup pemahaman terhadap konteks, perilaku dan sikap yang berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pembangunan.

Hasil Pemetaan Konflik Desa Ciputri

Desa Ciputri yang terletak di daerah penyangga kawasan konservasi dan merupakan zona transisi dari kawasan Cagar Biosfer Cibodas dihuti oleh suku sunda. Secara umum potensi yang berada di wilayah desa ini sebagian besar adalah lahan pertanian, perkebunan dan ladang. Sedangkan konflik yang terjadi di wilayah Desa Ciputri sebagian besar adalah kepemilikan lahan pertanian yang saat ini dikuasai oleh pihak luar, sehingga peranan masyarakat untuk mengelola lahan pertanian tersebut sangat sulit. Selain itu tingginya ketergantungan masyarakat terhadap areal kawasan hutan perluasan TNGGP yang dijadikan sebagai ladang pertanian dengan cara tumpang sari.

Kepemilikan Lahan oleh Pihak Luar. Kondisi saat ini di wilayah desa Ciputri

khususnya kampong yang berbatsan dengan kawasan hutan TNGGP hampir 75% lahan pertanian dimiliki oleh pihak swasta/perusahaan yang diperuntukan untuk pengembangan buah strawberi dan tanaman bungan. Kepemilikan lahan oleh pihak luar ini banyak menimbulkan permasalahan antara masyarakat dan si pemilik lahan itu sendiri, karena pemilik lahan tidak pernah memperhatikan kondisi masyarakat disekitarnya.

National Consultant Final Report Halaman - 94

KAJIAN TERHADAP RPJMD

Dalam sistem dan mekanisme perencanaan pembangunan, penyusunan RPJM Desa harus mengacu pada RPJMD (Kabupaten/Kota) sebagai dokumen perencanaan pembangunan jangka menengah kabupaten/kota dalam periode 5 (lima) tahun. RPJMD merupakan arah kebijakan pemerintah di tingkat kabupaten/kota yang berisi program prioritas dan penyenggaraan fungsi-fungsi pelayanan public dan perbantuan yang harus menjadi acuan bagi pemerintah desa dalam pelaksanaan pembangunan. Dalam rangka keseinambungan perencanaan, maka RPJMD lebih bersifat makro yang memuat visi, misi, dan arah pembangunan jangka menengah di tingkat kabupaten/kota yang akan menjadi dasar dalam menentukan arah, strategi, kebijakan dan program pembangunan yan masuk dalam dokumen RPJM Desa.

Perlunya kajian terhadap RPJMD dalam penyusunan RPJM Desa untuk melihat hal-hal pokok yang perlu diintegrasikan dan dipertimbangkan oleh pemerintah desa dalam merumuskan kebijakan, strategi dan prioritas pembangunan 5 (lima) tahun ke depan agar terjadi sinkronisasi dan sinergitas dengan perencanaan di atasnya. Artinya keduanya menjadi suatu kesatuan perencanaan, karena banyak program atau kegiatan yang dirumuskan di tingkat kabupaten/kota bersumber dari usulan di tingkat kecamatan dan desa. Artinya keduanya menjadi satu kesatuan perencanaan, karena banyak program atau kegiatan yang dirumuskan di tingkat kabupaten/kota besumber dari usulan di tingkat kecamatan dan desa. Pemerintah kabupaten/ kota berupaya mereview dan mengkaji kebutuhan desa dengan mempertimbangkan tata ruang, pengembangan bidang/sector pelayanan di tingkat kabupaten/kota dengan pelayanan antar desa, desa dengan kecamatan dan antar kecamatan.

Kebijakan Pembanguan Desa Ciputri

Ada dua materi pokok yang disajikan pada bagian ini. Materi pokok tersebut adalah arah kebijakan dan rencana aksi yang dituangkan dalam RPJMD untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dalam mendukung upaya pengelolaan Cagar Biosfer Cibodas berbasis para pihak melalui 3 bidang utama, yaitu bidang pendidikan, bidang sosial budaya, dan bidang ekonomi. Pada dasarnya, RPJMD dilaksanakan untuk mencapai visi, misi, tujuan, dan sasaran yang sudah dirumuskan agar bisa tercapai dengan baik, tujuan, dan sasaran dari pemerintah kabupaten/kota ini harus mendapat dukungan dari berbagai pihak termasuk masyarakat. Selanjutnya dukungan semua pihak ini harus menjadi komitmen dan gerakan bersama guna mendukung upaya pengelolaan Cagar Biosfer Cibodas berbasis parapihak.

Arah Kebijakan Bidang Pendidikan

Arah kebijakan bidang pendidikan dalam menunjang Desa Ciputri menuju Desa Percontohan dalam Pengelolaan Cagar Biosfer Cibodas terbagi kedalam 9 kebijakan, yaitu :

1) Meningkatkan program wajib belajar 9 dan 12 tahun.

2) Mengembangkan kurikulum, evaluasi dan implementasi kurikulum berbasis pendidikan konservasi berdasarkan kebutuhan dan sumberdaya alam setempat.

National Consultant Final Report Halaman - 95 3) Melakukan sosialisasi nilai, manfaat, peranan dan strategi konservasi bagi

masyarakat Desa Ciputri, dengan menggunakan semua perangkat pemerintahan daerah, baik secara langsung ataupun tidak langsung.

4) Melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan pendidikan konservasi, baik secara langsung ataupun tidak langsung.

5) Membentuk kader konservasi dari berbagai latar belakang dan organisasi. 6) Meningkatkan peran serta perempuan dalam pendidikan konservasi.

7) Mengembangkan riset-riaset konservasi dalam rangka menyusun database konservasi daerah.

8) Melakukan kerjasama konservasi pada tataran regional, nasional dan internasional untuk meningkatkan dukungan dalam pencapaian desa berbasis pengelolaan cagar biosfer.

9) Membangun mekanisme insentif dan disinsentif bagi masyarakat, sebagai rangsangan dalam implementasi dalam kehidupan sehari-hari.

Arah Kebijakan Bidang Sosial Budaya

Arah kebijakan Pemerintahan Desa Langensari bagi pelaksanaan pengelolaan cagar biosfer cibodas yang merupakan salah satu alat untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan adalah sebagai berikut:

1) Membangun dan meningkatkan perilaku/pola hidup masyarakat yang dapat mendukung pelestarian sumberdaya alam melalui pelaksanaan program desa konservasi.

2) Meningkatkan peran serta dan kemitraan organisasi kemasyarakatan dan kelompok masyarakat dalam pelestarian sumberdaya alam guna mewujudkan cita-cita desa konservasi.

3) Meningkatkan dan mengembangkan serta mempertahankan budaya lokal (budaya pasundan).

4) Menyusun inventarisasi budaya lokal masyarakat diseluruh wilayah desa Ciputri sebagai dasar penyusunan perencanaan pengembangan budaya yang sejalan dengan konservasi dan pembangunan berkelanjutan.

5) Melestarikan dan mengembangkan budaya lokal masyarakat yang telah sejalan dengan nilai-nilai konservasi dan pembangunan berkelanjutan.

6) Mensosialisasikan nilai-nilai budaya lokal pro konservasi kepada seluruh lapisan masyarakat sebagai upaya pelestarian budaya tersebut.

7) Membangun budaya pro konservasi yang ditanamkan mulai sejak usia dini sebagai upaya membangun karakter generasi yang akan datang.

8) Melakukan interpretasi lingkungan terhadap obyek wisata alam (pertanian ramah lingungan dan perkebunan teh) dalam rangka membangun komunikasi antar objek dengan pengunjung wisata alam.

9) Membangun kampung konservasi sebagai model interaksi antara sosial budaya masyarakat dengan sumberdaya alam.

10) Melakukan promosi wisata budaya dan wisata yang tepat sasaran untuk menarik minat pengunjung wisata alam.

11) Membuat paket wisata yang kreatif dan menarik sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisata dan pembelajaran pendidikan konservasi.

National Consultant Final Report Halaman - 96 12) Meningkatkan kapasitas konservasi penggiat wisata alam yang merupakan

bagian dari upaya meningkatkan pengelolaan wisata alam sebagai suatu strategi konservasi.

Arah Kebijakan Bidang Ekonomi

Arah kebijakan Pemerintahan Desa Ciputri bagi pelaksanaan pengelolaan Cagar Biosfer Cibodas yang merupakan salah satu alat untuk mewujudkan konservasi keanekaragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan adalah sebagai berikut: 1) Membangun data dan informasi semua potensi sumber daya alam baik hayati

dan non hayati yang terkandung di Desa Ciputri dan mengembangkannya agar menjadi lebih bermanfaat bagi terwujudnya pembangunan Desa Ciputri secara berkelanjutan.

2) Mengembangkan pembangunan hutan rakyat dan manfaatnya, baik manfaat ekonomi maupun manfaat jasa lingkungan, sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah penyangga dan pembangunan Desa Ciputri yang berkelanjutan.

3) Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai sumberdaya alam sehingga akan memunculkan budaya pemanfaatan sumberdaya alam yang efektif dan efisien yang sangat membantu dalam menjamin kelestariannya.

4) Mengembangkan manfaat ekosistem hutan melalui pemanfaatan hasil hutan non kayu yang selama ini masih terabaikan dan masih didominasi oleh pemanfaatan hasil hutan berupa kayu sehingga terjadi perubahan cara pandang terhadap nilai ekonomi dari ekosistem hutan yang sangat berguna bagi kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat sekitar hutan, dan pembangunan Desa Ciputri yang berkelanjutan.

5) Mengoptimalkan nilai ekonomi dan manfaat sumberdaya alam dan ekosistemnya melalui pengembangan dan pemanfaatan ekowisata dan jasa lingkungan lainnya sehingga dapat memberikan peranan yang nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangun Desa Ciputri yang berkelanjutan.

6) Meningkatkan ketahanan pangan melalui diversifikasi pangan dan pengembangan usaha pertanian yang lebih ramah lingkungan yang akan menjamin terjaganya keseimbangan ekosistem pertanian dan keanekaragaman jenis dan genetik tanaman pangan/pertanian.

7) Meningkatkan kembali keanekaragaman buah-buahan lokal yang selama ini mulai diabaikan sehingga Desa Ciputri dapat menjadi salah satu daerah penyedia materi keanekaragaman genetik buah-buahan setempat (desa unggulan).

8) Mengembangkan home industry masyarakat Desa Ciputri melalui peningkatan produk-produk kerajinan tangan yang berbahan baku sumber daya alam yang terbaharukan.

9) Menciptakan lingkungan yang nyaman melalui pengelolaan berbagai sampah dan barang-barang bekas menjadi produk atau barang-barang yang kembali berguna.

National Consultant Final Report Halaman - 97 10) Mengembangkan inkubasi usaha produktif melalui pengembangan peternakan

Kambing, Domba dan kelinci dan memanfaatkan limbah kotoran ternak tersebut menjadi pupuk yang ramah lingkungan (organik).

11) Memperbaiki saran dan prasarana umum Desa Ciputri (jalan, MCK, dan fasilitas lainnya) guna mendukung kelancaran upaya pembangunan yang berkelanjutan.