• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAN ITEM RESPONS THEORY (QUEST) Dadan Rosana, Heru Ferdiyanto, Lusiana Dwi Rahayu

3. Kecocokan dengan Model

Model yang digunakan dalam program Quest adalah model Rasch. Sebuah soal dikatakan cocok dengan model Rasch apabila nilai infit MNSQ dekat dengan satu atau nilai infit t dekat dengan nol. Program Quest menyajikan gambar yang menunjukkan kecocokan butir soal dengan model Rasch yang mudah untuk dibaca. Nilai infit MNSQ sebuah soal ditandai dengan gambar bintang.

Dengan demikian, soal fisika ujian nasional SMA tahun pelajaran 2008/2009 sesuai dengan model Racsh. Namun, terdapat 1 soal yaitu soal monor 26 yang tidak ditampilkan nilai infit MNSQ-nya karena tidak mempunyai kunci jawaban.. Sehinga soal ini tidak dapat diketahui kecocokannya dengan model Rasch.

Karena tidak dapat diketahui kecocokannya dengan model rasch maka soal ini dikategorikan tidak baik dalam kecocokannya dengan model. Ada 4 soal (10%) yang tidak memenuhi syarat soal yang baik menurut program Quest karena tidak memenuhi salah satu karakteristik butir yang baik.

Analisis kuantitatif dilakukan dengan mengolah respon jawaban siswa menggunakan program Quest. Hasil analisis kuantitatif diantaramya, statistik perangkat tes, dan karakteristik butir yang meliputi tingkat kesukaran, keefektifan distraktor dan kecocokan dengan model Rasch. Statistik perangkat tes menunjukkan bahwa soal fisika ujian nasional SMA tahun pelajaran 2008/2009 memiliki koefisien reliabilitas 0,97.

Ini berarti soal tersebut reliabel atau memiliki

143 keajegan apabila diujiakan pada kelompok responden yang berbeda. Selain itu soal juga memiliki kesesuaian dengan model Rasch yang ditunjukkan dengan nilai infit MNSQ yaitu satu dan nilai infit t yang mendekati nol.

Sedangkan untuk karakteristik butir yang meliputi tingkat kesukaran, efektifitas distraktor dan kecocokan dengan model Rasch dapat dijelaskan bahwa terdapat 1 butir soal yaitu soal nomor 18 yang mempunyai tingkat kesukaran/delta -2,12 dalam skala logit. Soal ini mempunyai nilai delta kurang dari -2 yang berarti soal tersebut terlalu mudah dan tidak memenuhi syarat sal yang baik dimana nilai delta harus berada di antara -2 sampai 2. Untuk soal nomor 26, nilai delta tidak diketahui karena soal tersebut tisal memiliki pilihan jawab yang benar dan termasuk soal yang tidak baik berdasarkan tingkat kesukarannya.

Sedangkan 38 butir soal lainnya (95%) mempunyai tingkat kesukaran yang baik yaitu sedang yang ditunjukkan dengan nilai delta yang berada dalam interval -2 sampai 2 pada skala logit.

Ditinjau dari keefektifan distrakor, ada 2 soal yang distraktor atau pengecohnya kurang berfungsi yaitu soal no 23 dan 30.

Karena kedua soal tersebut memiliki point biserial tidak megatif pada pilihan jawab yang bukan merupakan kuncinya. Pada soal no 23 pilihan jawaban A yang bukan merupakan kunci jawaban mempunyai point biserial 0,00 sedangkan pada soal nomor 30, tidak ada siswa yang menjawab pilihan jawaban B ini sehingga nilai point biserialnya tidak terdefinisi. Adapun kecocokan soal dengan Model Racsh , semua butir soal fisika ujian nasional SMA tahun 2008/2009 sesuai dengan model Rasch. Ini ditunjukkan dengan grafik infit MNSQ pada Grafik 3, di mana semua nilai infit MNSQ setiap butir berada di antara kedua garis vertikal yang merupakan batas diterimanya infit MNSQ yang sesuai dengan model Rasch. Hanya saja terdapat 1 butir soal yaitu soal nomor 26 yang tidak diketahui kesesuaiannya dengan model Rasch dikarenakan soal ini tidak memiliki jawaban benar sehingga tidak ditampilkan nilai infit MNSQnya.

Dari hasil telaah dan analasis dengan program Quest dapat diketahui kualitas soal fisika ujian nasional SMA tahun pelajaran 2008/2009. Berdasarkan telaah terdapat 9 butir soal (22,5%) yaitu soal nomor 9, 21, 26, 27, 28, 30, 32, 35 dan 38 yang tidak memenuhi kaidah penulisan soal. Oleh karena itu, perangkat tes soal fisika ujian nasional SMA tahun pelajaran 2008/2009 termasuk dalam kategori cukup baik di mana persentase soal yang kurang baik yaitu 22,5%

berada dalam interval 20%-30% yang merupakan batas interval sola berada dalam kategori cukup baik.

Sedangkan berdasarkan analisis dengan menggunakan program Quest terdapat 4 butir soal (10%) yang minimal salah satu parameternya tidak memenuhi syarat soal yang baik. Sehingga soal fisika ujian nasional SMA tahun pelajaran 2008/2009 termasuk dalam kategori sangat baik dimana kategori sangat baik memiliki syarat persentase soal yang tidak memenuhi kritaria butir yang baik berada dalam interval 0% sampai 10%. Selain itu, berdasarkan distribusi tingkat kesukaran terhadap kemampuan siswa menunjukkan bahwa sebagian besar kemampuan siswa berada di atas tingkat kesulitan soal. Ini menunjukkan bahwa soal fisika Ujian Nasional SMA tahun pelajaran 2008/2009 tergolong soal yang mudah.

SIMPULAN

Soal fisika ujian nasional SMA tahun pelajaran 2008/2009 termasuk soal tang reliabel dan memiliki kecocokan dengan model Rasch. Adapun kualitas soal tersebut adalah: (1) Secara kualitatif soal fisika ujian nasional SMA tahun pelajaran 2008/2009 termasuk dalam kategori cukup baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya 9 butir soal(22,5%) yang tidak memenuhi minimal satu kriteria dalam kaidah penulisan soal dari segi materi, konstruksi dan bahasa yang digunakan. (2).

Secara kuantitatif dengan menggunakan program Iteman, diketahui bahwa menurut parameter kesukaran butirnya, 34 butir berkategori mudah (1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 9, 10, 11,12, 13, 14, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 31, 32, 33 , 35, 36, 37,

144 38, 39, dan 40); 5 butir berkategori sedang (8, 15, 30, 34, dan 38); serta tidak ada butir yang berkategori sulit. Menurut parameter daya beda butir, 5 memiliki kategori cukup baik (1, 10, 12, 13, dan 18) sedangkan 34 butir lainnya dinyatakan baik, tidak tedapat butir yang kurang baik dalam membedakan peserta tes.

Sedangkan dari distraktor yang dimilikinya, 38 butir dinyatakan memiliki distraktor yang baik, hanya terdapat 1 butir dengan distraktor yang tidak baik, yaitu opsi A pada butir nomor 18 yang memiliki rbis positif.

Nilai koefisien alpha-cronbach 0,860 menunjukkan soal ini sudah reliabel (andal) dalam mengungkap apa yang diukur. Secara kuantitatif menggunakan program Quest soal fisika ujian nasional SMA tahun pelajaran 2008/2009 termasuk dalam kategori sangat baik. Karena dalam soal tersebut hanya terdapat 4 butir soal (10%) yang tidak memenuhi minimal satu syarat dari parameter yang baik menurut program Quest. Parameter butir tersebut adalah kesukaran soal, efektifitas distraktor dan kecocokan model. Karakteristik butir soal fisika Ujian Nasional SMA tahun pelajaran 2008/2009 menggunakan Quest iketahui sebagai berikut; tingkat kesukaran, terdapat 2 butir soal (5%) yaitu soal nomor 18 dan 26 yang mempunyai tingkat kesukaran tidak baik. Sedangkan 38 (90%) butir soal lainnya mempunyai tingkat kesukaran yang baik, keefektifan distraktor, ada 2 soal (5%) yang distraktor atau pengecohnya kurang berfungsi yaitu soal no 23 dan 30, kecocokan dengan Model hanya terdapat 1 butir soal (2,5%) yaitu soal dengan nomor 26 yang tidak sesuai dengan model Rasch. Karena soal ini tidak memiliki jawaban benar sehingga tidak ditampilkan nilai infit MNSQ-nya.

REFERENSI

Adam, Raymond J& Khoo, Seik-Toon. (1996).

Acer Quest The Interactive Test Analysis System. Victoria Australia: Acer Press Allen, M.J., & Yen, W.M. (1979). Introduction to

Measurement Theory. Belmont, CA:

Brooks/Cole Publishing Company.

file:///E:/masalah%20un/ANTARA%20News%20

%20Siswa%20Bingung%20Akibat%20Satu

%20Soal %20UN%20Bermasalah.htm (diakses tanggal 14 Januari 2011)

file:///E:/masalah%20un/Fisika%20Paling%20Suli t%20Dikerjakan%20Siswa%20 _%20dZu%20 Mirrah.htm (diakses tanggal 14 Januari 2011)

Gronlund, Norman E. (1985). Measurement and Assessment in teaching (Fourth Edition).

Ohio: Merrill, an immprint of Prentice Hall.

Hambleton, R.K., & Swaminathan, H. (1985).

Item Response Theory: Principles and applications. Boston: Kluwer-Nijhoff Publishing.

Hambleton, R.K., & Swaminathan, H., & Rogers, H.J. (1991). Fundamentals Of Item Response Theory. London: Sage Publication.

Nurkancana, Sunartana. (1990). Evaluasi Hasil Belajar. Surabaya: Usaha Nasional.

Nurung, Muh. (2008). Kualitas Tes Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (Uasbn) Ipa Sd Tahun Pelajaran 2007/2008 Di Kota Kendari. Tesis: Universitas Negeri Yogyakarta.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 77 Tahun 2008 Tentang Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah (Sma/Ma) Tahun Pelajaran 2008/2009 Sudjana, Nana. (2005). Dasar-Dasar Proses

Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo

Supriyadi. (2000). Kajian Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa. Malang. UM Press Suryabrata, Sumadi. (1984). Psikologi

Pendidikan. Yogyakarta: Rajawali Press Thoha, Chabib. (1990). Teknik Evaluasi Pedidikan. Jakarta: Rajawali Press

Tim Redaksi Fokusmedia, (2006). Himpunan PEraturan Perundang-Undangan Guru dan Dosen, Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2005. Bandung: Fokusmedia

Undang-Undang Nomor 20. (2003). Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta.

Winatapura, Udin S, dkk. (1994). strategi Belajar Mengajar IPA, Jakarta: UT Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

145

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN IPA TERPADU

Garis besar

Dokumen terkait