• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

D. Karakteristik Karyawan

Gambar IV.1 Logo Adele Accessories

Sumber: Laman Facebook Adele Accessories, diakses pada 5 April 2019

D. Karakteristik Karyawan Adele Accessories Babarsari Yogyakarta

Motto Adele Accessories adalah “Pelayanan Ramah Adalah Prioritas Kami”. Untuk mewujudkan hal ini, pihak Adele Accesssories menetapkan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh karyawan dan atau calon

karyawan, yang sedang bekerja dan atau yang akan berkerja di Adele Accessories.

Adapun karakteristik karyawan yang ditetapkan oleh Adele Accessories adalah sebagai berikut:

1. Karyawan merupakan orang yang energik;

2. Karyawan siap bekerja keras;

3. Karyawan memiliki sifat jujur;

4. Karyawan bekerja dengan rajin dan tekun;

5. Karyawan siap bertanggung jawab terhadap pekerjaan;

6. Karyawan merupakan pribadi yang disiplin;

7. Karyawan yang komukinatif;

8. Karyawan yang berpenampilan menarik;

9. Karyawan merupakan wanita single;

10. Karyawan tidak sedang dalam masa studi;

11. Pendidikan karyawan minimal lulusan SMA/sederajat;

12. Karyawan mampu bekerja baik dalam kelompok maupun secara individu;

13. Karyawan sehat jasmani dan rohani.

E. Produk Adele Accessories Babarsari Yogyakarta

Produk yang dijual oleh Adele Accessories Babarsari Yogyakarta cukup beragam dan lengkap. Pada bagian ini, peneliti akan memaparkan produk apa saja yang ditawarkan oleh Adele Accessories beserta kategorinya. Adapun produk dan kategori produk tersebut adalah sebagai berikut:

Tabel IV.1

Daftar Produk dan Kategori Produk Adele Accessories Babarsari Yogyakarta

No Kategori Produk Produk

1 Accessories Kalung, anting-anting, cincin, perhiasan xuping, jam tangan, gantungan kunci, accessories handphone, jepit rambut, ikat rambut, bandana, bandol, bross, sisir, roll rambut, penutup mata, penutup telinga, pernak-pernik, make up tools, penjepit foto, dan lain-lain.

2 Homedecor Wallpaper, hambalan kayu, homedecor miniatur, walldecor benang, walldecor petunjuk, walldecor susun, walldecor angsa, sticker, poster, pagar plastik, kotak musik, standing lilin, lampu elektrik, lilin aroma terapi, lampu tumblr, jam dinding, jam wecker, lampu tidur, dan lain-lain.

3 Fashion Kacamata, topi pantai, syal, tas fashion, sandal, sepatu, kaos kaki, stocking, catok, hair dryer, kutex, mascara, lipstick, eyeshadow, eyeliner, blush, bedak, foundation cream, dan lain-lain.

4 Florist Artificial flowers, bunga kertas, bonsai mawar, bonsai kaktus, bonsai bunga, bonsai flannel, bunga kering, bunga kapas, bunga krisan, vas rotan, vas keramik, dan lain-lain.

5 Decoplanner Dekorasi acara ulang tahun, bridal shower, engagement, baby shower, dan lain sebagainya.

Sumber: Laman Instagram Adele Accessories Babarsari Yogyakarta, diakses pada 6 April 2019

F. Strategi Promosi Adele Accessories Babarsari Yogyakarta

Promosi merupakan bagian terpenting dari strategi pemasaran. Dengan melakukan strategi promosi ini, Adele Accessories berharap dapat mempengaruhi sikap konsumen terhadap produk yang ditawarkan sehingga akan terjadi transaksi

jual beli. Adapun strategi promosi yang diterapkan oleh Adele Accessories Babarsari Yogyakarta adalah sebagai berikut:

1. Periklanan

Kegiatan periklanan dilakukan oleh Adele Accessories Babarsari dengan cara memasang iklan di media sosial, poster, dan spanduk.

2. Promosi Penjualan

Promosi penjualan yang dilakukan Adele Accessories adalah dengan memberikan potongan harga atau diskon pada produk yang ditawarkan dan dengan pemberian sampel produk secara gratis untuk produk yang tersedia di Adele Accessories, seperti sampel parfum, kutex, make-up, dan lain-lain.

3. Personal Selling

Kegiatan personal selling yang dilakukan oleh Adele Accessories adalah dengan menggunakan jasa pramuniaga. Kegiatan ini dilakukan dengan cara menawarkan dan mengenalkan suatu produk kepada konsumen secara langsung.

G. Member Card Adele Accessories Babarsari Yogyakarta

Adele Accessories Babarsari Yogyakarta memberikan potongan harga bagi pemegang member card. Berikut ini adalah tiga jenis member card yang tersedia di Adele Accessories:

1. Tosca Member Card

Pemegang kartu member ini akan mendapatkan diskon 3-10%. Syarat untuk mendapatkan kartu member ini adalah dengan melakukan pembelanjaan minimal Rp250.000,00.

2. White Member Card

Pemegang kartu member ini akan mendapatkan diskon 5-10%. Syarat untuk mendapatkan kartu member ini adalah dengan melakukan pembelanjaan minimal Rp500.000,00.

3. Reseller Member Card

Pemegang kartu member ini akan mendapatkan diskon 5-15%. Syarat untuk mendapatkan kartu member ini adalah dengan melakukan pembelanjaan minimal Rp1.000.000,00.

BAB V

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A. Proses Penelitian

Pada bab ini akan dipaparkan karakteristik responden, analisis data penelitian, dan pembahasan. Pada bulan Oktober 2018, peneliti meminta izin kepada pihak di Adele Accessories Babarsari Yogyakarta untuk melakukan penelitian di tempat usaha tersebut. Beberapa waktu kemudian, staff Adele Accessories menghubungi atasannya dan kemudian memberikan izin secara lisan kepada peneliti. Namun karena peneliti mengalami sedikit masalah di kampus, proses penelitian mengalami penundaan.

Pada tanggal 26 April 2019 peneliti mendapatkan persetujuan dari kedua dosen pembimbing untuk melakukan penyebaran kuesioner. Penyebaran kuesioner kepada responden dilakukan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan, yakni konsumen Adele Accessories Babarsari Yogyakarta yang berusia minimal 15 tahun dan telah melakukan transaksi pembelian di Adele Accessories Babarsari Yogyakarta minimal 2 kali dalam 3 bulan terakhir. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 100 responden. Sebelum melakukan penyebaran kuesioner, peneliti menyebarkan kuesioner kepada 30 responden terlebih dahulu untuk kemudian dilanjutkan dengan menguji instrumen dengan uji validitas dan reliabilitas pada data yang terkumpul.

Setelah melakukan pengujian pada data tersebut, hasil yang didapatkan peneliti adalah bahwa instrumen penelitian tersebut valid dan reliabel. Keesokan harinya peneliti melanjutkan penyebaran kuesioner kepada 100 responden.

69

Penyebaran dilakukan di beberapa titik yakni di depan Adele Accessories Babarsari Yogyakarta, di kampus Sanata Dharma, di kampus Atma Jaya Yogyakarta, di kampus UPN Veteran Yogyakarta, di kampus Politeknik “API”

Yogyakarta dan di kos-kosan daerah Babarsari Yogyakarta. Dalam proses penyebaran kuesioner, peneliti menanyakan kepada konsumen tentang jumlah kunjungannya ke Adele Accessories Babarsari Yogyakarta.

Apabila calon responden sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan, peneliti kemudian menanyakan apakah konsumen tersebut bersedia mengisi kuesioner penelitian tersebut. Setelah mengisi kuesioner, peneliti kemudian memberikan souvenir berupa pulpen kepada responden sebagai ucapan terima kasih. Dalam proses penelitian, peneliti mulai mengumpulkan data dari pukul 09.00 WIB hingga 18.30 WIB di beberapa titik penyebaran kuesioner. Peneliti berharap data dapat terkumpul dalam waktu lima hari dari tanggal 29 April 2019 hingga 3 Mei 2019. Akhirnya, setelah data terkumpul peneliti melanjutkan dengan proses tabulasi dan olah data.

B. Uji Instrumen 1. Uji Validitas

Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan IBM SPSS Statistic 22 dengan Teknik korelasi Product Moment Pearson. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan data dari 100 responden. Dengan N=100 dan α = 5%, maka rtabel = 0.1966. Setiap item dikatakan valid apabila nilai rhitung ≥ 0.1966

Tabel V.1

Hasil Uji Validitas Variabel Sales Promotion

Item r hitung r table Status

Sumber: Data primer yang diolah, 2019 Tabel V.2

Hasil Uji Validitas Variabel Interior Display

Item r hitung r tabel Status Sumber: Data primer yang diolah, 2019

Tabel V.3

Hasil Uji Validitas Variabel Terikat Impulse Buying

Item r hitung r table Status Sumber: Data primer yang diolah, 2019

Berdasarkan tabel V.1, V.2 dan V.3, dapat diketahui bahwa nilai signifikan rhitung seluruh item pernyataan lebih besar dari rtabel. Maka seluruh item pernyataan pada penelitian ini dapat dikatakan valid.

2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui apakah instrumen yang digunakan reliabel atau tidak. Dalam melakukan uji reliabilitas, peneliti menggunakan program aplikasi IBM SPSS Statistic 22 dengan uji statistik Cronbach’s Alpha. Suatu variabel akan dikatakan reliabel bila memiliki nilai Cronbach’s Alpha ≥ 0,60

Tabel V.4

Hasil Uji Reliabilitas Variabel Sales Promotion Relibility Statistics

Cronbach’s Alpha N of Items

.838 8

Sumber: Data primer yang diolah 2019

Berdasarkan tabel V.4 di atas, dapat diketahui bahwa seluruh item variabel sales promotion yang berjumlah 8 item memiliki nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0.838. Hal ini berarti instrumen dalam variabel sales promotion dapat diterima dan reliabel karena memiliki Cronbach’s Alpha (0.838) ≥ 0.60.

Tabel V.5

Hasil Uji Reliabilitas Variabel Interior Display Relibility Statistics

Cronbach’s Alpha N of Items

.783 6

Sumber: Data primer yang diolah 2019

Berdasarkan tabel V.5, dapat diketahui bahwa seluruh item variabel interior display yang berjumlah 6 item memiliki nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0.783. Hal ini berarti instrumen dalam variabel kompensasi interior display dapat diterima dan reliabel karena memiliki Cronbach’s Alpha (0.783) ≥ 0.60.

Tabel V.6

Hasil Uji Reliabilitas Variabel Impulse Buying Relibility Statistics

Cronbach’s Alpha N of Items

.774 5

Sumber: Data primer yang diolah 2019

Berdasarkan tabel V.6 di atas, dapat diketahui bahwa seluruh item variabel impulse buying yang berjumlah 5 item memiliki nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0.774. Hal ini berarti instrumen dalam variabel impulse buying dapat diterima dan reliabel karena memiliki Cronbach’s Alpha (0.774) ≥ 0.60.

C. Analisis Data 1. Analisis Deskriptif

a. Analisis Deskriptif Responden

Responden dalam penelitian ini berjumlah 100 responden yang merupakan konsumen Adele Accessories Babarsari Yogyakarta yang mengujungi toko Adele Accessories dalam waktu 3 bulan terakhir dan telah melakukan transaksi pembelian minimal 2 kali. Data identitas responden yang dianalisis meliputi jenis kelamin, usia, pekerjaan, dan rata-rata uang saku per bulan.

1) Distribusi Data Berdasarkan Jenis Kelamin

Diagram V.1

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Berdasarkan diagram V.1 dapat diketahui bahwa responden didominasi oleh wanita yakni sebesar 89% atau sebanyak 89 responden. Sedangkan responden pria memiliki persentase sebesar 11% atau sebanyak 11 responden.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini mayoritas responden berjenis kelamin wanita.

2) Distribusi Data Berdasarkan Usia

Diagram V.2

Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Berdasarkan diagram V.2 dapat diketahui bahwa responden yang berusia

>25 tahun sebesar 21% atau berjumlah 21 responden. Responden yang berusia 15-25 tahun sebesar 79% atau berjumlah 79 responden. Sehingga dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden berusia 15-25 tahun.

3) Distribusi Data Berdasarkan Pekerjaan

Diagram V.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan

Berdasarkan diagram V.3 dapat diketahui bahwa responden yang berstatus pelajar sebesar 68% atau berjumlah 68 responden. Responden yang berstatus pegawai negeri sebesar 3% atau berjumlah 3 responden. Responden yang berstatus pegawai swasta sebesar 12% atau berjumlah 12 responden. Responden yang bekerja sebagai wirausaha sebesar 12% atau berjumlah 12 orang. Sedangkan responden yang bekerja dengan pekerjaan yang lain sebesar 5% atau berjumlah 5

responden. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa responden mayoritas pelajar/mahasiswa.

4) Distribusi Data Berdasarkan Rata-rata Uang Saku Per Bulan

Diagram V.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Rata-rata Uang Saku Per Bulan Berdasarkan diagram V.4 dapat diketahui bahwa responden yang memiliki rata-rata uang saku Rp500.000,00 – Rp2.000.000,00 per bulan sebesar 55% atau berjumlah 55 responden. Sedangkan untuk responden yang memiliki rata-rata uang saku >Rp2.000.000,00 sebesar 45% atau berjumlah 45 responden.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa responden konsumen Adele Accessories Babarsari Yogyakarta didominasi oleh responden yang memiliki rata-rata uang saku > Rp2.000.000,00 per bulan.

b. Analisis Deskriptif Variabel

Analisis deskriptif dilakukan untuk mengetahui rata-rata skor jawaban responden untuk setiap aspek variabel sales promotion, interior display, dan

impulse buying. Metode pengujian rata-rata skor dilakukan dengan menggunakan bantuan MS. Excel 2013.

1) Variabel Sales Promotion pada Impulse Buying

Hasil dari rata-rata skor jawaban responden pada variabel sales promotion pada impulse buying akan dimasukan dalam kelompok berikut:

Tabel V.7

Skala Data Sales Promotion

Skala Data Kelas Keterangan 4 3,26 – 4,00 Sangat Menarik

3 2,51 – 3,25 Menarik

2 1,76 – 2,50 Tidak Menarik 1 1,00 – 1,75 Sangat Tidak Menarik

Tabel V.8

Deskripsi Variabel Sales Promotion pada Impulse Buying

No Pernyataan Mean Kateg

ori 1 Saya bisa mendapatkan sampel pada

produk yang dijual oleh Adele Accessories.

3.37 Sangat Menarik 2 Saya bisa mencoba sampel produk yang

disediakan Adele Accessories secara berulangkali.

3.32 Sangat Menarik

3 Saya bisa mengetahui manfaat produk melalui sampel yang disediakan Adele Accessories.

3.34 Sangat Menarik

4 Saya mendapatkan potongan harga pada produk yang dijual di Adele Accessories.

3.34 Sangat Menarik 5 Saya bisa mendapatkan potongan harga

dari Adele Accessories saat ada event-event tertentu (misalnya : Anniversary Adele Accessories, Cuci gudang, Valentine dll).

3.44 Sangat Menarik

6 Saya bisa mendapatkan potongan harga dari Adele Accessories pada hari raya tertentu (misalnya : Hari Raya Natal, Lebaran, Hari Raya Kemerdekaan, dll).

3.42 Sangat Menarik

7 Adele Accessories memberikan potongan harga bagi konsumen yang memiliki Sumber: Data Primer yang Diolah 2019

Berdasarkan tabel V.8 dapat dilihat bahwa rata-rata skor total mean untuk variabel sales promotion adalah 3,39. Item pernyataan yang memiliki skor paling tinggi adalah item pernyataan ketujuh, “Adele Accessories memberikan potongan harga bagi konsumen yang memiliki member card”, dengan skor rata-rata 3,51.

Sedangkan item pernyataan yang memiliki skor paling rendah adalah item pernyataan kedua, “Saya bisa mencoba sampel produk yang disediakan Adele Accessories secara berulangkali”, dengan skor rata-rata 3.32.

2) Variabel Interior Display pada Impulse Buying

Hasil dari rata-rata skor jawaban responden pada variabel interior display pada impulse buying akan dimasukan dalam kelompok berikut:

Tabel V.9

Skala Data Interior Display

Skala Data Kelas Keterangan 4 3,26 – 4,00 Sangat Menarik

3 2,51 – 3,25 Menarik

2 1,76 – 2,50 Tidak Menarik 1 1,00 – 1,75 Sangat Tidak Menarik

Tabel V.10

Deskripsi Variabel Interior Display Pada Impulse Buying

No Pernyataan Mean Kategori

1 Adele Accessories menyediakan berbagai jenis produk (seperti: homedecor, florist, accessories, komestik, fashion, walldecor, dll).

3.61 Sangat Menarik

2 Adele Accessories menata produknya secara terbuka. 4 Adele Accessories mengunakan hiasan

dinding yang mampu menghidupkan suasana toko.

3.38 Sangat Menarik

5 Adele Accessories menggunakan warna dinding yang dapat meningkatkan rasa nyaman dalam berbelanja di toko.

3.4 Sangat

Menarik

6 Saya merasa terbantu dengan adanya papan penunjuk produk yang disediakan oleh Adele Accessories.

3.53 Sangat Menarik

Total Mean 3.45 Sangat

Menarik Sumber: Data Primer yang Diolah 2019

Berdasarkan tabel V.10 dapat dilihat bahwa rata-rata skor total mean untuk variabel interior display adalah 3,45. Item pernyataan yang memiliki skor paling tinggi adalah item pernyataan pertama, “Adele Accessories menyediakan berbagai jenis produk (seperti: homedecor, florist, accessories, komestik, fashion, walldecor, dll)”, dengan skor rata-rata 3,61. Sedangkan item pernyataan yang memiliki skor paling rendah adalah item pernyataan keempat, “Adele Accessories

mengunakan hiasan dinding yang mampu menghidupkan suasana toko”, dengan skor rata-rata 3.38.

3) Variabel Impulse Buying

Hasil dari rata-rata skor jawaban responden pada variabel impulse buying akan dimasukan dalam kelompok berikut:

Tabel V.11

Skala Data Impulse Buying

Skala Data Kelas Keterangan 4 3,26 – 4,00 Sangat Tinggi

No Pernyataan Mean Kategori

1 Saya sering membeli produk secara

memikirkan konsekuensi setelah saya membeli produk tersebut

3.25 Tinggi

4 Saya cenderung melakukan pembelian produk bukan karena kebutuhan namun karena sekedar tertarik

Total Mean 3.34 Sangat Tinggi Sumber: Data Primer yang Diolah 2019

Berdasarkan tabel V.12 dapat dilihat bahwa rata-rata skor total mean untuk variabel impulse buying adalah 3,34. Item pernyataan yang memiliki skor paling tinggi adalah item pernyataan kelima, “Saat berbelanja di Adele Accessories saya merasa puas ketika membeli produk yang menarik bagi saya”, dengan skor rata-rata 3,55. Sedangkan item pernyataan yang memiliki skor paling rendah adalah item pernyataan pertama, “Saya sering membeli produk secara spontan tanpa berpikir Panjang”, dengan skor rata-rata 3,23.

2. Analisis Regresi Linier Berganda a. Uji Asumsi Klasik

1) Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui normal atau tidaknya distribusi data. Metode yang digunakan peneliti untuk mengetahui normalitas adalah one sample Kolmogorov-smirnov dengan pedoman pengambilan keputusan sebagai berikut:

a) Angka signifikansi (sig) > alpha = 0,05 maka data berdistribusi normal.

b) Angka signifikansi (sig) < alpha = 0,05 maka data tidak berdistribusi normal.

Tabel V.13 Hasil Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 100

Normal Parametersa,b Mean .0000000

Std. Deviation 2.24220899

Asymp. Sig. (2-tailed) .087c

a. Test distribution is Normal.

Berdasarkan tabel di V.13 hasil pengujian One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test menghasilkan Asymo.Sig ≥ 0,05 yakni 0,087 > 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa data residual telah memenuhi asumsi kenormalan atau telah berdistribusi normal.

2) Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik multikolinearitas, yaitu adanya hubungan linear antarvariabel independen dalam model regresi, Permatasari (2016: 48). Untuk mengetahui ada atau tidaknya multikolinearitas maka dapat dilihat dari nilai Tolerance dan nilai Varians Inflation Factor (VIF).

Multikolinearitas dilihat dari nilai tolerance, jika nilai tolerance ≥ 0,1 maka tingkat kolinearitas dapat ditoleransi, sebaliknya jika nilai tolerance < 0,1 maka tingkat kolinearitas tidak dapat ditoleransi. Multikolinearitas juga dapat dilihat dari nilai VIF ≤ 10 maka tingkat kolinearitas dapat ditoleransi, sebaliknya jika nilai VIF > 10 maka tingkat kolinearitas tidak dapat ditoleransi.

Tabel V.14

Hasil Uji Multikolinearitas

Model Colinearity Statistics Tolerance VIF (Constant)

Sales promotion .643 1.555

Interior display .643 1.555

Sumber: Data primer yang diolah 2019

Berdasarkan tabel V.14, diperoleh nilai tolerance dari variabel sales promotion dan variabel interior display sebesar 0,643. Kemudian untuk nilai VIF variabel sales promotion dan variabel interior display sebesar 1.555. Hal ini berarti bahwa korelasi antara variabel independen menunjukkan tidak adanya gangguan multikolinearitas karena masing-masing variabel independen memiliki nilai tolerance ≥ 0,01 dan nilai VIF ≤ 10.

3) Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan dari syarat-syarat asumsi klasik pada model regresi. Yaitu adanya ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi, Permatasari (2016:48). Model regresi yang baik adalah yang terjadi homoskedastisitas dalam model, atau dengan kata lain tidak terjadi heteroskedatisitas.

Cara yang digunakan penulis untuk mendeteksi heteroskedatisitas adalah menggunakan uji Glejser untuk mengetahui ada tidaknya penyimpangan dari data yang diperoleh. Dasar pengambilan keputusan dalam uji Glejser adalah:

a) Jika nilai sig ≥ 0,005 maka tidak terjadi heteroskedatisitas.

b) Jika nilai sig < 0,005 maka terjadi heteroskedatisitas.

Adapun uji heteroskadastisitas pada tabel berikut:

Tabel V.15

Sumber : Data primer yang diolah, 2019

Berdasarkan tabel V.15, diketahui bahwa nilai Sig. variabel sales promotion sebesar 0,377 dan interior display sebesar 0,664. Kedua variabel tersebut memiliki nilai Sig. lebih besar dari 0,05 yang artinya tidak terjadi heteroskedastisitas pada kedua variabel tersebut.

b. Persamaan Regresi Linear Berganda

Analisis regresi linear berganda bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara variabel independen yaitu variabel Sales Promotion dan variabel Interior Display dengan variabel dependen yaitu Impulse Buying. Adapun hasil analisis regresi linier berganda sebagai berikut:

Tabel V.16

Sumber: Data Primer yang diolah 2019

Dari hasil analisis regresi linear berganda pada tabel V.16 didapat persamaan regresi sebagai berikut:

Y = 5.879 + 0,189X1 + 0,276X2 c. Menguji Hipotesis

1) Uji F

Uji F dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari dua atau lebih variabel independen (X) secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel dependen.

Pengujian ini dilakukan dengan langkah sebagai berikut:

a) Menentukan Formulasi Hipotesis

H0 = Sales promotion dan interior display secara bersama-sama tidak memiliki pengaruh secara simultan terhadap impulse buying di Adele Accessories.

Ha = Sales promotion dan interior display secara bersama-sama memiliki pengaruh secara simultan terhadap impulse buying di Adele Accessories.

b) Menentukan Taraf Signifikansi

Dalam penelitian ini dilakukan dengan taraf signifikansi α = 5% (signifikansi 5% atau 0,05). Dasar pengambilan keputusan untuk uji F (simultan), sebagai berikut:

(1) Jika F hitung > F tabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya kedua variabel bebas secara simultan mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel terikat. Jika F hitung ≤ F tabel, maka H0 diterima dan Ha ditolak. Artinya kedua variabel bebas secara simultan tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel terikat.

(2) Bila menggunakan nilai probabilitas sig, maka kriteria pengujian sebagai berikut:

(a) H0 ditolak dan Ha diterima, jika nilai probabilitas sig ≤ α.

(b) H0 diterima dan Ha ditolak, jika nilai probabilitas sig > α.

c) Menentukan F hitung

Dalam pengujiannya, peneliti menggunakan program aplikasi IBM SPSS Statistics 22.

Tabel V.17 Hasil Uji F

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 169.987 2 84.994 16.564 .000b

Residual 497.723 97 5.131

Total 667.710 99

a. Dependent Variable: impulse

b. Predictors: (Constant), interior display, sales promotion d) Kriteria Pengujian

(1) Jika H0 diterima, maka dapat disimpulkan bahwa Sales Promotion dan Interior Display secara simultan tidak berpengaruh terhadap Impulse Buying.

(2) Jika Ha diterima, maka dapat disimpulkan bahwa Sales Promotion dan Interior Display secara simultan berpengaruh terhadap Impulse Buying.

e) Menarik Kesimpulan

Dilihat dari tabel diatas diperoleh Sig 0,000 < 0,05. Jadi H0 ditolak dan Ha

diterima, dapat disimpulkan bahwa sales promotion dan interior display secara bersama-sama (simultan secara bersama-sama (simultan) berpengaruh terhadap impulse buying.

2) Uji T

Uji T digunakan untuk menguji apakah variabel bebas (X) secara parsial (sendiri) berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat.

Tabel V.18

a. Dependent Variable: impulse

a) Uji T Variabel Sales Promotion pada Impulse Buying (1) Menentukan formulasi hipotesis

H0: Sales promotion secara parsial tidak berpengaruh terhadap Turnover impulse buying.

Ha1: Sales promotion secara parsial berpengaruh terhadap Turnover impulse buying.

(2) Menentukan tingkat signifikansi

Dalam penelitian ini tingkat signifikan yang digunakan adalah α = 5%

b) Menentukan t hitung

Dalam pengujiannya, peneliti menggunakan program aplikasi IBM SPSS Statistics 22 dan menggunakan nilai probabilitas Sig. sebagai kriteria pengujiannya. Nilai probabilitas Sig. untuk variabel sales promotion 0,017 (lihat tabel V.15).

c) Kriteria pengujian

H0 ditolak dan Ha diterima, jika nilai probabilitas sig ≤ α.

H0 diterima dan Ha ditolak, jika nilai probabilitas sig > α.

d) Menarik kesimpulan.

Dilihat dari tabel V.15 diperoleh nilai probabilitas Sig. variabel sales promotion sebesar 0,017 < 0,05. Maka H0 ditolak, berarti sales promotion secara parsial berpengaruh terhadap impulse buying.

e) Uji T Variabel Interior Display pada Impulse Buying (1) Menentukan formulasi hipotesis

H0: interior display secara parsial tidak berpengaruh terhadap impulse buying.

Ha2: interior display secara parsial berpengaruh terhadap impulse buying.

(2) Menentukan tingkat signifikansi

Dalam penelitian ini tingkat signifikan yang digunakan adalah α = 5%

(3) Menentukan t hitung

Dalam pengujiannya, peneliti menggunakan program aplikasi IBM SPSS Statistics 22 dan menggunakan nilai probabilitas Sig. sebagai kriteria pengujiannya. Nilai probabilitas Sig. untuk variabel kepuasan pada kompensasi tidak langsung sebesar 0,008 (lihat tabel V.15).

(4) Kriteria pengujian

H0 ditolak dan Ha diterima, jika nilai probabilitas sig ≤ α H0 diterima dan Ha ditolak, jika nilai probabilitas sig > α

H0 ditolak dan Ha diterima, jika nilai probabilitas sig ≤ α H0 diterima dan Ha ditolak, jika nilai probabilitas sig > α