GAS DAN ASAP
1.3 Teknik Penanggulangan Kebocoran
1.3.3 Kemungkinan Pemanfaatan Teknologi
Meski metode konvensional sudah cukup baik tetapi pencarian sumber asap bukan tanpa resiko yang menemani. Masalah dasar adalah waktu pencarian yang bisa memakan waktu. Hal ini disebabkan karena mungkin saja gas yang ingin dicari merupakan jenis gas yang belum dikenali sebelumnya. Hal lain yang menjadi masalah dan merupakan salah satu resiko terbesar yang ada adalah kematian dari tim pencari asap ketika tim pencari dihadapkan dengan gas yang beracun.
Beberapa permasalahan yang tidak dapat ditangani oleh metode konvensional seperti yang dijelaskan pada subbab 1.3.2 perlu mendapatkan perhatian khusus. Metode baru yang akan diusulkan harus dapat mencakup penanganan cepat, waktu pelatihan yang relatif singkat, dan dapat menghindari hilangnya nyawa manusia. Melihat syarat dari cara baru yang dapat diusulkan, maka beberapa cara yang dapat disediakan oleh dunia teknologi adalah pemanfaatan sensor-sensor nirkabel yang dipasang pada tempat-tempat rawan kecelakaan maupun pemanfaatan robot untuk menggantikan tim pencari sumber asap.
Gambar 1.8: Salah satu contoh implementasi dari Wireless Sensor Network
Sensor-sensor nirkabel yang terpasang melalui sistem jaringan atau sering dise-but sebagai Wireless Sensor Network merupakan terdiri dari sensor otonom yang ter-distribusi secara spatial untuk memonitor secara koperatif kondisi fisik atau kondisi lingkungan, seperti temperatus, suara, getaran, tekanan, gerakan dan polusi. Sensor ini dapat dipakai untuk mendeteksi bau-bau tertentu yang berasal dari asap maupun bau menyengat lainnya. Wireless Sensor Networkdapat digunakan di hutan, di daerah perindustrian maupun di daerah pemukiman penduduk untuk menjamin perlindungan dari bahaya kebakaran maupun kebocoran tabung gas.
Sensor-sensor dipasang pada setiap jarak tertentu. Setiap sensor memiliki jarang jangkauan deteksi yang sama, sehingga pemasangan sensor-sensor tersebut bisa disera-gamkan. Dengan cara seperti pada Gambar 1.8 maka daerah yang dapat tercakup oleh sensor menjadi optimal.
Sensor-sensor yang ingin digunakan harus dilengkapi dengan satu atau dua sen-sor bau, sebuah penerima gelombang radio atau alat komunikasi nirkabel, pengendali mikro kecil, dan sebuah sumber energi, yang biasanya adalah sebuah baterai. Karena biasanya sensor-sensor ini akan ditempatkan di alam terbuka, maka mereka harus di-bungkus sedemikian rupa sehingga tahan terhadap cuaca seperti hujan dan panas.
Cara lain yang dapat digunakan selain menggunakan Wireless Sensor Net-work adalah pemanfaatan robot sebagai pengganti tim pencari sumber asap. Robot adalah benda mekanik yang dapat melakukan pekerjaan fisik yang biasa dilakukan manusia, baik dibawah pengawasan dan kontrol manusia ataupun tidak, berdasarkan pada program yang telah didefinisikan terlebih dahulu. Robot biasa digunakan untuk melakukan pekerjaan berat, berbahaya, pekerjaan berulang dan pekerjaan yang kotor. Oleh sebab hal tersebut bisa dikatakan bahwa penggunaan robot dalam kasus pencarian kebocoran gas merupakan solusi yang tepat sasaran.
Gambar 1.9: Robot sebagai pengganti manusia dalam melakukan pencarian sumber asap
Robot yang digunakan untuk melakukan pencarian sumber asap dapat berupa robot berkaki maupun robot beroda. Robot berkaki cocok diterapkan dalam lingkungan yang memiliki dataran yang tidak rata seperti hutan dan pegunungan, sedangkan robot beroda cocok diterapkan dalam lingkungan yang datar seperti pemukiman penduduk dan dae-rah industri.
Sama seperti Wireless Sensor Network, robot yang digunakan harus dilengkapi de-ngan sensor bau, sebuah penerima gelombang, pengendali mikro, dan sumber energi. Robot-robot ini juga harus dilengkapi dengan perlindungan terhadap cuaca dari ling-kungan yang ia jaga atau sebuah mekanisme untuk menangani perubahan cuaca seperti berteduh ketika hujan, menjauhi daerah tersebut ketika ada aktifitas gunung berapi dsb.
Berbeda dengan Wireless Sensor Network, robot dapat bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya. Penjagaan wilayah robot dapat dilakukan dengan melakukan patroli robot disekitar wilayahnya. Karena hal tersebut, maka daerah cakupan satu buah robot dapat lebih luas dari cakupan satu buah sensor pada Wireless Sensor Network. Hal ini dapat mengurangi jumlah alat yang digunakan di daerah tersebut, sehingga perawatan yang dilakukan dapat lebih mudah.
Dari beberapa kekurangan yang ingin dicakup disini, baik penggunaan sensor nirka-bel maupun robot sangat menjanjikan untuk membantu tugas manusia dalam melakukan pencarian sumber asap. Hal ini memberikan kesempatan besar yang terbuka bagi agen-agen otonom untuk menggantikan peran anjing pelacak dan manusia. Banyak keuntun-gan yang dapat ditawarkan denkeuntun-gan pemanfaatan teknologi untuk menankeuntun-gani masalah ini, diantaranya:
1. Mengurangi resiko hilangnya nyawa pencari saat bertugas di lapangan. 2. Efektivitas pencarian tidak dipengaruhi oleh faktor psikis.
3. Kerusakan fisik dapat diperbaiki dalam waktu yang lebih singkat.
4. Waktu yang dibutuhkan untuk melatih robot sehingga dapat mengenali gas jenis baru akan jauh lebih cepat dari pada harus melatih manusia atau anjing.
1.4 Refleksi
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut untuk menilai seberapa jauh Anda sudah mengerti pembahasan dalam bab ini.
1. Pada bab ini sudah ada penjelasan mengenai zat-zat yang terkandung dalam udara. Sebutkan, minimal 10 buah, unsur yang terkandung dalam udara!
2. Ada perbedaan antara asap dan gas. Jelaskan dalam bahasa Anda sendiri menge-nai perbedaan keduanya!
3. Jelaskan secara teoritis (sertakan dasar teorinya) mengapa kenapa asap naik ke atas? Apakah mungkin asap tidak naik ke atas?
4. Jelaskan dan berikan contoh dari sifat difusi dan adveksi!
5. Berikan tiga contoh (selain yang dijelaskan pada subbab 1.1.1) kegunaan asap atau gas dalam kehidupan kehidupan sehari-hari!
6. Apakah Anda mengetahui apakah perbedaan antara bau dan aroma? Jelaskan jawaban Anda dan berikan contoh yang mendukung!
7. Berikan contoh skenario pencarian sumber asap dengan menggunakan metode konvensional dan tuliskan analisa terhadap metode tersebut!
8. Berikan empat buah skenario dimana teknologi dapat dimanfaatkan dalam penanggulangan kebocoran gas atau pencarian sumber asap!
9. Pada bab ini ada penjelasan mengenai Wireless Sensor Network. Teknologi ini sangatlah bermanfaat dan aplikasi. Tugas Anda adalah mencari beberapa refernsi mengenai pemanfaatan Wireless Sensor Network di Indonesia dan di luar negeri. Berikan masing-masing tiga contoh dan jelaskan secara singkat pemanfaatan dari teknologi tersebut!
10. Manfaat robot sangatlah banyak, jelaskan komponen minimum dari sebuah robot agar dapat digunakan sebagai agen pencari sumber asap ?