• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

J. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Uji Asumsi Klasik

Sebagai prasyarat untuk dapat menggunakan analisis regresi linier berganda, uji asumsi klasik harus dipenuhi sehingga regresi yang dihasilkan akan valid jika digunakan untuk memprediksi suatu masalah. Uji asumsi klasik yang

digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas, uji multikolinieritas, dan uji heteroskedastisitas.

a. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui normal atau tidaknya distribusi data. Metode yang digunakan peneliti untuk mengetahui normalitas adalah one sample Kolmogorov-smirnov dengan pedoman pengambilan keputusan sebagai berikut:

1) Angka signifikansi (sig) > alpha = 0,05 maka data berdistribusi normal.

2) Angka signifikansi (sig) < alpha = 0,05 maka data tidak berdistribusi normal b. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik multikolinearitas, yaitu adanya hubungan linear antarvariabel independen dalam model regresi, Permatasari (2016: 48). Untuk mengetahui ada atau tidaknya multikolinearitas maka dapat dilihat dari nilai Tolerance dan nilai Varians Inflation Factor (VIF).

Multikolinearitas dilihat dari nilai tolerance, jika nilai tolerance ≥ 0,1 maka tingkat kolinearitas dapat ditoleransi, sebaliknya jika nilai tolerance < 0,1 maka tingkat kolinearitas tidak dapat ditoleransi. Multikolinearitas juga dapat dilihat dari nilai VIF ≤ 10 maka tingkat kolinearitas dapat ditoleransi, sebaliknya jika nilai VIF > 10 maka tingkat kolinearitas tidak dapat ditoleransi.

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan dari syarat-syarat asumsi klasik pada model regresi. Yaitu adanya

ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi, Permatasari (2016:48). Model regresi yang baik adalah yang terjadi homoskedastisitas dalam model, atau dengan kata lain tidak terjadi heteroskedatisitas.

Cara yang digunakan penulis untuk mendeteksi heteroskedatisitas adalah menggunakan uji Glejser untuk mengetahui ada tidaknya penyimpangan dari data yang diperoleh. Dasar pengambilan keputusan dalam uji Glejser adalah:

1) Jika nilai sig ≥ 0,005 maka tidak terjadi heteroskedatisitas.

2) Jika nilai sig < 0,005 maka terjadi heteroskedatisitas.

2. Analisis Statistik Deskriptif

Analisis data deskriptif adalah analisis yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap obyek yang diteliti melalui data sampel atau populasi sebagaimana adanya, tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku umum. Teknik analisis deskriptif dibagi menjadi dua tahap yaitu:

a. Deskripsi Responden

Deskriptif responden berisi tentang perhitungan yang menjadi klasifikasi kuesioner secara umum seperti usia, jenis kelamin, uang saku, dan status kerja.

Deskripsi responden dilakukan dalam frekuensi (%).

b. Deskripsi Variabel

Deskripsi variabel digunakan untuk mendapatkan gambaran variabel melalui rata-rata (mean). Dengan prosedur sebagai berikut:

1) Menghitung nilai mean untuk setiap variabel/obyek/item.

2) Membuat kategori nilai mean dengan pangkategorian skor yang telat dibuat.

Dalam mengkategorikan masing-masing variabel, langkah yang digunakan adalah dengan menggunakan interval kelas sesuai rumus Sturges, Saputra (2018:56) :

Keterangan:

C1 = interval

Range = selisih antara batas atas dengan atas bawah K = banyaknya kelas

Maka interval kelasnya:

Dengan interval sebesar 0,75 maka garis skala sales promotion dapat digambarkan sebagai berikut:

Tabel III.2

Skala Data Sales Promotion

Skala Data Kelas Keterangan 4 3,26 – 4,00 Sangat Menarik

3 2,51 – 3,25 Menarik

2 1,76 – 2,50 Tidak Menarik 1 1,00 – 1,75 Sangat Tidak Menarik

Sementara itu dengan rentang skala yang sama sebesar 0,75 maka interior display dikelompokkan sebagai berikut:

Tabel III.3

Skala Data Interior Display

Skala Data Kelas Keterangan 4 3,26 – 4,00 Sangat Menarik

3 2,51 – 3,25 Menarik

2 1,76 – 2,50 Tidak Menarik 1 1,00 – 1,75 Sangat Tidak Menarik

Sementara itu dengan rentang skala yang sama sebesar 0,75 maka skor impulse buying dikelompokkan sebagai berikut:

Tabel III.4

Skala Data Impulse Buying

Skala Data Kelas Keterangan 4 3,26 – 4,00 Sangat Tinggi

3 2,51 – 3,25 Tinggi

2 1,76 – 2,50 Rendah

1 1,00 – 1,75 Sangat Rendah

3. Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis regresi linear berganda merupakan pengambangan dari regresi linear sederhana, yaitu sama-sama alat yang dapat digunakan untuk melakukan prediksi permintaan di masa yang akan datang, berdasarkan data masa lalu untuk mengetahui pengaruh satu atau lebih variabel bebas terhadap satu variabel tak bebas. Perbedaan penerapan metode ini hanya terletak pada jumlah variabel bebas yang digunakan. Dalam penelitian ini penerapan metode regresi linear berganda untuk menguji pengaruh sales promotion (X1), interior display (X2) yang merupakan variabel independen dan impulse buying (Y) yang merupakan variabel

dependen. Siregar 2014 (dalam Wahyudi 2017:31) mengemukakan bahwa dalam mencari persamaan regresi linear berganda digunakan rumus:

Keterangan:

Y = Buying Impulse X1 = Sales Promotion X2 = Interior Display a = Nilai konstanta b1, b2 = Koefisien Regresi e = error

4. Uji F

Uji F digunakan untuk menguji ada tidaknya pengaruh signifikan variabel independen (X1 & X2) secara simultan atau bersama-sama terhadap variabel dependen. Signifikan berarti hubungan yang terjadi dapat berlaku untuk populasi.

Pengujian ini dilakukan dengan langkah sebagai berikut:

a. Menentukan Hipotesis

H0 = Sales promotion dan interior display secara bersama-sama tidak memiliki pengaruh secara simultan terhadap impulse buying di Adele Accessories.

Y = a + b1X1 + b2X2 + e

Ha = Sales promotion dan interior display secara bersama-sama memiliki pengaruh secara simultan terhadap impulse buying di Adele Accessories.

b. Menentukan Taraf Signifikansi

Dalam penelitian ini dilakukan dengan taraf signifikansi α = 5%

(signifikansi 5% atau 0,05). Dasar pengambilan keputusan untuk uji F (simultan), sebagai berikut:

1) Jika F hitung > F tabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya kedua variabel bebas secara simultan mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel terikat. Jika F hitung ≤ F tabel, maka H0 diterima dan Ha ditolak.

Artinya kedua variabel bebas secara simultan tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel terikat.

2) Bila menggunakan nilai probabilitas sig, maka kriteria pengujian sebagai berikut:

H0 ditolak dan Ha diterima, jika nilai probabilitas sig ≤ α H0 diterima dan Ha ditolak, jika nilai probabilitas sig > α c. Kriteria Pengujian

1) Jika H0 diterima, maka dapat disimpulkan bahwa Sales Promotion dan Interior Display secara simultan tidak berpengaruh terhadap Impulse Buying.

2) Jika Ha diterima, maka dapat disimpulkan bahwa Sales Promotion dan Interior Display secara simultan berpengaruh terhadap Impulse Buying.

5. Uji T

Uji T digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel independen (X1 & X2) Secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel

dependen. Ghozali 2006 (dalam Saputra 2018:43) mengemukakan bahwa uji statistik T pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variabel dependen.

Pengujian ini dilakukan dengan langkah sebagai berikut:

a. Menentukan Hipotesis

H0 = Sales Promotion tidak berpengaruh terhadap Impulse Buying di Adele Accessories

Ha = Sales Promotion berpengaruh terhadap Impulse Buying di Adele Accessories

H0 = Interior Display tidak berpengaruh terhadap Impulse Buying di Adele Accessories

Ha = Interior Display berpengaruh terhadap Impulse Buying di Adele Accessories

b. Menentukan Level Signifikansi

Tingkat signifikansi menggunakan α = 5% (signifikansi 5% atau 0,05) c. Kriteria Pengujian

1) H0 diterima Ha ditolak, jika nilai sig > α = (0,05) atau t hitung ≤ t tabel, maka Sales Promotion tidak berpengaruh terhadap Impulse Buying dan Interior Display tidak berpengaruh terhadap Impulse Buying.

2) H0 ditolak Ha diterima, jika nilai sig < α = (0,05) atau t hitung > t tabel, maka Sales Promotion berpengaruh terhadap Impulse Buying dan Interior Display berpengaruh terhadap Impulse Buying.

d. Menarik Kesimpulan

1) Jika H0 diterima, maka dapat disimpulkan bahwa Sales Promotion tidak berpengaruh terhadap Impulse Buying dan Interior Display tidak berpengaruh terhadap Impulse Buying.

2) Jika H0 ditolak, maka dapat disimpulkan bahwa Sales Promotion berpengaruh terhadap Impulse Buying dan Interior Display berpengaruh terhadap Impulse Buying.

6. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengetahui prosentase sumbangan pengaruh variabel independen (X1 & X2) secara serentak terhadap variabel dependen (Y). Inti dari koefisien determinasi (R2) intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen.

Nilai dari koefisien determinasi (R2) adalah antara nol sampai satu. Dimana arti dari nilai koefisien determinasi (R2) yang nilainya paling kecil menunjukkan bahwa kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Sebaliknya apabilai nilai R2 mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel-variabel dependen.

BAB IV

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

A. Gambaran Umum Perusahaan

Adele Accessories Babarsari Yogyakarta merupakan salah satu bisnis yang bergerak di bidang usaha dagang yang didirikan pada tanggal 2 Desember 2012.

Dengan kata lain, Adele Accessories telah terjun ke dunia bisnis selama tujuh tahun. Adele Accessories terletak di Ruko Raflesia Babarsari Square 3B-7, Jalan Babarsari, Kel. Caturtunggal, Kec. Depok, Kab. Sleman, Yogyakarta. Pemilihan lokasi oleh Adele Accessories sangat strategis karena berada di pinggir jalan dan mudah di akses sehingga hal ini memudahkan pengunjung untuk sampai ke gerai.

Selain jalanan yang mudah diakses, lokasi Adele Accessories berada di sekitar beberapa kampus, antara lain: Atmajaya, UPN Veteran, STTNAS, YKPN, Sanata Dharma, dan lain sebagainya. Pemilihan lokasi ini sangat strategis karena berada di tengah segmen pasarnya, yaitu pelajar dan mahasiswa di Yogyakarta.

Adele Accessories menyediakan berbagai jenis barang dagangan antara lain: accessories, homedecor, fashion, dan florist. Selain barang dagangan tersebut, Adele Accessories juga menyediakan jasa bungkus kado dan jasa decoplanner, yaitu jasa dekorasi yang terdiri dari beberapa orang untuk mendekorasi panggung atau photobooth sesuai permintaan pelanggan, mulai dari dekorasi acara ulang tahun, bridal shower, engagement, baby shower, dan lain sebagainya. Terkait dengan jumlah pembelian, Adele Accessories melayani pembelian eceran dan pembelian grosir.

63

B. Motto Perusahaan

Sebagai perusahaan, Adele Accessories memiliki motto organisasi yang menjadi core value dalam menjalankan usahanya. Motto tersebut adalah:

“Pelayanan Ramah Adalah Prioritas Kami”. Melalui motto ini, Adele Accessories ingin tampil sebagai usaha ritel yang menjunjung tinggi kepuasan konsumen lewat pelayanan yang ramah. Segala daya dan upaya akan dilakukan demi menghidupi motto ini agar tujuan perusahaan bisa tercapai.

C. Logo Perusahaan

Gambar IV.1 Logo Adele Accessories

Sumber: Laman Facebook Adele Accessories, diakses pada 5 April 2019

D. Karakteristik Karyawan Adele Accessories Babarsari Yogyakarta

Motto Adele Accessories adalah “Pelayanan Ramah Adalah Prioritas Kami”. Untuk mewujudkan hal ini, pihak Adele Accesssories menetapkan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh karyawan dan atau calon

karyawan, yang sedang bekerja dan atau yang akan berkerja di Adele Accessories.

Adapun karakteristik karyawan yang ditetapkan oleh Adele Accessories adalah sebagai berikut:

1. Karyawan merupakan orang yang energik;

2. Karyawan siap bekerja keras;

3. Karyawan memiliki sifat jujur;

4. Karyawan bekerja dengan rajin dan tekun;

5. Karyawan siap bertanggung jawab terhadap pekerjaan;

6. Karyawan merupakan pribadi yang disiplin;

7. Karyawan yang komukinatif;

8. Karyawan yang berpenampilan menarik;

9. Karyawan merupakan wanita single;

10. Karyawan tidak sedang dalam masa studi;

11. Pendidikan karyawan minimal lulusan SMA/sederajat;

12. Karyawan mampu bekerja baik dalam kelompok maupun secara individu;

13. Karyawan sehat jasmani dan rohani.

E. Produk Adele Accessories Babarsari Yogyakarta

Produk yang dijual oleh Adele Accessories Babarsari Yogyakarta cukup beragam dan lengkap. Pada bagian ini, peneliti akan memaparkan produk apa saja yang ditawarkan oleh Adele Accessories beserta kategorinya. Adapun produk dan kategori produk tersebut adalah sebagai berikut:

Tabel IV.1

Daftar Produk dan Kategori Produk Adele Accessories Babarsari Yogyakarta

No Kategori Produk Produk

1 Accessories Kalung, anting-anting, cincin, perhiasan xuping, jam tangan, gantungan kunci, accessories handphone, jepit rambut, ikat rambut, bandana, bandol, bross, sisir, roll rambut, penutup mata, penutup telinga, pernak-pernik, make up tools, penjepit foto, dan lain-lain.

2 Homedecor Wallpaper, hambalan kayu, homedecor miniatur, walldecor benang, walldecor petunjuk, walldecor susun, walldecor angsa, sticker, poster, pagar plastik, kotak musik, standing lilin, lampu elektrik, lilin aroma terapi, lampu tumblr, jam dinding, jam wecker, lampu tidur, dan lain-lain.

3 Fashion Kacamata, topi pantai, syal, tas fashion, sandal, sepatu, kaos kaki, stocking, catok, hair dryer, kutex, mascara, lipstick, eyeshadow, eyeliner, blush, bedak, foundation cream, dan lain-lain.

4 Florist Artificial flowers, bunga kertas, bonsai mawar, bonsai kaktus, bonsai bunga, bonsai flannel, bunga kering, bunga kapas, bunga krisan, vas rotan, vas keramik, dan lain-lain.

5 Decoplanner Dekorasi acara ulang tahun, bridal shower, engagement, baby shower, dan lain sebagainya.

Sumber: Laman Instagram Adele Accessories Babarsari Yogyakarta, diakses pada 6 April 2019

F. Strategi Promosi Adele Accessories Babarsari Yogyakarta

Promosi merupakan bagian terpenting dari strategi pemasaran. Dengan melakukan strategi promosi ini, Adele Accessories berharap dapat mempengaruhi sikap konsumen terhadap produk yang ditawarkan sehingga akan terjadi transaksi

jual beli. Adapun strategi promosi yang diterapkan oleh Adele Accessories Babarsari Yogyakarta adalah sebagai berikut:

1. Periklanan

Kegiatan periklanan dilakukan oleh Adele Accessories Babarsari dengan cara memasang iklan di media sosial, poster, dan spanduk.

2. Promosi Penjualan

Promosi penjualan yang dilakukan Adele Accessories adalah dengan memberikan potongan harga atau diskon pada produk yang ditawarkan dan dengan pemberian sampel produk secara gratis untuk produk yang tersedia di Adele Accessories, seperti sampel parfum, kutex, make-up, dan lain-lain.

3. Personal Selling

Kegiatan personal selling yang dilakukan oleh Adele Accessories adalah dengan menggunakan jasa pramuniaga. Kegiatan ini dilakukan dengan cara menawarkan dan mengenalkan suatu produk kepada konsumen secara langsung.

G. Member Card Adele Accessories Babarsari Yogyakarta

Adele Accessories Babarsari Yogyakarta memberikan potongan harga bagi pemegang member card. Berikut ini adalah tiga jenis member card yang tersedia di Adele Accessories:

1. Tosca Member Card

Pemegang kartu member ini akan mendapatkan diskon 3-10%. Syarat untuk mendapatkan kartu member ini adalah dengan melakukan pembelanjaan minimal Rp250.000,00.

2. White Member Card

Pemegang kartu member ini akan mendapatkan diskon 5-10%. Syarat untuk mendapatkan kartu member ini adalah dengan melakukan pembelanjaan minimal Rp500.000,00.

3. Reseller Member Card

Pemegang kartu member ini akan mendapatkan diskon 5-15%. Syarat untuk mendapatkan kartu member ini adalah dengan melakukan pembelanjaan minimal Rp1.000.000,00.

BAB V

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A. Proses Penelitian

Pada bab ini akan dipaparkan karakteristik responden, analisis data penelitian, dan pembahasan. Pada bulan Oktober 2018, peneliti meminta izin kepada pihak di Adele Accessories Babarsari Yogyakarta untuk melakukan penelitian di tempat usaha tersebut. Beberapa waktu kemudian, staff Adele Accessories menghubungi atasannya dan kemudian memberikan izin secara lisan kepada peneliti. Namun karena peneliti mengalami sedikit masalah di kampus, proses penelitian mengalami penundaan.

Pada tanggal 26 April 2019 peneliti mendapatkan persetujuan dari kedua dosen pembimbing untuk melakukan penyebaran kuesioner. Penyebaran kuesioner kepada responden dilakukan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan, yakni konsumen Adele Accessories Babarsari Yogyakarta yang berusia minimal 15 tahun dan telah melakukan transaksi pembelian di Adele Accessories Babarsari Yogyakarta minimal 2 kali dalam 3 bulan terakhir. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 100 responden. Sebelum melakukan penyebaran kuesioner, peneliti menyebarkan kuesioner kepada 30 responden terlebih dahulu untuk kemudian dilanjutkan dengan menguji instrumen dengan uji validitas dan reliabilitas pada data yang terkumpul.

Setelah melakukan pengujian pada data tersebut, hasil yang didapatkan peneliti adalah bahwa instrumen penelitian tersebut valid dan reliabel. Keesokan harinya peneliti melanjutkan penyebaran kuesioner kepada 100 responden.

69

Penyebaran dilakukan di beberapa titik yakni di depan Adele Accessories Babarsari Yogyakarta, di kampus Sanata Dharma, di kampus Atma Jaya Yogyakarta, di kampus UPN Veteran Yogyakarta, di kampus Politeknik “API”

Yogyakarta dan di kos-kosan daerah Babarsari Yogyakarta. Dalam proses penyebaran kuesioner, peneliti menanyakan kepada konsumen tentang jumlah kunjungannya ke Adele Accessories Babarsari Yogyakarta.

Apabila calon responden sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan, peneliti kemudian menanyakan apakah konsumen tersebut bersedia mengisi kuesioner penelitian tersebut. Setelah mengisi kuesioner, peneliti kemudian memberikan souvenir berupa pulpen kepada responden sebagai ucapan terima kasih. Dalam proses penelitian, peneliti mulai mengumpulkan data dari pukul 09.00 WIB hingga 18.30 WIB di beberapa titik penyebaran kuesioner. Peneliti berharap data dapat terkumpul dalam waktu lima hari dari tanggal 29 April 2019 hingga 3 Mei 2019. Akhirnya, setelah data terkumpul peneliti melanjutkan dengan proses tabulasi dan olah data.

B. Uji Instrumen 1. Uji Validitas

Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan IBM SPSS Statistic 22 dengan Teknik korelasi Product Moment Pearson. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan data dari 100 responden. Dengan N=100 dan α = 5%, maka rtabel = 0.1966. Setiap item dikatakan valid apabila nilai rhitung ≥ 0.1966

Tabel V.1

Hasil Uji Validitas Variabel Sales Promotion

Item r hitung r table Status

Sumber: Data primer yang diolah, 2019 Tabel V.2

Hasil Uji Validitas Variabel Interior Display

Item r hitung r tabel Status Sumber: Data primer yang diolah, 2019

Tabel V.3

Hasil Uji Validitas Variabel Terikat Impulse Buying

Item r hitung r table Status Sumber: Data primer yang diolah, 2019

Berdasarkan tabel V.1, V.2 dan V.3, dapat diketahui bahwa nilai signifikan rhitung seluruh item pernyataan lebih besar dari rtabel. Maka seluruh item pernyataan pada penelitian ini dapat dikatakan valid.

2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui apakah instrumen yang digunakan reliabel atau tidak. Dalam melakukan uji reliabilitas, peneliti menggunakan program aplikasi IBM SPSS Statistic 22 dengan uji statistik Cronbach’s Alpha. Suatu variabel akan dikatakan reliabel bila memiliki nilai Cronbach’s Alpha ≥ 0,60

Tabel V.4

Hasil Uji Reliabilitas Variabel Sales Promotion Relibility Statistics

Cronbach’s Alpha N of Items

.838 8

Sumber: Data primer yang diolah 2019

Berdasarkan tabel V.4 di atas, dapat diketahui bahwa seluruh item variabel sales promotion yang berjumlah 8 item memiliki nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0.838. Hal ini berarti instrumen dalam variabel sales promotion dapat diterima dan reliabel karena memiliki Cronbach’s Alpha (0.838) ≥ 0.60.

Tabel V.5

Hasil Uji Reliabilitas Variabel Interior Display Relibility Statistics

Cronbach’s Alpha N of Items

.783 6

Sumber: Data primer yang diolah 2019

Berdasarkan tabel V.5, dapat diketahui bahwa seluruh item variabel interior display yang berjumlah 6 item memiliki nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0.783. Hal ini berarti instrumen dalam variabel kompensasi interior display dapat diterima dan reliabel karena memiliki Cronbach’s Alpha (0.783) ≥ 0.60.

Tabel V.6

Hasil Uji Reliabilitas Variabel Impulse Buying Relibility Statistics

Cronbach’s Alpha N of Items

.774 5

Sumber: Data primer yang diolah 2019

Berdasarkan tabel V.6 di atas, dapat diketahui bahwa seluruh item variabel impulse buying yang berjumlah 5 item memiliki nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0.774. Hal ini berarti instrumen dalam variabel impulse buying dapat diterima dan reliabel karena memiliki Cronbach’s Alpha (0.774) ≥ 0.60.

C. Analisis Data 1. Analisis Deskriptif

a. Analisis Deskriptif Responden

Responden dalam penelitian ini berjumlah 100 responden yang merupakan konsumen Adele Accessories Babarsari Yogyakarta yang mengujungi toko Adele Accessories dalam waktu 3 bulan terakhir dan telah melakukan transaksi pembelian minimal 2 kali. Data identitas responden yang dianalisis meliputi jenis kelamin, usia, pekerjaan, dan rata-rata uang saku per bulan.

1) Distribusi Data Berdasarkan Jenis Kelamin

Diagram V.1

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Berdasarkan diagram V.1 dapat diketahui bahwa responden didominasi oleh wanita yakni sebesar 89% atau sebanyak 89 responden. Sedangkan responden pria memiliki persentase sebesar 11% atau sebanyak 11 responden.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini mayoritas responden berjenis kelamin wanita.

2) Distribusi Data Berdasarkan Usia

Diagram V.2

Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Berdasarkan diagram V.2 dapat diketahui bahwa responden yang berusia

>25 tahun sebesar 21% atau berjumlah 21 responden. Responden yang berusia 15-25 tahun sebesar 79% atau berjumlah 79 responden. Sehingga dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden berusia 15-25 tahun.

3) Distribusi Data Berdasarkan Pekerjaan

Diagram V.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan

Berdasarkan diagram V.3 dapat diketahui bahwa responden yang berstatus pelajar sebesar 68% atau berjumlah 68 responden. Responden yang berstatus pegawai negeri sebesar 3% atau berjumlah 3 responden. Responden yang berstatus pegawai swasta sebesar 12% atau berjumlah 12 responden. Responden yang bekerja sebagai wirausaha sebesar 12% atau berjumlah 12 orang. Sedangkan responden yang bekerja dengan pekerjaan yang lain sebesar 5% atau berjumlah 5

responden. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa responden mayoritas pelajar/mahasiswa.

4) Distribusi Data Berdasarkan Rata-rata Uang Saku Per Bulan

Diagram V.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Rata-rata Uang Saku Per Bulan Berdasarkan diagram V.4 dapat diketahui bahwa responden yang memiliki rata-rata uang saku Rp500.000,00 – Rp2.000.000,00 per bulan sebesar 55% atau berjumlah 55 responden. Sedangkan untuk responden yang memiliki rata-rata uang saku >Rp2.000.000,00 sebesar 45% atau berjumlah 45 responden.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa responden konsumen Adele Accessories Babarsari Yogyakarta didominasi oleh responden yang memiliki rata-rata uang saku > Rp2.000.000,00 per bulan.

b. Analisis Deskriptif Variabel

Analisis deskriptif dilakukan untuk mengetahui rata-rata skor jawaban responden untuk setiap aspek variabel sales promotion, interior display, dan

impulse buying. Metode pengujian rata-rata skor dilakukan dengan menggunakan bantuan MS. Excel 2013.

1) Variabel Sales Promotion pada Impulse Buying

Hasil dari rata-rata skor jawaban responden pada variabel sales promotion pada impulse buying akan dimasukan dalam kelompok berikut:

Tabel V.7

Skala Data Sales Promotion

Skala Data Kelas Keterangan 4 3,26 – 4,00 Sangat Menarik

3 2,51 – 3,25 Menarik

2 1,76 – 2,50 Tidak Menarik 1 1,00 – 1,75 Sangat Tidak Menarik

Tabel V.8

Deskripsi Variabel Sales Promotion pada Impulse Buying

No Pernyataan Mean Kateg

ori 1 Saya bisa mendapatkan sampel pada

produk yang dijual oleh Adele Accessories.

3.37 Sangat Menarik 2 Saya bisa mencoba sampel produk yang

disediakan Adele Accessories secara berulangkali.

3.32 Sangat Menarik

3 Saya bisa mengetahui manfaat produk melalui sampel yang disediakan Adele Accessories.

3.34 Sangat Menarik

4 Saya mendapatkan potongan harga pada produk yang dijual di Adele Accessories.

3.34 Sangat Menarik 5 Saya bisa mendapatkan potongan harga

dari Adele Accessories saat ada event-event tertentu (misalnya : Anniversary Adele Accessories, Cuci gudang, Valentine dll).

3.44 Sangat Menarik

6 Saya bisa mendapatkan potongan harga dari Adele Accessories pada hari raya tertentu (misalnya : Hari Raya Natal, Lebaran, Hari Raya Kemerdekaan, dll).

3.42 Sangat Menarik

7 Adele Accessories memberikan potongan harga bagi konsumen yang memiliki

7 Adele Accessories memberikan potongan harga bagi konsumen yang memiliki