• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karakteristik Remaja

Dalam dokumen RELIGIUSITAS PECANDU NARKOBA (Halaman 139-145)

PERKEMBANGAN REMAJA

B. Perkembangan Psikologis

4. Perkembangan Moral

2.4 Karakteristik Remaja

Seperti semua periode yang penting selama rentang kehidupan. Masa remaja juga mempunyai ciri-ciri atau karakteristi tertentu yang membedakannya dengan periode anak-anak dan periode orang dewasa. Adapun karakteristik remaja menurut teori Hurlock (1980) yaitu:

 Masa remaja merupakan periode penting, sebagai akibat perubahan fisik dan perubahan psikologis. Pada masa remaja ini kedua perubahan tersebut terpenting bagi kebidupan mereka yakni pertumbuhan fisik dan perkembangan psikis. Mem bahas perubahan fisik yang terjadi, Tanner (dalam Hurlock, 1980) menguraikan bahwa secara umum remaja yang berusia 12 dan 16 tahun sebagai masa kejadian kehidupan paling berharga di sepanjang pertumbuhan dan perkembangan manusia.

Pertumbuhan fisik yang cepat dan penting disertai dengan perkembangan psikologis yang cepat pula terutama di awal masa remaja. Keseluruhan pertumbuhan dan perkembangan tersebut membutuhkan proses adaptasi dalam pembentukan minat baru, nilai dan perilaku pada remaja.

132

 Masa remaja merupakan periode transisi. Transisi tidak berarti terputus dari apa yang telah terjadi sebelumnya, tetapi suatu perlihan kepada tahap perkembangan berikutnya. Apabila anak-anak ingin berpindah ke masa remaja, mereka harus menanggalkan segala sesuatu yang bersifat kekanakan dan harus juga mempelajari perilaku baru. Namun perlu diketahui bahwa apa yang ditanggalkan akan membekas sehingga akan berpengaruh pada perilaku yang baru.

 Masa remaja merupakan periode perubahan. Perubahan perilaku selama remaja berbanding lurus dengan perubahan fisiknya. Terdapat lima bentuk perubahan bersifat universal, yaitu a) tingkat emosi remaja tergantung pada tingkat perubahan fisik dan psikis.

Perubahan emosi secara umum terjadi lebih cepat selama awal remaja, b) perubahan fisik, minat, peran yang diharapkan kelompok sosial dapat menciptakan masalah baru, c) Perubahan minat, nilai dan perilaku, di masa remaja mulai memahami arti kualitas daripada kuantitas; d) umumnya remaja bersikap ambivalen pada setiap perubahan, mereka menginginkan kebebasan tetapi sering pula mereka takut untuk bertanggungjawab.

 Masa remaja merupakan usia bermasalah. Pada tiap periode kehidupan manusia mempunyai masalah tersendiri. Pada masa anak-anak masalah yang ada sebagian besar dihandel oleh orangtua atau guru hingga mereka tidak ada pengalaman menyelesaikan masalah.

Di sisi lain remaja merasa bisa mandiri dan ingin mengatasi masalahnya sendiri karena ketidakmampuan mengatasinya menurut cara yang mereka yakini akhirnya tidak sesuai harapan mereka.

 Masa remaja merupakan masa mencari identitas. Erik Erikson adalah tokoh pertama yang menyadari betapa

133

pentingnya berbagai pertanyaan-pertanyaan seperti siapakah saya? apa keunikanku? Apa tujuan hidupku?

untuk memahami perkembangan remaja. Pada proses mengeksplorasi dan mencari identitas, mereka seringkali bereksperimen dengan berbagai macam peran. Remaja yang berhasil mengatasi dan menerima peran-peran yang saling berkonflik satu sama lain, beridentifikasi dengan penghayatan mengenai diri yang baru, menyegarkan dan dapat diterima. Menurutnya remaja yang tidak berhasil mengatasi krisis identitas akan menderita identity confusion atau kebingungan identitas sehingga mereka mengisolasi diri, menarik diri dari teman-teman dan keluarga. Ketika remaja secara perlahan-lahan mulai menyadari bahwa mereka akan segera bertanggung jawab pada diri sendiri dan kehidupannya mereka mulai mencari kehidupan seperti yang mereka inginkan. Hal terpenting dalam proses pencarian identitas tersebut, orangtua dan orang-orang dewasa disekitarnya perlu memberikan waktu dan kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai peran dan kepribadian yang berbeda (Santrock, 2007).

Selanjutnya Erikson menguraikan bahwa sebagai suatu konsep diri, identitas terdiri dari berbagai pemahaman, yaitu:

a. Jalur karir dan pekerjaan yang ingin diikuti (identitas pekerjaan atau karir).

b. Apakah individu itu mempunyai aliran politik yang konservatif, liberal atau berada diantara keduanya (identitas politik).

c. Keyakinan spritual individu (identitas religius).

d. Apakah individu itu hidup melajang, menikah, bercerai, atau hidup bersama (identitas relasi).

134

e. Sejauhmana individu tersebut termotivasi untuk berprestasi dan menjadi menjadi intelek (identitas intelektual).

f. Apakah individu itu heteroseksual, homoseksual, atau biseksual (identitas seksual).

g. Bagian dari negara manakah orang itu berasal dan seberapa intensifkah individu tersebut beridentifikasi dengan warisan budayanya (identitas nudaya/etnis).

h. Kegemaran individu seperti olahraga, musik, dan lain-lain (identitas minat).

i. Karakteristik kepribadian individu seperti introvert atau ekstrovert (identitas kepribadian).

j. Gambaran tubuh seseorang (identitas fisik).

Hasan (2006) menambahkan bahwa salah satu tugas perkembangan sosial masa remaja terpenting aialah pencarian identitas diri. Pembentukan identitas bukanlah hal mudah untuk dilaksanakan akan tetapi terjadi melalui berbagai proses perdebatan atau konflik meliputi pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab. Sebagaimana Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

ةٍايْفخَ خَ

خَ لَّ

خَه وّٰ خَ

"demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya" (QS. Asy-Syams 91: Ayat 7).

اَهَمَهْلَاَف اَه َر ْىُجُف

اۖاَه ٰىْ َت َو

"maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya” (QS. Asy-Syams 91: Ayat 8).

ْذَق َ َلْفَا ْنَم

اۖاَه كّٰ َ

"sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu)"

(QS. Asy-Syams 91: Ayat 9).

135

خَه وّٰ خَ يْاخَ خَ خَ يْ خَ خَ

"dan sungguh rugi orang yang mengotorinya" (QS. Asy-Syams 91: Ayat 10).

Pada QS. Al-Balad: 10-11 juga menjelaskan tentang pencarian identitas yang diilustrasikan, Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

صُ ٰ يْ خَ خَ خَ

ذِايْ خَ يْ لَّ ا

"Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan)" (QS. Al-Balad 90: Ayat 10).

خَ خَ

خَ خَ خَ يْ

خَ خَ خَ خَ يْا

"Tetapi dia tidak menempuh jalan yang mendaki dan sukar"

(QS. Al-Balad 90: Ayat 11).

 Masa remaja merupakan usia yang menimbulkan ketakutan. Hal tersebut disebabkan karena terdapat pandangan dari strereotip budaya bahwa remaja merupakan individu tidak rapi, tidak bisa dipercaya, dan kecenderungan berperilaku merusak sehingga orang dewasa harus mengawasi dan mengarahkan kehidupan remaja. Ditambahkan oleh Anthony bahwa stereotip budaya itu memberikan penilain yang negatif kepada remaja sehingga menyebabkan para remaja merasa takut dan menghindari periode ini.

 Masa remaja merupakan masa yang tidak realistik.

Adanya kecenderungan remaja menganggap dirinya dan orang lain seperti yang ia ingini, bukan apa adanya, terutama mengenai cita-cita. Remaja merasa sakit hati dan merasa kecewa apabila tidak berhasil mencapai cita-citanya. Mendekati akhir masa remaja, secara umum baik lelaki atau perempuan sering merasa terganggu adanya idealisme secara berlebihan yaitu remaja

136

berpikir akan segera melepaskan kehidupan yang bebas, penuh bahagia, akan menghilang setelah memasuki usia dewasa.

 Masa remaja merupakan pintu gerbang masa dewasa.

Semakin usia kematangan meningkat, remaja mulai mempersiapkan diri menyambut status kedewasaan dengan berbagai cara seperti merokok, minum minuman beralkohol, menggunakan narkoba, bahkan terlibat pada perbuatan seks. Remaja beranggapan bahwa perilaku tersebut menambah citra diinginkan sebagai orang dewasa.

Para ahli mempunyai pandangan berbeda tentang kapan masa remaja berlangsung karena memang pekembangan manusia itu bersifat individual artinya ada perkembangan cepat dan ada pula yang lambat. Para ahli sejarah berpendapat bahwa G. Stanley Hall sebagai bapak studi ilmiah tentang remaja dengan alasan telah mempublikasikan gagasan-gagasannya dalam dua jilid

“adolescence”. Hall sangat dipengaruhi oleh Charles Darwin seorang teoris evolusi ketika menerapkan pandangan Darwin untuk mempelajari perkembangan remaja. Hall mengatakan bahwa semua perkembangan dikontrol oleh faktor-faktor fisiologis yang ditentukan secara genetis. Hall mengetahui bahwa jika dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya perubahan perkembangan yang berlangsung pada masa remaja lebih banyak dipengaruhi lingkungan. Setidaknya pada diri remaja faktor genetis dan lingkungan tersebut akan mempengaruhi perkembangan mereka. Hall menegaskan bahwa masa remaja uang berusia sekitar 12 sampai 23 tahun diwarnai pergolakan atau storm and stress yaitu masa remaja merupakan masa yang dipenuhi oleh konflik dan perubahan suasana hati. Hall meminjam istilah storm and stress dari deskripsi sturm and

137

drang yang dipopulerkan penulis Jerman Goethe & Schiler yang menulis novel yang penuh idealisme, gairah dan perasaan. Hall memahami ada persamaan tema-tema yang dikatakan penulis itu dengan perkembangan psikologis remaja. Menurut Hall berbagai pikiran, perasaan, dan perilaku remaja berubah-ubah antara kesombongan, kerendahan hati, kebahagiaan dan kesedihan. Ada saat remaja dapat berperilaku tidak menyenangkan bahkan dengan rekan-rekan sebaya, ada saat berperilaku baik, kadangkala memerlukan privasi, namun beberapa detik kemudian menginginkan kebersamaan dengan teman-teman mereka (Santrock, 2007).

BAB III

RELIGIUSITAS

Dalam dokumen RELIGIUSITAS PECANDU NARKOBA (Halaman 139-145)