PIAGAM UNIT AUDIT DAN UNIT AUDIT INTERNAL PERSEROAN
D. Pengurus dan Pengawasan
VIII. KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN DAN ANAK‐ANAK PERUSAHAAN
2. KEGIATAN USAHA
2.2 Anak Perusahaan .1 SMR
2.2.1.6 Kapasitas Produksi
besar 10 ‐ 30%
Uraian Terukur Terindikasi Terduga
Sumber daya IUPP SMR 1.006.600 2.253.300 1.736.000
Jumlah terukur + terindikasi (insitu) ‐ 3.259.900 ‐
Jumlah terduga ‐ ‐ 1.736.000
Berdasarkan laporan yang dibuat oleh LAPI ITB, perhitungan cadangan hanya dapat dilakukan pada sumberdaya terukur dan terindikasi. Jumlah kedua sumberdaya ini untuk mangan yang berkadar lebih dari 50% adalah sebesar 4.665.400 metrik ton, dimana perhitungan cadangan tidak dilakukan pada mangan yang berkadar 10‐30%.
Dari jumlah sumberdaya terukur dan terindikasi yang berkadar lebih dari 50% tersebut yang dapat ditambang (mineable) adalah sebesar 3.907.100 metrik ton. Dikarenakan terdapat sumberdaya yang memiliki topografi dan geometri yang ekstrem (hampir tegak). Kemiringan yang hampir tegak tersebut mengakibatkan semakin banyak “bench” penambangan yang harus dibuat, yang mengakibatkan semakin banyak juga tanah penutup (waste/overburden) yang akan dihasilkan. Waste yang terlalu banyak mengakibatkan penambangan menjadi tidak ekonomis.
SMR hingga saat ini masih menggunakan penambangan semi mekanik dimana proses pemilahan, packing dan loading mengunakan tenaga manusia, maka dari jumlah minebale sebesar 3.907.100 akan terdapat mining lost sebesar 30%. Sehingga cadangan mangan setelah dikurangi oleh mining lost akibat motode penambangan semi mekanik adalah sebesar:
3.907.100 metrik ton X 30% = 2.734.970 metrik ton
Berdasarkan laporan LAPI ITB, dengan melakukan pengolahan lebih lanjut, mining lost yang sebesar 30% tersebut dapat di recovery sebanyak 90%. Sehingga cadangan mangan SMR menjadi sebesar:
2.734.970 metrik ton + (90% X 1.172.130 metrik ton) = 3.789.887 metrik ton
2.2.1.6 Kapasitas Produksi
SMR memulai produksi batu mangannya pada tahun 2010, dimana pada tahun 2010 SMR telah memproduksi sebanyak 12.000 ton per bulan.
Tabel berikut adalah ringkasan data volume produksi, volume penjualan dan rata‐rata harga jual per ton untuk masing‐masing periode.
Keterangan 31 Maret 31 Desember
2011 2010 2009 2008
Kapasitas produksi (ton) 9.000 30.000 ‐ ‐
Rata‐rata Kapasitas terpakai (ton) 2.732 12.331 ‐ ‐
2.2.1.7 Kegiatan Operasi Penambangan dan Logistik
Berikut adalah langkah‐langkah yang dilakukan Perseroan dalam menjalankan usahanya pertambangannya yang terdiri atas 5 langkah utama meliputi:
1. Eksplorasi
Aktivitas eksplorasi termasuk pengumpulan data, pemodelan geologi, evaluasi kondisi keuangan dan riset pasar. Pengumpulan data adalah proses identifikasi lokasi, bentuk dan kualitas cadangan batu mangan.
Proses ini dilakukan berdasarkan pemetaan geologi, yang berupa survei kondisi permukaan tanah.
Pemodelan geologi adalah proses transfer data dari setiap titik observasi ke dalam bentuk maket 3 dimensi lapiran batu mangan. Hal ini diperlukan untuk memperkirakan kandungan batu mangan yang tersedia di suatu lapisan dan berdampak pada pemilihan metode penambangan tertentu. Pemodelan geologi juga dapat memberikan informasi mengenai kualitas batu mangan. Perseroan menunjuk LAPI ITB untuk melakukan perhitungan estimasi sumber daya dan cadangan batu mangan di area IUP.
Berdasarkan laporan LAPI ITB perhitungan cadangan hanya menempati 17% atau 791 hektar di daerah IUP‐
OP SMR. Data‐data tersebut kemudian diterjemahkan sebagai cadangan terukur + terindikasi dan cadangan terduga. SMR melakukan aktivitas pengumpulan data dan memperbaharui model geologi secara terus menerus sesuai perkembangan metode pengukuran untuk menambah tingkat keyakinan/kepercayaan terhadap cadangan yang dimiliki.
SMR melakukan evaluasi keuangan untuk menentukan apakah pelaksanaan penambangan atau perluasan daerah penambangan memang layak secara ekonomis untuk dilakukan. Evaluasi ini mencakup harga batu mangan, permintaan produk, investasi modal yang dibutuhkan, penambangan, biaya pemrosesan dan transportasi. Selain itu Perseroan melakukan riset pasar untuk memperoleh informasi mengenai tingkat permintaan batu mangan, harga batu mangan dan juga pelanggan batu mangan yang potensial.
Berikut adalah biaya eksplorasi dan pengembangan yang telah dikeluarkan :
(dalam ribuan Rupiah)
Keterangan 31 Maret 31 Desember
2011 2010 2009 2008
Biaya eksplorasi dan pengembangan 90.686.939 90.659.461 90.430.351 27.831.874‐
Pembukaan Lahan
Pembuangan Over Burden Penambangan Pemilihan Pengangkutan ke
stockpile
Stockpile Packing
Pengiriman ke Pelabuhan Pengapalan
Pembukaan Lahan
Pembuangan Over Burden Penambangan Pemilihan Pengangkutan ke
stockpile
Stockpile Packing
Pengiriman ke Pelabuhan Pengapalan
2. Perencanaan Penambangan
Dengan data yang terkumpul dari aktivitas eksplorasi awal, SMR menyusun rencana penambangan jangka panjang dan rencana produksi. Aspek‐aspek lain yang turut dipertimbangkan antara lain kondisi alam yang mencakup topografi, desa sekitar dan rencana rehabilitasi pasca penambangan. Sejalan dengan data eksplorasi yang terus berkembang, model geologi diperbaharui secara berkesinambungan sebagai dasar perubahan rencana penambangan.
3. Penambangan Batu Mangan.
Metode penambangan yang dilakuan adalah dengan metode semi mekanik, dimana penambangan dilakukan dengan mengeruk lapisan batu mangan menggunakan ekskavator (gambar A). Hasil pengerukan tersebut kemudian dipindahkan ke area khusus untuk kemudian dilakukan proses pemilihan, packing dan loading menggunakan tenaga kerja manusia (gambar B).
Berdasarkan kadarnya terdapat 2 jenis mineralisasi mangan yang terdapat di area konsesi SMR yaitu mangan dengan kadar Mn lebih dari 50% dan kadar Mn dengan kadar antara 10% ‐ 30%.
Batu mangan yang diproduksi oleh SMR hanya batu mangan berkadar Mn diatas 47%, oleh karena itu dilakukan proses pemilihan. Kadar mangan dengan Mn diatas 50% bercirikan keras dan pejal dengan warna abu‐abu metalik, mengandung mineral oksida mangan terutama pirolusit, sedangkan mangan dengan kadar Mn 10% ‐ 30% bercirikan relatif lunak dan lepas‐lepas dengan warna umumnya abu‐abu. Proses pemilihan ini mengunakan tenaga manusia dimana berisiko akan adanya mining lost. ]
Gambar A Gambar B
Sumber : Perseroan
Batu mangan yang telah dipilih kemudian dimasukkan kedalam karung‐karung yang masing‐
masing beratnya 50kg, karung‐karung tersebut kemudian dikumpulkan di stockpile sampai jumlah tertentu untuk dikirim.
Penambangan Perseroan beroperasi pada hari kerja selama 8 jam pershift, kecuali apabila terjadi gangguan cuaca seperti hujan. Perseroan memperkerjakan 2 (dua) shift penambangan yang bekerja dimana shift pertama bekerja untuk pengumpulan batu mangan yang bekerja di pagi dan siang hari, shift kedua bekerja untuk pengupasan tanah yang bekerja selama sore dan malam hari. Lokasi tambang Perseroan memiliki fasilitas kantor dan tempat menginap bagi karyawan SMR, dilengkapi dengan fasilitas jalan, listrik, sarana air bersih dan klinik pengobatan.
4. Pengangkutan Batu Mangan
Batu mangan yang diperoleh dari hasil penambangan diangkut dengan truk untuk kemudian dibawa ke gudang (stockpile) yang berjarak antara 10‐15 km (tergantung dari lokasi mana batu mangan tersebut ditambang). Jalan yang dilalui oleh truk tersebut adalah jalan dengan lapisan batu pasir sehingga bisa dilalui oleh truk berkapasitas 8‐20ton.
Dari stockpile batu mangan tersebut dibawa dengan truk ke Pelabuhan Tenau di Kupang yang berjarang kurang lebih 175km. SMR menunjuk pihak ketiga untuk melakukan operasi pengangkutan batu mangan dari stockpile ke pelabuhan.
5. Pengapalan dan Transportasi Batu Mangan
Di pelabuhan Tenau Kupang, batu mangan diangkut dengan menggunakan vessel atau container yang berkapasitas sekitar 20.000 – 25.000 DWT. Bila batu mangan diangkut dengan menggunakan vessel maka batu mangan dapat langsung dikirim ke pelanggan SMR di Cina.
Sedangkan bila menggunakan container maka batu mangan harus diangkut ke Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya, untuk kemudian dilanjutkan ke negara tujuan.
2.2.1.8 Pengendalian Kualitas
Proses pengendalian kualitas dilakukan mulai dari pengambilan sample di lapangan oleh tim geologis SMR sebelum mulai dilakukannya eksplorasi dimana bila hasil dari analisa ditemukan batu mangan dengan kadar sesuai standar produk SMR maka akan dilakukan eksplorasi di area pertambangan tersebut, selain itu SMR juga mengirimkan sample hasil eksplorasi batu magan ke laboratorium untuk mengetahui kadar batu mangan untuk memastikan kualitas batu mangan sesuai dengan ketentuan spesifikasi yang tertera dalam perjanjian jual beli, analisa kadar batu mangan di laboratorium di lakukan oleh pihak independen.
Pengendalian mutu dilakukan oleh pihak SMR dan Pihak Independen (PT Sucofindo (Persero)), dimana sample diambil untuk setiap lapisan batu mangan yang berbeda, dimana kemudian sample dibawa ke laboratorium untuk dicek kadar mangannya. Pegawai SMR yang bertanggung jawab dalam pengendalian mutu harus telah mengikuti sejumlah training yang diselenggarakan oleh SMR, sedangkan pihak independen yang bertanggung jawab adalah pihak yang telah melakukan verifikasi sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan Republik Indonesia nomor 384/M‐
DAG/KEP/6/2008 tanggal 27 Juni 2008 tentang Penetapan Surveyor sebagai Pelaksana Verifikasi atau Penulusan Teknis terhadap ekspor produk pertambangan tertentu, Lampiran Keputusan Menteri Perdagangan R.I nomor 384/M‐DAG/KEP/6/2008 tanggal 27 Juni 2008.
Sampai dengan Prospektus ini diterbitkan SMR belum pernah melanggar perjanjian dan SMR belum pernah mengalami kondisi dimana pengiriman batu mangan ditolak oleh pelanggan karena tidak memenuhi spesifikasi.
2.2.1.9 Fasilitas Infrastruktur
Untuk menunjang produktivitas, SMR membangun infrastruktur di area konsesi, diantaranya :
Jalan utama menuju desa sepanjang 41,2 km
Pelebaran jalan sepanjang 17,8 km.
Jaringan komunikasi/internet
Dalam jangka menengah SMR akan membangun sarana dan prasarana di area pertambangan baik jalan baru maupun perbaikan jalan desa yang sudah ada, selain itu SMR akan membangun stock pile, fasilitas listrik dan air.
Dalam jangka panjang Perseroan berencana untuk membangun akses jalan tambahan sehingga memudahkan logistik dan dapat mempersingkat waktu tempuh pengiriman batu mangan dari area penambangan ke stock pile. Selain itu Perseroan akan menyediakan lahan seluas sekitar 5 hektar untuk fasilitas proses pencucian dan pemisahan batu mangan di daerah Soe. Proses Pencucian dan pemisahan batu mangan tersebut berguna untuk meningkatkan kualitas batu mangan.
Perseroan berkeyakinan bahwa kebijakan yang dilakukan saat ini akan dapat membantu meningkatkan proses logistik, mengurangi biaya, mengurangi cycle time, biaya per unit dan demurrage costs, dan juga membantu Perseroan dalam melakukan manajemen tambang, persediaan, transportasi dan pengangkutan dengan lebih efisien.