• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kelembagaan Ekonomi

VI. PROFIL SOSIAL EKONOMI DESA PADABEUNGHAR

4.5 Kelembagaan Ekonomi

4.5 Kelembagaan Ekonomi

4.5.1 Simpan -Pinjam Informal

Meminjam uang secara formal melalui bank hanya dilakukan oleh orang yang memiliki penghasilan tetap per bulan seperti anggota veteran. Jumlah uang yang diperoleh dari pinjaman formal ditentukan oleh pengajuan dan persetujuan bank. Uang yang diperoleh dari pinjaman formal digunakan untuk kebutuhan besar bukan untuk kebutuhan sehari-hari. Pinjaman formal tidak banyak dilakukan

52

oleh rumahtangga petani di Desa Padabeunghar. Kebutuhan uang banyak dipenuhi dari pinjaman informal.

Uang dari simpan pinjam informal menggunakan ikatan-ikatan dalam komunitas. Secara ringkas, uang yang diperoleh dari pinjaman formal dan informal dapat diamati pada tabel 5.

Tabel 5. Jenis Pinjaman dan Uang yang Diperoleh Rumahtangga

Jenis pinjaman Keperluan

Peminjaman

Jumlah uang (Rp)

Waktu pengembalian Formal di bank Membantu kebutuhan

anak > 1.000.000 Setiap bulan dipotong gaji Melalui saudara Biaya hajatan, menyekolahkan, biaya berobat, uang untuk

kondangan ongkos anak

sekolah 5.000-4.000.000 Segera setelah memiliki uang Pinjaman pada tetangga

Ongkos anak sekolah, biaya kondangan 5.000-20.000 Segera setelah memiliki uang Informal Pedagang perantara

Biaya kondangan, biaya sekolah anak

20.000-100.000

Pada saat pemetikan hasil tanaman yang telah dijaminkan Sumber: D iolah dari data primer , 2005

Lembaga yang dibentuk untuk mewadahi simpan pinjam formal tidak berhasil di Desa Padabeunghar. Warga Desa Padabeunghar telah membentuk koperasi namun gagal. Koperasi yang pernah terbentuk di Desa Padabeunghar adalah koperasi simpan pinjam, koperasi veteran, dan koperasi batuluhur. Koperasi Batuluhur dibentuk ole h dan untuk ibu-ibu pada tahun 1999. Koperasi veteran beranggotakan orang-orang yang mendapat veteran sekitar 22 orang. Koperasi veteran di Desa Padabeunghar merupakan kepanjangan dari koperasi veteran di pusat. Koperasi simpan pinjam dibentuk sebagai perwujudan bantuan dana raksa desa untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Dana raksa desa digulirkan melalui koperasi simpan pinjam. Ketiga koperasi tersebut tidak berjalan. Koperasi Batuluhur telah berhenti sama sekali, koperasi veteran lebih banyak berjalan di bagian arisan-arisan, dan koperasi simpan pinjam berhenti sampai dana raksa desa bergulir53.

53

Koperasi yang dibentuk untuk mewadahi kegiatan simpan pinjam secara formal terbukti tidak dapat bertahan lama. Kegiatan simpan pinjam penduduk Desa Padabeunghar lebih banyak dilakukan secara informal antara tetangga dan saudara. Pinjam-meminjam antar saudara atau tetangga masih memungkinkan karena pinjaman yang dilakukan merupakan pinjaman kecil yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Meminjam uang pada tetangga disukai karena uang dapat tersedia dengan segera dan mudah dalam pengembalian. Saudara menjadi pilihan pertama peminjaman uang. Jumlah pinjaman berkisar dari Rp 5.000,- sampai Rp. 5.000.000,-. Meminjam pada saudara dilakukan untuk ongkos sekolah anak sampai biaya pesta pernikahan anak. .

Peminjaman secara formal ke bank hanya dilakukan oleh orang yang memiliki akses pada bank dan memiliki kemudahan untuk mengembalikan pinjaman. Penduduk yang meminjam uang di bank merupakan penduduk yang memiliki penghasilan tetap setiap bulan, seperti anggota veteran. Contoh kasus, Pak Dul adalah anggota veteran yang mendapatkan gaji Rp. 470.000,- per bulan. Uang gaji veteran itu sekarang dipotong cicilan pinjaman Rp. 200.000,- dan uang tabungan Rp. 10.000,- per bulan54.

Peluang untuk meminjam atau menabung di bank tidak menarik perhatian pe nduduk Desa Padabeunghar. Beberapa informan yang diwawancarai memilih tidak menabung di bank karena jauh dan tidak cukup banyak uang yang akan ditabung. Menabung di bank dilakukan karena ada potongan langsung pada penghasilan untuk ditabung di bank55. Menabung dengan menyisihkan sisa uang belanja atau penjualan hasil kebun merupakan cara menabung yang paling umum dilakukan.

Warung merupakan tempat menabung selain untuk meminjam. Warung Bu Ut dapat menjadi sarana menabung untuk kebutuhan belanja sehari-hari atau persiapan kegiatan besar rumahtangga. Seorang guru, langganan Bu Ut, biasa menyimpan uang Rp. 10.000,-, 20.000,- atau 50.000,-. dengan cara tidak

54 Wawancara dengan Pak Dul, 29 Maret 2005

55

Wawancara dengan 29 April 2005. Pak Dul Pak Dul adalah veteran yang mendapatkan gaji Rp. 470.000,- per bulan. Uang gaji veteran itu sekarang dipotong cicilan pinjaman Rp. 200.000,- dan uang tabungan Rp. 10.000, - per bulan.

mengambil uang ke mbalian belanja di warung Bu Ut. Uang tersebut disimpan untuk keperluan belanja berikutnya.

Penyimpanan uang bisa dilakukan oleh orang yang akan

hajatan /membangun rumah. Mereka akan menyimpan uang pada saat ia punya

dan menitipkan uang tersebut untuk pembelian barang-barang yang dibutuhkan saat hajatan/membangun rumah. Uang tersebut ditukarkan dengan barang yang dimaksud dengan harga warung. Pemilik warung mendapat keuntungan dari pembelian dalam jumlah besar56.

Berdasarkan uraian di atas, simpan pinjam informal dilakukan atas dasar hubungan sosial yang terbentuk dalam komunitas petani Desa Padabeunghar. Hubungan kedekatan dan kepercayaan antara saudara atau tetangga lebih diandalkan sebagai pengikat hubungan utang piutang. Ini didukung oleh sifat pinjaman yang bersifat segera dan dalam jumlah terbatas. Simpan pinjam informal disukai karena tidak memiliki aturan pengembalian atau penyimpanan yang mengikat.

4.5.2 Arisan

Arisan merupakan cara yang paling umum untuk menabung di Desa Padabeunghar. Arisan merupakan suatu cara untuk memaksa peserta arisan menabung. Jenis arisan sangat beragam. Berdasarkan pihak yang menentukan penyelenggaraan arisan, jenis arisan dibedakan atas dua macam, (1) ditentukan oleh kebutuhan peserta arisan dan (2) ditentukan oleh penye lenggara arisan. Jenis arisan kedua sebenarnya hampir tidak ada, peserta mengikuti jenis arisan yang telah ditentukan penyelenggara karena mengikuti arisan yang telah berjalan. Arisan dapat berjalan jika ada peserta yang merasa perlu untuk menyelenggarakannya. Jenis arisan dapat berupa uang atau barang. Jenis arisan dibagi menjadi dua kelompok, arisan yang diselenggarakan untuk menghadapi kegiatan besar rumahtangga dan arisan yang dilakukan sehari-hari.

Kelompok pertama, arisan yang diselenggarakan untuk menghadapi kegiatan besar rumahtangga. Rincian tentang arisan yang diikuti untuk menyelenggarakan kegiatan besar rumahtangga dapat diamati pada tabel berikut:

56

Tabel 6. Jenis Arisan yang Diselenggarakan untuk Mengadakan Kegiatan Besar Rumahtangga Jenis arisan Jumlah sumbangan Anggota arisan Jumlah penarikan per orang Waktu penarikan

Beras 10 kg 50 orang 500 kg Setiap akan ada keperluan Minyak 1 kg 50 orang 50 kg Setiap akan ada keperluan Gula 1 kg 50 orang 50 kg Setiap akan ada keperluan Gabah 50 kg 20 orang 100 kg Setiap akan ada keperluan Semen 2 zak 25 orang 50 zak Setiap akan ada keperluan Rokok 3 bungkus 25 orang 6 pak Setiap akan ada keperluan Sumber: diolah dari data primer , 2005

Arisan sangat mengandalkan kepercayaan antar anggota. Setiap anggota komunitas Desa Padabeunghar boleh mengikuti arisan. Peraturan utama arisan yang diselenggarakan untuk mengadakan kegiatan besar rumahtangga adalah: “setiap orang yang telah ‘ngadatangkeun’ (menang arisan) harus mau bayar arisan pada orang-orang yang ikut arisan pada saat ia menang. Begitu pula orang yang ‘ngabaruan’ atau memberikan sumbangan pada orang yang ‘ngadatangkeun’ berhak untuk ‘ngadatangkeun’.” Peserta akan ikut arisan jika akan mengadakan kegiatan besar dan membutuhkan hasil arisan untuk membantu penyelenggaraan kegiatan. Kelompok kedua adalah arisan yang diselenggarakan sehari-hari. Jenis arisan yang diselenggarakan sehari-hari dapat diamati pada tabel berikut:

Tabel 7. Jenis Arisan yang Diselenggarakan Sehari-hari Jenis arisan Jumlah sumbangan Anggota arisan Jumlah penarikan per orang Waktu penarikan Uang Rp 2000 55 orang Rp 110.000 1 bulan

Pangaosan Rp 1000 43 orang Rp. 43. 000 Setiap jumat siang

Opsih Rp 1000 60-70

orang

Rp. 60.000-70.000 Setiap jumat sore Posyandu Rp. 5000 60 orang Rp. 100.000 untuk

3 orang pemenang

Setiap bulan, hari selasa minggu kedua Perabotan Rp. 5000 Tidak tentu Dua lusin piring Jika jumlah uang telah

cukup

Perabotan Rp. 10.000 Tidak tentu Empat lusin piring Jika jumlah uang telah cukup

Sumber: diolah dari data primer, 2005

Aturan yang berbeda terdapat pada arisan yang diselenggarakan sehari-hari. Pada arisan yang diselenggarakan sehari-hari terdapat pertemuan antara

peserta arisan yang mengikat peserta arisan. Misalnya, arisan pangaosan dilaksanakan tiap Jumat. Arisan diselenggarakan oleh ibu-ibu yang menang arisan pada minggu sebelumnya. Uang hasil arisan pangaosan biasanya akan habis untuk biaya menjamu tamu pada arisan berikutnya. Pada arisan uang anggota arisan tetap dengan jumlah uang sumbangan dan hasil penarikan yang sama. Aturan dasar masih berlaku, setiap orang yang pernah menang harus tetap ikut arisan sampai putaran arisan berakhir.

Setiap arisan ditangani seorang “panitia”. “Panitia” adalah orang yang menyimpan uang atau barang yang diarisankan. “Panitia” ditunjuk oleh peserta berdasarkan kepercayaan. “Panitia” memperoleh imbalan dari peserta arisan.

“Panitia” bertugas untuk mengumpulkan, menagih peserta yang terlambat

menyerahkan sumbangan, menampung dan menyalurkan barang yang terkumpul.

“Panitia” arisan sehari-hari bertugas untuk mengumpulkan, membuka arisan dan

memberikan uang hasil arisan.

Hal yang berbeda terdapat pada “panitia” arisan perabotan. Arisan perabotan diadakan oleh seorang ibu yang juga biasa menjual perabotan rumahtangga. Jumlah sumbangan ditentukan oleh jenis dan banyak perabotan yang diinginkan. Arisan perabotan hampir seperti kredit barang. peserta boleh menukar barang hasil kredit dengan barang lain yang diinginkan dengan menambah jumlah uang yang ditentukan “panitia” arisan.

“Panitia” arisan untuk kegiatan besar mendapatkan imbalan berupa

barang yang dimenangkan arisan dari peserta arisan yang menang. Pada arisan untuk kegiatan-kegiatan besar, setiap peserta yang menang akan memberikan minyak satu kilo atau gula satu kilo atau beras sebagai tanda terima kasih.