BAB IV PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MEMUTUSKAN
A. Kasus Posisi Beserta Isi Putusan Sengketa Harta Bersama Dan
646/PDT.G/2010/PA.MDN
Duduk perkaranya adalah bermula dari meninggalnya pewaris di Medan pada tanggal 17 Maret 2009 karena menderita sakit. Almarhum meninggalkan seorang janda, delapan orang anak kandung dan satu orang anak angkat. Adapun yang menggugat/penggugat dalam perkara ini adalah janda (Penggugat I), tiga orang anak kandung perempuan (Penggugat II, III, IV), satu orang anak kandung laki-laki (Penggugat V) dan satu orang anak angkat laki-laki (Penggugat VI). Yang digugat (tergugat) adalah empat orang anak kandung perempuan (Tergugat I, II, III dan IV).
Bahwa Penggugat I telah menyampaikan permintaan kepada Pergugat II, III, IV, V dan VI agar semua harta peninggalan almarhum segera dijual dan dibagi untuk membiayai pengobatan/penyembuhan Penggugat I. Penggugat II, III, IV, V dan VI dapat menyetujui permintaan Penggugat I tersebut di atas. Para Penggugat telah berulang kali menghubungi Para Tergugat untuk segera menjual harta peninggalan almarhum guna menanggulangi biaya-biaya pengobatan dan perawatan Penggugat I, akan tetapi Para Tergugat tidak menyetujuinya.
Dalam hal ini, Penggugat memandang sikap Tergugat bertentangan dengan hukum yang berlaku. Oleh karena itu melalui gugatannya, Para Penggugat memohon
kepada Pengadilan Agama Medan agar menetapkan Penggugat I sebagai istri almarhum mempunyai hak atas setengah bagian harta pencarian bersama/harta syarikat dan sisa setengah bagian lainnya menjadi harta warisan yang dibagikan kepada semua ahli waris almarhum. Perkawinan tersebut sejak tahun 1950 berdasarkan Surat Kawin tanggal 30 April 1950 yang dikeluarkan Kadi Medan Timur dan karenanya telah menjalani hidup bersama dengan almarhum suaminya dalam ikatan perkawinan selama kurang lebih 59 tahun.
Para Penggugat telah mengajukan gugatan dengan surat tanggal 19 April 2010 yang telah didaftar di Kepaniteraan Pengadilan Agama Medan pada tanggal 5 Mei 2010 dengan Register Nomor 646/Pdt.G/2010/PA.Mdn. Gugatan tersebut telah diperbaiki dan disempurnakan dengan surat tanggal 28 Juli 2010.
Pada posita dijelaskan bahwa Para Tergugat seharusnya membagi harta peninggalan almarhum kepada janda dan ahli waris almarhum tersebut di atas, akan tetapi Para Tergugat menolaknya, maka untuk mencegah dan menghindari terjadinya pemindah tanganan, penjualan, penyewaan, penggelapan dan pengagunan terhadap harta peninggalan almarhum sehingga pelaksanaan Putusan Pengadilan Agama Medan dalam hubungan perkara ini tidak dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya, Para Penggugat memohon kepada Pengadilan Agama Medan agar berkenan membuat suatu Penetapan untuk melaksanakan dan meletakkan sita jaminan (conservatoir beslag) atas seluruh harta peninggalan almarhum yang menjadi objek gugatan.
Adapun Petitum dari Para Penggugat adalah sebagai berikut:
1. Mengabulkan gugatan Para Penggugat untuk seluruhnya.
2. Menyatakan sah dan berkekuatan hukum Surat Pernyataan Ahli Waris tanggal 24 Maret 2009.
3. Menetapkan Para Penggugat dan Para Tergugat adalah ahli waris almarhum dan yang mempunyai hak mewarisi harta peninggalan sesuai dengan Surat Pernyataan Ahli Waris tanggal 24 Maret 2009.
4. Menetapkan barang-barang tidak bergerak sebagaimana diuraikan di atas adalah merupakan harta bersama/harta syarikat yang diperoleh selama masa perkawinan Pewaris dengan Penggugat I.
5. Menetapkan Penggugat I sebagai istri almarhum mempunyai hak atas ½ bagian harta pencarian bersama/harta syarikat dan sisa ½ bagian lainnya menjadi harta warisan yang dibagikan kepada semua ahli waris almarhum.
6. Menetapkan bagian masing-masing ahli waris almarhum sesuai dengan hukum Islam dan melaksanakan pembagian harta peninggalan almarhum untuk dibagi-bagikan kepada para ahli warisnya dan apabila pelaksanaan pembagian harta warisan tidak dapat dilakukan secara natura maka dilakukan penjualan secara lelang.
7. Menyatakan tidak sah dan batal demi hukum terhadap tindakan Tergugat yang memindahtangankan, menjual, menyewakan, mengagunkan harta peninggalan almarhum.
8. Menghukum Para Tergugat untuk menyerahkan bagian warisan yang menjadi hak Para Penggugat sesuai dengan Hukum Islam.
9. Menghukum Tergugat I dan Tergugat II membayar uang sewa rumah toko yang terletak di Jalan Brig. Jend. Katamso no.28-G Medan, kepada Para Penggugat/ Para Ahli Waris sebesar Rp. 120.000.000,- (seratus dua puluh juta rupiah) setiap tahun, terhitung sejak tahun 2009 sampai dengan saat putusan pengadilan dapat dijalankan sebagaimana mestinya.
10.Menghukum Tergugat I dan Tergugat II menyerahkan dan mengosongkan tanah dan bangunan rumah toko yang terletak di Jalan Brig. Jend. Katamso, karena termasuk harta peninggalan almarhum.
11.Menyatakan sah dan berharga sita jaminan (conservatoir beslaag) yang ditetapkan atas harta peninggalan almarhum sebagaimana diuraikan di atas.
12.Menghukum Para Tergugat secara tanggung renteng untuk membayar uang paksa (dwangsom) kepada Para Penggugat sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) perhari terhitung sejak tanggal putusan perkara sampai dengan saat dapat dilaksanakan putusan perkara apabila para Tergugat ingkar/lalai melaksanakan putusan perkara.
13.Menyatakan putusan dalam perkara ini dapat dijalankan terlebih dahulu meskipun ada perlawanan, banding, kasasi upaya hukum lainnya (Uit voerbaar bij Voorraad Verklaard).
14.Menghukum Para Tergugat untuk membayar biaya-biaya perkara secara tanggung renteng.
15.Menyatakan Penggugat V adalah anak angkat yang diakui secara sah oleh almarhum dan Penggugat I.
16.Menyatakan Penggugat V adalah ahli waris yang sah dari almarhum dan berhak mendapat bagian warisan dari harta peninggalan almarhum.
Atau apabila Pengadilan Agama Medan berpendapat lain maka Para Penggugat memohon agar dapat diberikan putusan yang seadil-adilnya (Ex aequo et bono).
Terhadap gugatan tersebut, Para Tergugat mengajukan Eksepsi dan Gugatan Rekonpensi yang pada pokoknya atas dalil-dalil sebagai berikut:
Dalam Eksepsi:
1. Surat gugatan Para Penggugat jelas salah, karena Penggugat I adalah ibu kandung Para Tergugat yang sudah uzur (tua sekali) tidak mampu bertindak menurut hukum dalam keadaan stroke (lumpuh) tidak dapat menulis lagi, tidak dapat sempurna lagi untuk bicara dan tidak dapat dengan sempurna menyatakan kehendaknya sehingga Para Tergugat tidak meyakini bahwa tanda tangan Penggugat I adalah tanda tangan ibu kandung Para Tergugat yang sebenarnya.
2. Bahwa surat gugatan yang diajukan oleh Penggugat V yang bukan merupakan anak kandung almarhum tetapi anak dari almarhum abang kandung pewaris tidak berhak untuk bertindak sebagai ahli waris.
3. Surat gugatan tentang pembagian warisan almarhum jelas salah dan tidak lengkap atau kesengajaan untuk menggelapkan, karena tidak semua harta bersama didaftarkan/terdaftar sebagai warisan (budel waris) seperti tanah-tanah sebagai berikut:
a. Satu rumah diatas sebidang tanah yang terletak di Kecamatan Medan Timur, Sertifikat Hak Milik atas nama Penggugat I.
b. Sebidang tanah seluas kurang lebih 1.300 m2 terletak di Kotamadya Medan, Sertifikat Hak Milik atas nama Penggugat I.
c. Sebidang tanah seluas kurang lebih 2 hektar, terletak di Sialang Buah, Surat Keterangan Camat atas nama Penggugat I dan juga kurang lebih 2 hektar terdaftar atas nama almarhum.
d. Sebidang tanah seluas kurang lebih 2 hektar, terletak di Percut Sei Tuan, Surat Keterangan Camat terdaftar atas nama Penggugat I dan juga seluas kurang lebih 2 hektar terletak di Percut Sei Tuan terdaftar atas nama almarhum.
e. Sebidang tanah seluas kurang lebih 2 hektar, terletak di Sipirok, Tapanuli Selatan, Sertifikat Hak Milik atas nama Penggugat I dan juga seluas 2 hektar terdaftar atas nama almarhum.
f. Sebidang tanah seluas kurang lebih 2 hektar, terletak di Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sertifikat Hak Milik atas nama Penggugat I.
- Sertifikat-sertifikat dan surat-surat tanah tersebut berada ditangan Penggugat.
4. Bahwa gugatan Para Penggugat jelas salah, karena Para Penggugat menggugat bertindak selaku ahli waris dari almarhum tanpa adanya Surat Penetapan atau Surat Keputusan dari Pengadilan Agama/Mahkamah Syariah.
Dalam Rekonpensi:
1. Bahwa apa yang telah diutarakan dan dikemukakan di dalam eksepsi dan di dalam Pokok Perkara dinyatakan secara tegas adalah satu kesatuan posita dengan apa yang tertera di dalam posita rekonpensi sehingga tidak perlu diulang lagi.
2. Para Tergugat memohon Penetapan Hakim yang menyatakan bahwa Para Tergugat sama-sama mempunyai hak dan kewajiban terhadap Penggugat I untuk mengurus dan merawat sebagaimana layaknya untuk kesembuhan dan kebaikan Penggugat I tersebut.
3. Melarang Penggugat I, III, IV, V dan VI menghalang-halangi atau melakukan perbuatan kewajiban selaku anak terhadap ibu yaitu Penggugat I.
4. Menetapkan Penggugat I, II, III, IV, VI dan Para Tergugat sebagai ahli waris almarhum.
5. Menyatakan dan menetapkan secara hukum bahwa Penggugat I sudah tidak mampu melakukan perbuatan hukum dan di bawah Pengampuan Hukum.
6. Menetapkan walinya dalam perbuatan hukum wakil Penggugat dan Tergugat.
7. Menetapkan memberikan izin kepada Para Tergugat untuk menjenguk dan merawat Penggugat I.
8. Menghukum Penggugat II, III, IV, V, VI untuk mengembalikan Penggugat I ke rumahnya di Jalan Sei Mencirim Medan.
Amar putusan Pengadilan Agam Medan Nomor 646/Pdt.G/2010/PA.Mdn.
tanggal 26 Januari 2011:
Dalam Eksepsi: Menolak eksepsi dari Para Tergugat.
Dalam Pokok Perkara:
1. Mengabulkan gugatan Para Penggugat untuk sebagian.
2. Menetapkan ahli waris yang berhak atas tirkah (harta peninggalan) almarhum adalah sebagai berikut:
a. Penggugat I ( janda )
b. Penggugat II ( anak kandung perempuan) c. Penggugat III ( anak kandung perempuan ) d. Penggugat IV (anak kandung perempuan ) e. Penggugat VI ( anak kandung laki-laki ) f. Tergugat I (anak kandung perempuan) g. Tergugat II (anak kandung perempuan) h. Tergugat III (anak kandung perempuan)
3. Menetapkan Penggugat V sebagai anak angkat yang berhak mendapat bagian dari tirkah (harta peninggalan) almarhum.
4. Menetapkan bagian masing-masing ahli waris dan anak angkat atas harta peninggalan almarhum sebagai berikut:
a. Penggugat I, --- 10/80 bagian b. Penggugat II, --- 7/80 bagian c. Penggugat III, --- 7/80 bagian d. Penggugat IV, --- 7/80 bagian e. Penggugat VI, --- 14/80 bagian
f. Tergugat I, --- 7/80 bagian g. Tergugat II, --- 7/80 bagian h. Tergugat III, --- 7/80 bagian i. Tergugat IV, --- 7/80 bagian j. Penggugat V, --- 7/80 bagian 5. Menetapkan harta sebagai berikut:
a. Sebidang tanah seluas 85 m² berikut bangunan toko bertingkat yang didirikan di atasnya setempat dikenal dengan Jalan Pemuda Medan dan sekarang berubah menjadi Brig. Jend. Katamso Medan.
b. Sebidang tanah, seluas 1.316 m² berikut bangunan rumah di atasnya, yang terletak setempat dikenal dengan Jalan Haji Agus Salim DesaMadras Hulu, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan.
c. Sebidang tanah seluas 943 m², berikut bangunan rumah yang terletak di atasnya terletak di Jalan Sei Mencirim Ujung, Desa Babura Kuala Batuan, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.
d. Sebidang tanah seluas 19.979 m², terletak di Desa Sugiharjo, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang.
Adalah harta bersama almarhum dengan jandanya (Penggugat I)
6. Menyatakan seperdua dari harta tersebut di atas menjadi hak Penggugat I dan seperdua selebihnya menjadi tirkah/harta warisan peninggalan almarhum yang dibagikan kepada ahli waris dan anak angkat yang tersebut di atas.
7. Menghukum seluruh ahli waris dan anak angkat tersebut untuk membagi seperdua dari harta tersebut dengan pembagian secara natura dan jika tidak dapat dilakukan dengan cara lelang melalui Kantor Lelang Negara dan hasilnya dibagikan kepada seluruh ahli waris dan anak angkat.
8. Menyatakan sah dan berharga sita jaminan (conservatoir beslag) yang telah diletakkan atas objek sengketa dengan Penetapan tanggal 22 Desember 2010 Nomor 646/Pdt.G/2010/PN.Mdn jis Berita Acara Sita Jaminan tanggal 30 Desember 2010 dan tanggal 7 Januari 2011.
9. Menyatakan tidak dapat diterima (Niet Ontvangkelijk verklaard) gugatan Para Penggugat yang selain dan selebihnya.
Dalam rekonpensi: Menolak gugatan Para Penggugat Rekonpensi/Para Tergugat Konpensi untuk seluruhnya.
Dalam peradilan tingkat banding, putusan Pengadilan Agama tersebut telah dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Agama Medan dengan putusan Nomor 38/Pdt.G/2011/PTA.Mdn.
B. Analisis Terhadap Putusan Dan Pertimbangan Hakim Dalam Memutus