• Tidak ada hasil yang ditemukan

c. Teori-teori yang Digunakan

2. Kelompok Masyarakat, Komunikasi, dan Konflik

Konsep tentang forum secara sederhana mungkin masih berhubungan dengan konsep tentang kelompok sosial dalam masyarakat. Keduanya memiliki persamaan dan bentuk aktivitas yang hampir sama. Forum dan kelompok sosial dibentuk oleh warga dan sekelompok masyarakat yang terikat oleh aspek komunikasi yang dekat dan rapat. Hal itu membuat forum dan kelompok sosial memiliki bentuk komunikasi yang hampir mirip atau mungkin sama. Karena itu fokus tentang forum

commit to user

komunikasi dalam masyarakat tampaknya harus melibatkan kajian tentang kelompok sosial dan aspek komunikasi kelompok yang ada di dalamnya.

Penjelasan paling awal tentang konsep kelompok sosial diberikan oleh J. Kevin Barge. Ia menjelaskan bahwa kelompok sosial diikat oleh aspek komunikasi antar anggota untuk menopang efektivitas hubungan dan kolaborasi antara anggota (Barge, 2009: 340). Paparan tersebut menujukkan bahwa komunikasi dalam kelompok dan forum menjadi bagian paling penting untuk menjaga keterikatan antaranggota. Dengan begitu, komunikasi yang baik antara anggota kelompok sosial bisa membuat kelompok sosial atau forum komunikasi menjadi semakin baik dan solid. Lebih lanjut Barge menjelaskan kelompok seharusnya bisa menciptakan pemahaman bersama dan persetujuan tentang tujuan kelompok dan semua hal yang akan dilakukan (Barge, 2009: 342). Bagi Barge, penciptaan keputusan bersama hanya bisa terjadi dan dilakukan apabila ada komunikasi yang baik dan hubungan yang baik antar anggota kelompok tersebut.

Komunikasi antara anggota dalam kelompok dan forum masyarakat rupanya tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengikat sekaligus pembuatan keputusan bersama, tapi juga menujukkan tingkat kemajuan dan soliditas kelompok masyarakat tersebut. Kenyaataan tersebut didukung oleh pernyataan Joann Keyton dan Virgina Stallworth bahwa membuat komunikasi yang efektif di antara semua anggota kelompok dapat menghasilkan suatu kesuksesan semua komponen kelompok tersebut (Keyton dan Stallworth, 2003: 240). Bagi Keyton dan Stallwoth komunikasi antara anggota kelompok merupakan syarat bagi suatu kelompok untuk mencapai kesusksesan. Hal itu menunjukkan bahwa komunikasi dalam kelompok menjadi sesuatu yang penting untuk mencapai tujuan kelompok tersebut.

commit to user

Sementara itu pandangan tentang komunikasi kelompok dalam suatu forum sosial diberikan oleh M. Afzalur Rahim. Rahim menjelaskan bahwa komunikasi dalam kelompok, atau tepatnya komunikasi antarkelompok, biasanya dihambat oleh prosedur dan aturan yang berlaku (Rahim, 2001: 166). Pernyataan Rahim menunjukkan bahwa komunikasi antarkelompok sebenarnya memegang peranan penting bagi kelompok tersebut untuk mencapai tujuannya, namun keberadaan aturan dan prosedur di luar kelompok tersebut biasanya menghambat proses komunikasi antarkelompok tersebut. Dengan begitu, kemungkinan besar, konflik antarkelompok disebabkan oleh terhambatnya proses komunikasi antarkelompok tersebut.

Di sisi lain, Buzzanell dan Dohrman mengatakan komunikasi pada dasarnya bisa menguatkan hubungan sekaligus membangun hubungan dan masa depan organisasi, serta mengembangkan jaringan dan wilayah kerja (Buzzanell dan Dohrman, 2009: 338). Perhatikan penjelasan dua pakar tersebut yang mengatakan komunikasi bisa menguatkan hubungan dan masa depan organisasi. Hal itu menujukkan bahwa komunikasi memegang peranan besar bagi semua bentuk hubungan dalam organisasi atau kelompok masyarakat, atau mungkin juga forum masyarakat serta menjalin hubungan di luar organisasi.

Pandangan yang diberikan Buzzanell dan Dohrman (2009) pada dasarnya mendukung penjelasan tentang latarbelakang kelompok sosial dan komunikasi yang ada di dalamnya. Rahim, sebagai pakar komunikasi organisasi, menjelaskan bahwa semua bentuk kelompok sosial, organisasi, atau bahkan forum masyarakat memiliki kriteria yang biasanya berhubungan dengan tujuan, interaksi, dan ketergantungan (Rahim, 2001: 143). Bentuk-bentuk interaksi dan ketergantungan dalam suatu kelompok sosial hanya bisa diberikan dan dihasilkan oleh keberadaan aspek

commit to user

komunikasi di dalamnya. Buzzanell dan Dorhman (2009) pada dasarnya hanya menjelaskan sesuatu yang berkaitan dengan bentuk ketergantungan dan interaksi dalam organisasi seperti yang telah dijelaskan Rahim.

Hal itu membuat keberadaaan forum atau kelompok masyarakat secara langsung berhubungan dengan bentuk komunikasi yang berada di dalam kelompok tersebut hingga komunikasi ke luar kelompok tersebut. Ikatan komunikasi tersebut secara langsung mungkin bisa mengikat semua anggota kelompok atau forum tersebut untuk bersama-sama bergerak dan mewujudkan tujuan mereka. Dengan demikian, hambatan terhadap proses komunikasi intrakelompok dan proses komunikasi antarkelompok bisa menghasilkan bentuk-bentuk tekanan dan gesekan hingga mungkin menghasilkan bentuk-bentuk perselisihan tertentu. Gesekan dan tekanan dan beragam bentuk perselisihan antarkelompok pada dasarnya masih berkaitan dengan komunikasi kelompok tersebut dengan kelompok yang lain secara interpersonal.

Karena komunikasi kelompok masih berhubungan erat dengan komunikasi interpersonal, maka komunikasi kelompok dalam konflik antarkelompok juga berhubungan dengan konflik dan komunikasi interpersonal. Hal itu membuat analisis dan kajian komunikasi interpersonal menjadi penting dalam pembahasan tentang konflik. Helen Jessup dan Steve Rogerson berpendapat bahwa komunikasi interpersonal merupakan media primer dalam hubungan hampir semua aktivitas sosial, karena itu komunikasi interpersonal memberikan dorongan kepada semua akstivitas sosial tersebut menuju sesuatu yang lebih penting, yaitu menghubungkan personal dengan lingkungan sosialnya (Jessup dan Rogerson, 2004: 74). Paparan tersebut menggambarkan betapa pentingnya aspek komunikasi interpersonal sebagai bentuk komunikasi primer yang dapat membuat individu berinteraksi dengan

commit to user

lingkungan sosialnya secara langsung. Keterangan Jessup dan Rogerson (2004) tersebut pada dasarnya mendukung penjelasan yang diberikan oleh Adler dan Rodman (2006).

Secara garis besar, Adler dan Rodman berpandangan bahwa komunikasi interpersonal bisa melibatkan banyak nilai-nilai sosial yang berhubungan dengan kualitas komunikasi interpersonal tersebut, atau lebih dikenal dengan komunikasi interpersonal kualitatif (Adler dan Rodman, 2006: 189). Lebih lanjut kedua ilmuwan tersebut menyatakan bahwa komunikasi interpersonal kualitatif bersifat labil karena perubahan bentuk dan hubungan sosial yang terjadi secara konstan (Adler dan Rodman, 2006: 197). Keterangan tersebut pada dasarnya merupakan penegasan bahwa komunikasi interpersonal memang menghubungkan individu dengan lingkungan sosial yang dinamis, hingga mampu memberikan pengaruh terhadap bentuk dan kualitas komunikasi dan hubungan interpersonal pihak-pihak tertentu. Dengan demikian, dapat dijelaskan bahwa konflik, dan mungkin juga konflik antar kelompok, masih berhubungan dengan bentuk-bentuk dinamika hubungan antara pihak-pihak tertentu.

Kondisi tersebut jelas menunjukkan pembenaran terhadap Teori Hubungan Dialektik (Dialectics Theory of Relationship) yang dikembangkan oleh Baxter dan koleganya yang menerangkan bahwa hubungan antara pihak-pihak tertentu tidak selamanya berjalan lurus, tapi melewati beragam dinamika dan pasang surut (Norwood dan Duck, 2009; Littlejohn dan Foss, 2007). Pasang surut dan dinamika tersebut dapat diartikan sebagai konflik yang melanda suatu hubungan sosial. Dengan begitu, konflik tersebut menjadi suatu perwujudan dari dinamika sosial yang melingkupi suatu hubungan antarkelompok sosial. Selain itu kondisi

commit to user

tersebut menjadi suatu bukti jelas bahwa komunikasi interpersonal menjadi dasar semua bentuk hubungan konflik yang dikenal secara umum.

Dengan demikian, secara umum suatu kelompok sosial atau forum masyarakat mengusung fungsi-fungsi tertentu, yaitu fungsi untuk memberikan kekuatan, penyelesaian masalah, dan fungsi memberikan kenyamanan. Fungsi-fungsi tersebut memang sebenarnya tidak terjadi begitu saja dan muncul secara tiba-tiba, namun ada semacam sesuatu yang berperan melahirkannya. Beberapa pakar, seperti Barge (2009), Keyton dan Stallworth (2003), secara tidak langsung menjelaskan bahwa komunikasi berada di belakang semua bentuk kelompok sosial, dan forum masyarakat. Hal itu juga membuktikan bahwa komunikasi berperan penting menjaga dan merawat semua bentuk keterikatan yang ada di semua kelompok sosial atau forum masyarakat. Fungsi-fungsi pada kelompok sosial atau forum masyarakat pada akhirnya memberikan petunjuk awal tentang komunikasi kelompok dan penyelesaian konflik.