Kaum Muslim berhak menyampaikan atau menawarkan agama mercka kepada orang lain dengan cara-cara yang biasa, tanpa disertai tipuan dan
initimidasi, yakni tanpa melalui
suapandan
ancaman.Tetapi jika
dengan cara yang baik
itu
kegiatan menyebarkan agama Islam dilarangdan kitab-kitab
merekadisita, atau
orang yang menyebarkan agama Islamitu
dikejar-kejar, maka kaum Muslim dibolehkan berjuang denganjalan
kekerasanhingga
kebenaranAllah dapat
ditegakkan dengan mantap. Kaum Muslim boleh menghancurkan pagar besi yang dijadikan perlindungan oleh paham dan aliran yang menyesatkan.Ketiga,
menjaga keselamatanjiwa,
harta bendadiin
kehormatan wanita. Seorang Muslimtidak
boleh menyerahkan begitu saja hak-hak-nya yang sah kepada kaum penyamun setempat ataupun kepada bajaklaut
internasional.Id wajib
berjuanguntuk
mempertahankandiri.
Iatidak boleh
menerima penghinaan,baik
terhadap agamanya maupun terhadap kehidupan dunianya. Allah telah berfirman:lihad dnlam
Islam
187(Apa yang ada pada Allah lebih baik dan lebih kekal) bagi orang-orang yang
bila diperlakukan secara zalim mereka
itu
membela diri; dan suatu kejahatan balasannya adalah kejahatan serupa. (QS a2:39-40)Kepada persoalan ketiga
itu
dapat ditambahkanjuga
perjuangan melawan parapenjahat internasional yang hidup dengan jalan merampashak orang lain,
dengan menghidup-hidupkan diskriminasi rasial dan bertindak sewenang-wenang terhadap kaum lemahdi
mana saja.Ada-pun "perjuangan" untuk
membela chauvinismenasional,*)
untuk memperolehambisi pribadi, atau untuk
memaksakan agama Islam kepada oranglain
denganjalan
kekerasan; sama sekali harus ditolak dan tidak dapat dibenarkan oleh Islam. Allah telah berfirman:Tidak ada paksaan dalam agama. Telah tampak jelas (perbedaan antara) jalan hidayah dan jalan kesesatan. (QS 2:256)
Lebih dari 120
buahayat di
dalam Al-Quran yang menegaskan bahwa penyebaran agaml Islam pada dadarnya adalah usahameyakin-kan
denganjalan
tenang dan tentgram serta berlandaskan pengajaran semata-mata. Setelah dakwah disampaikan kepada orang lain, mereka harusdibiarkan
bebas menentukan sikapnya sendiri: 'Mau menerimaatau
menolak!Dahulu,
Rasulullah saw. sangat mengharapkan supaya orang mam mengerti dan memahami agama yang dibawanya dan me-ninggalkan penyembahan berhala. Demikian lembutnya beliau meng-ajak manusia beriman kepadaAllah
sehingga beliau dalamwaktu
lamasekali
menyerukan supaya mereka memeluk agama yang benar dan meninggalkan kepercayaanyang batil.
Mengenaihal itu Allah
SWT.berfirman:
Jika Tuhanmu menghendaki tentu berimanlah semua manusia di muka bumi.
Apakah engkau hendak memaksa orang hingga mereka
itu
menjadi orang-orang beriman? (QS t0:9!)Menurut kenyataan, dalam semua agama
Allah tidak
ada paksaanbagi
oranguntuk
menerima kebenatan. Cobalah perhatikan ayat Al-Quran yang menyitir ucapan Nabi Nuh a.s.:Ia
(Nabi Nuh as.) berkata:"Hai
kaumku, bagaimanakah pikiran kalianjika
aku memperlihatkanbukti
yang nyata dari Tuhanku dan aku diberi-Nya rahmah dari sisi-Nya, tetapi rahmah itu tidak diperlihatkan kepada kalian? Apakah hendak kami paksakan supaya kalian mau menerimanya, padahal kalian tidak menyukainya?" (QS I 1: 28)Al-Quran telah menetapkan apa yang harus dilakukan oleh Rasul
Allah saw.
dalam menyebarkan agama Islam. Al-Quran menegaskan bahwa beliaubukan
seorangdiktator
yang memaksakan kemauannya kepada oranglain, dan
bukanpula
seorang utqsan yang datang darilangit untuk
menakut-nakutiorang yang
mendengarkannya supaya mau menerima apa yangkalian
katakan!Allah SWT
telah berfirman menegaskan:*) Paham kebangsaan yang sempit.
Ingatkanlah (mereka), sesungguhnya engkau hanyalah pemberi ingat. [ngkau bukan orang yang berkuasa atas. mereka. (QS 88:21-22)
Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan engkau sama sekali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka berilah peringatan dengan Al-Quran kepada orang y:mg takut terhadap azab siksa-Ku. (QS 5 0: a5 )
Jika mereka berpaling (menolak), maka (ketahuilah) bahwa Kami tidak rnengutusmu sebagai pengawas mereka. Kewajibanmu hanyalah menyampaikan (Risalah). (QS a2:a8)
Benar, setelah kepada mereka diberikan penjelasan yang gamblang mengenai
iman
kepadaAllah dan
mengimani akan datangnya HariAkhir,
Al-Quran mengatakan kepada para pendengarnya:Itulah had yang pasti terjadi (Hari Akhir), maka barangsiapir yang ineng-hendaki niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya- (QS 78:39)
Sesungguhnya telah datang dari Tuhan kalian bukti-bukti yang terang.
Barangsiapa melihat (kebenaran itu) maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa membuta (tidak mau melihat kebendran itu), maka (mudaratpya pun) akan menimpa dirinya sendiri. Dan aku (Muhammad Rasulullah saw.) sgma sekali bukan pemelihara (kalian). (QS 6:10a)
Sesungguhnya pada yang demikian
itu
terdapat peringatan bagi orang yang berakal atau menggunakan pendengar:lnnya, dalam keadaan ia sendiri menyaksi-kannya. (QS 50:37)Itulah
beberapa contoh mengenai ayat-ayat yangtumn
di Makkah, sebelum kaum Muslim terlibat dalam pertempuran melawan musuhnya,yaitu
kaum musyrik yzrng mengobarkan api peperangan danpertumpah-an
darah. Kemudian apakah yangterjadi di
Madinah setelah negara Islam berdiri? Allah SWT berfirman:Kemudian jika mereka (musuh-musuh.Islam) mendebatmu (tentang kebenar-an Islam), mika katakanlah (hai Muhammad): "Aku menyerahkan diriku kepada
Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku." Dan tanyakanlah (hai Muhammad) kepada orang-orang yang telah diberi Al-Kitab dan fiuga) kepada mereka yang tidak diberi Al-Kitab (yakni para Ahl al-Kitab dan kaum musyrik lainnya): "Apakah kalian (mau) memelur. Islam?" Jika mereka mau memeluk Islam sungguh mereka telah mendapat hidavah. Namun jika mereka berpaling (menolak), maka.kewajibanmu hanyalah menyampaikan (agama Islam), dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya- (QS 3:20)
Pada bagian lain.dari Al-Quran Allah berfirman:
Hendaklah kalian taat kepada Allah dan taat kepada Rasul-Nya, dan
hen-daklah kalian berhati-hAti. Jika kalian berpaling (tidak taat kepada Allah dan Rasul-Nya), maka ketahuilah, sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (agama Allah) dengan t€rang. (QS 5:92)
Rasuiullah saw. menerima perintah
Allah
sebagaimana termaktub pada ayat berikut:Katakanlah (hai Muharamad): "Hendaklah kalian taat kepada 'Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya!" Jika mereka berpaling (menolak) maka sesungguhnya kewajiban Rasul
itu
hanyalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kalian pun hanya yang dibebankan kepada kalian. Dan jika kalian taat kepadanya.
Iihad dalamIshm
189(Rasul), kalian mendapat hidayah. Kewajiban Rasul
itu
tidak lain hanyalah me-nyampaikan (agama Allah) dengan terang. (QS 2a:5a)Sebagaimana
telah
saya katakan' cara menawarkan agama Iglam kepada se;iap orangtehh
ditentukan dan dijelaskan di dalam 120 buahayit
lebih. Syaikh Al-IslamIbn
Taimiyyah mengatakan: "Setelah kota M"t tutrjdtuh
ke tangan Rasulullah saw., beliau membiarkan penduduk-nya. Kepada mereka beliau berkata: 'Pergilah, kalian semuanya bebas.'Beliau tidak
memaksa merbka masukIslam. Tak
ada seorang pun yang meriwayatkan bahwaketika itu
Rasulullah rriemaksa seseorang masuk Islam. Masuk Islam secara demikianitu
memang tak adaguna-nya!"
Sehubungan dengan halini,
saya dapat berkata bahwa halitu
merupakan kecermatan Rasulullah saw. dalam melaksanakan perintah
Ilahi: "Tak
ada paksaan dalam aga?rla. Telah tampak jelas (perbedaan antara) jalan hidayah dan jalan yang sesat!"Ada suatu pendapat yang sangat aneh, yaitu sementara orang yang menganggap
ayat tersebut mansukh! Ibn Taimiyyah
mengatakan:"Kaum
Salafdan kaum Muslim
pada zarrrarr-zarrrar, berikutnya pada umumnya berpendapat bahwaayat
tersebut 'tidak makhshush'(tidak merupakan suatu kekhususan) dan tidak mansukh.Kita
tidakmemaksa-kan Islam
kepada seorangpun, kita
hanya memerangi orang yang memerangikita."
Salah satu kelemahan yang ada pada kebudayaai kita ialah
"men-caiat
segala sesuatu", sehingga yangtidak
berharga dan yang berharga bercampur-baur. Pendapat aneh yang mengatakan ayat tersebut di atas mansukh dicatat bersama-sama dengan pendapat yang benar dari kaum Salaf dan kaumKhalaf
(kaum Muslim pada zaman'zammt berikutnya).Akhirnya
pendapat yang menyimpangitu
menjadi pembicaraan orang.Bahkan