• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kegiatan Belajar a. Mekanika Tubuh

Dalam dokumen 1. Dasar KSR - Panduan Fasilitator (Halaman 127-137)

HUKUM SEMBILAN

A. POKOK BAHASAN :

2. Kegiatan Belajar a. Mekanika Tubuh

lFasilitator menjelaskan arti dari mekanika tubuh dan tujuan utama dari mekanika tubuh dalam pertolongan pertama

lFasilitator menjelaskan prinsip-prinsip dasar dalam mekanika tubuh ( pemindahan penderita)

lFasilitator menerangkan hal- hal yang harus di perhatikan pada saat mengangkat atau memindahkan penderita

lFasilitator memberikan umpan balik mengenai mekanika tubuh 1. Menyebutkan prinsip-prinsip mekanika tubuh

2. Menjelaskan hal-hal yang harus diperhatikan pada saat memindahkan penderita

3. Mengerti kapan penderita harus dipindahkan

4. Menjelaskan kapan perlu di lakukan tindakan pemindahan darurat 5. Menjelaskan kapan dilakukan pemindahan biasa

6. Menyebutkan berbagai posisi penderita sesuai dengan kasus yang di hadapi 7. menjelaskan beberapa peralatan pemindahan penderita

b. Saat Pemindahan Penderita

lFasilitator menjelaskan kapan penderita harus dipindahkan , tidak ada definisi yang pasti kapan penderita harus dipindahkan. Terutama harus diingat bila ada bahaya berikan pertolongan dulu baru di pindahkan

c. Pemindahan Darurat

lFasilitator menjelaskan contoh keadaan yang memerlukan pemindahan darurat

lFasilitator memberikan contoh cara pemindahan darurat dan mendemontrasikan dengan di Bantu oleh 1 orang peserta sebagai model

d. Pemindahan Biasa

lFasilitator menjelaskan syarat pemindahan biasa , dengan melihat situasi/ keadaan yang tidak membahayakan penolong atau penderita , maka penderita bisa langsung dipindahkan

lFasilitator mendemontrasikan pemindahan biasa dan tandu, dengan di Bantu oleh 4 orang peserta 1 orang sebagai korban , 3 orang sebagi penolong

lFasilitator membagi 2 group,masing-masing group mendemontrasikan pemindahan biasa dan pemindahan dengan tandu

lFasilitator mengamati apa yang di lakukan masing-masing group e. Posisi Penderita

lFasilitator menyebutkan berbagai posisi penderita sesuai dengan kasus yang di hadapi

f. Peralatan Pemindahan Penderita

lFasilitator menjelaskan macam-macam tandu yang sering di gunakan

lFasilitator menjelaskan penggunaan tandu

g. Fasilitator menarik kesimpulan dan menjelaskan kunci materi tentang kasus luka bakar dan cara penanganan luka bakar

h. Fasilitator memberikan klarifikasi materi sesuai dengan sumber materi i. Fasilitator menutup sesi

H. Kunci Materi

Apa yang dimaksud dengan Mekanika Tubuh

Penggunaan tubuh dengan baik untuk menfasilitasi pengangkatan dan pemindahan korban untuk mencegah cedera pada penolong.

Apa saja yang harus diperhatikan dalam mengangkat atau memindahkan korban lRencanakan pergerakan sebelum mengangkat

lGunakan tungkai jangan pinggung

lUpayakan untuk memindahkan beban serapat mungkin dengan tubuh

lLakukan gerakan secara menyeluruh dan upayakan agar bagian tubuh saling menopang

lBila dapat dikurangi jarak atau ketinggian yang harus dilalui korban

lPerbaiki posisi dan angkatlah secara bertahap

Kunci utama dalam mengangkat atau memindahkan korban adalah menjaga kelurusan tulang belakang. Upayakan kerja kelompok, terus berkomunikasi dan lakukan koordinasi.

Kapan harus memindahkan korban? lSangat tergantung dari keadaan

lSecara umum, bila tidak ada bahaya maka jangan memindahkan korban.

Apa saja macam pemindahan penderita?

lPemindahan Darurat (hanya dilakukan bila ada bahaya langsung terhadap korban) Contoh kasus :

a. Kebakaran atau bahaya kebakaran b. Ledakan atau bahaya ledakan c. Kerumunan massa yanf resah d. Material berbahaya

e. Tumpahan minyak f. Cuaca ekstrim

g. Memperoleh akses menuju korban lainnya

h. Bila tindakan penyelamatan nyawa tidak dapat dilakukan karena posisi korban Beberapa cara pemindahan darurat :

a. Tarikan baju

b. Tarikan selimut atau kain c. Tarikan bahu/lengan d. Menggendong e. Memapah f. Membopong

g. Angkatan pemadam

lPemindahan Biasa, dilakukan bila tidak ada bahaya langsung terhadap korban. Korban hanya dipindahkan bila semuanya telah siap dan korban telah siap

Contoh :

1. Angkatan langsung

2. Angkatan ekstremetas (alat gerak)

Bagaimana posisi terbaik melakukan pemindahan penderita?

TERGANTUNG KEADAANNYA

Misal :

lKorban dengan syok tungkai ditinggikan

lKorban dengan gangguan pernafasan biasanya posisi setengah duduk

Apa saja contoh peralatan evakuasi? lTandu beroda

lTandu Lipat

lTandu Skop/tandu ortopedi/tandu trauma

lVest type extrication device (KED)

A. POKOK BAHASAN :

KEDARURATAN MEDIS B. SUB POKOK BAHASAN :

1. Gejala dan tanda kedaruratan medik 2. Ayan 3. Pingsan 4. Paparan panas 5. Paparan dingin C. TUJUAN PEMBELAJARAN D. MEDIA

Flipchart, spidol, OHP/LCD Projector, Kantung Es + Es, Selimut E. WAKTU

1 x 45 menit F. METODE

Ceramah Informatif, Diskusi, Brainstroming, Simulasi/peragaan G. PROSES PEMBELAJARAN

1. Pengantar

lFasilitator memperkenalkan diri

lFasilitator mengajak peserta untuk melakukan warming up/energizer

lFasilitator menjelaskan tujuan pembelajaran dan materi yang akan diberikan

lFasilitator melakukan apersepsi materi (pengantar materi) dengan melakukan brainstroming

2. Kegiatan

a. Gejala dan Tanda Kedaruratan Medik

lFasilitator menerangkan deskripsi kedaruratan medis

lFasilitator menggali dari peserta/pengalaman peserta tentang kasus kedaruratan medis yang sering mereka jumpai

lFasilitator menjelaskan gejala dan tanda kedaruratan medis yang sering dijumpai b. Pingsan

lFasilitator menerangkan deskripsi dari Pingsan

lFasilitator melakukan diskusi/ brainstroming dengan peserta dan menjelaskan tentang tanda dan gejala dari pingsan

lFasilitator melakukan branstroming tentang penatalaksanaan dari pingsan

lFasilitator melakukan klarifikasi pada penatalaksanaan dari pingsan c. Paparan Panas

lFasilitator menjelaskan mekanisme yang terjadi pada tubuh bila terpapar panas

lFasilitator menggali dari peserta tentang gangguan tubuh akibat panas yang mereka ketahui

lFasilitator melakukan klarifikasi/penjelasan 3 macam gangguan tubuh akibat panas

lKejang Panas

lFasilitator memberikan gambaran tentang kasus kejang panas

lFasilitator melakukan diskusi dengan peserta tentang kasus kejang panas (menyanyakan kepada peserta ”apakah ada peserta yang sudah pernah menemukan kasus kejang panas”)

lFasilitator mendiskusikan dan menjelaskan gejala dan tanda kejang panas

lFasilitator melakukan umpan balik kepada peserta tentang gejala, tanda dan penatalaksanaan kejang panas.

lKelelahan Panas

lFasilitator memberikan gambaran tentang kasus kejang panas

lFasilitator melakukan diskusi dengan peserta tentang kasus kejang panas (menyanyakan kepada peserta ”apakah ada peserta yang sudah pernah menemukan kasus kejang panas”)

lFasilitator mendiskusikan dan menjelaskan gejala dan tanda kejang panas

lFasilitator menjelaskan penatalaksanaan kejang panas.

lFasilitator melakukan umpan balik kepada peserta tentang gejala, tanda dan penatalaksanaan kejang panas.

lSengatan Panas

lFasilitator memberikan gambaran tentang kasus sengatan panas

lFasilitator melakukan diskusi dengan peserta tentang kasus sengatan panas (menyanyakan kepada peserta ”apakah ada peserta yang sudah pernah menemukan kasus sengatan panas”)

lFasilitator mendiskusikan dan menjelaskan gejala dan tanda sengatan panas

lFasilitator menjelaskan penatalaksanaan sengatan panas.

lFasilitator melakukan umpan balik kepada peserta tentang gejala, tanda dan penatalaksanaan sengatan panas.

d. Paparan Dingin

lFasilitator memberikan gambaran tentang kasus paparan dingin

lFasilitator mendiskusikan tanda dan gejala kasus paparan dingin

lFasllitator menjelaskan penatalaksanaan paparan dingin

lFasilitator melakukan umpan balik kepada peserta tentang gejala, tanda dan penatalaksanaan paparan dingin

e. Fasilitator menarik kesimpulan dan menjelaskan kunci materi tentang kasus luka bakar dan cara penanganan luka baker

f. Fasilitator memberikan klarifikasi materi sesuai dengan sumber materi g. Fasilitator menutup sesi

H. Kunci Materi

Apa yang dimaksud dengan Kedaruratan Medis

Semua yang dialami korban yang yang tidak tergolong dalam kecelakaan/ non trauma.

Apa gejala dan tanda kedaruratan medis

Sangat beragam, khas maupun tidak khas. Beberapa hal yang dapat diamati pada penderita yang mengarah pada kedaruratan medis adalah :

Gejala : lDemam

lNyeri

lMual, muntah

lBuang air kecil berlebihan atau tidak sama sekali

lPusing, perasaan mau pingsan, merasa akan kiamat

lSesak atau merasa sukar bernafas

lRasa haus atau lapar berlebihan, rasa aneh pada mulut

Tanda :

lPerubahan status mental (tidak sadar, bingung)

lPerubahan irama jantung ; nadi cepat atau sangat lambat, tidak teratur, lemah atau sangat kuat.

lPerubahan pernafasan : irama dan kualitas warna pada selaput lendir (pucat, kebiruan terlalu merah)

Latihan dan Evaluasi

l

... ... Sebutkan tanda dan gejala kedaruratan medis secara umum?

... ... Sebutkan tanda dan gejala pingsan?

... ... Jelaskan penatalaksanaan pingsan?

... ... Sebutkan tanda dan gejala serta penatalaksanaan kejang panas ?

... ... Sebutkan tanda dan gejala serta penatalaksanaan kelelahan panas ? ... ... Sebutkan tanda dan gejala serta penatalaksanaan sengatan panas ?

... ... Apakah yang di maksud dengan Kedaruratan medik ?

lPerubahan keadaan kulit : suhu, kelembaban, keringat berlebihan, sangat kering, termasuk perubahan warna pada selaput lendir (pucat, kebiruan, terlalu merah).

lManik mata : sangat lebar atau sangat kecil

lBau khas dari mulut atau kelumpuhan

lGangguan saluran cerna : mual, muntah atau diare

lTanda-tanda lainnnya yang seharusnya tidak ada.

Gangguan medis apa saja yang umum ditemukan ?

1. PINGSAN

Gejala dan tanda lPerasaan limbung

lPandangan berkunang-kunang dan telinga berdenging

lLemas, keluar keringat dingin.

lMenguap

lDapat menjadi tidak ada respon, yang biasanya berlangsung hanya beberapa menit

lDenyut nadi lambat

Penatalaksanaan :

lBaringkan penderita dengan tungkai ditinggikan

lLonggarkan pakaian

lUsahakan penderita menghirup udara segar

lPeriksa cedera lainnya

lBeri selimut, agar badannya hangat

lBila pulih, agar badannya istirahatkan beberapa menit

lBila tidak cepat pulih, maka :

lPeriksa nafas dan nadi

lPosisikan stabil

lBawa ke RS/dokter/puskesmas 2. PAPARAN PANAS

a. Kejang (Kram) Panas

Terjadi akibat kehilangan garam tubuh yang berlebihan melalui keringat

Gejala dan Tanda :

lKejang pada otot, yang disertai nyeri, biasanya pada otot tungkai dan perut.

lKelelahan

lMual

lMungkin pingsan

Penatalaksanaan :

lBaringkan penderita di tempat teduh

lBeri minum pada penderita, bila perlu campur sedikit garam (jangan membuang waktu untuk mencari garam)

lRujuk ke fasilitas kesehatan b. Kelelahan Panas

Terjadi akibat kondisi yang tidak fit saat melakukan aktivitas di lingkungan yang suhu udaranya relatif tinggi, yang mengakibatkan terganggu aliran darah.

Gejala dan tanda :

lPernafasan cepat dan dangkal

lNadi lemah

lKulit teraba dingin, keriput, lembab dan selaput lendir pucat

lPucat, keringat berlebihan

lLemah

lPusing, kadang penurunan respons

Penatalaksanaan :

lBaringkan penderita ditempat yang teduh

lKendorkan pakaian yang mengikat

lTinggikan tungkai penderita sekitar 20 30 cm

lBerikan oksigen bila ada

lBeri minum bila penderita sadar. c. Sengatan Panas

Gejala dan Tanda :

lPernafasan cepat dan dalam

lNadi cepat dan kuat diikuti nadi cepat tetapi lemah

lKulit teraba kering, panas kadang kemerahan

lManik mata melebar

lKehilangan kesadaran

lKejang umum atau gemetar pada otot

Penatalaksanaan :

lTurunkan suhu tubuh penderita secepat mungkin

lLetakkan kantung es pada ketiak, lipat paha, dibelakang lutut, dan sekitar mata kaki serta di samping leher

lBila memungkinkan, masukkan penderita ke dalam bak berisi air dingin dan tambahkan es kedalamnya

lRujuk ke fasilitas kesehatan d. Paparan Dingin (Hipotermia)

Gejala dan Tanda : Hipotermia Sedang : lMenggigil

lTerasa melayang

lPernafasan cepat, nadi lambat.

lGangguan penglihatan

lReaksi mata lambat

lGemetar

Hipotermia Berat :

lPernafasan sangat lambat

lDenyut nadi sangat lambat

lTidak ada respon

lManik mata melebar dan tidak bereaksi

lAlat gerak kaku

lTidak menggigil

Penanganan hipotermia :

Rawat penderita dengan hati-hati, berikan rasa nyaman

lPenilaian dini dan pemeriksaan penderita

lPindahkan penderita dari lingkungan dingin

lJaga jalan napas dan berikan oksigen bila ada

lGanti pakaian yang basah, selimuti penderita, upayakan agar tetap kering.

lBila penderita sadar dapat diberikan minuman hangat secara pelan-pelan

lPantau tanda vital secara berkala.

A. POKOK BAHASAN :

KERACUNAN

Dalam dokumen 1. Dasar KSR - Panduan Fasilitator (Halaman 127-137)