Novi Ratna Dewi Pendidikan IPA, FMIPA Unnes
E-mail: [email protected]
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan bahan ajar IPA terpadu untuk tema energi dan perubahannya melalui pembelajaran team teaching penuh serta mengetahui mencapaian tujuan pembelajaran tema energi dan perubahannya dalam pembelajaran IPA terpadu. Penelitian dilakukan di SMP Rosa Semarang pada semester gasal tahun 2010, dengan subjek penelitian adalah siswa kelas VIIIA dan VIIIB. Subjek penelitian berjumlah 50 orang mahasiswa yang ditentukan secara acak. Data tentang kelayakan bahan ajar IPA terpadu materi pokok energi dan perubahannya akan dilakukan validasi oleh ahli media pembelajaran dengan menggunakan instrumen penilaian kelayakan bahan ajar sedangkan untuk mengetahui pencapaian tujuan pembelajaran akan dilakukan dengan tes tertulis diakhir pembelajaran. Hasil penelitian berupa terselesaikannya bahan ajar IPA terpadu tema energi dan perubahannya, serta Implementasi bahan ajar IPA terpadu tema energi dan perubahannya melalui team teaching penuh di SMP ROSA efektif terhadap peningkatan hasil belajar siswa.
Kata kunci: bahan ajar, team teaching penuh.
PENDAHULUAN
Implementasi kurikulum 2006 di sekolah menuntut pengembangan materi pembelajaran IPA dalam keterpaduan. Sebelum diberlakukannya kurikulum 2006, pembelajaran biologi dan fisika di jenjang SMP masih diajarkan oleh guru secara terpisah, namun saat ini terintegrasi ke dalam IPA terpadu. Kebijakan tersebut tidak didukung dengan penyediaan bahan ajar sehingga guru masih mengajarkan dengan memisahkan antara biologi dan físika.
Fakta di sekolah, guru mengalami kendala karena guru yang ada saat ini masih berkualifikasi pendidikan biologi dan fisika sehingga guru yang berkualifikasi pendidikan biologi tidak merasa mampu mengintegrasikan keilmuan fisika, begitu pula sebaliknya.
Dari kegiatan kunjungan ke SMP Rosa Semarang, terbukti bahwa tema energi dan perubahannya diajarkan hanya ketika pembelajaran fisika. Sementara itu, tema ini juga akan muncul dalam pembelajaran biologi.
Terjadi pengulangan materi sehingga
pembelajaran kurang efektif. Dalam kurikulum, pembelajaran IPA terpadu dapat dikemas dengan tema tentang suatu wacana yang dibahas dari berbagai sudut pandang atau disiplin keilmuan yang mudah dipahami oleh siswa. Misalnya, tema energi dan perubahannya dapat dibahas dari sudut makhluk hidup dan proses kehidupan. Melalui pembelajaran terpadu, beberapa konsep IPA yang relevan untuk dijadikan tema tidak perlu dibahas berulang kali dalam bidang kajian yang berbeda, sehingga penggunaan waktu untuk pembahasannya lebih efisien dan pencapaian tujuan pembelajaran diharapkan akan lebih efektif.
Berkaitan dengan sumber belajar IPA terpadu dalam KTSP, prinsip yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan bahan ajar yaitu memanfaatkan potensi daerah menjadi materi pembelajaran atau mengoptimalkan potensi lingkungan sekitar sehingga siswa akan memiliki keterampilan hidup. Bahan ajar IPA terpadu disajikan untuk membekali siswa
133 memiliki keterampilan proses ilmiah, sehingga dalam pembelajarannya diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah.
Terkait dengan kebutuhan bahan ajar IPA terpadu, maka guru perlu mengembangkan bahan ajar dengan memanfaatkan konsep-konsep yang telah ada di berbagai sumber belajar. Selanjutnya pada saat mengembangkan bahan ajar guru harus melakukan kerjasama dengan guru lain, misalnya guru biologi dan fisika di SMP secara bersama-sama mengembangkan bahan ajar. Kemudian bahan ajar yang dihasilkan akan digunakan mengajar secara bersama-sama di satu kelas. Hal ini berarti guru telah menerapkan model pembelajaran team teaching penuh karena merancang, membuat, mengembangkan, menggunakan, dan mengevaluasi bersama
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan bahan ajar IPA terpadu untuk tema energi dan perubahannya melalui pembelajaran team teaching penuh di SMP Rosa Semarang; (2) mengetahui pencapaian tujuan pembelajaran tema energi dan perubahannya dalam pembelajaran IPA terpadu di SMP Rosa Semarang.
METODE
Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R & D). Research and development merupakan suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk
yang telah ada, yang dapat
dipertanggungjawabkan (Sukmadinata 2006).
Produk yang di kembangkan dapat berupa alat bantu pembelajaran, buku, modul, paket belajar, model-model pendidikan, kurikulum, evaluasi, atau instrumen pengukuran. Pemilihan suatu produk didasarkan atas pengukuran atau pengumpulan data kebutuhan maupun masalah atau kelemahan yang dihadapi guru dalam pembelajaran IPA terpadu di sekolah sehingga produk yang dikembangkan tersebut memberikan sumbangan bagi peningkatan mutu pendidikan, kurikulum dan pembelajaran.
Penelitian ini dilakukan di SMP Rosa Semarang yang beralamat di Jalan Kalialang
Baru, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Lama waktu penelitian 6 bulan (Maret - September 2010).
Pengambilan data penelitian dilakukan pada semester Gasal tahun pelajaran 2010. Sebagai subjek siswa kelas VIII yang berjumlah 2 kelas paralel yaitu VIII A dan VIII B. Kelas VIII A digunakan sebagai kelas kontrol, yaitu kelas yang diajar dengan menggunakan pembelajaran klasikal, sedangkan kelas VIII B digunakan sebagai kelas eksperimen, yaitu kelas yang diajar dengan memanfaatkan bahan ajar IPA terpadu.
Tahapan Penelitian:
A. Persiapan: kegiatan ini dilakukan bersama-sama oleh tim guru IPA (Fisika dan Biologi) dengan melakukan; (1) menganalisis standar kompetensi dan kompetensi dasar untuk tema energi dan perubahannya, (2) mengembangkan jaringan tema, (3) mengembangkan tema menjadi uraian materi, (4) dihasilkan bahan ajar yang akan digunakan dalam pembelajaran, dan (5) membuat perencanaan pembelajaran yang terdiri dari:
silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, skenario kegiatan (apa yang akan ditampilkan, siapa yang akan menampilkan, dan kapan ditampilkan) dan alat evaluasi, (5) validasi bahan ajar oleh pakar media pembelajaran, (6) revisi bahan ajar dan (7) bahan ajar untuk tema energi dan perubahannya.
B. Pelaksanaan: Selama pembelajaran berlangsung, semua anggota tim berada di kelas.
Tahapan yang dilakukan meliputi; satu guru memberikan informasi, guru lain memperagakan. Selanjutnya, guru memberikan latihan klasikal secara individual. Selama latihan tim guru memantau dan memberi bantuan seperlunya pada siswa. Anggota tim secara bergiliran memberikan informasi yang merupakan bidang keahliannya. Setelah informasi selesai, diadakan tanya jawab atau diskusi kelas yang ditangani oleh tim guru sesuai dengan bidangnya. Setiap anggota tim dapat melengkapi jawaban dari anggota tim yang lain.
Semua anggota tim ikut bersama-sama menangani sesi tanya jawab. Setiap anggota tim dapat mengungkapkan pengalamannya selama bertugas dalam tim. Guru kemudian bersama-sama mengidentifikasi hal-hal yang sudah baik
134 dan hal-hal yang masih memerlukan penanganan lebih lanjut
C. Evaluasi: Setelah dilakukan pembelajaran, kemudian dikumpulkan data tentang efektivitas penggunaan bahan ajar dengan mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran. Dilanjutkan dengan penyusunan laporan penelitian.
Data tentang kelayakan bahan ajar IPA terpadu materi pokok energi dan perubahannya akan dilakukan validasi oleh ahli media pembelajaran dengan menggunakan instrumen penilaian kelayakan bahan ajar sedangkan untuk mengetahui pencapaian tujuan pembelajaran akan dilakukan dengan tes tertulis diakhir pembelajaran. Soal dalam bentuk pilihan ganda dengan jumlah 20 butir. Data hasil validasi kelayakan bahan ajar IPA terpadu materi pokok energi dan perubahannya dianalisis secara deskriptif kuantitatif, sedangkan data hasil implementasi bahan ajar IPA terpadu materi pokok energi dan perubahannya diperoleh dari nilai pretes dan postes yang kemudian dianalisis dengan menggunakan uji t untuk mengetahui tingkat keberhasilannya.
Indikator keberhasilan penelitian ini mengacu produk (keluran) penelitian ini yaitu (a) tersusunnya bahan ajar IPA terpadu untuk tema energi dan perubahannya melalui pembelajaran team teaching penuh di SMP Rosa Semarang, (b) Tercapainya pencapaian tujuan pembelajaran tema energi dan perubahannya dalam pembelajaran IPA terpadu di SMP Rosa Semarang, dilihat dari kenaikan hasil belajarnya.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Bahan ajar yang telah tersusun dievaluasi oleh pakar media pembelajaran, kemudian direvisi sesuai dengan saran perbaikan dari evaluator. Beberapa masukan dari evaluator tentang bahan ajar IPA terpadu materi pokok energi dan perubahannya, diantaranya:
kedalaman materi dan akurasi fakta yang perlu diperbaiki; wawasan produktifitas yang masih harus ditambah; serta ketepatan struktur kalimat, penyajian teks, tabel, gambar dan lampiran disertai dengan rujukan/sumber acuan masih harus diperbaiki. Masukan evaluator kemudian dijadikan bahan revisi untuk memperbaiki bahan ajar IPA terpadu materi
pokok energi dan perubahannya. Dari rekap data instrument penilaian bahan ajar yang diisi oleh pakar media didapatkan rerata skor sebesar 3, 53 dari 4 dengan kriteria baik mendekati sangat baik.
Instrument penilaian bahan ajar meliputi beberapa komponen, diantaranya: komponen kelayakan isi, komponen kebahasaan serta komponen penyajian. Berdasarkan komponen kelayakan isi, yang mencakup isi, akurasi materi, kemutakhiran, kandungan wawasan produktivitas, merangsang keingintahuan, pengembangan kecakapan hidup, pengembangan wawasan kebinekaan, serta kandungan wawasan kontekstual memberikan skor rerata 3,56 dari 4 yang menunjukkan bahwa dari segi komponen kelayakan isi, bahan ajar energi dan perubahannya termasuk dalam kriteria baik mendekati baik sekali;
Berdasarkan komponen kebahasaan yang mencakup kesesuaian dengan perkembangan peserta didik, komunikatif, dialogis dan interaktif, lugas, koherensi dan keruntutan alur pikir, kesesuaian dengan kaidah bahasa Indonesia yang benar serta penggunaan istilah dan simbol/lambang membeikan skor rerata 3,8 dari skor maksimal 4 yang menunjukkan bahwa dari segi kebahasaan, bahan ajar energi dan perubahannya masuk ke dalam kriteria baik mendekati sangat baik;
Berdasarkan komponen penyajian yang mencakup teknik penyajian, dan pendukung penyajian materi, didapatkan skor rerata 3,43 dari skor maksimal 4, hal ini menunjukkan bahwa dari segi penyajian, bahan ajar energi dan perubahannya perubahannya masuk ke dalam kriteria baik mendekati sangat baik.
Sebelum mengimplementasikan bahan ajar IPA terpadu tema energi dan perubahannya, siswa terlebih dahulu diberi pretes untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan awal siswa untuk materi yang akan diajarkan, setelah model pembelajaran di terapkan, siswa diberi posttes untuk mengetahui sejauh mana peningkatan hasil belajarnya. Selain itu juga diambil satu kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional yang digunakan sebagai pembanding tingkat keberhasilan pengimplementasian bahan ajar IPA terpadu tema energi dan perubahannya.
135 Hasil penerapan bahan ajar IPA terpadu tema energi dan perubahannya melalui team teaching penuh dapat dilihat dari perbedaan kenaikan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar baik pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol di SMP ROSA tergolong sedang, terbukti dari rata-rata gain ternomalisasi dalam kategori sedang (0,3 sampai dengan 0,7), namun peningkatan hasil belajar kelompok eksperimen secara signifikan lebih tinggi dari pada peningkatan hasil belajar kelompok kontrol.
Terbukti dari hasil uji perbedaan diperoleh thitung = 4,939 > ttabel (1,68). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan bahan ajar IPA terpadu tema energi dan perubahannya melalui team teaching penuh di SMP ROSA efektif terhadap peningkatan hasil belajar siswa.
Di Indonesia pelaksanaan team teaching yang dilaksanakan di institusi-institusi pendidikan seperti di sekolah maupun di universitas merupakan team teaching yang sesuai dengan definisi menurut Wardani, yaitu tim pengajar saling bekerjasama, baik sebagai team teaching penuh maupun semi team teaching.
Implementasi bahan ajar IPA terpadu tema energi dan perubahannya melalui team teaching penuh efektif terhadap peningkatan hasil belajar karena pembelajaran IPA terpadu memiliki kekuatan sebagai berikut:
Menggabungkan berbagai bidang kajian akan terjadi penghematan waktu, karena ketiga bidang kajian (energi dan perubahannya, Hukum kekekalan energi, Aliran Energi dan Fotosintesis) dapat dibelajarkan sekaligus; Tumpang tindih materi juga dapat dikurangi bahkan dihilangkan;
Siswa dapat melihat hubungan yang bermakna antar bidang kajian, meningkatkan taraf kecakapan berpikir siswa, karena siswa dihadapkan pada gagasan atau pemikiran yang lebih luas dan lebih dalam ketika menghadapi situasi pembelajaran; Motivasi belajar siswa belajar dapat diperbaiki dan ditingkatkan;
Membantu menciptkan sturktur kognitif yang dapat menjembatani antara pengetahuan awal siswa dengan pengalaman belajar yang terkait;
Akan terjadi peningkatan kerjasama guru antar guru bidang studi terkait.
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pembelajaran IPA terpadu dapat memudahkan dan memotivasi peserta didik untuk mengenal, menerima, menyerap dan memahami keterkaitan atau hubungan antara konsep pengetahuan dan nilai atau tindakan yang termuat dalam tema tersebut. Dengan model pembelajaran terpadu dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari, peserta didik digiring untuk berikir luas dan mendalam untuk menangkap dan memahami hubungan konseptual yang disajikan guru. Selanjurnya peserta didik akan terbiasa berpikir tearah, teratur, utuh, menyeluruh, sistimik dan analitik.
Peserta akan termotivasi dalam belajar bila mereka merasa bahwa pembelajaran itu bermakna baginya, dan bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya.
Menurut Slameto dalam Nazareth, minat tidak dibawa sejak lahir melainkan diperoleh kemudian. Minat terhadap sesuatu dipelajari dan mempengaruhi belajar selanjutnya serta mempengaruhi minat-minat baru. Jadi minat terhadap sesuatu merupakan hasil belajar dan menyokong hasil belajar selanjutnya.
Dengan model pembelajaran IPA terpadu guru mendapatkan wawasan baru tentang aplikasi suatu metode pembelajaran. Hal yang harus diperhatikan guru pada model pembelajaran IPA Terpadu adalah sebagai berikut: Koordinasi yang baik antara guru IPA dalam membuat perencanaan pembelajaran yang berkaitan dengan pemilihan dan penetapan topic; Pemilihan sumber belajar yang bervariasi dan metode yang sesuai dengan hakikat IPA;
Pembagian tugas atau kegiatan yang jelas pada saat kegiatan pembelajaran.
Selain itu dalam team teaching, anggota tim membuat perencanaan bersama.
Perencanaan bersama perlu dibuat karena berbagai alasan yaitu; (a) Adanya sejumlah pengajar yang mengajar pelajaran yang sama di kelas berbeda. Agar penguasaan peserta didik tidak terlampau bervariasai, materi dan cara penyampaian tentunya harus seragam. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan bersama dalam satu tim; (b) Beberapa pelajaran mempersyaratkan praktek yang memerlukan pembimbingan yang intensif sehingga kelas harus dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil,
136 masing-masing harus dimbimbing oleh seorang pengajar. Agar proses latihan, teknik pengamatan dan pemberian balikan tidak terlalu bervariasi, diperlukan perencanaan bersama dalam satu tim; (c) Beberapa pelajaran diajarkan oleh beberapa pengajar yang sama. Masing-masing pengajar akan mengajarkan bagian tertentu dari pelajaran ini. Untuk menghindari terjadinya ketumpangtindihan, sebelum pembelajaran dimulai, para pengajar harus membuat perencanaan bersama atau perencanaan dalam tim. Perencanaan dapat mencakup pembagian materi, penyepakatan cara penyampaian dan pemberian nilai.