METODOLOGI PENELITIAN
F. Kalibrasi Instrumen
Sebelum instrument tes hasil belajar tersebut digunakan dalam penelitian maka terlebih dahulu diujicobakan kepada kelompok siswa yang tidak termasuk dalam kelompok sampel.
1. Uji Validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Sebuah instrumen disebut valid apabila instrumen tersebut mampu mengungkapkan apa yang hendak diukur secara tepat. Dalam rangka memperoleh instrumen dengan validitas isi yang memadai maka peneliti menyusun kisi-kisi soal terlebih dahulu, sebelum menyusun instrumen.Selain dari validitas isi, instrumen ini juga diuji validitas butirnya dengan statistika. Salah satu ciri tes yang baik itu dapat tepat mengukur apa yang hendak diukur. Dalam penelitian ini digunakan uji validitas perbutir soal dengan menggunakan rumus korelasi point biserial, dengan rumus: 6
Keterangan:
rpbi = koefisien korelasi point biserial yang dianggap koefisien validitas item
Mp = Skor rata-rata hitung yang dijawab benar oleh peserta didik Mt = skor rata-rata total yang dicapai oleh seluruh peserta tes SDt = Standar Deviasi
P = proporsi siswa yang menjawab benar terhadap butir item
Q = proporsi siswa yang menjawab salah terhadap butir item (q= 1-p)
Untuk mengetahui valid tidaknya butir soal, maka r hitung dibandingkan
dengan r tabel produk moment dengan α = 0.05. jika r hitung ≤ r tabel, maka soal
6
Anas Sudijono, op.cit., h. 185.
tersebut dinyatakan tidak valid. Dan jika r hitung > r tabel, maka soal tersebut dinyatakan valid tetap dipertahankan dalam instrumen yang selanjutnya digunakan untuk proses pengolahan data dalam penelitian yang sebenarnya.
Berdasarkan tabel 3.2 terdapat 30 soal yang layak digunakan sebagai instrument test, setelah dilakukan uji validitas dengan menggunakan program ANATES pada lampiran 3.7
2. Pengujian Reliabilitas
Reliabilitas tes berhubungan dengan konsistensi hasil tes. Pengukuran reliabilitas menggunakan rumus kuder dan Richardson: 8
Keterangan
r11 = Reliabilitas tes secara keseluruhan k = jumlah butir soal valid
S = Standar deviasi dari tes
p = proporsi subyek yang menjawab benar pada butir soal i q = proporsi subjek yang menjawab salah pada butir soal i
∑pq = jumlah hasil perkalian dari p dan q Dengan kriteria reliabilitas sebagai berikut:
r hitung > r tabel product moment, maka soal reliabel
r hitung ≤ r tabel product moment, maka soal tidak reliabel
Berdasarkan penghitungan dengan meggunakan program ANATES didapatkan nilai reliabilitas adalah 0.71, dengan demikian reliabilitas soal tergolong tinggi.
3. Pengujian Taraf Kesukaran
7 Lampiran 3, h... 8 Ibid., hal. 254.
r
11= denganS
2=
Untuk menguji apakah soal tes yang diberikan tergolong mudah, sedang, atau sukar, digunakan rumus berikut:9
Keterangan:
P = Indeks kesulitan untuk tiap butir soal B = Banyakinya siswa yang menjawab benar JS = Jumlah seluruh peserta
Kriteria yang digunakan adalah semakin kecil indeks yang diperoleh, maka soal tersebut termasuk kriteria sukar.Sebaliknya makin besar indeks yang diperoleh, maka soal tersebut masuk kategori mudah. Adapun Kriteria indeks tingkat kesulitan soal tersebut adalah:
1. Soal dengan P 0.00 sampai 0.30 masuk kedalam kategori sukar 2. Soal dengan P 0.30 sampai 0.70 masuk kedalam kategori sedang 3. Soal dengan P 0.70 sampai 1.00 masuk kedalam kategori mudah Penghitungan tingkat kesukaran untuk instrumen uji coba, yakni sukar 6%, sedang 34% dan mudah 60%.
4. Pengujian daya Beda
Pengujian daya pembeda soal bertujuan untuk mengetahui kemampuan soal, dalam membedakan siswa pandai dengan yang kurang pandai. Rumus yang digunakan adalah:10
dimana daya beda yang baik adalah D > 0.30
Keterangan:
J = Jumlah peserta tes
JA = Banyaknya peserta tes kelompok atas JB = Banyaknya peserta kelompok bawah
9 Ibid., hal. 372. 10 Ibid., hal 389.
P =
D = - = P
A- P
BBA = Banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal dengan benar
BB = Banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal dengan benar
PA = Proporsi peserta kelompok atas yang menjawab soal dengan benar
PB = Proporsi peserta bawah yang menjawab soal dengan benar
Penghitungan daya beda untuk instrumen uji coba, yakni daya beda baik sebesar 30% dan daya beda kurang baik sebesar 70%.
G. Teknik Analisis Data
Untuk menganalisis data dalam penelitian ini menggunakan uji statistik inferensial dengan menggunakan uji-t, tetapi sebelumnya dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas sebagai syarat dapat dilakukannya analisis data. 1. Uji Normalitas
Uji normalitas data dilakukan untuk mengetahui apakah sampel yang diteliti berada dalam distribusi normal atau tidak. Uji kenormalan yang digunakan adalah uji liliefors.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan hipotesis
penelitian, dengan Hipotesis nol (Ho) “data sampel berasal dari populasi yang berada dalam distribusi normal” ; sedangkan hipotesis alternatifnya (Ha) adalah “Data tidak berasal dari distribusi normal”. Setelah menentukan hipotesis
kemudian sampeldiurutkan dari yang kecil ke yang terbesar kemudian ditentukan pula nilai rata-rata data tersebut dengan mengelompokan yang sama. Setelah data telah urut, ditentukan nilai Z dari masing-masingdata dengan rumus :
Keterangan: X1 : Data tunggal
: Rata-rata data tunggal
S : Simpangan baku data tunggal
Kemudian ditentukan peluang untuk masing-masing nilai z berdasarkan tabel z sebut dengan f (Z) dengan aturan:
jika Z > 0 maka f(Z) =1 - (0.5 + nilai tabel) jika Z < 0 maka f(Z) = (0.5 + nilai tabel)
kemudian frekuensi kumulatif dihitung dari masing-masing nilai z tersebut dengan S (Z) dan ditentukan pula nilai L0 dengan rumus yang paling besar dan bandingkan dengan nilai Lt dari tabel Lilliefors
Adapaun kriteria pengujiannya adalah sebagai berikut: Tolak H0, jika L0 > Lt
Terima H0, jika L0 ≤ Lt
2 Uji Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui perbedaan antara dua keadaan atau populasi.Uji homogenitas yang dilakukan adalah uji Fisher. Rumus yang digunakan adalah Keterangan: F = Homogenitas S12 = Varians Terbesar S22 = Varians terkecil Hipotesis:
H0 = Data tidak memiliki varians homogen H1 = Data memiliki varians homogen
Adapun kriteria pengujian untuk uji homogenitas adalah sebagai berikut:
H0 diterima jika Fhitung≤ Ftabel H0 ditolak jika Fhitung ≥Ftabel
Setelah data dinyatakan berdistribusi normal dan homogen, maka untuk
menguji hipotesis dari penelitian ini digunakan rumus “uji-t” sebagai berikut:
Keterangan:
T = Harga uji statistik
= Rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen = Rata-rata hasil belajar siswa kelas kontrol = Jumlah sampel kelas eksperimen
= Jumlah sampel kelas kontrol = Varians data kelas eksperimen = Varians data kelas kontrol Sgab = nilai deviasi standar gabungan
Adapun criteria pengujian untuk uji t adalah sebagai berikut H0 diterima jika Fhit ≤ Ftab
H0 ditolak jika Fhit ≥ Ftab
Jika data yang didapat ternyata tidak berdistribusi normal, maka peneliti menggunakan uji statistika non parametrik, yaitu uji Mann-Whitney (U-test). Adapun prosedur penelitiannya adalah sebagai berikut:
Pertama, kedua hasil pengamatan disusun menjadi satu kelompok sampel, langkah kedua jenjang/ rangking dihitung untuk tiap-tiap nilai dalam sampel gabungan, kemudian jenjang atau rangking diberikan mulai dari yang terkecil sampai terbesar, dan nilai bedayang sama diberi jenjang rata-rata, Selanjutnya jumlahkan nilai jenjang untuk masing-masing sampel, Hitung nilai U dengan menggunakan rumus
t = dimana Sgab =
U1 =
Dimana:
n1 = Jumlah sampel 1 n2 = Jumlah sampel 2
R1 = Jumlah jenjang pada sampel 1 R2 = Jumlah Jenjang pada sampel 2
Diantara nilai U1 dan U2 yang lebih kecil digunakan sebagai U hitung untuk dibandingkan dengan U tabel
Jika nilai U hitung pada no.7 lebih besar n1n2/2 maka nilai tersebut adalah nilai
U’.dan nilai U dapat dihiung dengan rumus:
U = n1n2 –U’
Dengan kriteria pengambilan keputusan: H0 ditolak bila U hitung ≥ U tabel (α ; n1n2) H0 diterima bila U hitung ≤ U tabel (α ; n1n2)