V. AKTIVITAS NAFKAH RUMAHTANGGA DI DESA PADABEUNGHAR. 103
5.1.5 Menggali Pasir dan Batu, Mengambil Kayu Bakar dan
5.1.5 Menggali Pasir dan Batu, Mengambil Kayu Bakar dan Menggembalakan Kerbau di Hutan
Lingkungan fisik yang ada di Desa Padabeunghar menyediakan sumberdaya alam yang dapat diambil langsung dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup rumahtangga petani Desa Padabeunghar. Batu, pasir, kayu bakar, rumput dan air merupakan sumberdaya yang ada dan digunakan oleh rumahtangga di Desa Padabeunghar.
Batuluhur merupakan wilayah hutan Perhutani yang dijadikan galian C. Wilayah yang dikenal oleh Perhutani sebagai Petak 3.b. ini dijadikan tempat penggalian batu dan pasir. Penggalian batu dan pasir berhenti setelah Pemerintah Kabupaten Kuningan mengeluarkan SK Bupati tahun 2004 yang melarang galian C di sekitar wilayah gunung Ciremai. Wilayah Batuluhur sekarang sering dijadikan tempat penggalian pasir dan batu untuk keperluan pembangunan rumah penduduk.
Galian C tidak hanya ada di Blok Batuluhur. Galian C juga ada di Blok Cirendang. Galian C tersebut pada awalnya dilakukan di lahan Perhutani. Setelah ada pelarangan, galian C tersebut dilakukan di kebon milik pribadi petani. Jika
84
penggalian pasir dan batu di Blok Cirendang dilakukan untuk dijual, penggalian batu dan pasir di Blok Batuluhur dilakukan untuk keperluan rumahtangga.
Lahan hutan perhutani yang berbatu merupakan sumberdaya potensial untuk menyediakan bahan pembangunan rumah. Petani Desa Padabeunghar tidak menjual batu dan pasir kepada orang lain sampai saat penelitian ini dilakukan. Pengumpulan batu dan pasir dilakukan di Blok Batuluhur dan di lahan Perhutani yang berada di sepanjang jalan desa. Pengumpulan batu dan pasir dilakukan untuk mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk membeli batu dan pasir pada saat pembangunan rumah. Pengumpulan batu dan pasir dilakukan pada saat tidak ada pekerjaan di kota.
Pengumpulan batu dan pasir diketahui oleh pemerintah Desa Padabeunghar. Pemerintah Desa Padabeunghar pun memanfaatkan batu dan pasir untuk kepentingan desa. Penggalian batu dan pasir di lahan kebon penduduk tidak ditemukan di Desa Padabeunghar. Kegiatan pengumpulan batu dan pasir dilakukan pada saat luang atau saat tidak ada pekerjaan utama oleh penduduk yang sedang mempersiapkan pembangunan rumah. Penduduk yang telah membangun rumah mengumpulkan batu dan pasir untuk memperbaiki rumah atau saat babantu pada pembangunan rumah orang lain.
Pengambilan kayu bakar dilakukan dengan mengumpulkan ranting dari pohon-pohon kecil yang meranggas di hutan Perhutani atau kebun karet, ranting pohon di kebon milik petani, menebang pohon di kebon milik petani atau mengakali pohon pinus yang tersisa di hutan Perhutani. Mengakali pohon pinus dilakukan dengan mengerat kulit pohon pinus di bagian bawah dekat akar. Pengeratan kulit pohon menyebabkan pohon pinus meranggas dan mati. Pohon pinus yang mati diperbolehkan untuk ditebang oleh penduduk85. Terkadang, pohon pinus yang mati ditebang oleh petani yang tidak mengerat kulit pohon pinus. Pohon pinus menjadi milik petani penebang.
Kemarau dapat membawa kesusahan sekaligus berkah bagi penduduk Desa Padabeunghar. Setiap musim kemarau, sekitar bulan Agustus -September, selalu terjadi kebakaran. Kebakaran menghabiskan hampir seluruh bukit karang di
85
Cara pengeratan kulit pohon pinus yang menyebabkan pohon pinus mati merupakan cara ilegal dalam pandangan Perhutani. Cara itu dilakukan karena pohon pinus di lahan Perhutani boleh ditebang jika telah mati.
hutan Perhutani. Kebakaran menghabiskan rumput yang selama ini diperlukan untuk makanan ternak. Kebakaran mengancam tanaman pisang dan buah-buahan yang ditanam petani. Namun kebakaran juga menghilangkan ilalang yang menghalangi pandangan petani. Setelah kebakaran, petani dapat mengambil kayu bakar di bukit karang. Sesuatu yang menakutkan untuk dila kukan saat semak-semak tinggi. Semak-semak-semak menutupi jurang, lubang atau ular yang berbahaya.
5.1.6 Memelihara Kambing dan Menggembalakan Kerbau
Selain ayam, kambing dan kerbau merupakan hewan ternak yang penting bagi nafkah penduduk Desa Padabeunghar. Kambing merupakan hewan ternak yang banyak dipelihara petani Desa Padabeunghar. Kambing dapat diperoleh dari sistem maron, warisan orang tua, atau membeli. Kambing biasa dipelihara di dalam kandang yang dibuat di dalam wilayah pemukiman atau di pinggir-pinggir desa. Kambing membutuhkan pakan rumput yang menyebabkan pemilik kambing harus menyabit rumput setiap hari.
Selain kambing, kerbau merupakan hewan ternak yang banyak dimiliki oleh petani di Desa Padabeunghar. Kerbau-kerbau tersebut tidak dikandangi tetapi diikat di alam terbuka. Pengikatan kerbau di alam terbuka disebabkan oleh beratnya beban penyediaan rumput pakan kerbau. Penggembala mengikat dan menggembalakan kerbau di lahan Perhutani. Blok Sinagar86 merupakan tempat pengikatan kerbau pada malam hari. Setiap hari, pukul 7.00 penggembala kerbau akan melepaskan ikatan kerbau dan menggiringnya lebih jauh ke dalam hutan. Jarak antara tempat pengikatan kerbau dan tempat penggembalaan kerbau adalah ± 1,5 km kilometer. Jarak tempat penggembalaan yang jauh dipilih untuk menghindari kemungkinan kerbau merusak tanaman penduduk.
5.1.7 Alokasi Tenaga kerja rumahtangga
Berdasarkan pengelompokkan modal manusia yang dilakukan di bagian 4.8, aktivitas nafkah berdasarkan penggunaan modal alami dilakukan oleh tenaga kerja laki-laki dan perempuan kelompok usia kakek, tenaga kerja laki-laki dibantu
86
Blok Sinagar merupakan tempat pengikatan kerbau yang merupakan bagian wilayah hutan Perhutani. Blok Sinagar terletak sekitar enam kilometer dari pemukiman penduduk.
oleh tenaga kerja perempuan pada kelompok usia orang tua dan tenaga kerja laki-laki pada kelompok usia anak. Penggunaan modal alami tidak memerlukan keterampilan khusus atau pendidikan tinggi.
Penggunaan modal alami merupakan pendapatan utama bagi rumahtangga orang tua. Kelompok usia orang tua memenuhi kebutuhan konsumsi, menabung untuk memperbaiki rumah, menyekolahkan anak dan menika hkan anak yang sudah cukup umur. Penggunaan modal alami sebagai pendapatan utama terutama dilakukan oleh orang tua yang tidak memiliki keterampilan atau modal keuangan untuk mendapatkan sumber pendapatan yang lain.
Pembukaan lahan hutan atau lahan kebun ka ret dilakukan oleh kelompok usia orang tua dan kelompok usia kakek. Kelompok usia anak mengolah modal alami yang diperoleh dari warisan, gaji, atau lahan yang telah digarap orang tua. Dari semua responden, hanya Nirman, 27 tahun, anak Pak Suh, kelompok usia anak yang membuka lahan hutan untuk menambah modal alami.
Kelompok usia anak yang memiliki pekerjaan di luar penggunaan modal alami menjadikan aktivitas nafkah dengan menggunakan modal alami sebagai sumber pendapatan tambahan. Kelompok usia anak yang be kerja sebagai pamong desa, supir angkutan, kenek atau tukang menggarap lahan pertanian hanya jika tidak ada pekerjaan atau menggunakan tenaga kerja bayaran.
Perempuan kelompok usia anak tidak pernah pergi ke sawah atau lahan kebun karet dan lahan hutan. Perempuan kelompok usia kakek masih pergi setiap hari menggarap lahan kebun karet dan lahan hutan atau mencari rumput untuk pakan kambing.
5.1.8 Pendapatan dari penggunaan modal alami dan Penggunaannya dalam Rumahtangga
Pendapatan dari sumberdaya alam merupakan pendapatan dalam bentuk barang (in kind ) atau pendapatan dalam bentuk uang (in cash) (Ellis, 2000). Satu bentuk pendapatan yang ditambahkan adalah pendapatan sosial. Pendapatan sosial ini diadaptasi dari konsep Weber (1968) tentang peranan hubungan sosial untuk mendapatkan utilitas. Menurut Weber (1968) orientasi tindakan individu dapat berupa kesejahteraan yang secara normatif dibentuk dalam masyarakat. Hubungan
sosial yang baik merupakan suatu bentuk kesejahteraan yang diinginkan oleh rumahtangga petani di Desa Padabeunghar.
Pendapatan dari sumberdaya alam terutama digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumahtangga. Sawah menghasilkan beras, kebon menghasilkan kayu bakar, sayuran, dan buah-buahan, lahan garapan (lahan hutan dan lahan perhutani) menghasilkan buah-buahan, bumbu dan sayuran. Rumahtangga petani di Desa Padabeunghar biasa menggunakan hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari. Mereka makan nasi dari beras yang dihasilkan sawah, memasak dengan menggunakan kayu bakar dari kebon dan makan dengan lauk sayuran dari lahan garapan.
Penggunaan modal alami dapat memberi pendapatan dalam bentuk uang tunai. Uang diperlukan untuk membeli kebutuhan rumahtangga yang tidak dapat dipenuhi oleh hasil sumberdaya alam. Uang diperoleh dengan menukar hasil sumberdaya alam melalui proses jual beli. Jumlah uang hasil penjualan produk pertanian tidak dapat diperkirakan dengan tepat karena jumlah produksi pertanian tidak dapat dipastikan dan harga pasar tidak pasti.
Uang yang diperoleh dari hasil kebon tergantung dari banyaknya buah per pohon, harga pasar dan kualitas buah. Contohnya harga buah melinjo per pohon berkisar antara Rp. 5.000,- sampai Rp. 100.000,- tergantung harga pasar, kuantitas dan kualitas buah. Tabel tujuh menggambarkan perkiraan uang yang dihasilkan dari penjualan produk pertanian. Data pada tabel tersebut menunjukkan sifat penghasilan dari penjualan produk pertanian yang bersifat terus menerus dalam jumlah yang kecil.
Tabel 10 . Jenis Komoditas Pertanian dan Perkiraan Jumlah Uang Per Tahun Jenis
komoditas
Satuan penjualan
Harga (Rp) Waktu pemanenan Gabah kering Kuintal 125.000, - 6 bulan
Singkong Kilogram 200-400 8 bulan-1 tahun Melinjo Pohon 5.000-100.000 1 tahun Durian Buah atau
pohon
2.000-20.000 1 tahun Nangka Buah atau
pohon
5.000 1 tahun
Sereh Luasan lahan 50.000 6 bulan
Pisang Tandan 2.000-15.000 3 bulan
Ubi jalar Kilogram Jagung Kilogram
Jengkol Pohon 60.000 1 tahun
Petai Pohon 100.000 1 tahun
Cabai rawit Wadah 1000 Dapat setiap minggu
Ragam Sayuran lain
Ikat 200-1000 Dapat setiap minggu
Sumber: diolah dari data primer, 2005
Data di tabel di atas hanya bersifat perkiraan. Harga dan perkiraan jumlah uang dapat berubah karena produk pertanian ditentukan oleh ketersediaan air, hama dan penyakit tanaman, kualitas hasil serta perubahan harga pasar.
Hewan peliharaan, jarang digunakan untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari. Hewan peliharaan menjadi kebutuhan konsumsi hanya jika ada acara besar seperti hariraya, kematian, kedatangan tamu istimewa, hajatan atau selamatan pembangunan rumah. Hewan peliharaan memberikan pupuk yang penting untuk memelihara tanaman di sawah, kebon , atau lahan garapan. Petani Desa Padabeunghar hanya menggunakan pupuk kimia untuk memupuk padi, tanaman pisang, buah-buahan atau palawija di lahan garapan dipupuk dengan menggunakan pupuk kandang. Hewan peliharaan akan dijual jika ada kebutuhan uang dalam jumlah besar seperti biaya pemupukan sawah, biaya pernikahan anak, atau pembangunan rumah. Tabel berikut ini memberikan gambaran ringkas mengenai pendapatan yang diperoleh dari modal alami dan penggunaannya dalam rumahtangga.
Tabel 11 . Pendapatan dan Kegunaan Modal Alami bagi Rumahtangga
Tipe manfaat ekonomi (livelihood benevit) Kegunaan untuk nafkah
(livelihood use) Aktivitas berbasis Modal alam i (natural-resource-based) Pendapatan sosial Pendapatan barang (in kind) Pendapatan tunai (in cash) Kegunaan utama (main livelihood use) Kegunaan tambahan (sideline livelihood use)
Sawah Hubungan baik dengan petani
nyeblok
Padi Uang dari
penjualan padi atau buruh tani Pemenuhan kebutuhan konsumsi utama
Kebutuhan utama dalam pembuatan rumah atau
hajatan
Kebon Hubungan baik
dengan pedagang perantara
Buah- buahan, sayur- sayuran, kayu bakar, bahan bangunan Uang dari penjualan hasil kebon Kebutuhan konsumsi Biaya pendidikan, kesehatan, tabungan, bahan bangunan Lahan garapan kebun karet Hubungan baik dengan pedagang perantara atau tetangga Sayur - sayuran, pisang, singkong, bumbu, kacang-kacangan Uang dari penjualan pendapatan barang Kebutuhan konsumsi Biaya pendidikan, kesehatan dan tabungan, dikirim pada tetangga Lahan garapan hutan Perhutani Hubungan baik dengan LSM, pamong desa Sayur - sayuran, buah- buahan terutama pisang, kayu bakar, bumbu, singkong Uang dari penjualan pendapatan barang Kebutuhan konsumsi Biaya pendidikan, kesehatan dan tabungan, dikirim pada tetangga
Hewan peliharaan
Hubungan baik dengan sesama penggembala
Daging, pupuk Uang dari penjualan pendapatan barang Biaya produksi pertanian Konsumsi, biay a penyelenggaraan acara besar dalam rumahtangga Batu dan pasir - Batu dan pasir
untuk bahan bangunan
- Bahan
bangunan
Bahan bangunan
Sumber: Diolah dari data primer , 2005
Berdasarkan tabel di atas, pendapatan berupa barang merupakan pendapatan utama ya ng diharapkan dari pengelolaan modal alami. Pendapatan dari penggunaan modal alami terutama digunakan untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi dan biaya kehidupan sehari-hari.
5.2 Aktivitas Nafkah Berbasis Penggunaan Modal Sosial