Komunikasi massa berperan penting dalam fenomena popularitas individu, organisasi, atau lembaga tertentu. Nama-nama populer di masyarakat seperti dari kalangan politik, ekonomi, intelektual, sosial, hiburan, olah raga, dan sebagainya tidak terlepas dari peran pemberitaan media massa. Media massa menampilkan kepandaian, bakat, dan prestasi-prestasi tertentu dari individu sehingga memperoleh perhatian dan apresiasi dari khalayak. Para politisi, pejabat publik, dan petinggi militer, dikenal luas di kalangan masyarakat karena bantuan media massa. Para pekerja seni seperti bintang film, penyanyi, atau presenter lahir dari peran serta media massa dalam meliput dan menampilkannya. Demikian pula dalam profesi atau ajang yang menunjukkan talenta individu lainnya, seperti olahraga, seni, intelektualitas, dan seterusnya.
Media massa juga dinilai sangat berperan dalam membentuk jiwa dan keterampilan kepemimpinan melalui informasi-informasi politik yang disampaikannya. Para politisi dapat dicitrakan demikian positif, sehingga melambungkan namanya dan mendapat simpati serta dukungan dari publik. Namun media massa juga dapat menghancurkan karier politik seseorang atau profesi lainnya melalui citra negatif yang diakibatkan pemberitaannya. Melalui komunikasi massa, individu mengetahui berbagai informasi dan informasi tersebut kerap dijadikan rujukan atau referensi utama khalayak dalam memahami, mengapresiasi, dan membenarkan tindakan-tindakan tertentu.
McQuail (1987) mengidentifikasi peran media massa seperti berikut:
1. Jendela pengalaman yang meluaskan pandangan dan
memungkinkan kita mampu memahami apa yang terjadi di sekitar kita, tanpa campur tangan pihak lain atau sikap memihak. 2. Juru bahasa yang menjelaskan dan memberi makna terhadap
peristiwa atau hal yang terpisah dan kurang jelas. 3. Pembawa atau penghantar informasi dan pendapat.
4. Jaringan interaktif yang menghubungkan pengirim dengan penerima melalui berbagai macam umpan balik.
5. Penunjuk jalan yang secara aktif menunjukkan arah, memberikan bimbingan atau instruksi.
6. Penyaring yang memilih bagian pengalaman yang perlu diberi perhatian khusus dan menyisihkan aspek pengalaman lainnya, baik secara sadar dan sistematis atau tidak.
7. Cermin yang memantulkan citra masyarakat terhadap masyarakat itu sendiri. Biasanya pantulan citra itu mengalami perubahan
(distorsi) karena adanya penonjolan terhadap segi yang ingin dilihat anggota masyarakat, atau sering segi yang ingin mereka hakimi atau cela.
8. Tirai atau penutup yang menutupi kebenaran demi pencapai tujuan propaganda atau pelarian dari suatu kenyataan (escapism). Dengan demikian, secara umum, peranan media massa dapat dilihat pada dari dua sisi yang berbeda. Media massa dapat berperan positif dalam berbagai aspek kehidupan manusia, tetapi juga dapat berperan negatif dalam kehidupan manusia. Media menjalankan peranannya dalam kehidupan sosial dengan melakukan hal-hal berikut:
a. Penyebar informasi yang obyektif dan edukatif b. Melakukan kontrol sosial yang konstruktif
c. Menyalurkan aspirasi rakyat dan memperluas komunikasi dan partisipasi masyarakat.
Peranan media tersebut dapat tercermin dari konten yang disebarkan kepada khalayak. Hal ini banyak berkaitan dengan motif dan kualitas sumber daya manusia yang mengendalikan kinerja media massa. Jika orang-orang yang bertanggung jawab dalam proses produksi media massa memiliki motif dan kehendak yang baik serta kredibilitas dan kualitas yang tidak meragukan, maka media akan dapat menunjukkan peran positifnya. Media akan dinilai oleh masyarakat sebagai institusi yang membawa manfaat yang diperlukan. Namun, jika media justru berperan menciptakan kekacauan dalam masyarakat, berarti media tidak dapat memaksimalkan peran pentingnya. Olehnya itu, agar kegiatan komunikasi sosial dan peranan media massa dapat makin efektif, perlu ditingkatkan jumlah dan mutu tenaga terdidik dan terampil dalam pengelolaan media massa sesuai dengan tuntutan kemajuan teknologi komunikasi.
Jika fokus perhatian dalam memandang peranan media massa adalah pada isinya, maka faktor sumberdaya manusia pengelola media massa menjadi faktor penting. Hal ini ditempuh dengan meningkatkan kapasitas personel media massa agar sesuai dengan hasil yang diharapkan. Kapasitas yang perlu dimiliki oleh personel media jika dikaitkan dengan fungsi medianya adalah kemampuan dalam memilih informasi yang obyektif dan edukatif. Begitu pula dalam menjalankan kontrol sosial, personel media harus pandai-pandai memilih obyek yang dapat dijadikan informasi yang bersifat kontrol sosial. Sedang dalam menyalurkan aspirasi rakyat, personel media dituntut untuk dapat memilih dan menentukan secara obyektif aspirasi macam apa dan rakyat mana yang dapat disalurkan aspirasinya.
Terlepas dari kesulitan untuk mengoperasionalisasikan sejumlah fungsi media massa, fokus perhatian terhadap media massa pada dasarnya bersifat mikro. Penilaian dilakukan terhadap konten media massa. Pandangan semacam ini merupakan salah satu cara dalam menilai media massa. Cara lain yang dapat dilakukan dengan melihat secara makro, yaitu terhadap media massa dalam struktur komunikasi sebagai bagian struktur sosial. Pendekatan mikro menempatkan media massa sebagai institusi yang menjalankan fungsi sosialnya melalui isi jurnalistiknya. Sedang cara kedua tidak hanya melihat dari isi satu persatu media massa, tetapi dari interaksi media massa dalam struktur sosial. Dengan melihat keberadaannya dalam struktur sosial, dapat diidentifikasi apakah media massa berada dalam struktur komunikasi yang tidak seimbang, dan lebih jauh dapat dilihat sebagai indikator bagi struktur sosial. Dengan menjadikan struktur komunikasi sebagai indikator, dapat diketahui apakah struktur sosial bersifat tidak seimbang pula.
Namun, media massa memiliki keterbatasan dalam mengubah psikologis sasaran. Dari aspek konten, media massa cenderung hanya menyentuh aspek kognitif, sehingga informasi dan pengetahuan yang dimiliki tidak sampai mengubah sikap dan perilaku (Rogers 1976). Bahkan dari sejumlah media massa, informasi yang disampaikannya hanya berfungsi hiburan bagi konsumennya. Dari segi eksposur media massa juga timbul masalah, sebab hanya minoritas masyarakat yang memiliki dan menggunakan media massa. Ada media massa
yang secara relatif digunakan oleh masyarakat luas, tetapi peranannya lebih sebagai sumber hiburan.
Jika konten atau isinya secara kualitatif hanya berdampak kognitif dan hiburan, sementara secara kuantitatif pemilikan dan penggunaan media juga terbatas, maka terlalu mengandalkan media massa dalam proses interaksi dan integrasi sosial adalah berlebihan. Karenanya perhatian juga perlu ditujukan kepada media sosial. Media sosial sudah menunjukkan perannya untuk mengagregasikan informasi dan nilai-nilai yang datang dari atas (elit). Melalui media sosial, perilaku dapat diubah agar sesuai dengan tingkat kebutuhan yang diinginkan.
Latihan
Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang peranan komunikasi massa, kerjakanlah latihan berikut ini:
1. Kemukakan peranan kehadiran media massa dalam kehidupan masyarakat!
2. Jelaskan mengapa media massa dapat dianggap sebagai institusi yang berperan positif dan negatif dalam kehidupan sosial manusia!
3. Kemukakan posisi media massa dalam proses interaksi dan integrasi sosial!
4. Kemukakan pentingnya konten (isi) dalam menjalankan peran media massa di masyarakat!
5. Kemukakan keterbatasan-keterbatasan media masa dalam mendorong perubahan sosial yang lebih positif!
Petunjuk Latihan
Pelajarilah dengan seksama materi pada kegiatan belajar tentang peranan komunikasi massa. Jika belum jelas, diskusikanlah dengan teman Anda atau dosen Anda.
Rangkuman
Media massa dapat berperan aktif dalam proses interaksi dan integrasi sosial. Media massa dengan konten atau pesan yang disebarkan ke masyarakat dapat mendorong, mempercepat, dan menguatkan perubahan sosial yang lebih positif. Namun media massa juga dipandang dapat berperan dalam menimbulkan perilaku negatif manusia. Peran media massa dalam masyarakat dapat diidentifikasi seperti berikut: (1) Jendela pengalaman yang meluaskan pandangan dan memungkinkan kita mampu memahami apa yang terjadi di sekitar kita, (2) Juru bahasa yang menjelaskan dan memberi makna terhadap peristiwa atau hal yang terpisah dan kurang jelas, (3) Pembawa atau penghantar informasi dan pendapat, (4) Jaringan interaktif yang menghubungkan pengirim dengan penerima melalui berbagai macam umpan balik, (5) Penunjuk jalan yang secara aktif menunjukkan arah, memberikan bimbingan atau instruksi , (6) Penyaring yang memilih bagian pengalaman yang perlu diberi perhatian khusus dan menyisihkan aspek pengalaman lainnya, (7) Cermin yang memantulkan citra masyarakat terhadap masyarakat itu sendiri, (9) Tirai atau penutup yang menutupi kebenaran demi pencapai tujuan propaganda atau pelarian dari suatu kenyataan
Tes Formatif
Petunjuk: Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat berikut ini: 1. Berikut ini adalah sejumlah peran yang dimainkan media massa
dalam kehidupan individu manusia, kecuali………. a. Menciptakan popularitas individu
b. Memberi julukan atau label terhadap individu
c. Menampilkan sosok-sosok yang memiliki prestasi tertentu d. Meningkatkan kerja sama di antara individu
2. Media massa menjalankan peranannya dalam kehidupan sosial dengan melakukan hal-hal berikut, kecuali ………
a. Penyebar informasi yang obyektif dan edukatif b. Melakukan kontrol sosial yang konstruktif
c. Menyalurkan aspirasi rakyat dan memperluas komunikasi dan partisipasi masyarakat.
3. Jika titik-berat perhatian dalam memandang peranan media massa adalah pada isinya, maka faktor penting yang harus diperhatikan adalah:
a. Sumber daya manusia pengelola media massa b. Kelengkapan teknis
c. Biaya yang cukup d. Kualitas khalayak.
4. Di bawah ini adalah peran media massa dalam masyarakat menurut McQuail, kecuali …………..
a. Jendela pengalaman dan juru bahasa b. Pengisi waktu kosong dan rekreatif
c. Penghantar informasi dan jaringan interaktif d. Penunjuk jalan dan penyaring pengalaman.
5. Proses interaksi dan integrasi sosial hendaknya tidak hanya mengandalkan media massa, karena ………..
a. Media massa menggunakan instrumen teknis b. Penggunaan media massa terbatas
c. Daya beli masyarakat tidak merata
B A B
V
MEDIA MASSA CETAK
Tinjauan Mata Kuliah
1. Satuan Bahasan
a. Pengertian dan karakteristik media massa cetak b. Sejarah perkembangan media massa cetak c. Jenis-jenis media massa cetak
2. Pendahuluan
a. Satuan bahasan ini memberikan pemahaman mendasar kepada mahasiswa mengenai pengertian dan karakteristik media cetak. Menjelaskan tentang sejarah perkembangan media cetak dan jenis-jenis media cetak.
b. Materi dipelajari dengan cara pengajar menjelaskan mengenai masalah yang dibahas. Mahasiswa melakukan diskusi perorangan dan kelompok. Pengajar menjelaskan berbagai hal yang kurang dipahami mahasiswa saat diskusi kelas. Mahasiswa membuat review materi perkuliahan.
c. Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan: - Dapat menjelaskan dengan tepat pengertian dan sejarah
perkembangan media cetak.
- Mampu mengidentifikasi dan menguraikan dengan tepat berbagai jenis media cetak.