• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEANEKARAGAMAN COLEOPTERA DI ARBORETUM UNIVERSITAS PADJADJARAN

Nurullia Fitriani*1, Wawan Hermawan2, Hikmat Kasmara3, Melanie4 1,2,3,4

Departemen Biologi Universitas Padjadjaran, Jatinangor e-mail: *1[email protected]

Abstrak. Coleoptera merupakan serangga yang dikenal masyarakat sebagai kumbang. Coleoptera

hampir dapat ditemukan pada berbagai tipe habitat di Indonesia. Dalam ekosistem, coleoptera memiliki peranan sebagai herbivora, predator, pemakan bangkai dan parasit. Beberapa coleoptera merupakan hama tanaman yang menyebabkan kerugian dalam pertanian, tetapi beberapa spesies juga berperan sebagai pengendali hama dan membantu mengembalikan kesuburan tanah. Peranan coleoptera dalam ekosistem menyebabkan penelitian dasar ini menjadi penting untuk mengungkap berbagai komponen kunci dalam siklus dan jaring-jaring makanan dalam ekosistem. Arboretum merupakan daerah konservasi di kampus Universitas Padjadjaran (UNPAD) jatinangor yang keberadaannya dipertahankan oleh pengelola kampus untuk menjaga keanekaragaman hayati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui species-species coleoptera yang ditemukan di Arboretum UNPAD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dengan cara menjelajahi area arboretum. Coleoptera yang ditemukan ditangkap dengan metode penangkapan langsung atau menggunakan jala serangga. Sampling coleoptera dilakukan setiap hari selama seminggu pada bulan November 2016. Penjelajahan dilakukan pada siang hari pukul 07.00 – 16.00. Coleoptera yang ditangkap kemudian diawetkan dan diidentifikasi di Laboratorium Taksonomi Universitas Padjadjaran. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Penelitian menunjukan bahwa terdapat 20 spesies coleoptera yang berasal dari 6 family di Arboretum UNPAD yaitu Family Chrysomelidae, Coccinellidae, Curculionidae, Pyrrhocoridae, Scarabaeidae, Silphidae dan Tenebrionidae. Species terbesar yang ditemukan berasal dari Family Chrysomelidae danCoccinellidae yaitu masing-masing sebesar 30%.

Kata Kunci : Keanekaragaman, Serangga, Coleoptera, Arboretum, spesies PENDAHULUAN

Serangga merupakan hewan yang memiliki anggota yang sangat banyak dan bervariasi serta mampu hidup dalam berbagai habitat. Serangga memiliki peran yang sangat penting dalam dinamika ekosistem alami (Borror, et al., 1992; Kim 1993; Gullan dan Cranston, 1996). Keanekaragaman serangga menunjukan kondisi habitat tempat hidupnya dan dapat digunakan untuk menganalisis struktur lansekap suatu wilayah.

Coleoptera adalah salah satu ordo serangga yang banyak ditemukan dan masyarakat mengenalnya dengan sebutan kumbang. Kata coleoptera berasal dari Bahasa Yunani yaitu coleos yang berarti perisai dan pteron yang berarti sayap. Nama ini menunjukan bahwa coleoptera merupakan serangga bersayap perisai. Sayap luar coleoptera mengeras seperti seludang dan dinamakan elytra sedangkan sayap di dalam yang tertutup tipis seperti membran

86

(Banerjee, 2014).

Coleoptera termasuk kelompok serangga terbesar dari seluruh jenis serangga yang ada di dunia. Borror et al.,(1992) menyatakan terdapat lebih dari 350.000 species kumbang yang sudah diketahui namanya dan di Asia telah diidentifikasi sekitar 35.000 species serta diduga sekitar 10% species kumbang berada di Indonesia (Noerdjito dkk, 2011). Dalam ekosistem, coleoptera memiliki peranan sebagai herbivora, predator, pemakan bangkai dan parasit. Beberapa coleoptera merupakan hama tanaman yang menyebabkan kerugian dalam pertanian, tetapi beberapa spesies juga berperan sebagai pengendali hama dan membantu mengembalikan kesuburan tanah.

Arboretum Universitas Padjadjaran (UNPAD) berada di kampus Jatinangor dan memiliki luas sekitar 12 hektar. Arboretum merupakan daerah konservasi yang keberadaannya dipertahankan oleh pengelola kampus untuk menjaga keanekaragaman hayati. Wilayah Arboretum UNPAd memiliki beberapa zona penggunaan lahan yaitu zona hutan tanaman langka, hutan tanaman industri, taman, sawah dan kebun budidaya. Dengan adanya keragaman tipe ekosistem ini maka diduga terdapat keanekaragaman coleoptera yang cukup tinggi di wilayah ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui species-species coleoptera di Arboretum UNPAD, diharapkan pada masa mendatang data keanekaragaman ini dapat digunakan untuk mengambil kebijakan konservasi keanekaragaman hayati di lingkungan kampus UNPAD.

BAHAN DAN METODE

Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sarung tangan, jaring serangga, botol pembunuh, mikrometer sekrup, penggaris, suntikan, botol sampel, petridish, mikroskop stereo, lup, kamera, kertas label, pinning insect, kotak penyimpanan, soil tester, digital enviromental multichecker, buku identifikasi, kapur barus dan alkohol 70%. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey. Survey dilakukan untuk melakukan sampling atau penangkapan coleoptera. Sampling dilakukan dengan cara menjelajahi area arboretum di empat zona yaitu hutan tanaman langka, hutan tanaman industri, taman, sawah dan kebun budidaya. Coleoptera yang ditemukan ditangkap dengan metode penangkapan langsung atau menggunakan jala serangga. Sampling coleoptera dilakukan setiap hari selama seminggu pada bulan November 2016. Penjelajahan dilakukan pada siang hari pukul 07.00 – 16.00. Coleoptera yang ditangkap diawetkan dengan cara menyuntikan alkohol 70% ke bagian thoraxnya dan diidentifikasi di Laboratorium Taksonomi Universitas Padjadjaran. Proses identifikasi dilakukan dengan mengamati bagian kepala, dada dan abdomen dari coleoptera. Serangga yang sudah diidentifikasi kemudian disimpan dalam kotak penyimpanan serangga untuk dikoleksi. Pada penelitian ini juga diukur parameter lingkungan berupa pH Tanah, suhu dan kelembaban udara, kecepatan angin dan intensitas cahaya. Analisis data dilakukan secara deskriptif.

87

HASIL

Penelitian mengungkapkan bahwa terdapat terdapat 20 species coleoptera yang berasal dari 6 family di Arboretum UNPAD. Family yang paling banyak ditemukan adalah Family Chrysomelidae.dan Coccinelidae yaitu masing-masing sebesar 30% (Gambar 1).

Gambar 1. Persentase Family dari Coleoptera yang ditemukan di Arboretum UNPAD

Pada tabel 1 diketahui terdapat 20 spesies coleoptera ditemukan di Arboretum UNPAD, dua diantaranya belum teridentifikasi. Kedua species tersebut berasal dari Family Coccinellidae dan Silphidae. Dari tabel tersebut juga dapat dilihat bahwa daerah zona tanaman langka merupakan zona yang paling banyak ditemukan species coleoptera yaitu sebanyak 12 species dan selanjutnya adalah zona sawah dan kebun budidaya sebanyak 10 species.

Tabel 1. Data Keanekaragaman Species Coleoptera di Arboretum UNPAD

No Nama Species Family Zonasi Tempat Ditemukan

Coleoptera

HTL HTI Taman SKB

1 Neocrepidodera sp. Chrysomelidae

2 Chrysolina fastuosa Chrysomelidae

3 Gastrophysa viridula Chrysomelidae

4 Chrysochus cobaltinus Chrysomelidae

5 Sphaeroderma sp. Chrysomelidae

6 Aspidomorpha sp. Chrysomelidae

7 Coccidula rufa Coccinellidae

88 9 Subcoccinella

vigintiquattuorpunctata

Coccinellidae

10 Coccinella transversalis Coccinellidae

11 Henosepilacha vigintioctopunctata

Coccinellidae

12 Adalia punctata Coccinellidae

13 Polydrusus cervinus Curculionidae

14 Polydrusus sp. Curculionidae

15 Dysdercus cingulatus Pyrrhocoridae

16 Ontophagus sp. Scarabaeidae

17 Oryctes rhinoceros Scarabaeidae

18 Dichotomius sp. Scarabaeidae

19 Sp 2 Silphidae

20 Eleodes sp. Tenebrionidae

12 1 2 10

Keterangan : HTL = Hutan Tanaman Langka; HTI = Hutan Tanaman Industri, SKB = Sawah dan Kebun Percobaan

Berdasarkan pengukuran parameter lingkungan di keempat zona Arboretum UNPAD diketahui rata-rata pH tanah di semua zonasi adalah sama yaitu sebesar 5,5. Rata-rata suhu udara adalah berkisar antara 25,5ᵒC sampai dengan 29,6ᵒC dengan kelembaban berkisar antara 65% samapai dengan 77%. Data lengkap mengenai rata-rata hasil pengukuran parameter lingkungan disajikan pada tabel 2.

Tabel 2. Rata-rata Pengukuran Berbagai Parameter Lingkungan di Arboretum UNPAD

No Parameter Lingkungan Zonasi Tempat Ditemukan Coleoptera

HTL HTI Taman SKB

1 pH Tanah 5,5 5,5 5,5 5,5

2 Suhu Udara (ᵒC) 25,5 28 29,6 27,4

3 Kelembaban Udara (%) 77 66 65 68

4 Kecepatan Angin (m/s) 0,2 0 1,2 1,2

5 Intensitas Cahaya (lux) 10340 21500 28000 18432

Keterangan : HTL = Hutan Tanaman Langka; HTI = Hutan Tanaman Industri, SKB = Sawah dan Kebun Percobaan

PEMBAHASAN

Keanekaragaman coleoptera dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah struktur vegetasi serta iklim mikro pada setiap tipe habitat (Santoso, 2013). Dari penelitian dapat dilihat bahwa terdapat perbedaan species di berbagai tipe zonasi penggunaan lahan di Arboretum

89

UNPAD. Hutan Tanaman Langka (HTL) merupakan zona di arboretum yang didominasi oleh jenis pohon dengan naungan yang rapat. Pada zona ini,seresah di lantai hutan lebih tebal dibandingkan daerah lainnya sehingga ditemukan beberapa species kumbang yang hidup di permukaan tanah. Butterfield et. al, (1995) menyatakan bahwa keanekaragaman coleoptera di hutan dipengaruhi oleh kelembaban tanah serta mikroklimat hutan yang stabil. Berdasarkan pengukuran parameter lingkungan dapat dilihat bahwa suhu dan kelembaban di wilayah (HTL) lebih rendah dibandingkan zona lainnya. Keanekaragaman coleoptera yang tinggi juga ditemukan pada zona Sawah dan Kebun Budidaya (SKB). Pada zona ini, species coleoptera yang ditemukan adalah species pemakan daun atau predator hama pertanian.

Terdapat 6 family dari ordo coleoptera ditemukan pada penelitian ini yaitu Family Chrysomelidae, Coccinellidae, Curculionidae, Pyrrhocoridae, Scarabaeidae, Silphidae dan Tenebrionidae. Family yang paling banyak ditemukan adalah Chrysomelidae dan Coccinellidae. A. Family Chrysomelidae

Family ini merupakan family terbesar dari coleoptera yang tersebar di seluruh dunia. Species dewasa family ini sebagian besar adalah pemakan tumbuhan (phytophagous). Makanannya berupa tumbuhan rendah, paku dan tumbuhan herbaceous. Beberapa species dari family ini juga merupakan pemakan serbuk sari dan akar tanaman. Beberapa species Family Chrysomelidae yang ditemukan pada penelitian adalah sebagai berikut :

Neocrepidodera sp. : Panjang tubuh 3,4 mm, warna elytra kuning tua kecoklatan polos, pronotum berwarna kuning tua kecoklatan, subkuadrat, bagian basalnya sempit atau pendek.

Chrysolina fastuosa : Panjang tubuh 5 mm, warna elytra hijau metalik jika terkena cahaya seolah ada strip tipis berwarna emas kemerahan, polos tanpa pola.

Gastrophysa viridula : Panjang tubuh 4 mm, elytra hijau metalic, kaki berwarna hijau metalik.

Chrysochus cobaltinus : Panjang tubuh 6 mm, elytra dan pronotum berwarna biru metalik polos.

90

Sphaeroderma sp. : Panjang tubuh 6 mm, elytra dan pronotum berwarna orange kemerahan polos berkilau.

Aspidomorpha sp. : Panjang tubuh 13 mm, tubuhnya pipih, elytra berbentuk oval seperti kubah.

B. Family Coccinellidae

Family ini dikenal oleh masyarakat sebagai kumbang koksi atau kepik. Beberapa species dari family ini memangsa serangga-serangga hama seperti kutu daun serta beberapa species lainnya memakan daun sehingga menjadi hama tanaman. Beberapa species Family Coccinellidae yang ditemukan pada penelitian adalah sebagai berikut :

Coccidula rufa : Panjang tubuh sekitar 3 mm, warna elytra coklat kemerahan polos tanpa pola, pronotum, kaki dan kepala berwarna coklat kemerahan, tubuhnya memanjang agak memipih, memiliki antena yang panjang. Sp 1 : Panjang tubuh 4,7 mm, warna

elytra merah jingga, terdapat 7 bintik hitam pada elytra, pronotum berwarna merah jingga, kepala berwarna merah jingga, kaki berwarna merah jingga.

Subcoccinella

vigintiquattuorpunctata

: Panjang tubuh sekitar 5 mm, warna elytra coklat muda, memiliki 24 titik pola berwarna hitam pada tubuhnya, pronotum berwarna coklat dengan titik hitam, warna kaki coklat muda. Coccinella transversalis : Panjang tubuh 4 mm, elytra

berwarna merah memiliki pola transversal warna hitam, pronotum berwarna hitam.

91

Henosepilacha vigintioctopunctata

: Panjang tubuh 6 mm, elytra berwarna orange kemerahan memiliki bintik hitam sebanyak 28 buah, pronotum kepala berwarna orange kemerahan dengan bercak berwarna hitam. Adalia punctata : Panjang tubuh 5 mm, elytra

berwarna hitam dengan pola seperti terjaring bintik berwarna orange kemerahan.

C. Family Curculionidae

Species dari family ini kebanyakan merupakan pemakan daun terutama daun tanaman pertanian. Ciri dari family ini adalah memiliki moncong yang panjang dengan bentuk tubuh yang memiliki ukuran, warna dan bentuk yang berbeda-beda. Beberapa species Family Curculionidae yang ditemukan pada penelitian adalah sebagai berikut :

Polydrusus cervinus : Panjang tubuh 6 mm, warna elytra keabu-abuan.

Polydrusus sp. : Panjang tubuh 1,5 cm, elytra berwarna hijau metalik, kaki berwarna merah orange kecoklatan.

D. Family Pyrrhocoridae

Family ini biasanya memiliki warna yang merah. Beberapa species dari family ini adalah pemakan biji atau buah tumbuhan terutama dari Malvales, dan beberapa makan sisa-sisa materi hewan yang sudah mati. Pada penelitian ini, hanya ditemukan satu species dari family

ini yaitu Dysdercus cingulatus yang seringkali ditemukan berkelompok pada batang

tanaman.

Dysdercus cingulatus : Panjang tubuh 1,5 cm, elytra berwarna merah orange dengan 3 bintik hitam, terdapat pita seperi collar berwarna putih. Tubuh pipih.

92

Scarabaeidae merupakan coleoptera yang berperan dalam siklus materi organik (Kim 1993) dan penyebaran biji tumbuhan (Davis and Sutton, 1998). Beberapa species dari family ini memiliki tanduk yang besar di kepalanya yang berfungsi untuk melawan kumbang jantan lainnya. Beberapa species Family Scarabaeidae yang ditemukan pada penelitian adalah sebagai berikut :

Ontophagus sp. : Panjang tubuh 1 cm, elytra berwarna hitam, pronotum merah kecoklatan.

Oryctes rhinoceros : Panjang tubuh 4 cm, kepala bertanduk, elytra berwarna hitam.

Dichotomius sp. : Panjang tubuh 5 mm, elytra pronotum dan kepala berwarna hitam berkilau, kaki memiliki kait.

F. Family Silphidae

Terdapat satu species dari family ini ditemukan di Arboretum UNPAD walaupun proses identifikasinya belum mencapai tingkat genus.

Sp 2 : Panjang tubuh 1,5 mm, warna elytra hitam polos, pronotum berwarna orange kecoklatan memiliki scetellum yang besar.

G. Family Tenebrionidae

Family ini biasanya ditemukan di hutan dan memakan seresah, batang yang membusuk, serangga yang sudah mati dan beberapa jamur.

Eleodes sp. : Panjang tubuh 6 mm, elytra kepala pronoutum kaki berwarna hitam, kaki memiliki kait.

93

UCAPAN TERIMA KASIH

Ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh dosen di Departemen Biologi Universitas Padjadjaran dan mahasiswa angkatan tahun 2015 yang telah membantu proses penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

Borror, D.J., Triplehorn, C.A. dan Johnson, N.F. 1992. An Introduction To The Study Of Insects. 6rd ed.: Saunders College Publishing. Orlando.

Butterfield, J., Luff, M.L., Baines, M. dan Eyre, M.D., 1995. Carabid Beetle Communities As Indicators Of Conservation Potential In Upland Forests. Forest Ecology And Management. Vol. 79, No. ½ : 63-77.

Davis, A.J. dan Sutton, S.L., 1998. The Effects Of Rainforest Canopy Loss On Arboreal Dung Beetles In Borneo: Implications For The Measurement Of Biodiversity In Derived Tropical Ecosystems. Drivers And Distribution. Vol. 4, No. 4 : 167-173

Kim, K.C., 1993. Biodiversity, Conservation And Inventory: Why Insects Matter. Biodiversity and Conservation, vol. 2, no. 3 : 191-214.

Gullan, P.J. and Cranston, P.S., 1996. The Insects: An Outline Of Entomology. Chapman & Hall. London.

Noerdjito, W.A., Aswari, P., dan Peggie, D., 2011, Fauna Serangga Gunung Ciremai, Lipi Press. Bogor

Santoso, R.P. 2013. Perubahan Struktur dan Keanekaragaman Coleoptera pada Sistem Argoforestri Kakao : Pengaruh Umur dan Tata Guna Lahan di Daerah Lore Lindu, Sulawesi Tengah. Skripsi. Departemen Proteksi Tnaman Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Bogor.

94 EK-1

BIOAKUMULASI LOGAM BERAT PADA IKAN DI