Islam diturunkan sebagai pedoman agar manusai dapat menen-tukan mana yang baik dan mana yang buruk serta yang hak dan yang bathil. Sejak awal penciptaan manusia, Allah Swet telah menurunkan agama pada manusia, yang dibawa oleh seorang Rasul pada setiap masa tertentu dan untukbansga tertentu. Hal ini terus berlangsung sampai datangnya Nabi Muhamad Saw, nabid an rasul terakhir yang 79 Lihat Harun Nasution, Islam ditinjau dari Beragai Aspeknya (Jakarta,
diutus membawa agama bagi seluiruh umat manusia dan berlaku untuk sepanjang zaman.
Setiap agama memiliki karakteristik ajaran yang membedakan dari agama-agama lain. Karakteristik dalam KBBI diartikan suatu yang mempunyai karakter atau sifat khas.
Membahas tentang karakteristik memang tidak mudah karena luasnya ruang lingkup ajaran Islam dan perlu penelusuran secara rinci dan mendalam terutama dari sumber ajaran agama. Karakteristik ajaran ISlam adalah suatu karakter yang harus dimiliki oleh umat Islam dengan berdasarkan al_qur’an dan hadis dalam berbagai bidang ilmu dan kebudayaan, pendidikan, sosial, ekonomi, kesehatan, politik, pekerjaan, disiplin ilmu dan berbagai macam ilmu dan teknologi yang memiliki ciri-ciri khas tersendiri.
Sebagai agama yang melengkapi proses kesinambungan wahyu, Islam memiliki tujuh karakteristik ajaran : 1) Ajarannya seder hana, rasionald an praktis. Islam adalah agama tanpa mitologi, Islam membangkitkan kemampuan berfikir dan mendorong manusia untuk menggunakan penalrannya (QS. 39:9, QS.6:98, QS.2:269) Disamping itu Islam tdiak mengijinkan enganutnya berpikir dengan teori kosong, ettapi diarahkan apda pemikiran yang apkilatif (QS. 13: 3) 2) Kesatuan antara kebendaan dan kerohanian. Islam tdiak membagi kehidupan atas dua bagian, yaitu material dan spiritual. Menuurt pandangan Islam kemajuan spiritual hanya dapat dicapai bila manusia berada ditengah manusia lain di dunia dan kesalamatan spiritual baru dapat dicapai dengan memanfaatkan sumber daya meterial; 3) Islam memberi petunjuk pada seluruhkehidupan manusia meskipun sebagin petunjuk masih bersifat umum (QS. 2:208); 4) Keseimbangan antara indiviodual dan masyarakat. Islam mengakui keberadaan manusia sebagai individual dan menganggap bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab pribadi kepada Tuhan, bahkan Islam menjamin hak-hak asasi individual dan tidak mengizinkan adanya campur tangan orang lain di dalamnya (QS.53:59). Namun dilain pihak Islam mengembangangkan rasa tangung jawab sosial dalam diri manusia danmenyerukan individu-individu untuk memberi
andil dalam membina kesejahteraan masyarakat (QS. 51:19); 5) keuniversalan dan kemanusiaan. Islam ditujukan untuk seluruh umat manusia. Tuhan dalam Islam adalah Tuhan sekalian alam (QS, 1 :2) dan Muhammada Saaw rasul Tuhan untuk seluruh umat manusia (QS.I7:158) dan QS, 21: 107). Dalam Islam seluruh umat mansuia adalah sama, apapun warna kulit, rasa bahasa dan kebansgaan; 6) Ketetapan dan perubahan. Al-Qur’an dan sunah berisi pedoman abadi dari Tuhan dan tidak terikat oleh batasan ruangdan waktu, bersifat abadi. Amun pedoman tersebut sering kali bersifat umum atau secara garis besar, sehingga memberikan kebebbasan kepada manusia untuk berijtihad dan mengapliaksikannya pada setiap kondisi masyarakat; 7) Al-Qur’an sebagai pedoman suci umat Islam, yang telah berumur lima belas abad, tetapi terjamin kesucian dan kemurniannya (QS. Al-Hijr :19). 80
Secara lebih spesifik Abudin Nata dalam bukunya Metodologi Studi Islam mengungkapkan karakteristik ajaran Islam dilihat dari berbagai aspeknya sebagi berikut :
1. Dalam bidang agama, Islam memiliki karakteristik :
1.
Mengesakan Tuhan (Q.S. al-Ikhlas [112]: 1-4).2.
Tidak ada paksaan dalam beragama (Q.S. al-Baqaarah [2] :256).3.
Menjunjung tinggi toleransi beragama (Q.S. al-Baqaarah [2] :62 dan Q.S. al-Maidah [5] :26).2. Dalam bidang ibadah
Secara umum ibadah ialah segala bentuk pengabdian kepada Allah S.W.T. yang tidak bertentangan dengan syariat (Q.S. ar-Ra’d [13]: 28). Secara khusus ialah segala bentuk aktivitas yang tata upacaranya telah ditentukan baik melalui al-Quran maupun melalui tradisi rasul. Oleh karena itu karakteristik ajaran Islam pada aspek ini antara lain :
1. Dalam hal ibadh makhdah (khusus) Islam telah mnegatur secara jelas bagaimana bentuk dan tata cara ibadah yang dilakukan sebagimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw,
2. Dalam ibadah khusus ini tidak dibenarkan ada kreativitas tambahan dari manusia, karena berbagai macam penambahan dianggap sebagai bid’ah yang terlarang.
3. Setiap perbuatan baik yang tidak bertentangan dengan syariat dan diniatkan ibadah kepada Allah akan menjadi amal shaleh disisi Allah.
3. Dalam bidang akidah. Dalam bidang ini karakteristik yang dimiliki ajaran Islam adalah :
1. Konsep akidah dalam Islam adalah pentauhi dan kepada Allah Swt.(QS. Al-Ikhlas [110] 1-4)
2. Islam tidak mengakui adanya kesyirikan pada Allah (QS. Luqman [34] : 111)
3. Dalam Islam hanya Allah s.w.t. yang maha esa yang wajib disembah, (Q.S. as-Syuura [42]: 11).
4. Bentuk iman kepada Allah tersebut harus terjewantahkan pada kehidupan sosial dalam bentuk amal saleh.(QS. Al-Ashr [103 ] 1-3)
4. Dalam bidang ilmu dan kebudayaan.
Kebudayaan Islam adalah penjelmaan kerja jiwa dan akal pikiran manusia yang didasari keimanand an kebaktian dari penganut Islam sejati. Kebudayan Islam mengandung 3 unsur : 1). Kebudayaan Islam adalah ciptaan orang Islam 2). Kebudayaan. Islam didasarkan atas ajaran Islam 3). Keudayaan Islam merupakan pencerminan dari ajaran Islam
Dalam bidang ini Ajaran Islam memiliki karakteristik : 1. Ajaran Islam yang mendorong untuk menciptakan kebudayan
2. Islam menghormati akal dan menyuruh manusia untuk mempergunakan akalnya untuk memikirkan keadaan alam. 3. Islam mewajibkan kepadea pemeluknya untuk menuntut ilmu. 4. Islam menyuruh manusia untuk menuntut ilmu,
5. Islam menyuruh umat ilahi serta membuktikan kebenaran 6. Terbuka terhadap segala bentuk ilmu dan kebudayaan (Q.S.
al-Baqarah [2]: 22).
7. Akomodatif terhadap berbagai masukan ilmu dan kebudayaan dari luar. (Q.S. al-Baqarah [2]: 29).
8. Selektif terhadap ilmu dan kebudayaan dari luar tersebut, yakni harus sesuai dengan misi Islam (Q.S. al-Ghasyiah [88]: 18)..
5. Dalam bidang pendidikan, Dalam bidang ini Ajaran Islam me-miliki karakteristik :
1. Pendidikan merupakan hak setiap manusia.
2. Pendidikan merupakan kewajiban seumur hidup (Q.S. al-Mujadilah [58]:15)
3. Pendidikan Islam memiliki rumusan yang jelas dalam bidang tujuan, kurikulum, pendidik, metode, sarana, dan sebagainya; yang terkandung dalam dan hasil interpretasi dari ayat-ayat al-Quran dan tradisi rasul.
4. Pendidikan Islam menekankan keseimbangan antara pen-didikan intelektual/pengetahaun, keterampilan dan sikap/ akhlak.
6. Dalam bidang sosial. Dalam bidang ini Ajaran Islam memiliki karakteristik :
a. Secara umum Islam merupakan rahmat bagi semesta (Q.S. al-Israa’ [17]: 82)
b. Menjunjung tinggi tolong menolong, saling manesehati dalam hak dan kesabaran, kesetiakawanan, persamaan derajat,
tenggang rasa dan kebersamaan, dan lain-lainnya (Q.S. ali Imran [3]: 104).
c. Derajat manusia ditentukan oleh tingkat ketakwaannya (Q.S. al-Hujurat [49]: 13).
7. Dalam bidang kehidupan, ajaran Islam memiliki karakteristik : 1. Keseimbangan; tak memisahkan urusan dunia dan masalah
akhirat (Q.S. al-Isra [28]: 77). 2. Menolak sekulerisme.
3. Kehidupan dunia adalah merupakan wadah untuk melakukan amal-amal shalehah atau merupakan sarana/alat untuk menuju alam akhirat.
4. Hidup adalah untuk mengabdi kepada Allah (Adz-Dzariat; 56)
8. Dalam bidang kesehatan, Dalam bidang ini Ajaran Islam memiliki karakteristik :
a) Islam sangat memperhatikan kesehatan dengan cara : Pertama, mengajak dan menganjurkan untuk menjaga kebersihan diri (badan, makanan, minuman, pakaian) dan lingkungan, Kedua, mempertahankan kesehatan yang dimiliki agar tetap sehat. (QS. Al-Baqarah : 222, Al Mudatsir : 4-5)
b) Ajaran Islam tentang kesehatan berpedoman pada prinsif pencegahan lebih baik dari pengobatan (alwiqayah khair
minal al’ilaf)
c) Ajaran Islam untuk menjaga kesehatan dapat dilihat dari beberapa bentuk perintah : membersihkan dari hadas (mandi janabah, wudhu), membersihan badan, pakaian dan tempat dari najis), bersiwak, perintah menyamak kulit dan membersihkan bejana bila dijilat anjing.
d) Islam juga disamping memperhatikan kesehatan fisik akan tetapi juga mental.
9. Dalam bidang politik,
Politik diartikan sebagai pengetahuan mengenai ketata-negaraan/kenegaran seperti cara pemerintahan, kebijak sanaan, mengenai suatu pemerintahan sebuah negara atau terhadap negara lain. Dalam bahasa Arab politik diwakili oleh kata As-Siyasah dan Daulah. Dalam bidang ini Ajaran Islam memiliki karakteristik : 1. Taat kepada pemimpin / ulil amri; (Q.S. an-Nisa [4] : 59 dan
156), dengan catatan semasih berada dalam kebenaran. 2. Islam tidak mengajarkan ketaatan yang buta kepada pemimpin,
tetapi ketaatan kritis, yakni ketaatan yang didasarkan pada kebenaran dari Allah dan Rasul-Nya. Jika bertentangan boleh dikritik atau diberi saran agar kembali pada jalan yang benar. 3. Tidak mengatur bentuk negara, namun mengatur syariat
ketatanegaraan.
4. Islam tidak menetapkan bentuk pemerintahan tertentu. Namun yang terpenting bentuk pemerintahnnya harus digunakan sebagi alat untuk ekadilan, kemakmuran, kesejahteraan, keamanan, kedamian dan ketentraman masyarakat.81
5. Islam mengakui bahwa terdapatnya sejumlah tata nilai dan etika dalam al-Qur’an.
6. Menurut Kontuwijoyo, Ciri ajaran Islam bisa dilihat dari konsepnya di bidang politik seperti mentaati pemimpin (ulil amri) termasuk penguasa dibidang politik, pemerintahan dan negara (An-Nisa : 59)
10. Dalam bidang pekerjaan
1. Bekerja merupakan ibadah ( “Innamal a’malu binniyat” H.R. Bukhari – Muslim). Islam memandang bahwa kerja adalah ibadah pada Allah. (Al-Mulk : 2) Allah menjdikan hidup dan mati sebagai ujian untuk melihat siapa yang lebih baik amalnya.
Yang menjadikan mati dan hidup, supaya dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,
2. Penjagaan terhadap kualitas dan manfaat pekerjaan (Q.S. al- Mukminun [23]: 3). Islam tidak menekankan banyaknya pekerjaan tetapi kualitas dan manfaat pekerjaan. ISlam memandang bahwa pekerjaan yangbermutu adalah pekerjaan yang profesional, yang ditunjang dengan ilmu pengetahuan. Kerja dalam Islam adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup, mencapai kesuksesan dan sarana ibadah pada Allah. (Jum’ah : 10)
11. Dalam Lingkungan Hidup
Islam memandang bahwa keberadaan alam semesta adalah untuk memenuhi kepentingan manusia. Karena itu keberadaan alam semsta menajdi sarana dalam rangka mewujdukan tujuan hidup manusia.
Dalam Al-Qur’an Allah sangat memuliakan manusia. Bukti kemulaian itu Allah telah menunjuk manusia sebagai pemimpin dimuka bumi dengan sebutan sebakagi khalifah. Manusia sebagai khalifah fil ardhi, yaitu wakil Tuhan dimuka bumi. Mewakili Tuhan artinya memerankan diri sebagai pencipta. Karakteristik ajaran Islam pada bidang ini :
a) Sebagai khalifah fil ardh, Islam menyuruh manusia memak-murkan bumi, membangun, menata dan menjaga kelestarian dan ketenteraman dimuka bumi. Tugas manusia ini merupakan tugas yang sangat penting untuk kemaslahatan hidup, Artinya manusialah yang akan menata, membangun serta menjaga ketenteraman.
b) Disamping memanfaatkan alam untuk kepentingan manusia, manusia juga harus menjaga keseimbangan ekosistem alam dengan tidak melakukan berbagai kerusakan yang dapat menyebabkan terjadinya bencana sebagaimana fimran Allah dalam surat al-qashash ayat 77 :
”... dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana
Allah Telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
12. Bidang Hak Asasi Manusia
Sebagaimana deklarasi universal hak azasi manusia, Islam juga mengakui hak untuk membentuk keluarga, hak kehidupan pribadi, hak bebas bergerak dengan bertempat tinggal hak untuk menggunakan bahasa sendiri, hak untuk mempraktikan budaya sendiri denga hak bebas beragama. Kehidupan, menurut deklarasi
universal Islam adalah sakral dan tidak dapat dilanggar dan setiap upaya harus diusahakan melindunginya.
Hak Azazi Manusia menurut Islam meliputi : 1) Hak untuk hidup. 2) Hak atas keselamatan hidup, 3) Penghormatan terhadap kesucian kaum wanita. 4) Hak-hak memperoleh kebutuhan hidup pokok 5) Hak individu atas kebebasan, 6) Hak atas keadilan., 7) Kesamaan derajat umat manusia. 8) Hak untuk kerja sama dan tidak bekerja sama.82
13. Islam sebagai disiplin ilmu
Selain sebagai ajaran yang berkenaan dengan berbagai bidang kehidupan dengan ciri-cirinya yang khas, Islam juga tampil sebagai sebuah disiplin ilmu, yaitu ke-Islaman. Menurut Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Tahun 1985, bahwa yang termasuk disiplin ke-Islaman adalah:
1. Al-Quran / tafsir. 2. Hadits / ilmu hadits. 3. Ilmu kalam.
4. Filsafat. 5. Tasawuf.
6. Hukum Islam (fiqih). 7. Sejarah dan kebudayaan.
8. Ilmu pendidikan, dan lain sebagainya83.
Jauh sebelum itu Harun Nasution mengatakan bahwa Islam berlainan dengan apa yang umum diketahui, bukan hanya mempunyai satu atau dua aspek. Islam sebenarnya mempunyai aspek teologi, aspek ibadah, aspek moral, aspek mistisme, aspek filsafat, aspek sejarah, aspek kebudayaan dan sebagainya. Inilah yang selanjudnya membawa kepada timbulnya berbagai jurusan 82 Maulana Abdul A’la Maududi, HakHak Azasi Manusia dalam Islam, Jakarta,Bumi
Aksara, 1995, hal : 12-19
83 Abuddin Nata, MA,. 2000, Metodologi Studi Islam, (Jakarta, PT. RajaGrafindo Persada), , Hal. 80- 94
dan fakultas di Institut Agama Islam negeri (IAIN) yang tersebar di Indonesia, serta berbagai perguruan tinggi islam swasta lainnya di tanah air.
Selain ilmu-ilmu yang disebutkan di atas, Islam juga mencakup disiplin-disiplin ilmu lain seperti :
a) Astronomi. b) Kosmologi. c) Sosiologi. d) Antropologi.
e) Geografi dan masih banyak lagi ilmu-ilmu yang lainnya.