HUKUM SEMBILAN
A. POKOK BAHASAN :
2. Kegiatan Belajar a. Mekanika Tubuh
lFasilitator menjelaskan arti dari mekanika tubuh dan tujuan utama dari mekanika tubuh dalam pertolongan pertama
lFasilitator menjelaskan prinsip-prinsip dasar dalam mekanika tubuh ( pemindahan penderita)
lFasilitator menerangkan hal- hal yang harus di perhatikan pada saat mengangkat atau memindahkan penderita
lFasilitator memberikan umpan balik mengenai mekanika tubuh 1. Menyebutkan prinsip-prinsip mekanika tubuh
2. Menjelaskan hal-hal yang harus diperhatikan pada saat memindahkan penderita
3. Mengerti kapan penderita harus dipindahkan
4. Menjelaskan kapan perlu di lakukan tindakan pemindahan darurat 5. Menjelaskan kapan dilakukan pemindahan biasa
6. Menyebutkan berbagai posisi penderita sesuai dengan kasus yang di hadapi 7. menjelaskan beberapa peralatan pemindahan penderita
b. Saat Pemindahan Penderita
lFasilitator menjelaskan kapan penderita harus dipindahkan , tidak ada definisi yang pasti kapan penderita harus dipindahkan. Terutama harus diingat bila ada bahaya berikan pertolongan dulu baru di pindahkan
c. Pemindahan Darurat
lFasilitator menjelaskan contoh keadaan yang memerlukan pemindahan darurat
lFasilitator memberikan contoh cara pemindahan darurat dan mendemontrasikan dengan di Bantu oleh 1 orang peserta sebagai model
d. Pemindahan Biasa
lFasilitator menjelaskan syarat pemindahan biasa , dengan melihat situasi/ keadaan yang tidak membahayakan penolong atau penderita , maka penderita bisa langsung dipindahkan
lFasilitator mendemontrasikan pemindahan biasa dan tandu, dengan di Bantu oleh 4 orang peserta 1 orang sebagai korban , 3 orang sebagi penolong
lFasilitator membagi 2 group,masing-masing group mendemontrasikan pemindahan biasa dan pemindahan dengan tandu
lFasilitator mengamati apa yang di lakukan masing-masing group e. Posisi Penderita
lFasilitator menyebutkan berbagai posisi penderita sesuai dengan kasus yang di hadapi
f. Peralatan Pemindahan Penderita
lFasilitator menjelaskan macam-macam tandu yang sering di gunakan
lFasilitator menjelaskan penggunaan tandu
g. Fasilitator menarik kesimpulan dan menjelaskan kunci materi tentang kasus luka bakar dan cara penanganan luka bakar
h. Fasilitator memberikan klarifikasi materi sesuai dengan sumber materi i. Fasilitator menutup sesi
H. Kunci Materi
Apa yang dimaksud dengan Mekanika Tubuh
Penggunaan tubuh dengan baik untuk menfasilitasi pengangkatan dan pemindahan korban untuk mencegah cedera pada penolong.
Apa saja yang harus diperhatikan dalam mengangkat atau memindahkan korban lRencanakan pergerakan sebelum mengangkat
lGunakan tungkai jangan pinggung
lUpayakan untuk memindahkan beban serapat mungkin dengan tubuh
lLakukan gerakan secara menyeluruh dan upayakan agar bagian tubuh saling menopang
lBila dapat dikurangi jarak atau ketinggian yang harus dilalui korban
lPerbaiki posisi dan angkatlah secara bertahap
Kunci utama dalam mengangkat atau memindahkan korban adalah menjaga kelurusan tulang belakang. Upayakan kerja kelompok, terus berkomunikasi dan lakukan koordinasi.
Kapan harus memindahkan korban? lSangat tergantung dari keadaan
lSecara umum, bila tidak ada bahaya maka jangan memindahkan korban.
Apa saja macam pemindahan penderita?
lPemindahan Darurat (hanya dilakukan bila ada bahaya langsung terhadap korban) Contoh kasus :
a. Kebakaran atau bahaya kebakaran b. Ledakan atau bahaya ledakan c. Kerumunan massa yanf resah d. Material berbahaya
e. Tumpahan minyak f. Cuaca ekstrim
g. Memperoleh akses menuju korban lainnya
h. Bila tindakan penyelamatan nyawa tidak dapat dilakukan karena posisi korban Beberapa cara pemindahan darurat :
a. Tarikan baju
b. Tarikan selimut atau kain c. Tarikan bahu/lengan d. Menggendong e. Memapah f. Membopong
g. Angkatan pemadam
lPemindahan Biasa, dilakukan bila tidak ada bahaya langsung terhadap korban. Korban hanya dipindahkan bila semuanya telah siap dan korban telah siap
Contoh :
1. Angkatan langsung
2. Angkatan ekstremetas (alat gerak)
Bagaimana posisi terbaik melakukan pemindahan penderita?
TERGANTUNG KEADAANNYA
Misal :
lKorban dengan syok tungkai ditinggikan
lKorban dengan gangguan pernafasan biasanya posisi setengah duduk
Apa saja contoh peralatan evakuasi? lTandu beroda
lTandu Lipat
lTandu Skop/tandu ortopedi/tandu trauma
lVest type extrication device (KED)
A. POKOK BAHASAN :
KEDARURATAN MEDIS B. SUB POKOK BAHASAN :
1. Gejala dan tanda kedaruratan medik 2. Ayan 3. Pingsan 4. Paparan panas 5. Paparan dingin C. TUJUAN PEMBELAJARAN D. MEDIA
Flipchart, spidol, OHP/LCD Projector, Kantung Es + Es, Selimut E. WAKTU
1 x 45 menit F. METODE
Ceramah Informatif, Diskusi, Brainstroming, Simulasi/peragaan G. PROSES PEMBELAJARAN
1. Pengantar
lFasilitator memperkenalkan diri
lFasilitator mengajak peserta untuk melakukan warming up/energizer
lFasilitator menjelaskan tujuan pembelajaran dan materi yang akan diberikan
lFasilitator melakukan apersepsi materi (pengantar materi) dengan melakukan brainstroming
2. Kegiatan
a. Gejala dan Tanda Kedaruratan Medik
lFasilitator menerangkan deskripsi kedaruratan medis
lFasilitator menggali dari peserta/pengalaman peserta tentang kasus kedaruratan medis yang sering mereka jumpai
lFasilitator menjelaskan gejala dan tanda kedaruratan medis yang sering dijumpai b. Pingsan
lFasilitator menerangkan deskripsi dari Pingsan
lFasilitator melakukan diskusi/ brainstroming dengan peserta dan menjelaskan tentang tanda dan gejala dari pingsan
lFasilitator melakukan branstroming tentang penatalaksanaan dari pingsan
lFasilitator melakukan klarifikasi pada penatalaksanaan dari pingsan c. Paparan Panas
lFasilitator menjelaskan mekanisme yang terjadi pada tubuh bila terpapar panas
lFasilitator menggali dari peserta tentang gangguan tubuh akibat panas yang mereka ketahui
lFasilitator melakukan klarifikasi/penjelasan 3 macam gangguan tubuh akibat panas
lKejang Panas
lFasilitator memberikan gambaran tentang kasus kejang panas
lFasilitator melakukan diskusi dengan peserta tentang kasus kejang panas (menyanyakan kepada peserta ”apakah ada peserta yang sudah pernah menemukan kasus kejang panas”)
lFasilitator mendiskusikan dan menjelaskan gejala dan tanda kejang panas
lFasilitator melakukan umpan balik kepada peserta tentang gejala, tanda dan penatalaksanaan kejang panas.
lKelelahan Panas
lFasilitator memberikan gambaran tentang kasus kejang panas
lFasilitator melakukan diskusi dengan peserta tentang kasus kejang panas (menyanyakan kepada peserta ”apakah ada peserta yang sudah pernah menemukan kasus kejang panas”)
lFasilitator mendiskusikan dan menjelaskan gejala dan tanda kejang panas
lFasilitator menjelaskan penatalaksanaan kejang panas.
lFasilitator melakukan umpan balik kepada peserta tentang gejala, tanda dan penatalaksanaan kejang panas.
lSengatan Panas
lFasilitator memberikan gambaran tentang kasus sengatan panas
lFasilitator melakukan diskusi dengan peserta tentang kasus sengatan panas (menyanyakan kepada peserta ”apakah ada peserta yang sudah pernah menemukan kasus sengatan panas”)
lFasilitator mendiskusikan dan menjelaskan gejala dan tanda sengatan panas
lFasilitator menjelaskan penatalaksanaan sengatan panas.
lFasilitator melakukan umpan balik kepada peserta tentang gejala, tanda dan penatalaksanaan sengatan panas.
d. Paparan Dingin
lFasilitator memberikan gambaran tentang kasus paparan dingin
lFasilitator mendiskusikan tanda dan gejala kasus paparan dingin
lFasllitator menjelaskan penatalaksanaan paparan dingin
lFasilitator melakukan umpan balik kepada peserta tentang gejala, tanda dan penatalaksanaan paparan dingin
e. Fasilitator menarik kesimpulan dan menjelaskan kunci materi tentang kasus luka bakar dan cara penanganan luka baker
f. Fasilitator memberikan klarifikasi materi sesuai dengan sumber materi g. Fasilitator menutup sesi
H. Kunci Materi
Apa yang dimaksud dengan Kedaruratan Medis
Semua yang dialami korban yang yang tidak tergolong dalam kecelakaan/ non trauma.
Apa gejala dan tanda kedaruratan medis
Sangat beragam, khas maupun tidak khas. Beberapa hal yang dapat diamati pada penderita yang mengarah pada kedaruratan medis adalah :
Gejala : lDemam
lNyeri
lMual, muntah
lBuang air kecil berlebihan atau tidak sama sekali
lPusing, perasaan mau pingsan, merasa akan kiamat
lSesak atau merasa sukar bernafas
lRasa haus atau lapar berlebihan, rasa aneh pada mulut
Tanda :
lPerubahan status mental (tidak sadar, bingung)
lPerubahan irama jantung ; nadi cepat atau sangat lambat, tidak teratur, lemah atau sangat kuat.
lPerubahan pernafasan : irama dan kualitas warna pada selaput lendir (pucat, kebiruan terlalu merah)
Latihan dan Evaluasi
l
... ... Sebutkan tanda dan gejala kedaruratan medis secara umum?
... ... Sebutkan tanda dan gejala pingsan?
... ... Jelaskan penatalaksanaan pingsan?
... ... Sebutkan tanda dan gejala serta penatalaksanaan kejang panas ?
... ... Sebutkan tanda dan gejala serta penatalaksanaan kelelahan panas ? ... ... Sebutkan tanda dan gejala serta penatalaksanaan sengatan panas ?
... ... Apakah yang di maksud dengan Kedaruratan medik ?
lPerubahan keadaan kulit : suhu, kelembaban, keringat berlebihan, sangat kering, termasuk perubahan warna pada selaput lendir (pucat, kebiruan, terlalu merah).
lManik mata : sangat lebar atau sangat kecil
lBau khas dari mulut atau kelumpuhan
lGangguan saluran cerna : mual, muntah atau diare
lTanda-tanda lainnnya yang seharusnya tidak ada.
Gangguan medis apa saja yang umum ditemukan ?
1. PINGSAN
Gejala dan tanda lPerasaan limbung
lPandangan berkunang-kunang dan telinga berdenging
lLemas, keluar keringat dingin.
lMenguap
lDapat menjadi tidak ada respon, yang biasanya berlangsung hanya beberapa menit
lDenyut nadi lambat
Penatalaksanaan :
lBaringkan penderita dengan tungkai ditinggikan
lLonggarkan pakaian
lUsahakan penderita menghirup udara segar
lPeriksa cedera lainnya
lBeri selimut, agar badannya hangat
lBila pulih, agar badannya istirahatkan beberapa menit
lBila tidak cepat pulih, maka :
lPeriksa nafas dan nadi
lPosisikan stabil
lBawa ke RS/dokter/puskesmas 2. PAPARAN PANAS
a. Kejang (Kram) Panas
Terjadi akibat kehilangan garam tubuh yang berlebihan melalui keringat
Gejala dan Tanda :
lKejang pada otot, yang disertai nyeri, biasanya pada otot tungkai dan perut.
lKelelahan
lMual
lMungkin pingsan
Penatalaksanaan :
lBaringkan penderita di tempat teduh
lBeri minum pada penderita, bila perlu campur sedikit garam (jangan membuang waktu untuk mencari garam)
lRujuk ke fasilitas kesehatan b. Kelelahan Panas
Terjadi akibat kondisi yang tidak fit saat melakukan aktivitas di lingkungan yang suhu udaranya relatif tinggi, yang mengakibatkan terganggu aliran darah.
Gejala dan tanda :
lPernafasan cepat dan dangkal
lNadi lemah
lKulit teraba dingin, keriput, lembab dan selaput lendir pucat
lPucat, keringat berlebihan
lLemah
lPusing, kadang penurunan respons
Penatalaksanaan :
lBaringkan penderita ditempat yang teduh
lKendorkan pakaian yang mengikat
lTinggikan tungkai penderita sekitar 20 30 cm
lBerikan oksigen bila ada
lBeri minum bila penderita sadar. c. Sengatan Panas
Gejala dan Tanda :
lPernafasan cepat dan dalam
lNadi cepat dan kuat diikuti nadi cepat tetapi lemah
lKulit teraba kering, panas kadang kemerahan
lManik mata melebar
lKehilangan kesadaran
lKejang umum atau gemetar pada otot
Penatalaksanaan :
lTurunkan suhu tubuh penderita secepat mungkin
lLetakkan kantung es pada ketiak, lipat paha, dibelakang lutut, dan sekitar mata kaki serta di samping leher
lBila memungkinkan, masukkan penderita ke dalam bak berisi air dingin dan tambahkan es kedalamnya
lRujuk ke fasilitas kesehatan d. Paparan Dingin (Hipotermia)
Gejala dan Tanda : Hipotermia Sedang : lMenggigil
lTerasa melayang
lPernafasan cepat, nadi lambat.
lGangguan penglihatan
lReaksi mata lambat
lGemetar
Hipotermia Berat :
lPernafasan sangat lambat
lDenyut nadi sangat lambat
lTidak ada respon
lManik mata melebar dan tidak bereaksi
lAlat gerak kaku
lTidak menggigil
Penanganan hipotermia :
Rawat penderita dengan hati-hati, berikan rasa nyaman
lPenilaian dini dan pemeriksaan penderita
lPindahkan penderita dari lingkungan dingin
lJaga jalan napas dan berikan oksigen bila ada
lGanti pakaian yang basah, selimuti penderita, upayakan agar tetap kering.
lBila penderita sadar dapat diberikan minuman hangat secara pelan-pelan
lPantau tanda vital secara berkala.
A. POKOK BAHASAN :
KERACUNAN