Panduan Fasilitator Perawatan Keluarga / Modul V
B. Sub Pokok Bahasan
2. Kebersihan Lingkungan :
Kebersihan lingkungan adalah suatu usaha menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat, sehingga dapat mencegah penularan penyakit.
Penularan penyakit terjadi bila ada hubungan antara 3 mata rantai yaitu :
lSumber Penyakit
lPerantara Penyakir
lOrang yang lemah/peka terhadap serangan penyakit Kebersihan lingkungan dapat dicapai :
lRumah harus sehat dan terpelihara, harus memiliki jendela sehingga memperoleh udara cukup dan segar, juga agar sinar matahari dapat masuk.
lHewan peliharaan tidak berkeliaran di dalam rumah atau di tempat anak bermain terutama hewan yang berkutu.
lSediakan tempat sampah yang tertutup dan buang sampah pada tempatnya.
lJaga kebersihan sumber air (sumur), MCK dan lingkungannya.
lHindari genangan air/air hujan di sekitar rumah.
lAir limbah diusahakan lancar alirannya. 3. Imunisasi :
Imunisasi merupakan suatu cara untuk memberikan kekebalan pada seseorang terhadap suatu penyakit yang terjadi, sebagai akibat dari pemberian melalui mulut/penyuntikan kuman penyebab penyakit yang telah dilemahkan/mati sehingga tubuh dirangsang untuk membentuk zat penolakannya.
Macam imunisasi
a. BCG : Mencegah penyakit TBC
b. DPT : Mencegah penyakit difteri, pertusis (batuk rejan) dan tetanus. c. Polio : Mencegah penyakit poliomyelitis
d. Campak : Mencegah penyakit campak e. Hepatitis B : Mencegah penyakit Hipatitis B 4. ASI :
ASI yang baik dimulai dari pemberian ASI secara eksklusif (hanya ASI yang diberikan, tanpa tambahan apapun) untuk bayi berusia 4 bulan pertama.
Yang terbaik adalah jika ASI terus diberikan selama 2 tahun atau lebih.
lAnak yang disusui mempunyai peluang terbaik untuk pertumbuhan dan selalu sehat serta kuat.
lHanya ASI yang dibutuhkan oleh bayi berusia 4 6 bulan
lDalam usia 4 6 bulan tidak dibutuhkan tambahan air atau cairan-cairan lain.
lASI adalah makanan alami, selalu bersih, dapat dicerna dan tidak pernah terlalu panas atau terlalu dingin.
lASI melindungi bayi dari infeksi dan penyakit-penyakit lain seperti diare dan radang paru-paru.
lMenyusui bayi menolong para ibu membuat jarak kehamilan anak-anak mereka tanpa menggunakan kontrasepsi.
5. GIZI :
a. Zat gizi merupakan kebutuhan sehari-hari, berupa makanan yang terdiri dari bahan-bahan yang mengandung zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur.
lSumber Zat Tenaga / Kalori / Karbo hidrat : Beras, jagung, kentang, ubi, singkong, dll
lSumber Zat Pembangun / Protein / zat putih telur : Telur, daging, ikan, udang.
lSumber Zat Pengatur (Air, Vitamin & mineral ): Buah-buahan, sayur-mayur.
b. Gizi kurang dapat mengakibatkan : a. Kurang kalori protein
b. Kurang darah / anemia c. Kekurangan vitamin
d. Gondok (karena kekurangan yodium yang dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan fisik dan mental).
Tanda-tanda kekurangan gizi :
lBengkak kaki, tangan atau bagian tubuh lainnya
lBerat badan sangat kurang
lWajahnya sembab dan pucat
lRambut tipis seperti rambut jagung
lOtotnya kendur
lWajahnya seperti orang tua
lKulit keriput
lKadang-kadang gelisah.
A. Pokok Bahasan III :
Dasar Perawatan Keluarga B. Sub Pokok Bahasan .
1. Persiapan Merawat Orang Sakit.
a. Mencuci tangan dan memakai celemek b. Penataan tempat tidur orang sakit 2. Pengamatan pada orang sakit
a. Mengukur suhu tubuh , menghitung nadi dan pernafasan . b. Membuat buku catatan harian orang sakit.
3. Pelaksanaan perawatan orang sakit : a. Memelihara kebersihan mulut
b. Memberikan macam-macam kompres. c. Menyajikan makanan dan obat
d. Merubah posisi orang sakit
e. Menolong orang sakit b.a.b. dan b.a.k. f. Menolong orang sakit
C. Tujuan Pembelajaran :
D. Waktu :
3 x 45 menit E. Metoda :
Ceramah, Tanya jawab, Simulasi. F. Media :
Flipchart, OHP / LCD, Whiteboard, Spidol, Brosur / Poster terkait
Setelah kegiatan pembelajaran modul ini, pembelajar diharapkan mampu : 1. Menjelaskan Persiapan Merawat Orang Sakit :
lMenjelaskan tujuan mencuci tangan dan memakai celemek dalam merawat orang sakit
lMenjelaskan dan melakukan penataan tempat tidur orang sakit. 2. Pengamatan pada orang sakit :
lMenjelaskan tentang cara cara mengukur suhu, nadi dan pernapasan serta dapat melakukannya.
lMembuat buku Catatan Harian orang sakit 3. Pelaksanaan merawat orang sakit :
lMemelihara dan membersihkan mulut si sakit
lMenjelaskan tujuan memberikan kompres, serta dapat melakukan / memberikan macam-macam kompres.
lMenyajikan makan & obat untuk orang sakit
lMenjelaskan tujuan merubah posisi orang sakit di atas tempat tidur
lMempersiapkan alat-alat dan membantu si sakit untuk b.a.b. dan b.a.k.
G. Proses Pembelajaran :
1. Pengantar :
a. Fasilitator memperkenalkan diri serta membuat kontrak waktu, memberikan motivasi kepada peserta perlunya memahami Perawatan Orang Sakit
b. Fasilitator menguraikan sub topik yang akan disampaikan.
c. Fasilitator mengatur peserta dan tata ruang sedemikian rupa sesuai kebutuhan, juga agar tidak menimbulkan rasa jenuh bagi peserta.
2. Kegiatan Pembelajaran :
a. Fasilitator meminta Fasilitator menjelaskan tentang persiapan merawat orang sakit yang dimulai dengan menjelaskan pentingnya mencuci tangan dan memakai celemek . b. Fasilitator menyiapkan peralatan yang diperlukan , lalu mendemonstrasikan cara
mencuci tangan yang benar, serta cara memakai celemek dan menggantungnya apabila setelah selesai digunakan dengan benar.
c. Fasilitator membagi peserta dalam kelompok, lalu masing-masing kelompok peserta diminta untuk mempraktekkan ke-2 tindakan persiapan perawatan orang sakit tersebut.
d. Fasilitator memberikan tugas agar semua kegiatan harus dilatih secara perseorangan e. Fasilitator menjelaskan apa yang dimaksud dengan Desinfektan dan memperkenalkan
jenis jenis Desinfektan kepada peserta, lalu Fasilitator mendemonstrasikan cara
membersihkan dan mensucihamakan alat-alat perawatan keluarga.
f. Fasilitator menjelaskan tujuan menata tempat tidur orang sakit,serta Fasilitator mendemonstrasikan cara menata tempat tidur.
g. Fasilitator meminta kepada kelompok yang telah ada untuk melakukan latihan agar lebih trampil.
h. Pengamatan pada orang sakit dimulai dengan Fasilitator minta menggali prngetahuan peserta tentang pengukuran suhu lalu Fasilitator melakukan klarifikasi, dilanjutkan dengan Fasilitator mendemontrasikan prosedur pengukuran suhu yang dimulai dari persiapan alat, proses pengukurannya sampai dengan memelihara alat setelah dipakai, membaca hasil suhu tsb.
i. Para peserta secara berkelompok diminta untuk mempraktekkan cara mengukur suhu di ketiak.
j. Lalu Fasilitator juga mendemonstrasikan pengukuran suhu yang dilakukan melalui mulut dan dubur, disertai penjelasan bilamana ke-2 cara tersebut digunakan dan bilamana cara tersebut tak dapat dilakukan.
k. Fasilitator minta peseta menyebutkan tujuan menghitung nadi dan pernapasan orang sakit, lalu Fasilitator melakukan klarifikasi. Dilanjutkan dengan Fasilitator mendemonstrasikan cara menghiotung nadi dan pernafasan.
l. Para peserta secara berpasangan diminta untuk mempraktekkannya
m.Fasilitator menjelaskan cara membuat Buku Catatan Harian orang sakit. Masing-masing peserta diminta untuk mempraktekkannya.
n. Pelaksanaan perawatan orang sakit: Fasilitator meminta peserta untuk menyampaikan pendapatnya tentang tujuan menyeka/memandikan orang sakit di atas tempat tidur, kemudian Fasilitator melakukan klarifikasi. Dilanjutkan dengan menjelaskan peralatan yang perlu dipersiapkan untuk menyeka/ memandikan orang sakit.
o. Fasilitator mendemonstrasikan cara memandikan Os diatas TT , meminda kepada para peserta untuk melakukan redemonstrasikan secara kelompok untuk kemudian latihan untuk masing-masing individu.
p. Fasilitator mendemonstrasikan cara memelihara kebersihan mulut kepada para peserta.
q. Fasilitator menjelaskan peralatan untuk membantu orang sakit b.a.b. dan b.a.k. di
atas tempat tidur, lalu dilanjutkan dengan mendemonstrasikan cara memasang labu
r. Fasilitator menjelaskan tujuan mencuci rambut orang sakit di atas tempat tidur, disertai menjelaskan peralatan yang perlu dipersiapkan, lalu Fasilitator mendemonstrasikan cara mencuci rambut orang sakit di atas tempat tidur.
s. Peserta dibagi dalam kelompok dan diminta untuk menyiapkan peralatan untuk menyeka/memandikan orang sakit, untuk mencuci rambut serta juga peralatan untuk membantu orang sakit b.a.b. & b.a.k. di atas tempat tidur, serta peralatan untuk memelihara kebersihan mulut. Dilanjutkan dengan mempraktekkan cara memasang pasu najis dan labu kemih.
t. Fasilitator menjelaskan tehnik merubah posisi Os. Dilanjutkan dengan Fasilitator mendemonstrasikannya. Peserta diminta untuk mempraktekkannya kembali dalam kelompok.
u. Fasilitator menjelaskan tujuan pemberian kompres dingin dan kompres panas kepada peserta sekaligus mendemonstrasikan.
v. Fasilitator menjelaskan cara menyajikan makanan dan obat untuk orang sakit yang tidak dapat makan sendiri
w. Fasilitator menyediakan waktu untuk diskusi dan tanya jawab kepada peserta. H. Rangkuman
lFasilitator menyimpulkan tentang perawatan orang sakit di rumah yang disajikan mengacu pada tujuan pembelajaran.
lFasilitator mengucapkan terima kasih atas partisipasi peserta sekaligus menutup sesi.
G. Sumber Referensi :
lBuku Pedoman Perawatan PMI tahun 2004 hal 35 - 88
lReferensi lain yang terkait.