HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Analisis Deskriptif Data Penelitian
4.2.4 Kebutuhan Integrasi Sosial
Kebutuhan ini dikaitkan dengan kebutuhan untuk berkomunikasi dengan keluarga, teman, dan orang lain dalam bermasyarakat. Kebutuhan ini didasari oleh keinginan individu untuk berkomunikasi dengan seseorang atau dengan kelompok lain. Informasi kesehatan ibu menyusui yang disampaikan dalam program “Perbaikan Gizi: ASI Eksklusif” tersebut akan dapat mudah diterima oleh peserta penyuluhan dengan penyampaian perorangan atau penyampaian informasi perkelompok. Sehingga informasi kesehatan tersebut dapat berguna dan bermanfaat bagi diri mereka.
Untuk mengetahui gambaran mengenai kebutuhan Integrasi Sosial digunakan analisis statistik deskriptif. Sub Variabel Kebutuhan Integrasi Sosial dibagi dalam 2 indikator yaitu penguatan hubungan keluarga dan penguatan hubungan dengan orang lain.
Tabel 4.13 Indikator 7 Penguatan Hubungan Keluarga
Indikator Alternatif Jawaban Jumlah Skor SS S CS TS STS 7 4 18 14 0 0 36 134 Persentase 11,11 50,00 38,89 0,00 0,00 100
Menurut indikator tujuh terlihat bahwa ada 36 ibu menyusui, sebagian besar responden menjawab sesuai yaitu sebesar 50,00%, selanjutnya yang menjawab cukup sesuai 38,89%, yang menjawab sangat sesuai sebesar 11,11%,
selanjutnya yang menjawab tidak sesuai dan sangat tidak sesuai sebesar 0,00% yang artinya tidak ada responden yang menjawab sangat tidak setuju dalam menanggapi kebutuhan informasi integrasi sosial tersebut.
Berdasarkan jawaban responden terhadap pernyataan “Menurut Anda melalui penyuluhan, Anda percaya bahwa hanya diri Anda sendiri yang dapat menjaga kesehatan bayi dan diri Anda sendiri” bahwasannya informasi yang didapat dalam program penyuluhan dapat membuat ibu menyusui percaya mengenai pentingnya memberikan ASI eksklusif kepada bayi mereka. Karena salah satu manfaat memberikan ASI eksklusif kepada bayi adalah dapat mempererat hubungan antara ibu dan bayinya. Sehingga ada rasa saling membutuhkan antara ibu menyusui dengan bayinya yang dapat menimbulkan rasa kasih sayang antara keduanya.
Tabel 4.14 Indikator 8 Penguatan Hubungan dengan Orang Lain
Indikator Alternatif Jawaban Jumlah Skor SS S CS TS STS 8 11 22 3 0 0 36 152 Persentase 30,56 61,11 8,33 0,00 0,00 100
Menurut indikator delapan terlihat bahwa ada 36 ibu menyusui, sebagian besar responden menjawab sesuai yaitu sebesar 61,11% selanjutnya yang menjawab sangat sesuai 30,56%, yang menjawab cukup sesuai sebesar 8,33%, selanjutnya yang menjawab tidak setuju dan sangat tidak sesuai sebesar 0,00%
yang artinya tidak ada responden yang menjawab sangat tidak sesuai dalam menanggapi kebutuhan informasi integrasi sosial tersebut.
Menurut hasil wawancara yang dilakukan penulis terhadap salah seorang responden, (Yuli 25 tahun, peserta program penyuluhan puskesmas Pekan Kamis). Yuli menjelaskan bahwa dengan mengikuti program penyuluhan di puskesmas tersebut, mereka dapat saling mengenal dan saling berbagi informasi mengenai bayi serta informasi kesehatan lainnya.
... dengan mengikuti program penyuluhan di puskesmas ini saya dapat saling bertukar informasi dengan sesama ibu menyusui. Saya dapat banyak informasi mengenai kesehatan dan kondisi yang baik untuk bayi saya. Saya juga mendapatkan banyak teman untuk saling berbagi informasi mengenai kesehatan dan bayi. (Yuli 2 Oktober 2013, puskesmas Pekan Kamis)
Tabel 4.15 Kebutuhan Integrasi Sosial
Sub Variabel pernyataan Alternatif Jawaban Skor SS S CS TS STS X4. Kebutuhan Integrasi social 1 4 18 14 0 0 134 2 11 22 3 0 0 152 Total 286
Berdasarkan tabel 4.15 pada halaman 94 terlihat bahwa dari 36 Ibu menyusui, sebagian besar responden menjawab setuju yaitu sebesar 55,56%, selanjutnya diikuti dengan menjawab cukup sesuai yaitu sebesar 23,61% dan menjawab sangat sesuai yaitu sebesar 20,83% .
Kebutuhan setiap orang pasti berbeda dan memiliki prioritas yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan tersebut. kebutuhan integrasi sosial didasari oleh keinginan seseorang untuk dapat bergabung atau berkelompok dengan orang lain. Untuk dapat bergabung dengan suatu kelompok, maka harus ada rasa saling percaya. Dapat diketahui bahwa kelompok itu adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama, yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama (adanya saling kebergantungan), saling mengenal satu sama lain, dan yang terpenting adalah memandang diri mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut. (Mulyana 2008)
Dari tabel 4.15 pada halaman 94, terlihat bahwa skor jawaban indikator Kebutuhan Integrasi Sosial sebesar 286 untuk 2 indikator yang diberikan, nilai tertinggi diberi skor 5 dan nilai terendah diberi skor 1, maka :
a. Skor minimum : 1 x 2 x 36 = 72
b. Skor maksimum : 5 x 2 x 36 = 360
c. Range : 360 – 72 = 288
Interval kategori untuk skor jawaban indikator dari sub variabel Kebutuhan Integrasi sosial adalah sebagai berikut :
Gambar 4.4 Garis Kontinom Kebutuhan Integrasi Sosial
Data pada garis kontinom diatas menunjukkan bahwa sub variable kebutuhan Integrasi sosial berada pada kategori sesuai. Dengan demikian, nampak bahwa sebagian besar responden menilai sub variabel tersebut dengan kategori sesuai. Hal ini nampak pada persepsi 36 Ibu menyusui yang setelah dianalisis mencapai 286.
Berdasarkan data pada garis kontinom, jawaban responden terhadap pertanyaan “Apakah informasi yang disampaikan oleh para petugas kesehatan dalam program perbaikan gizi: ASI Eksklusif di Puskesmas Pekan Kamis Kabupaten Agam Sumatera Barat dapat memenuhi kebutuhan informasi integrasi
Sangat Sesuai Sesuai Sedang Kurang Sangat Kurang 302.4 244.8 187.2 129.6 360 72 286
sosial ibu menyusui?” yang menjawab setuju yaitu sebesar 55,56%. Dengan demikian, mayoritas responden adalah menjawab sesuai.
Kebutuhan integrasi sosial merupakan kebutuhan informasi yang berkaitan dengan penguatan hubungan dengan orang lain. Penguatan hubungan dengan sesama dapat dilakukan seseorang dengan mengikuti acara yang dilaksanakan bersama-sama seperti seminar, workshop dan mengikuti program penyuluhan di tempat keramaian seperti di kampus, rumah sakit, kantor maupun puskesmas. Dengan datang dan menghadiri kegiatan penyuluhan maka seseorang dapat berinteraksi dan saling bertukar pikiran mengenai informasi yang mereka dapatkan.
Kebutuhan informasi juga dibutuhkan untuk mengenal lingkungan sekitar. Informasi yang telah dikumpulkan melalui berbagai proses pengenalan, pemahaman lingkungan serta pencarian informasi untuk dapat bertahan di lingkungannya. Dalam proses berinteraksi dengan sesama di dalam sebuah komunikasi dengan lingkungan terdapat suatu pertukaran informasi kyang masing-masing dimiliki oleh anggotanya. Agar dapat berinteraksi dengan baik di lingkungannya, maka harus memiliki informasi yang sesuai pula dengan lingkungan tersebut.
Maka dari itu, untuk memenuhi kebutuhan integrasi sosial, harus memperhatikan jenis informasi berdasarkan sasaran sebagai berikut:
a. Informasi individual
Individual information adalah informasi yang diberikan kepada seseorang yang dapat dipergunakan oleh orang tersebut sebagai bahan pengambilan suatu keputusan (decision maker) maupun untuk pengambil kebijaksanaan (policy maker). Tujuan dari penyampaian informasi ini adalah untuk memperoleh tanggapan dari si penerima dari informasi yang diberikan tersebut.
b. Informasi komunitas
Community information merupakan informasi yang disampaikan kepada khalayak di luar suatu organisasi, kelompok tertentu dalam masyarakat. (Sutabri 2003)
Maka dapat diketahui bahwa hampir setengah dari responden menjawab setuju bahwasannya informasi yang disampaikan oleh petugas kesehatan dalam program penyuluhan ASI eksklusif dapat memenuhi kebutuhan integrasi sosial mereka. Selama program penyuluhan berlangsung mereka dapat saling berbagi informasi antara satu dengan yang lainnya sehingga mereka merasa senang dan program penyuluhan tersebut memiliki manfaat yang besar bagi mereka yang mengikutinya.
Kebutuhan informasi mengenai keluarga juga sangat diperlukan yang berguna untuk menguatkan hubungan kekeluargaan. Mengetahui informasi mengenai kesehatan bayinya juga sangat penting bagi ibu. Dengan mengikuti program penyuluhan di puskesmas, ibu menyusui juga mendapat banyak
informasi kesehatan yang berhubungan dengan bayi mereka sehingga dapat lebih meningkatkan hubungan kasih sayang antara ibu dengan bayinya.