• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kebijakan Perencanaan Pendapatan Daerah Tahun 2019

Dalam dokumen Scanned by CamScanner (Halaman 146-150)

Membangun Sumber Daya Manusia yang Berdaya Saing

RS Jampang Kulon

D. Pengeluaran Penduduk dan Konsumsi Makanan

3.2 ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

3.2.1 Pendapatan Daerah

3.2.1.1 Kebijakan Perencanaan Pendapatan Daerah Tahun 2019

Kebijakan yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah dalam menyusun APBD terkait dengan pendapatan daerah adalah memiliki prinsip bahwa pendapatan yang dianggarkan merupakan perkiraan yang terukur secara rasional yang dapat dicapai untuk setiap sumber pendapatan yang meliputi semua penerimaan uang melalui rekening kas umum daerah yang dapat menambah ekuitas dana pemerintah daerah serta memiliki kepastian serta dasar hukum penerimaannya.

Pendapatan daerah terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, dan lain-lain Pendapatan yang sah.

1) Pendapatan Asli Daerah (PAD) memperhatikan:

a. Penganggaran pajak daerah dan retribusi daerah mempedomani Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah juga mempedomani Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2012 tentang Retribusi Pengendalian Lalu Lintas dan Retribusi Perpanjangan Izin Memperkerjakan Tenaga Kerja Asing.

b. Pendapatan yang bersumber dari pajak penerangan jalan sebagian dialokasikan untuk penyediaan penerangan jalan sebagaimana amanat Pasal 56 ayat (3) Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009.

c. Pendapatan yang bersumber dari Retribusi Perpanjangan Izin Memperkerjakan Tenaga Asing dialokasikan untuk mendanai penerbitan dokumen izin, pengawasan di lapangan, penegakan hukum, penatausahaan, biaya dampak negatif dari perpanjangan izin memperkerjakan Tenaga Kerja Asing dan kegiatan pengembangan keahlian dan keterampilan tenaga kerja lokal sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 16 Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2012.

d. Pendapatan yang bersumber dari Retribusi Pengendalian Lalu Lintas dialokasikan untuk mendanai peningkatan kinerja lalu lintas dan peningkatan pelayanan angkutan umum sesuai dengan amanat Pasal 9 Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2012.

e. Retribusi Pelayanan Kesehatan yang bersumber dari hasil klaim kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang diterima SKPD atau unit kerja UPT Puskesmas dianggarkan pada akun retribusi jasa umum, rincian objek pendapatan retribusi pelayanan kesehatan.

f. Penganggaran Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan memperhitungkan rasionalitas nilai kekayaan daerah yang dipisahkan dan memperhatikan perolehan manfaat ekonomi, sosial dan/atau manfaat lainnya dalam jangka waktu tertentu, dengan memperhatikan:

1. BUMD yang menjalankan fungsi pemupukan laba (profit oriented) adalah mampu menghasilkan keuntungan atau deviden dalam rangka meningkatkan PAD; dan

Membangun Sumber Daya Manusia yang Berdaya Saing

2. BUMD yang menjalankan fungsi kemanfaatan umum (public oriented) adalah mampu meningkatkan baik kualitas maupun cakupan layanan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

g. Pendapatan bunga atau jasa giro dari dana cadangan, dianggarkan pada jenis lain-lain PAD yang sah, objek bunga atau jasa giro dana cadangan, dan rincian objek bunga atau jasa giro dana cadangan.

h. Pendapatan dana kapitasi jaminan kesehatan pada fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di Puskesmas memperhatian ketentuan Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2014 dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900/2280/SJ.

i. Pendapatan operasional BLUD untuk RSUD memperhatikan ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.

2) Dana Perimbangan, memperhatikan :

a. Pendapatan yang bersumber dari DBH Pajak Bumi dan Bangunan selain perkotaan dan pedesaan, dan DBH Pajak penghasilan yang terdiri dari PPh Pasal 25 dan Pasal 29 Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri (WPOPDN), dan PPh Pasal 21 mempedomani Peraturan Presiden tentang rincian APBN Tahun Anggaran 2019 atau Peraturan Menteri Keuangan mengenai alokasi DBH Tahun Anggaran 2019. Oleh karena itu, pada tahun 2019 pendapatan tersebut diproyeksikan dianggarkan sama dengan Tahun 2018, apabila ketentuan dimaksud terbit sebelum penetapan Perda APBD Tahun 2019 akan disesuaikan melalui mekanisme pembahasan APBD selanjutnya antara DPRD dengan Pemerintah Daerah dan apabila terbit setelah penetapan Perda APBD Tahun 2019 maka akan disesuaikan dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019.

b. Penggunaan DBH Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) diarahkan untuk meningkatkan kualitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan dibidang cukai dan/atau pemberantasan barang kena cukai palsu (cukai illegal) sesuai amanat dalam Pasal 66C Undang-undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai dan peraturan lain yang merupakan penjabaran dari undang-undang dimaksud. Pada tahun 2019 penggunaan DBH cukai hasil tembakau diproyeksikan dianggarkan sama dengan Tahun 2018, apabila besaran anggaran yang melandasinya sudah terbit sebelum penetapan Perda APBD maka akan disesuaikan dalam mekanisme pembahasan APBD selanjutnya dan apabila terbit setelah Perda APBD ditetapkan maka akan dilakukan penyesuaian dengan cara melakukan perubahan peraturan kepala daerah tentang Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2019 dengan pemberitahuan kepada pimpinan DPRD, untuk selanjutnya ditampung dalam Perda tentang Perubahan APBD.

Membangun Sumber Daya Manusia yang Berdaya Saing

c. Pendapatan Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam (DBH SDA) yang terdiri dari : 1. DBH Kehutanan

2. DBH Pertambangan Mineral dan Batu Bara 3. DBH Perikanan

4. DBH Minyak Bumi 5. DBH Gas Bumi

6. DBH Pengusahaan Panas Bumi

Pengalokasian dana bagi hasil diproyeksikan untuk dianggarkan sama dengan Tahun 2018, apabila ketentuan dimaksud terbit sebelum penetapan Perda APBD Tahun 2019 akan disesuaikan melalui mekanisme pembahasan APBD selanjutnya antara DPRD dengan Pemerintah Daerah dan apabila terbit setelah penetapan Perda APBD Tahun 2019 maka akan disesuaikan dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019.

d. Penganggaran Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun 2019 direncanakan untuk dianggarkan sama dengan Tahun 2018 dikurangi gaji dan tunjangan PNS guru dan penyuluh pertanian yang menjadi urusan kewenangan pemerintah pusat dan daerah dengan memperhatikan dasar hukum yang melandasinya, apabila ketentuan dimaksud terbit sebelum penetapan Perda APBD Tahun 2019 akan disesuaikan melalui mekanisme pembahasan APBD selanjutnya antara DPRD dengan Pemerintah Daerah dan apabila terbit setelah penetapan Perda APBD Tahun 2019 maka akan disesuaikan dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019.

e. Penganggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) baik Dana Alokasi Khusus Fisik maupun non Fisik, penganggarannya pada tahun 2019 direncanakan untuk dianggarkan sama dengan Tahun 2018, apabila besaran anggaran yang melandasinya sudah terbit sebelum penetapan Perda APBD maka akan disesuaikan dalam mekanisme pembahasan APBD selanjutnya dan apabila terbit setelah Perda APBD ditetapkan maka akan dilakukan penyesuaian dengan cara melakukan perubahan peraturan kepala daerah tentang Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2019 dengan pemberitahuan kepada pimpinan DPRD, untuk selanjutnya ditampung dalam Perda tentang Perubahan APBD.

3) Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah, memperhatikan:

a. Pendapatan hibah terdiri dari:

1. Bersumber dari Hibah dana BOS yang diterima langsung oleh satuan pendidikan negeri yang diselenggarakan kabupaten/kota dianggarkan pada pada APBD Tahun Anggaran 2019, mekanisme pencatatan dan pengesahan dana BOS dimaksud dianggarakan pada Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (SKPKD), Akun Pendapatan kelompok Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah, Jenis Hibah Dana BOS masing-masing Satuan Pendidikan Negeri Sesuai dengan Kode rekening berkenaan. Selanjutnya, terhadap sisa dana BOS Tahun Anggaran 2018 termasuk sisa dana BOS pada satuan pendidikan negeri yang diselenggarakan kabupaten/kota akibat lebih salur yang telah ditransfer oleh pemerintah provinsi, diperhitungkan pada APBD Provinsi

Membangun Sumber Daya Manusia yang Berdaya Saing

Tahun anggaran 2109. Anggaran Hibah dana BOS Tahun anggaran 2019 dianggarkan sama dengan Tahun 2018 apabila besaran anggaran yang melandasinya sudah terbit sebelum penetapan Perda APBD maka akan disesuaikan dalam mekanisme pembahasan APBD selanjutnya dan apabila terbit setelah Perda APBD ditetapkan maka akan dilakukan penyesuaian dengan cara melakukan perubahan peraturan kepala daerah tentang Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2019 dengan pemberitahuan kepada pimpinan DPRD, untuk selanjutnya ditampung dalam Perda tentang Perubahan APBD.

2. Bersumber dari Hibah Pemerintah Pusat terkait program sarana air bersih program Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk meningkatan cakupan layanan air bersih pada PDAM sesuai dengan Naskah Perjanjian Hibah antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

b. Penganggaran Dana Desa dialokasikan sama dengan Tahun 2018, apabila besaran anggaran yang melandasinya sudah terbit sebelum penetapan Perda APBD maka akan disesuaikan dalam mekanisme pembahasan APBD selanjutnya dan apabila terbit setelah Perda APBD ditetapkan maka akan dilakukan penyesuaian dengan cara melakukan perubahan peraturan kepala daerah tentang Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2019 dengan pemberitahuan kepada pimpinan DPRD, untuk selanjutnya ditampung dalam Perda tentang Perubahan APBD.

c. Penganggaran dari pendapatan yang bersumber dari Bagi Hasil Pajak Daerah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang diterimadialokasikan sama dengan Tahun 2018 apabila besaran anggaran yang melandasinya sudah terbit sebelum penetapan Perda APBD maka akan disesuaikan dalam mekanisme pembahasan APBD selanjutnya dan apabila terbit setelah Perda APBD ditetapkan maka akan dilakukan penyesuaian dalam Perda tentang Perubahan APBD, disamping hal tersebut memperhatikan beberapa ketentuan lain, seperti:

1. Pendapatan yang bersumber dari pajak kendaraan bermotor paling sedikit 10 % (sepuluh per seratus) dialokasikan untuk mendanai pembangunan dan/atau pemeliharaan jalan serta peningkatan moda dan sarana transportasi umum sebagaimana amanat Pasal 8 ayat (5) Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009.

2. Pendapatan yang bersumber dari Pajak Rokok, dialokasikan paling sedikit 50 % (lima puluh per seratus) untuk mendanai pelayanan kesehatan masyarakat dan penegakan hukum oleh aparat yang berwenang sebagaimana amanat Pasal 31 Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009.

d. Pendapatan yang bersumber dari bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dianggarkan berdasarkan dasar hukum yang melandasinya dengan ketentuan:

− Yang bersifat Umum, apabila besaran anggaran yang melandasinya sudah terbit sebelum penetapan Perda APBD maka akan disesuaikan dalam mekanisme pembahasan APBD selanjutnya dan apabila terbit setelah Perda

Membangun Sumber Daya Manusia yang Berdaya Saing

APBD ditetapkan maka akan dilakukan penyesuaian dalam Perda tentang Perubahan APBD.

− Yang bersifat khusus, apabila besaran anggaran yang melandasinya sudah terbit sebelum penetapan Perda APBD maka akan disesuaikan dalam mekanisme pembahasan APBD selanjutnya dan apabila terbit setelah Perda APBD ditetapkan maka akan dilakukan penyesuaian dengan cara melakukan perubahan peraturan kepala daerah tentang Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2019 dengan pemberitahuan kepada pimpinan DPRD, untuk selanjutnya ditampung dalam Perda tentang Perubahan APBD.

e. Pendapatan dari dana penyesuaian berupa dana insentif daerah dianggarkan sama dengan Tahun 2018 dan memperhatikan petunjuk teknis penggunaannya, apabila besaran anggaran yang melandasinya sudah terbit sebelum penetapan Perda APBD maka akan disesuaikan dalam mekanisme pembahasan APBD selanjutnya dan apabila terbit setelah Perda APBD ditetapkan maka akan dilakukan penyesuaian dalam Perda tentang Perubahan APBD.

f. Pendapatan yang berasal dari Bonus Produksi Pengusahaan Panas Bumi dianggarkan pada akun pendapatan, kelompok lain-lain pendapatan yang sah jenis bonus produksi dari pengusahaan panas bumi yang diuraikan kedalam objek dan rincian objek pendapatan berkenaan dan penggunaannya disesuaikan dengan petunjuk teknis yang sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.

Dalam dokumen Scanned by CamScanner (Halaman 146-150)