PERKEMBANGAN REMAJA
B. Perkembangan Psikologis
4. Perkembangan Moral
2.3 Tugas-tugas Perkembangan Remaja
Semua tugas perkembangan pada masa remaja dipusatkan pada warisan penanggulangan sikap dan pola perilaku yang kekanak-kanakan dan melakukan persiapan untuk menghadapi masa dewasa. Tugas perkembangan pada masa remaja menuntut perubahan besar pada sikap dan pola perilaku anak. Akibatnya hanya sedikit saja anak lelaki dan perempuan yang dapat diharapkan untuk menguasai tugas-tugas tersebut selama awal masa remaja, apalagi mereka yang matangnya terlambat. Kebanyakan harapan pada tugas-tugas perkembangan tersebut sangat penting
124
sehingga dapat menjadi dasar untuk pembentukan sikap perilaku mereka (Hurlock, 1980).
Setiap individu tumbuh dan berkembang selama perjalanan hidupnya melalui beberapa fase atau periode-periode perkembangan. Setiap periode-periode perkembangan, memiliki serangkain tugas perkembangan yang harus diselesaikan dengan baik dan seoptimal mungkin oleh setiap individu. Jika mengalami kegagalan pada salah satu periode maka akan memberikan pengaruh besar terhadap proses perkembangan selanjutnya. Dimikian sebaliknya jika semua periode perkembangan terlaksana dengan baik maka akan memperlancar proses perkembangan berikutnya (Ali &
Asrori, 2018).
Seorang ahli psikologi perkembangan yang terkenal dengan teori tugas-tugas perkembangan pada setiap periodesasi perkembangan manusia adalah Robert J.
Havighust yang mengatakan bahwa tugas perkembangan adalah tugas yang muncul pada saat atau sekitar satu periode tertentu dari kehidupan individu dan jika berhasil akan menimbulkan fase kabahagiaan dan membawa keberhasilan dalam melaksanakan tugas-tugas perkembangan selanjutnya tetapi jika mengalami kegagalan akan timbul ketidakbahagiaan dan kesulitan dalam menghadapi tugas perkembangan berikutnya. Tugas-tugas perkembangan tersebut beberapa diantaranya muncul sebagai akibat kematangan fisik dan psikis sedangkan yang lain berkembang karena nilai-nilai dan aspirasi budaya (Hurlock, 1980; Ali &Asrori, 2018).
Menurut Ali & Asrori (2018), tugas-tugas perkembangan memiliki tiga jenis tujuan bermanfaat bagi seseorang dalam menyelesaikan tugas perkembangan, yakni:
125
Sebagai petunjuk bagi individu untuk mengetahui hal-hal yang diharapkan masyarakat pada periode-periode tertentu,
Sebagai motivasi kepada setiap orang untuk melaksanakan hal-hal yang diharapkan oleh kelompok sosial pada usia-usia tertentu disepanjang rentang kehidupannya.
Sebagai pedoman bagi setiap orang mengenai hal-hal yang akan mereka hadapi atau tindakan apa yang diharapkan jika akan memasuki tahap perkembangan seterusnya.
Sebagian orang dapat menyelesaikan tugas-tugas perkembangan itu akan tetapi ada juga yang mengalami hambatan-hambatan tidak dapat menyelesaikan yang pada akhirnya akan menjadi bahaya potensial. Mengikut Ali &
Asrori (2018), menguraikan bahwa paling tidak ada tiga kategori yang menjadi penghambat penyelesian tugas-tugas perkembangan, yaitu a) harapan-harapan yang kurang tepat baik individu maupun lingkungan sosial yang mengharapkan perilaku-perilaku di luar kemampuan fisik atau psikologis, b) melangkahi tahap-tahap tertentu dalam perkembangan sebagai akibat kegagalan menguasai tugas-tugas tertentu, c) adanya krisis yang dialami individu karena melewati satu tingkatan ke tingkatan yang lain.
Pendapat itu sesuai pandangan Karl C. Garrison (dalam Wahyuni, 2014) yang menjelaskan bahwa ada enam jenis pembagian tugas perkembangan remaja seperti :
Penerimaan penuh terhadap kondisi jasmani. Pada fase balig/pubertas atau remaja awal, anak mengalami pertumbuhan dengan cepat menuju bentuk orang dewasa. Pada masa ini remaja ingin memiliki konsep diri seperti model idolanya, memperbandingkan diri dengan teman sebayanya sehingga menimbulkan kecemasan
126
jika keadaanya tidak sesuai dengan idola atau teman0teman sebaya. Memasuki masa remaja, konsep diri terhadap idola makin menurun, secara perlahan-lahan, mulai menerima kondisi fisiknya dan memfungsikan sebaik-baiknya.
Memperoleh hubungan baru sebagai rekan sebaya baik pada lelaki atau perempuan. Proses kemasakan seksual telah tercapai sejak awal masa remaja sehingga menstimulus remaja membina relasi sosial, terfokus pada lawan jenis. Mereka ingin diterima dari kelompok teman sebaya agar merasa dibutuhkan dan dihargai.
Tanpa penerimaan dari teman sebaya, mereka mengalami gangguan-gangguan perkembangan psikis dan sosial, misalnya membentuk geng sendiri.
Menerima untuk belajar hidup sesuai jenis kelamin masing-masing. Meskipun hal itu telah terjadi perubahan pada masa puber yaitu adanya perbedaan fisik antara laki-laki dan wanita, tetapi yang lebih diharapkan adalah perkembangan psikologis mereka, remaja laki-laki harus bersifat maskulin yang didukung oleh kondisi psikis, demikian pula remaja perempuan harus bersifat feminis, disamping juga masing-masing harus memikirkan orientasi fokus pekerjaan sebagai lelaki atau perempuan.
Menginginkan kebebasan emosional baik dari orangtua maupun dari orang dewasa disekitarnya. Ingin kemandirian merupakan tugas perkembangan penting yang dihadapi remaja. Jika kemandirian psikologis tidak tercapai, mereka menemui berbagai kesulitan misalnya tidak bisa mengambil keputusan sendiri dan bertanggung jawab atas keputusan itu.
Menginginkan kemandirian dalam bidang ekonomi yaitu mencari sumber keuangan dan pengelolaan keuangan.
127
Memperoleh nilai dan filsafat kehidupan, pada masa remaja ini diharapkan mereka mulai mempunyai pola pikir, perasaan, dan perilaku yang mampu mengarahkan ke fase pendewasaan di masa mendatang.
Hurlock (1980) dan Perkins (2007) menjelaskan secara singkat bahwa pada dasanya tugas-tugas perkembangan pada masa remaja adalah mencapai relasi atau hubungan yang lebih lagi dengan teman seusia mereka, baik dari teman sebaya laki-laki maupun perempuan, mencapai peran sosial feminin atau maskulin, menerima fisik dan menggunakan tubuh secara efektif, mencapai perilaku yang bertanggung jawab secara sosial, mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa disekitar mereka, mempersiapkan diri pada perkerjaan, nilai ekonomis, pernikahan dan berkeluarga, dan mencapai sistem etika untuk mengarahkan perilaku.
Masten dan Coatsworth (1998) menguraikan bahwa tugas-tugas perkembangan pada remaja yang berkaitan bidang pendidikan yaitu mencapai keberhasilan dalam proses transisi ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi lagi, mencapai prestasi akademik melalui pembelajaran keterampilan yang sangat berguna pada pekerjaan, berperan aktif pada kegiatan kokurikulum di lingkungan sekolah atau di lingkungan masyarakat, bisa menjalin persahabatan baik perempuan atau lelaki, dan mulai dapat membentuk identitas diri. Diharapkan setiap remaja mampu melaksanakan tugas-tugas perkembangan tersebut seoptimal mungkin agar dapat terjadi keseimbangan menyambut tahap perkembangan berikutnya.
Setiap individu memiliki tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan, dalam psikologi dikenal istilah tugas-tugas perkembangan atau developmental tasks.
Kapasitas individu dalam melaksanakan tugas-tugas perkembangan tersebut akan mempengaruhi perkembangan
128
berikutnya. Keseluruhan tugas-tugas perkembangan pada masa remaja terfokus melalui sikap dan pola perilaku kanak-kanak dan mempersiapkan sikap dan perilaku orang dewasa. Havigurst (dalam Hurlock 1980; (Monks et al., 1989; Ali & Asrori, 2018) menguraikan dengan detail tugas-tugas perkembangan yang harus diselesaikan remaja, yakni:
Tabel 2.9 Tugas-tugas Perkembangan Havigurst
Deskripsi Hakikat Menerima Lelaki/ Perkembang Perubahan
129
130 Pendapat lain terkait tugas-tugas perkembangan pada masa remaja telah dikatakan William W. Wattenberg (Wahyuni, 2014) mengklasifikasikan tugas-tugas perkembangan remaja, yakni: a) mampu mengendalikan perilakunya sendiri seperti halnya orang dewasa; b) menginginkan kebebasan, melaui kebebasan ini remaja diharapkan dapat menetukan dan bertanggung jawab atas keputusan yang telah diambil sebagai proses pembelajaran, tidak bergantung lagi kepada orang tua atau orang dewasa lainnya; c) ampu menjalin hungan sosial dengan teman-teman lawan jenisnya karena ada kecenderungan mereka merasa malu untuk saling mendekat dan saling berinteraksi sehingga tidak sedikit remaja yang tidak mau berpacaran, d) mempunyai konsep diri yang realistik, diharapkan remaja
131
dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan yang dimiliki dan dapat menerima, bahkan memanfaatkan seoptimal mungkin, serta bisa memberikan penilaian tentang hal-hal disukai atau tidak oleh rekan-rekan sebayanya.
Keseluruhan tugas-tugas perkembangan remaja itu sebaiknya dijalankan secara maksimal. Hal tersebut dilaksanakan untuk mengoptimalkan fase-fase perkembangan selanjutnya dan dapat menikmati fase remaja yang bahagia untuk menyambut tahap perkembangan selanjutnya yaitu tingkat kematangan dan kedewasaan dengan kebahagiaan juga.