Kebijakan campuran moneter-fiskal 1980-an, resesi AS pada 1990 dan 1991; kebijakan Jerman awal 1990-an , reunifikasi Timur-Barat.
Asumsikan : level harga fixed.
Kebijakan mengurangi AD, mengurangi tingkat pertumbuhan uang atau belanja pemerintah , cenderung mengurangi tingkat inflasi serentak dengan level output .
Kebijakan ekspansioner menaikkan inflasi serentak level output.
Inflasi tidak popular, dan pemerintah menjaga inflasi rendah dan mencegah naik .
Resesi 1980-an dan Recovery
Kebijakan ekonomi AS awal 1980-an bergerak radikal (tak terarah) dari 2 dekade sebelumnya.
Pertama, uang ketat diimplementasikan akhir 1979 memerangi tingkat inflasi pada level peacetime .
138
Pada, 1981 ekspansioner diberlakukan dengan program pemotongan pajak Presiden Reagen dan menaikkan belanja pertahanan.Gambar 7. 9Inflasi. Pengangguran, dan Tingkat Inflasi
Gambar di atas data di antara 1972 dan 1996.
Pada 1973 AS dan lainnya hitdengan kejutan minyak I, di mana negara peng ekspor minyak menaikkan harga minyak 4 kali lipat .
Kenaikan harga minyak menaikkan harga lain, dan di AS, terbantu dengan inflasi tersebut , sebuah resesi dengan naiknya pengangguran menuju tingkat 8,9% seperti PPD II .
Resesi berakhir 1975.
Administrasi Carter(1977-1981) ekspansionerpada 1979 pengangguranrendah 6% dengan demikian tertutup ke level full-employment .
Inflasi naik , dan 1979 tingkat inflasijumpeddengan kejutan minyak II hit dan level harga minyak double.
Menaikkan inflasi secara ekstrim tidak popular .
Dalam Oktober 1979 Fed bertindak , mengembalikan moneter dengan pembatasan keras.
Moneter squeezeketat dalam semester I , 1980 , di mana beranjak ke resesi kecil.
Setelah recovery , 1982 membawa resesi terdalam great depression. Alasan kejatuhan tajam memjadikan uang ketat.
Karena inflasi masih di atas 10% dan stok uangtumbuh hanya 5,1% pada 1981. Tidak heran, investasi, khususnya konstruksi kolaps . Ekonomi me nuju resesi Desember 1982.
0 2 4 6 8 10 12 14 1 9 … 1 9 … 1 9 … 1 9 … 1 9 … 1 9 … 1 9 … 1 9 … 1 9 … 1 9 … 1 9 … 1 9 … 1 9 … Tingkat T-Bill inflasi Pengangguran
139
Tabel berikut menunjukkan konponen kedua kebijakan campuran awal 1980-an : Defisit full-employment naik tajam dari 1981-1984 . Pada 1981 pajak bill memotong tingkat pajak invidu, selama 3 tahun, menaikkan subsidi investasi perusahaan. Defisit full-employment dalam tahun tersebut tersebar dalam sejarah AS pea cetime.TABEL -4RESESI DAN RECOVERY 1982
1980 1981 1982 1983 1984 Tingkat bunga nominal* 11,5 14,0 10,78,6 8,6 11,4 Tingkat bunga ril † 2.0 4,0 4,5 4,5 5,2 Defisit full- employment 0,4 0,0 1,1 2,1 3,0 Tingkat Unemployment 7,0 7,5 9,5 9,5 7,4 Gap GDP 6,4 7,1 11,6 10,4 6,2 Inflasi ‡ 9,5 10,0 6,2 4,1 4,4
*Tingkat T-Bill tiga bulan
†Tingkat T-Bill kurang dari tingkat inflasi GDP deflator ‡GDP deflator
Kebijakan campuran fiskal ringan dan moneter ketat, gambar di atas menunjukkan kenaikan tingkat bunga.
Dengan kenaikan subsidi investasi, gambar sebelumnya menjelaskan ke mungkinan kenaikan investasi serentak dengan tingkat bunga
Elemen pertama –sebuah kenaikan tingkat bunga benar-benar terjadi . Perhatikan T-bill pada tabel.
Saat ada inflasi , perhatikan tingkat bunga riil (bukan nominal).
Tingkat bunga riil sama dengan tingkat bunga nominal minustingkatinflasi.
Dalam priode 1981-1984 tingkat bunga riil naik tajam , tingkat nominal patah.
Biaya riilmeminjam naik , biaya nominal turun.Belanja investasi meres pon pada naiknya tingkat bunga dan resesi, jatuh 13% antara 1981 dan 1982, subsidi investasi dan prospek recovery naik 49% antara 1982 dan 1984.
Tingkat penganggurantertinggi di atas 11% dalam triwulan akhir 1982 dan steady patah di bawah dampak ekspansi fiskal besar. Ekspansi pada 1984
140
dan 1985 menekan recovery ke depan, ekspansi fiskal berlanjut sepanjang 1980-an .Resesi 1990-1991
Campuran kebijakan awal 1980-an dalam kebijakan fiskal ekspansioner tinggi dan uang ketat .
Uang ketat sukses mengurangi inflasi1970-an akhir dan awal 1980-an, pada resesi serius.
Fiskal ekspansioner membawa sebuah recovery selama tingkat bunga riil naik tajam.
Recovery dan ekspansi berlanjut sepanjang 1980-an. Akhir 1988, ekoniomi tertutup menuju full-employment , tingkat inflasi mendekati 5% .
Kekuatiran naiknya inflasi , Fed mengetatkan moneter, menaikkan tajam tingkat bunga T-billsepanjang 1988 sampai 1989. Pada awal 1989 tingkat pengangguran tersentuh rendah untuk decade tersebut , 5%.
Fed menjaga tingkat bunga nominal tinggi – walupun patah- selama 1989 (gambar di atas) .
Pertumbuhan PDB riilmelambat sepanjang 1989, inflasi patah menjadi rem dan pengangguranpelahan naik .
Pertengahan 1990, mengemuka resesi. Resesi belakangan dimulai 1990. Pada 1982-1990 recovery habis, ekspansi tnang terpanjang.
Resesi diawali sebelum invasi Kuwait ke Irak pada Agustus. Harga minyak melambung saat Irak kalah, Fed plin-plan menerapkan moneter ketat , menjaga tingkat bunga menguap , saat memerangi inflasi, atau mengejar ekspansi memerangi resesi.
Dikompromikan tingkat bunga jatuh melambat, kecil. Harga minyak naik lagi, sebentar, akhir tahun resesi menjadi masalah besar.
Kebijakn fiskal tak tampil :
pertama , deficit anggaran, table berikut, cukup besar, diduga akan naik tapi tak ada yang antusias.
Kedua, Admistrasi Bush dan Kongres Demokrat secara mendasar yak setuju perubahan fiskal yang dibuat.
Akhir 1990, Fed mulai memangkas tingkat bunga aggresif . Recovery kelihatan pada triwulan II, 1991 tapi triwulan IV membingungkan (tabel) . Kemungkinan resesi –doble. Fedkuatir Kongres dan Presiden menyetujui perubahan fiskal yang menaikkan deficit lebih besar, memotong tingkat bunga sangat tajam di akhir 1991, lebih rendah dari 1972. Mengarah ke resesi.
141
TABEL -5 RESESI 1990-1991(Persen)
TAHUN DAN TRIWULAN
1990 1991 1992 3 4 1 2 3 4 1 Pertumbuhan PDB -1,6 -3,9 -3,0 1,7 1,2 0,6 2,7 Tingkat Inflasi* 4,7 3,9 5,3 3,5 2,4 2,4 3,1 Tingkat Pengangguran 5,6 6,0 6,5 6,8 6,8 7,0 7,2 Tingkat T-Bill 7,5 7,0 6,0 5,6 5,4 4,5 3,9 Defisit Anggaran/PDB 2,6 3,5 2,6 3,7 3,7 4,2 4,9 Defisit Full- employment,PDB† 0 0,5 1,0 1,8 1,8 2,4 3,0 *PDB deflator
†dihitung dengan DRI
Loncatan 1991, sebuah pemulihan ,sangat moderat (menengah) dimulai. Fed aggresif , mencegah perubahan fiskal ekspansioner.Fed cepat memotong tingkat bungaawal 1991. Ada bias. Fed menata ekspansi bergerak selama 1980-an . Fed jarang melakukan yang benar , sebagai kekelriuannya .
Recovery berlanjut selama pertengahan 1990-an perlahan, tumbuh dengan inflasi rendah, menerima appresiasi lebih banyak di Wall Street dan Washing ton .
Kebijakan Campuran Jerman , 1990-1991
Saat unifikasi tahun 1990, pemerintah Jerman Barat menerima obligasiuntuk meningkatkan standar hidup di bagian Timur Jerman dengan cepat. Ini menaikkan belanja pemerintah , dalam infrastruktur Jerman Timur, transfer paymentsuntuk perumahan pada pembentukan Jerman Timur.
Pemerintah memberlakukan fiskal rendah, dalam kenaikan deficit anggar an , table berikut .
142
TABEL -6 KONSEKUENSI MIKROEKONOMI UNIFIKASIJERMAN(Persen) 1989 1990 1991 1992 Pertumbuhan PDB 3,8 4,5 0,9 1,8 Tingkat inflasi 2,6 3,4 5,1 5,3 Defisit anggaran/PDB 0,2 -1,7 -2,8 -3,2 Tingkat bunga Nominal 7,1 8,5 9,2 9,2
Di banyak negara , tingkat inflasi Jerman 1991 dan 1992 di bawah 5% sebagai konsensus nasional , sebuah soal yang riil.
Kebijakan campuran Jerman awal 1990-an mirip AS di awal 1980-an : Kebijakan fiskal longgar dan kebijakan moneter ketat.
Di kedua negara juga, tingkat bunga tinggi dan sebuah deficit current account dari balance of payments.
BAB VIII
INTERNATIONAL LINKAGES ( KETERKAITAN INTERNASIONAL)
Abad 20 melukiskan ketertutupan ekonomi internasional , pemahaman globalisasi sederhana.
Jika ekonomi AS tumbuh atau resesi apakah ada perbedaan besar di Mexico atau Jepang, sebaliknya geseran ke stimulus fiskal atau stringency membuat perbedaan di AS.
Moneter ketat (tightening) AS menaikkan tingkat bunga domestic memenga ruhi tingkat bungaworldwide dan perubahan nilai dollar relatif terhadap currency lain, dan memengaruhi competitiveness (persaingan) AS dan perdagangan worldwide dan GDP .
Sebuah ekonomi terkait dengan dunia lain melalui 2 saluran , perdagangan barang dan jasa dan keuangan .
Keterkaitan trade berarti sebagian dari produksi negara diekspor ke LN, sbagian dikonsumsi atau diinvestasidi rumah sendiri dan diimpor.
Pada 1995, AS, mengekspor barang dan jasa 97% GDP, impor 10,09% GDP. AS engage , negara lain dalam perdagangan internasional kecil- ekonomi relatif tertutup.
Belanda –ekonomi sangat terbuka –ekspor sama dengan impor 60% GDP. Buat AS, trade ,nonetheless important.
143
Belanja imporescapesdari siklus aliran pendapatan, sebagian pendapatanrakyat AS tidak dibelanjakan pada barang yang diproduksi dalam negeri.Model penentuan pendapatan IS-LM harus amented untuk memsukkan dampak internasional.
Harga barang AS relatif terhadap pesaingberdampak langsung pada demand, output,dan employment .
Penurunan harga dollarcompetitor , relatif terhadap harga di mana pen jualan perusahaan AS menggeser demand AS ke barang yang diproduksi abroad .
Impornaik dan bekspor jatuh di AS 1990 dan 1985 , saat nilai dollar naik ke level relatif terhadap currency LN , sebaliknya relatif cheaps , demand dan abroadbergeser ke barang ekspor naik , dan impor patah.
Hampir semua RT AS memegang kepemilikan asset AS, tidak buat bank, atau perusahaan besar .
Manejer portofolio berkeliling dunia memperoleh hasil paling atraktif , dan boleh mengambil obligasi pemerintah Jerman.
Obligasi Yen dengan issue pemerintah Jepang, Argentina yang menawarkan hasil lebih bagus- dari pada obligasi AS.
TABEL -1 NERACA PEMBAYARAN AS (MILYAR DOLLAR)
1993 1994 1995 ACCOUNT BERJALAN -99,9 -148,4 -148,2 NERACA BARANG DAN JASA -72,0 -166,1 -173,4 ACCOUNT KAPITAL NET KAPITAL SWASTA -14,0 89,4 16,9 NERACA PEMBAYARAN -113,9 -5,9 -133,3
Investor internasional menggeser assetnya di seluruh dunia, mengaitkanpasar asset, memengaruhi pendapatan, nilai tukar, dan kemampuan moneter memengaruhi tingkat bunga.